
Masih Flash Back
Leo berangkat bekerja sementara Zara izin kuliah untuk menjaga Siva dikontrakkan. Sekarang Leo kerja diperusahaan tempat Tuan Indrawan bekerja. Sampai diperusahaan, Leo berjalan menuju lobi perusahaan, dia berpapasan dengan Tuan Indrawan. Mereka berjalan menuju ruangan kerjanya. Sampai diruangan kerjanya Tuan Indrawan mengajak Leo berbicara.
"Leo, ini perusahaan milik orangtuaku, ayahku CEO diperusahaan ini. Sebenarnya aku ingin membangun perusahaanku sendiri, rasanya tidak bebas bekerja diperusahaan orangtua sendiri. Aku ingin mengembangkan kemampuan berbisnis ku lebih dalam lagi"ucap Tuan Indrawan.
"Begitu ya Tuan, Leo sependapat dengan Anda. Dengan usaha sendiri hasilnya akan lebih memuaskan untuk kita. Selain itu kita bisa mengasah kemampuan dan mental bersaing kita dipasaran"ucap Leo.
"Ada beberapa desain gambar bangunan yang sudah dipesan klien yang belum selesai, kemarilah aku akan menjelaskan padamu"ucap Tuan Indrawan.
Tuan Indrawan mengajari dan menjelaskan pada Leo tentang desain gambar arsitektur. Leo berusaha belajar dengan bersungguh-sungguh, dia ingin suatu saat kelak bisa memiliki perusahaan desain arsitektur.
Setelah mengajari dan menjelaskan pada Leo, Tuan Indrawan duduk kembali dikursi ya sambil memegang foto istrinya. Leo menghampiri Tuan Indrawan untuk menanyakan hal yang dia tidak mengerti. Tuan Indrawan langsung meletakkan foto istrinya dimeja. Sekilas Leo melihat foto dimeja itu.
"Mba Fira"ucap Leo.
"Fira?...."ucap Tuan Indrawan kaget saat Leo menyebut nama Fira.
"Ini Tuan, wanita difoto ini mirip Mba Fira"ucap Leo.
"Namanya memang Fira, dia mantan istriku"ucap Tuan Indrawan.
"Apa mungkin Anda suami Mba Fira?"tanya Leo.
Tuan Indrawan berdiri dari kursi dan menghampiri Leo.
"Dimana Fira sekarang berada Leo?"tanya Tuan Indrawan sambil memegang kedua lengan Leo.
"Mba Fira ada dirumah sakit Tuan"ucap Leo.
"Rumah sakit"ucap Tuan Indrawan sambil melepas kedua tangannya dari tangan Leo.
"Tolong antarkan aku kerumah sakit itu Leo"ucap Tuan Indrawan.
"Baik Tuan"ucap Leo.
Tuan Indrawan dan Leo segera pergi ke rumah sakit. Sampai dilobi rumah sakit, Tuan Indrawan langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit, dia ingin segera bertemu mantan istrinya itu. Leo menyusul Tuan Indrawan ke ruang rawat inap, dia memilih menunggu diluar ruangan untuk memberi waktu agar Tuan Indrawan dan Mba Fira bicara berdua. Tuan Indrawan masuk ke dalam ruangan rawat inap tempat Fira dirawat, dia menghampiri Fira dengan mata yang berkaca-kaca. Kerinduan dihatinya begitu dalam. Dia merasa bersalah tidak mempercayai Fira saat itu, dan malah percaya hasutan ibunya hingga menceraikannya. Fira yang duduk diranjang meneteskan air matanya saat melihat mantan suaminya menghampirinya.
"Mas"ucap Fira.
"Fira"ucap Tuan Indrawan.
"Apa aku sedang bermimpi?"tanya Fira.
"Tidak, ini bukan mimpi. Aku datang untukmu Fira. Aku rindu padamu"ucap Tuan Indrawan.
"Aku juga merindukanmu Mas"ucap Fira.
"Aku pikir kita tak akan bisa bertemu lagi, aku menyesal telah menyakitimu"ucap Tuan Indrawan.
"Semua ini bukan salahmu mas, aku sudah melupakan itu dan selalu berharap kau tidak marah lagi padaku"ucap Fira.
"Fira maafkan aku"ucap Tuan Indrawan.
"Aku sudah memaafkanmu dari dulu mas"ucap Fira.
