
"Kenapa kau ada disini ayam jago?"tanya Azkia.
Azkia menatap wajah Raka yang sudah lama tak pernah dilihatnya. Kerinduan terasa sangat jelas dimatanya hingga air mata menetes dipipinya begitu saja.
"Aku rindu padamu makanya kesini"ucap Raka.
Raka juga menatap wajah Azkia yang selalu dirindukannya. Suaranya mengoceh, meledek, menghina dan memarahinya selalu membuat Raka rindu pada Azkia.
"Benarkah? paling kau rindu meledekku"ucap Azkia.
"Iya, aku rindu meledekmu kura-kura"ucap Raka.
Tangan Raka bergerak mendekati pipi Azkia lalu mengusap air mata yang menetes dipipinya. Dia bisa merasakan Azkia juga merindukannya.
"Ayam jago aku mau jambu yang matang"ucap Azkia.
"Kura-kura, biasanya kau lebih pintar memilih jambu yang matang"ucap Raka.
"Oh....kuliah 4 tahun diluar negeri tidak membuatmu pintar memilih jambu yang matang"ucap Azkia.
"Kura-kura kau mulai meledekku, baik bendera perang mulai dikibarkan"ucap Raka.
"Ayam jago sepertimu pasti kalah"ucap Azkia.
"Siapa takut"ucap Raka.
"Ayo kita petik jambunya lalu lomba makan jambu, gimana?"tanya Azkia.
"Kura-kura kau pasti kalah"ucap Raka.
"Ayam jago sepertimu takkan menang"ucap Azkia.
"Oke mulai"ucap Raka.
"Siap"ucap Azkia.
Raka dan Azkia memetik jambu itu masing-masing sepuluh biji. Mereka memetik buah jambu itu lalu turun dari pohon jambu itu. Dibawah pohon jambu mereka duduk dan bersiap untuk berlomba.
"Kura-kura pastikan jambumu sepuluh biji jangan curang, jangan-jangan punyamu lima biji"ucap Raka.
"Huh.....aku tidak curang sepertimu ayam jago, jangan-jangan kaulah yang cuma lima biji"ucap Azkia.
"Yaudah tunjukan punya kita masing-masing" ucap Raka.
"Oke siapa takut, nih"ucap Azkia.
Azkia meletakkan jambu miliknya ditanah.
Dia menghitung jambu miliknya agar Raka percaya kalau jambu miliknya sudah ada sepuluh biji.
"Kura-kura jambu milikmu kok berwarna hijau muda. Punyaku hijau tua"ucap Raka.
Azkia langsung melihat jambu milik Raka yang berada disamping jambu miliknya.
"Dasar ayam jago, kasihan deh jambunya mentah semua"batin Azkia.
"Itu karena punyamu matang sempurna"ucap Azkia.
Azkia membohongi Raka yang tidak tahu jambu matang dan tidak. Ini kesempatan untuknya membuat Raka kalah darinya.
"Iya dong, Raka gitu"ucap Raka.
Azkia menahan tertawa didalam mulutnya.
"Ayo kita mulai lombanya"ucap Azkia.
"Oke"ucap Raka.
"Satu, dua, tiga......."ucap Raka dan Azkia.
Raka dan Azkia mulai memakan jambu yang mereka petik itu. Raka kesulitan mengigit jambu miliknya. Bahkan untuk mengunyahnya membuat giginya bekerja lebih keras lagi. Belum lagi rasanya, membuat Raka meringis sambil memakannya.
__ADS_1
"Manisnya......, empuk dan segar"ucap Azkia menyindir Raka yang tersiksa memakan jambu miliknya.
"Kura-kura jambuku keras, asam, pahit dan sepet. Apa kaya gini rasa jambu yang matang?"tanya Raka.
"Itu yang dinamakan matang dengan tingkat kesempurnaan tertinggi"ucap Azkia.
"Apa iya kok aku tersiksa makannya, gigiku mulai linu, mulutku pegel ngunyahnya"ucap Raka.
"Itu yang dinamakan olahraga mulut karena jambu juga bermanfaat untuk kesehatan salah satunya seperti itu ayam jago"ucap Azkia.
"Kau tak membohongikukan kura-kura, dari tadi kuperhatikan kau tersenyum setelah bicara"ucap Raka.
"Gaklah ayam jago"ucap Azkia.
"Sepertinya dia membohongiku"batin Raka.
"Kura-kura itu layangan bagus ya"ucap Raka melihat ke atas langit. Kebetulan ada layangan dilangit itu.
Azkia melihat ke atas langit.
"Iya ya bagus"ucap Azkia.
