Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 63


__ADS_3

Rehan mengendarai mobilnya menuju Jalan Melati. Walaupun itu sudah larut malam, Rehan tetap pergi ke tempat itu. Mobilnya melaju dengan kencang kemudian berhenti di Jalan Melati. Rehan turun dari mobil dan menelusuri jalan mencari Cinta. Dia terus mencari Cinta dan menanyakan pada beberapa orang yang ronda dan nongkrong ditempat itu. Tapi tak ada satupun yang melihat Cinta.


"Gadis kecil kemana lagi aku harus mencarimu" ucap Rehan.


"Aku merindukanmu gadis kecil"ucap Rehan.


Karena tidak menemukan Cinta Rehan langsung menuju ke tempat Eden berada. Kebetulan Eden berada di arena bertarung di sebuah markas gelap. Markas itu berada jauh dari kota, tempatnya berada dipinggiran kota. Kanan kiri markas itu hanya perkebunan sawit. Rehan masuk ke dalam markas itu. Sekumpulan orang ramai mengerumuni arena bertarung itu. Rehan berjalan menuju arena bertarung itu. Beberapa orang meneriaki Rehan.


"Black Killer.....Black Killer....Black Killer......"ucap Sekumpulan orang itu.


Rehan dikenal dengan nama Black Killer di markas itu. Dulu Rehan sering bertarung dengan siapa saja yang dianggap kuat dan berani menantangnya. Tak jarang Rehan menghajar penantangnya sampai babak belur bahkan hampir sekarat. Rehan melihat Eden duduk di tepi arena bertarung itu. Dia masuk ke tengah arena bertarung itu. Rehan melepas pakaian atasnya lalu membuang pakaiannya sembarangan ke tepi.


"Dah lama gue gak berdiri ditempat ini, orang yang ingin gue tantang lo Eden"ucap Rehan menunjuk ke arah Eden.


Para penonton langsung bersorak memanggil Eden.


"Lawan....lawan....lawan....."ucap Para penonton.


"Black Killer.....Black Killer......Black Killler......" ucap Para penonton.


Eden masuk ke arena bertarung itu. Dia melepas pakaian atasnya lalu menghampiri Rehan.


"Kita selesaikan secara jantan, siapa yang akan berakhir ditempat ini"ucap Rehan.


"Sudah lama tangan ini ingin sekali mematahkan tulang-tulangmu"ucap Eden.


"Bahkan aku ingin sekali mandi dengan darahmu" ucap Rehan.


"Baiklah, ayo kita buktikan siapa singa yang sesungguhnya"ucap Eden.


Rehan dan Eden mulai bertarung satu sama lain tanpa senjata. Mereka saling memukul, menyikut, menendang dan mencekik. Berkali-kali keduanya tumbang dan babak belur tapi mereka kembali bangun dan bertarung untuk mengalahkan satu sama lain. Rehan terjatuh lalu Eden mencekiknya.


"Rehan, ini saatnya gue membalas semuanya. Lo udah menghancurkan Sarah"ucap Eden.


"Sarah, wanita murahan itu menawarkan dirinya sendiri padaku"ucap Rehan.


Eden menonjok pipi Rehan hingga lebam.


"Jangan pernah berani menyebut nama Sarah, hanya aku yang boleh menyebut namanya"ucap Eden.


"Kau hanya lelaki yang bodoh, Sarah hanya memanfaatkanmu"ucap Rehan.


"Kau......"ucap Eden marah.


Rehan langsung membalikkan keadaan, kini Eden berada dibawahnya dan dia menonjok Eden berkali-kali hingga Eden lemas.


"Eden, kau sudah berani mengganggu gadis kecilku"ucap Rehan.


"Bahkan aku akan melenyapkannya"ucap Eden.


"Eden........."ucal Rehan berteriak.


Dug................


Satu kepalan itu mendarat dipipi Eden.


"Bunuh aku Rehan biar kau puas"ucap Eden.


"Membunuhmu sama saja aku terlalu murah hati padamu, aku tidak akan semudah itu memaafkanmu Eden"ucap Rehan.


"Aku tidak takut denganmu, ayo kita bertarung sampai mati"ucap Eden.


"Lawan.....lawan.....lawan.....lawan sampai habis" ucap Para penonton.


Rehan langsung teringat Cinta yang selalu menasehatinya.

__ADS_1


"Setiap permasalah tidak bisa kita selesaikan dengan kekerasan. Itu hanya akan menambah masalah dikemudian hari. Kekerasan hanya akan menyebabkan dendam dan kesengsaraan, tidak akan tercipta perdamaian dengan kekerasan"ucap Cinta.


Rehan langsung melepas Eden dan berjalan keluar arena bertarung.


"Rehan, kau penakut"ucap Eden.


Rehan berbalik dan menendang Eden sekali tendangan hingga Eden terpental. Kemudian dia keluar dari arena bertarung itu.


Rehan menuju ke klinik Dokter Chris sahabatnya.


Dia terjatuh didepan pintu ruangan Dokter Chris.


Perawat diklinik itu membantu Rehan dan membaringkannya diruangan perawatan.


"Rehan"ucap Dokter Chris yang baru masuk ke ruangan itu.


"Chris"ucap Rehan.


"Lo babak belur gini pasti bertarung lagikan?" tanya Dokter Chris.


"Gue ngasih pelajaran sama Eden yang berani ganggu Cinta"ucap Rehan.


"Inilah yang gue takutkan Rehan, masa lalu lo pasti akan hadir dimasa depan dan mengganggu ketenangan hidup lo yang sekarang"ucap Dokter Chris.


