Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 62


__ADS_3

Dokter Daniel mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit. Dia memperhatikan ditepi jalan seperti ada seseorang yang tertidur.


Mobilnya berhenti ditepi jalan, dia turun dari mobil menghampiri seseorang yang berbaring ditepi jalan itu. Dokter Daniel membalikkan orang itu. Tak disangka olehnya seseorang itu Cinta. Dokter Daniel langsung membopongnya ke dalam mobil. Dia membawa Cinta ke rumah sakit.


Rumah Sakit Healthy Life


Dokter Daniel menunggu hasil pemeriksaan Dokter Januar yang menangani Cinta. Tak lama Dokter Januar bicara dengan Dokter Daniel diruangannya.


"Dokter Daniel Cinta menderita Leukimia stadium dua"ucap Dokter Januar.


"Apa? Leukimia stadium dua?"ucap Dokter Daniel kaget dengan diagnosis itu.


"Sebaiknya segera diobati agar bisa secepatnya disembuhkan"ucap Dokter Januar.


"Pengobatan apa yang tepat untuk Cinta?"tanya Dokter Daniel.


"Apa Cinta memiliki keluarga?"tanya Dokter Januar.


"Tidak, ayah dan ibunya sudah meninggal. Dia sebatang kara"ucap Dokter Daniel.


"Saya punya kenalan seorang terapis Leukimia bernama Shin Chien Shu, dia tinggal di kota C, beliau terkenal sebagai terapis yang handal. Jadi selain mendapatkan pengobatan dari rumah sakit, Cinta bisa mengikuti terapi"ucap Dokter Januar.


"Terimakasih atas informasinya, saya akan mengusahakan yang terbaik untuk Cinta"ucap Dokter Daniel.


"Daniel kita bicara sebagai seorang teman saja. Aku tahu wanita ini pasti spesial untukmu, ku harap kau segera membawanya ke kota C agar dia segera diobati dan disembuhkan"ucap Dokter Januar.


"Baik terimakasih atas nasihatnya sahabatku" ucap Dokter Daniel.


Dokter Daniel kembali ke ruang perawatan tempat Cinta berada. Dia menghampiri Cinta yang masih belum sadarkan diri.


"Cinta, aku tidak tahu kau menderita penyakit Leukimia, aku harus segera membawamu ke kota C"ucap Dokter Daniel.


"Aku akan berusaha agar kau sembuh Cinta"ucap Dokter Daniel.


Dokter Daniel membawa Cinta ke kota C. Dia ingin membawa Cinta ke terapis Shin Chien Shu sekalian Cinta diobati dirumah sakit ternama dikota C.


************


Leo dan Zara turun dari mobil berjalan masuk ke Taman Bunga Sehati. Mereka berjalan mengelilingi taman bunga itu mencari Cinta. Karena tak kunjung bertemu ditempat yang dijanjikan, mereka akhirnya menelpon Cinta tapi nomor telpon Cinta tidak aktif. Akhirnya Leo menelpon ke nomor telponnya Rehan.


"Hallo Rehan"ucap Leo.


"Hallo Pa, ada apa?"tanya Rehan.


"Apa Cinta ada dirumah?"tanya Leo.


"Bukannya pagi ini Papa akan bertemu dengan Cinta di Taman Bunga Sehati ya?"tanya Rehan balik.


"Iya Papa dan Mama memang janjian bertemu di Taman Bunga sehati tapi tidak menemukan Cinta disini dan nomor telponnya tidak aktif"ucap Leo.


"Apa Papa sudah menghubungi ke rumah kami?" tanya Rehan.


"Belum"ucap Leo.


"Nanti Rehan akan mencoba menelpon rumah untuk menanyakan keberadaan Cinta"ucap Rehan.


"Iya Rehan"ucap Leo.


Leo menutup telponnya. Lalu dia bicara pada Zara.


"Ma, kita ke rumahnya Rehan, mungkin Cinta masih dirumah"ucap Leo.


"Iya Pa"ucap Zara.


Leo dan Zara naik ke dalam mobil menuju ke rumah besar milik Rehan. Sampai dirumah itu, Leo dan Zara langsung menanyakan keberadaan Cinta pada pelayan yang ada dirumah itu.


"Bi Tintin dimana Cinta?"tanya Leo.

__ADS_1


"Bukannya Non Cinta mau ke taman bunga yang indah sentosa sepanjang usia ya Tuan"ucap Mba Tin-tin.


"Iya, tapi dia tidak ada disana"ucap Leo.


"Non Cinta yang cantik membahana tidak ada dirumah Tuan"ucap Mba Tin-tin.


"Apa dia pamit pergi kemana gitu?"tanya Leo.


"Tidak Tuan, Non Cinta tadi pagi hanya bilang mau pergi ke taman bunga idaman wanita"ucap Mba Tin-tin.


"Apa Cinta menelpon ke rumah beberapa saat yang lalu?"tanya Leo.


"Tidak Tuan raja yang tampan"ucap Mba Tin-tin.


"Pa, apa kita tanya ke temen-temen sekolahnya Cinta ya"ucap Zara.


"Boleh juga Ma"ucap Leo.


"Mba Tin-tin kalau ada kabar tentang Cinta tolong diinformasikan pada saya ya"ucap Leo.


"Iya Tuan besar yang bertahta"ucap Mba Tin-Tin.


Akhirnya Leo dan Zara mencari Cinta ke tempat lain. Mereka keluar dari rumah besar itu. Leo dan Zara menanyakan Cinta pada teman-temannya.


Setelah Leo dan Zara pergi, Dina keluar dari kamarnya dan bertanya pada Mba Tin-tin.


"Tadi itu siapa Mba Tin-tin?"tanya Dina.