Ketika Azkia asyik melihat ke atas. Raka menukar jambu miliknya sebagian ke jambu milik Azkia.
"Sepertinya kau akan merasakan jambu matang dengan tingkat kematangan sempurna"batin Raka.
Azkia mengambil jambu miliknya sambil melihat layangan diatas langit.
"Loh kok keras, asem, sepet, dan pahit"ucap Azkia.
"Itu tingkat kematangan sempurna"ucap Raka.
"Ayam jago kau menukar jambu milikku, iyakan?"?tanya Azkia.
"Gaklah, kau lihat dari tadi aku sibuk mengunyah punyaku yang tak kunjung habis"ucap Raka.
"Mencurigakan"ucap Azkia.
Azkia berpikir untuk membalas Raka.
"Raka dimatamu ada bulu mata nyelip"ucap Azkia.
"Tolong buangin dong"ucap Raka.
Azkia mendekati Raka yang duduk disampingnya.
"Aku tiup ya"ucap Azkia.
Huuuuuu.....huuuu.....huuuu.......
Sambil meniup mata Raka, satu tangan Azkia menukar jambu itu.
"Nah udah dapet"ucap Azkia.
Raka dan Azkia kembali memakan jambu itu.
"Kok lembek dan ada banyak ulet nih"batin Raka.
"Enakkan Raka"ucap Azkia.
"Sial, mana tadi udah janji tak akan membuang satu jambupun, semuanya harus dimakan"batin Raka.
"Enak dong meski keras dan gigiku minta pensiun, eh yang ini disertai toping ulet segala yang kaya protein"ucap Raka.
"Wah enak tuh ulet jambukan gurih dan manis"ucap Azkia.
"Iya dong, aku saja sampai memakannya saking gurih dan manis, coba ada uletnya lagi pasti ku makan"ucap Raka.
"Ha....ha...ha...."Azkia tertawa lepas.
"Wah kura-kura senang ya aku menikmati ulet ini"ucap Raka.
__ADS_1
Raka dan Azkia memakan semua jambu sampai habis dan duduk bersandar dibawah pohon.
"Perutku kenyang"ucap Raka.
"Aku juga"ucap Raka.
"Ayam jago terimakasih atas waktunya hari ini"ucap Azkia.
"Kura-kura aku gak butuh ucapan terimakasihmu" ucap Raka.
"Lalu aku harus gimana?"tanya Azkia.
"Menikahlah denganku kura-kura"ucap Raka.
"Maaf aku tidak bisa"ucap Azkia.
Azkia berdiri lalu berjalan meninggalkan Raka.
"Tidak bisa kenapa?"tanya Raka menyusul Azkia.
"Karena aku ingin kau menikah dengan Zhafira" ucap Azkia.
Raka menarik lengan Azkia agar dia berhenti.
"Lepaskan aku Raka"ucap Azkia.
"I Love You"ucap Raka.
"Hah........."ucap Azkia.
Azkia terdiam membisu dan mematung seolah waktu terhenti saat mendengar ucapan cinta Raka.
"Kura-kura jawab"ucap Raka.
Azkia meneteskan air matanya. Apa ini mimpi? atau khayalannya. Dia merasa semua ini seperti sebuah mimpi.
"Aku tidak mencintaimu"ucap Azkia.
"Aku tidak peduli kau harus menikah denganku"ucap Raka.
"Tidak mau"ucap Azkia.
Raka pura-pura sakit perut, dia memegangi perutnya.
"Perutku sakit....aw....aw......"ucap Raka sambil memegang perutnya.
"Raka kau kenapa?"tanya Azkia.
"Azkia, aku......"ucap Raka lalu pura-pura pingsan.
Raka terjatuh dilantai lalu Azkia memangku kepala Raka dipangkuannya.
"Raka bangunlah....Raka jangan buat aku cemas.....Raka....."ucap Azkia.
Azkia menangis dengan keadaan Raka. Dia takut terjadi sesuatu dengannya.
"Raka bangun....Raka aku mencintaimu ..... bangunlah"ucap Azkia.
Raka langsung membuka matanya.
"Kalau begitu menikahlah denganku Azkia"ucap Raka.
"Iya....iya....aku mau"ucap Azkia.
Raka bangun dan hendak mencium Azkia tapi ditahan tangan Azkia.
"Setelah kau jadi suamiku, kau boleh menciumku sepuasmu"ucap Azkia.
"Ayo pulang kita akan mempersiapkan pernikahan kita"ucap Raka.
"Oke"ucap Azkia.
__ADS_1
Akhirnya Raka membawa pulang Azkia. Mereka harus mengurus persiapan pernikahannya.