"Gue gak nyangka Cinta harus menanggung kesalahan yang gue lakukan dimasa lalu"ucap Rehan.


"Gue obatin dulu luka lo"ucap Dokter Chris.


Dokter Chris mengobati luka Rehan.


"Chris makasih"ucap Rehan.


"Iya, tapi kapan-kapan lo harus traktir gue minum kopi oke"ucap Dokter Chris.


"Oke"ucap Rehan.


************


Leo dan Zara sudah menghubungi pihak sekolah untuk menanyakan semua teman yang dekat dan mengenal Cinta. Mereka juga mencari Cinta kesana kemari. Leo bahkan meminta tolong pada agen rahasia yang dibayarnya untuk mencari ke beradaan Cinta. Didalam kamar, Zara menangis seusai sholat. Leo menghampiri Zara yang sedang menangis.


"Ma"ucap Leo.


"Hik....hik....hik...."Zara menangis.


"Papa tahu Mama sedih karena mengkhawatirkan Cinta putri kita"ucap Leo.


"Baru saja kita bertemu dengan Cinta, sekarang dia menghilang entah kemana Pa hik....hik...." ucap Zara.


"Papa dan Rehan sedang berusaha mencari Cinta Ma, kita pasti akan segera menemukan Cinta" ucap Leo.


"Iya Pa....., tapi kita tahukan kondisi Cinta yang sedang sakit, gimana kalau terjadi sesuatu padanya. Gimana kalau kondisinya memburuk" ucap Zara.


"Kita serahkan semuanya pada Allah Ma, semuanya sudah diatur olehNya, kita hanya bisa berusaha dan berdoa"ucap Leo.


"Papa benar, Mama akan terus mendoakan Cinta, agar dia baik-baik saja dan kita segera menemukannya"ucap Zara.


"Iya Ma"ucap Leo.


Leo langsung memeluk Zara dalam dekapannya.


*************


Rehan mengendarai mobilnya mencari Cinta sepanjang jalan. Dia melihat ke kanan dan kiri sambil memperhatikan siapa tahu ada Cinta ditepi jalan. Rehan melihat Raka ditepi jalan menggendong ransel miliknya sambil berdiri menunggu taksi. Dia memarkirkan mobilnya ke tepi jalan lalu menghampiri Raka.


"Bocah sialan kau sembunyikan Cinta dimana?" tanya Rehan.

__ADS_1


"Apa tidak salah? justru akulah yang seharusnya bertanya seperti itu padamu"ucap Raka.


"Jangan banyak omong, cepat katakan jangan buatku semakin marah"ucap Rehan.


"Kalau aku tahu keberadaan Cinta, tidak mungkin aku memberitahumu"ucap Raka.


"Kau benar-benar menguji kesabaranku"ucap Rehan.


"Seharusnya aku tidak membiarkanmu membawa Cinta, jika akhirnya Cinta menghilang"ucap Raka.


"Bocah sialan....."ucap Rehan


"Orang asing....."ucap Raka.


Rehan dan Raka kembali bertarung lagi ditepi jalan mereka tidak mau mengalah satu sama lain. Bahkan mereka saling memeluk dan mencekik satu sama lain. Tiba-tiba ada seorang gadis buta melewati mereka.


"Dunia ini memang sudah gila, lelaki pelukan dengan lelaki, lalu berciuman dan besoknya menikah"ucap Zhafira.


"Apa?"ucap Rehan dan Raka.


"Kenapa aku harus melihat hal menjijikkan seperti ini"ucap Zhafira.


"Menjijikkan"ucap Raka dan Rehan.


"Semoga Allah segera mendatangkan azab untuk kalian berdua"ucap Zhafira.


"Hah azab....."ucap Raka dan Rehan.


"Kalau ingin melakukannya jangan ditepi jalan seperti ini"ucap Zhafira.


"Melakukan apaan?"ucap Raka dan Rehan.


"Hal semacam ini tak pantas jadi tontonan anak-anak, kalau mau itu disemak-semak aja"ucap Zhafira.


"Mau itu?"ucap Raka dan Rehan.


"Kucing aja tahu dimana tempat kawin, ini manusia kawin ditepi jalan, gak ada akhlak"ucap Zhafira.


"Kawin?"ucap Raka dan Rehan.


"Sekalian bawa tikar kalau masih merasa manusia, kecuali kau hewan ditanah juga jadi"ucap Zhafira.


"Bawa tiker"ucap Raka dan Rehan.


"Ganteng-ganteng kok bengkong, kasihan cewek-cewek jadi gak laku"ucap Zhafira.


Raka dan Rehan baru sadar dari tadi pelukan dan saling mencekik, mereka melepas posisi itu maaing-masing.


"Syukurlah kalau kalian sudah tobat, selamat tinggal pasangan bengkong"ucap Zhafira.


"Pasangan bengkong?"ucap Raka dan Rehan.


Zhafira meninggalkan mereka berdua. Sementara Raka dan Rehan masih ditempat itu.


"Ini karena lo bocah, kita disebut bengkong"ucap Rehan.


"Siapa juga mau bengkong sama lo"ucap Raka.


"Najis kalau gue harus bengkong sama lo, gue masih doyan cewek"ucap Rehan.


"Gue masih waras, masih suka cewek"ucap Raka.


"Mending gue pulang, bisa bengkong beneran kelamaan disini"ucap Rehan.


"Gue mesti menjauh dari lo, selagi masih normal"ucap Raka.

__ADS_1


Raka dan Rehan akhirnya pergi dari tempat itu.


__ADS_2