"Sampai sekarang aku masih mencintaimu Fira"ucap Tuan Indrawan.
"Aku juga masih mencintaimu mas, kita memiliki seorang anak mas"ucap Fira.
"Apa?....kita punya anak?"tanya Tuan Indrawan.
"Ya....,saat aku bercerai darimu, aku sedang mengandung anak kita"ucap Fira.
__ADS_1
Tuan Indrawan langsung berlutut didepan Fira.
"Fira maafkan aku, seharusnya saat kau sedang hamil dan melahirkan aku ada disisimu, tapi aku malah membiarkanmu menanggung semua itu sendirian. Aku lelaki tak berguna, maafkan aku Fira"ucap Tuan Indrawan.
Fira turun dari ranjangnya lalu membangunkan Tuan Indrawan yang berlutut didepannya.
"Mas aku tidak pernah membencimu ataupun menyalahkanmu atas semua yang terjadi, adanya Siva dihidupku sebagai ikatan yang tak pernah terputus diantara kita"ucap Fira.
"Anak kita bernama Siva? nama yang cantik"ucap Tuan Indrawan.
"Siva sekarang berumur tujuh bulan Mas, sudah pinter ngoceh, merangkak, dan suka mengacak apa saja"ucap Fira.
"Dia pasti cantik sepertimu Fira, oya dimana Siva?"tanya Tuan Indrawan.
Fira akhirnya menceritakan semua yang terjadi pada Tuan Indrawan.
"Jadi Siva bersama Leo dan Zara selama kau dirawat dirumah sakit, tak sangka pertemuanku dengan Leo justru mempertemukanku denganmu Fira. Sepertinya semua ini rencana Allah. Dia mempertemukan kita melalui perantara Leo, sungguh indah rencanaNya"ucap Tuan Indrawan.
"Kau benar Mas, entah apa yang akan terjadi kalau Leo dan Zara tidak bertemu denganku saat itu, semua memang sudah rencana Allah"ucap Fira.
Mereka berdua bahagia setelah hampir satu tahun lebih berpisah dan tak bertemu sama sekali. Tuan Indrawan sudah berkali-kali mencari Fira tapi belum menemukannya. Melalui perantara Leo, dia bisa bertemu Fira dan anaknya.
***********
Tuan Indrawan pulang ke rumah besar orangtuanya. Dia masuk ke dalam rumah, Ibunya sudah menunggunya diruang tamu. Tuan Indrawan hanya mengucapkan salam pada ibunya lalu berjalan menuju ke tangga. Ibunya menghampirinya dan mengajaknya bicara.
"Indrawan kau harus segera menikahi Beby"ucap Ibu Risa.
"Aku gak bisa nikahin Beby Ma"ucap Tuan Indrawan.
"Apa? kamu mau menduda sampai kapan? Ibu pengen punya cucu"ucap Ibu Risa.
"Mama gak usah khawatir, aku akan membawa istri dan anakku kembali kesini"ucap Tuan Indrawan.
"Aku akan menikah dengan Fira kembali, dan yang harus Mama tahu, saat kami bercerai Fira sedang mengandung anakku"ucap Tuan Indrawan.
"Kau akan menikahi Fira lagi? Mama tak habis pikir, wanita itu membuatmu tergila-gika. Memangnya kau yakin itu anakmu? siapa tahu itu anak laki-laki lain, kau ingat kejadian dihotel itu"ucap Ibu Risa.
"Aku sudah menyelidikinya, Mama sengaja menjebak Firakan. Laki-laki itu dibayar oleh Mama untuk menjebak Fira, agar aku menceraikannya, betulkan"ucap Tuan Indrawan.
"Fira...Fira....terus. Mama capek dengernya"ucap Ibu Risa.
"Terserah Mama, aku mengantuk. Selamat malam"ucap Tuan Indrawan.
"Indrawan....Indrawan....."ucap Ibu Risa memanggil anaknya.
Tuan Indrawan tidak menghiraukan panggilan Ibunya, dia tetap berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.
"Aku harus segera memisahkan mereka sebelum mereka menikah lagi"ucap Ibu Risa.
********
Ibu Risa menemui dua orang lelaki disebuah rumah kosong. Dia ingin memberi pekerjaan kotor untuk kedua orang laki-laki itu. Mereka hanya seorang pengangguran yang tidak jelas hidupnya. Ibu Risa duduk diruang tamu dirumah kosong itu bersama kedua orang lelaki itu.