"Orangtuanya Non Cinta yang cantik jelita"ucap Mba Tin-tin.


"Buat apa mereka kesini?"tanya Dina.


"Buat mencari keberadaan Non Cinta yang entah dibawa siapa"ucap Mba Tin-tin.


"Memang Non Cinta kemana?"tanya Dina pura-pura tidak tahu.


"Tadinya Non Cinta ke taman bunga ayu rupanya setelah itu itu tiada kabar beritanya"ucap Mba Tin-tin.


Dina tersenyum, dia senang akhirnya dia berhasil menyingkirkan Cinta. Tinggal menjalankan rencana selanjutnya.


***********


Saat Leo menelpon Rehan, dia sedang berada satu meja dengan Nona Maria Elizabeth. Rehan terpaksa harus menyelesaikan dulu urusan bisnisnya. Baru setelah itu dia akan mencari Cinta. Rehan duduk bersama Nona Maria Elizabeth membicarakan kontrak kerjasama mereka.


"Nona Maria bagaimana tanggapan Anda mengenai proposal kerjasama dari perusahaan kami?"tanya Reha.


"Semalam saya sudah mempelajarinya dan saya sangat tertarik, saya senang kalau bisa bekerjasama dengan orang yang pintar dan cakap seperti Anda"ucap Nona Maria Elizabeth.


"Berarti Anda setuju, ini kontrak kerjasama yang akan kita tanda tangani"ucap Leo.


"Oke"ucap Nona Maria Elizabeth.


Rehan dan Nona Maria Elizabeth menandatangani kontrak kerjasama itu.


Akhirnya Perusahaan Bright Light Group bekerja sama dengan Perusahaan Big Stars Group.


Selesai bertemu Nona Maria Elizabeth, Rehan segera mengemasi barang-barangnya untuk kembali ke kota A. Dia harus menemukan Cinta kembali.


**********


Rehan secepatnya mengendarai mobilnya menuju ke rumah besarnya. Dia sampai dirumahnya besarnya tengah malam. Rehan menemui Pak Jojon supir pribadinya yang sedang duduk dipos satpam.


"Pak Jojon"ucap Rehan.


"Presdir"ucap Pak Jojon.


"Saya mau tanya, tadi pagi bukannya Cinta pergi ke Taman Bunga Sehati diantar Pak Jojon"ucap Rehan.

__ADS_1


"Benar Presdir, tapi ditengah jalan ban mobil yang saya kendarai pecah. Saya meminta Non Cinta dan Dina untuk turun, setelah itu mereka naik taksi"ucap Pak Jojon.


"Dina"ucap Rehan.


"Apa ada yang lain Presdir?"tanya Pak Jojon.


"Tidak, makasih Pak Jojon"ucap Rehan.


Rehan langsung masuk ke rumahnya. Dia menuju ke kamar Dina didekat ruang keluarga dilantai bawah.


Tuk....tuk...tuk.............


"Dina....Dina....keluar"ucap Rehan.


Dina membuka pintu kamarnya. Lalu tersenyum pada Rehan.


"Tuan Rehan"ucap Dina dengan manja.


Dina mengenakan baju tidur yang seksi, sengaja untuk menggoda Rehan.


"Sepertinya aku harus sedikit bermain dengan ular ini"batin Rehan.


"Dina boleh aku masuk ke kamarmu"ucap Rehan.


"Boleh Tuan Rehan"ucap Dina.


Rehan masuk ke dalam kamar itu. Tiba-tiba Dina langsung memeluk Rehan, tangannya melepas kancing kemeja Rehan.


"Tuan Rehan sudah lama aku memimpikan saat-saat seperti ini"ucap Dina.


Setelah kancing kemeja itu terbuka, Dina meraba dada bidang Rehan dengan tangannya. Dia melakukan pemanasan pada Rehan. Kemudian dia melepas dressnya tapi Rehan langsung menangkapnya dan mengikat Dina dengan dasi miliknya. Dia mendorong Dina ke lantai.


Dug.............


"Aw............"ucap Dina.


"Dina katakan dimana Cinta?"tanya Rehan.


"Saya tidak tahu Tuan Rehan"ucap Dina.


"Oh....aku akan membiarkanmu tanpa pakaian seperti ini sampai kapanpun, kalau perlu aku akan melepas tikus dan kecoak untuk merayap ditubuhmu yang polos"ucap Rehan.


"Tidak, jangan"ucap Dina.


Rehan mendekati Dina dan mencengkram pipinya dengan kedua tangan Rehan.


"Dina kau berani sekali bermain-main denganku, aku bahkan bisa menghabisimu sekaligus dengan tanganku. Katakan dimana Cinta kalau kau masih ingin hidup"ucap Rehan.


"Aku meninggalkannya ditepi Jalan Melati"ucap Dina.


"Apa? kau tega sekali pada Cinta"ucap Rehan.


"Ampun Tuan"ucap Dina.


"Apa kau orang suruhan?"tanya Rehan.


"Aku....."ucap Dina takut mengatakannya.


"Cepat katakan!"ucap Rehan membentak.


"Eden"ucap Dina singkat.


"Eden"ucap Rehan.


Rehan melepas tangannya dari pipi Dina lalu keluar dari kamar itu. Rehan menyuruh Pak Jojon untuk membawa tikus-tikus putih peliharaannya untuk dimasukkan ke kamar Dina.


"Aaaaaa........tikus.....tikusnya merayap didadaku......geli"ucap Dina.

__ADS_1


"Tuan Rehan ampun......takut......."ucap Dina.


Tikus-tikus itu merayap kesana-kemari, Dina benar-benar takut dan geli.


__ADS_2