"Kalian harus menculik anak dari wanita difoto ini"ucap Ibu Risa menyodorkan foto Fira dimeja.
"Itu saja tugas kami Bos"ucap Udon.
"Iya itu saja, selebihnya itu urusanku, tapi ingat aku ingin clear and clean"ucap Ibu Risa.
"Clear and clean itu apa ya Bos, samphoo kah atau merek sabun?"tanya Odon.
"Udah Don tar cari dikamus matematika aja nanti ketemu"ucap Udon.
__ADS_1
"Kalian ini penculik kok gak paham istilah clear and clean, heh. Pokoknya kerjakan dengan bersih" ucap Ibu Risa.
"Mesti bersih-bersih dulu sambil nyulik ya Bos?" ucap Odon.
"Gedeg juga, kalian ini penculik kelas apa masa gak ngerti istilah bersih juga"ucap Ibu Risa.
"Udah Don, tar kita bawa sapu dan pengki aja pas mau nyulik"ucap Udon.
"Sabar, bisa darah tinggi saya disini, yang jelas kerjakan dengan benar, paham"ucap Ibu Risa.
"Paham Bos"ucap Udon dan Odon.
Ibu Risa meninggalkan tempat itu, Udon dan Odon sedang memikirkan caranya menculik dengan benar.
"Udon gimana caranya nyulik bocah ya?"tanya Odon.
"Udah nonton drama penculikan aja biar paham, atau liat tutorial cara menculik diyoutube"ucap Udon.
"Menurut keterangan disini menculik adalah melarikan orang lain untuk tujuan tertentu atau disebut sandera"ucap Odon.
"Berarti kita ajak lari-lari itu bocah"ucap Udon.
"Alat-alat yang dibawa saat mau menculik adalah
Masker wajah atau topeng, sarung tangan, baju hitam, kendaraan, tali pengikat, sapu tangan, obat tidur, plaster dan handphone"ucap Odon.
"Banyak amat barang yang harus dibeli, mana belum dibayar lagi, ngutang dulu sana ditukang perabot, Odon"ucap Udon.
"Tapi utang kita sudah menggunung, apa Bang Jaki mau ngutangin lagi, tar digetok pakai gayung lagi"ucap Odon.
"Udah bilang aja, besok kita bayar"ucap Udon.
Udon dan Odon akhirnya menjalankan tugas dari Ibu Risa. Mereka mau menculik Siva dari tangan Leo dan Zara yang sedang berjalan menuju ke rumah sakit. Udon dan Odon menarik Siva dari tangan Zara dan membawanya naik ke motor.
Mereka menyalakan motornya lalu kabur dari tempat itu. Karena motornya sudah butut, akhirnya mogok dijalan.
"Yah Udon, motornya ngambek"ucap Odon.
"Gak bisa diajak kerja sama nih motor, padahal aksi kita udah sesuai tutorial penculikan profesional" ucap Udon.
"Harusnya kita naik mobil Jeep kelihatannya keren, bukannya motor butut ini, jadi kaya penculik gembel rasanya"ucap Odon.
"Memang kita punya duit buat beli mobil Jeep? paling ngutang lagi ke tukang perabot"ucap Udon.
"Ca....ca....ca....."ucap Siva.
"Bocak cilik ini aja ngerti, kita penculik kelas teri"ucap Odon.
Tak lama Leo dan Zara menyusul Udon dan Odon, Leo langsung menghajar Udon dan Odon sampai menyerah. Zara mengambil Siva dan menggendongnya.
"Ampun, kita mengibarkan bendera kuning deh tanda perdamaian"ucap Odon.
"Bendera kuning itu tanda kematian Odon"ucap Udon.
"Terus bendera apa tanda perdamaian?"tanya Odon.
"Bendera Pink"ucap Udon.
"Sudah, kalian akan saya bawa ke kantor polisi karena melakukan penculikan pada Siva"ucap Leo.
"Udah Odon dipenjara gak bayar kontrakan, makan minum gratis, ambil hikmahnya saja"ucap Udon.
"Betul juga, dari pada nasib kita gak jelas diluaran"ucap Odon.
__ADS_1
Akhirnya Udon dan Odon diserahkan ke polisi. Mereka juga mengaku disuruh Ibu Risa untuk menculik Siva. Tuan Indarawan sangat marah saat mendengarnya.