
Rehan menghampiri Cinta yang duduk dibawah pohon taman sekolah itu. Cinta sedang menikmati angin yang berhembus sambil beristirahat setelah gerak jalan tadi. Rehan membawa botol air minum untuk Cinta.
"Gadis kecil minumlah"ucap Rehan sambil memberikan botol air mineral itu pada Cinta.
"Makasih Kak Rehan"ucap Cinta.
"Kau lelah ya sayang?"tanya Rehan.
"Sedikit, tapi senang bisa jalan-jalan bersama Kak Rehan"ucap Cinta.
Tiba-tiba Rehan mencium Cinta dan memeluknya dalam dekapannya.
"Kak Rehan, kau aku rakus sekali"ucap Cinta seusai berciuman.
"Aku tidak bisa menahan diri saat melihat bibir mungilmu gadis kecil"ucap Rehan.
"Gimana kalau ada yang melihat, mereka akan mengira kita jeruk makan jeruk"ucap Cinta.
"Oke lain kali kita ciumannya dibelakang sekolah aja ya" ucap Rehan.
"Kak Rehan mulai nakal ya"ucap Cinta.
"Gadis kecil mumpung bersama aku ingin selalu bermesraan denganmu"ucap Rehan.
"Suamiku ini hot"ucap Cinta.
"Tapi kau sukakan sayang"ucap Rehan.
"Iya Kak Rehan sayangku"ucap Cinta.
"Tidurlah dipangkuanku gadis kecil"ucap Rehan.
Cinta mengangguk dan tidur dipangkuan Rehan.
"Rambut panjangmu indah, aku paling suka melihat rambut panjangmu tergerai, apalagi saat basah"ucap Rehan.
Cinta mendengarkan pujian dari Rehan sambil tersenyum-senyum.
"Kak Rehan, Kirana belum ketemu, aku jadi mencemaskannya"ucap Cinta.
"Mungkin dia butuh waktu untuk bisa menerima semuanya"ucap Rehan.
"Benar sih, tapi Kirana pasti terluka saat tahu akulah anak Papa"ucap Cinta.
"Mungkin karena dia tahu kau anak Leo Ariendra, jadi dia memilih pergi menenangkan diri dulu"ucap Rehan.
"Kak Rehan kira-kira kalau orang punya masalah pergi kemana yang paling enak?"tanya Cinta.
"Kedaerah pedesaan melihat padi dan menghirup udara yang masih sejuk"ucap Azkia.
"Berarti kemungkinan Kirana pulang ke desa"ucap
ucap Cinta.
"Bisa jadi"ucap Cinta.
"Wah kalau begitu akan sulit mencari Kirana"ucap Cinta.
"Aku yakin dia akan kembali lagi"ucap Rehan.
"Semoga saja yang Kak Rehan katakan benar" ucap Cinta.
"Aku ngantuk Kak Rehan"ucap Cinta.
"Tidurlah"ucap Rehan.
Cinta tidur dipangkuan Rehan, tangan Rehan terus mengelus kepala Cinta yang tertidur dipangkuannya.
***********
Raka dan Azkia makan di cafe sekolah. Mereka duduk satu meja. Semua pandangan siswa perempuan tertuju padanya yang bisa duduk berdua dengan Raka. Mereka menatap sinis Azkia dan membicarakannya.
"Apa? ada yang salah, kalau merasa terganggu sini" ucap Azkia sambil berdiri diatas kursi dan menantang orang-orang yang melihatnya.
__ADS_1
Raka langsung menarik Azkia untuk duduk kembali.
"Kura-kura turunkan emosimu, ini cafe sekolah"ucap Raka.
"Ayam jago kau tak melihat mereka menatapku sinis dan membicarakanku seenaknya"ucap Azkia.
"Iya aku tahu, tapi kura-kura bersikaplah manis, kau akan terlihat anggun dan cantik, aku suka kau seperti itu"ucap Raka.
"Oh....jadi kau tidak suka sikap garangku"ucap Azkia.
"Aku juga suka sikap garangmu, kau terlihat kuat"ucap Raka.
Emosi Azkia mereda saat Raka memujinya.
"Benarkah kau suka sikap garangku, ayam jago?"tanya Azkia.
"Iya"ucap Raka.
Azkia sedikit malu saat Raka bilang seperti itu.
"Ayam jago fans mu pada bertanduk melihatku duduk bersamamu"ucap Azkia.
"Kura-kura bilang saja kau takut uangmu habis saat mentraktirku"ucap Raka.
"Kau ya ayam jago diamlah, aku lapar jangan buat nafsu makanku hilang karena ocehanmu" ucap Azkia.
"Kura-kura, kau biasa makan daun tinggal petik aja ditaman sekolah juga jadi"ucap Raka.
"Aku juga menyarankanmu makan bekatul biar cepet gemuk"ucap Azkia.
"Mba, Mas, mau pesan apa?"tanya Pelayan cafe itu.
"Jus mangga"ucap Raka dan Azkia bersamaan.
"Ayam jago kau jangan ikut-ikutan pesan jus mangga ucap Cinta.
"Hei siapa yang ikut-ikutan"ucap Raka.
"Iya"ucap Raka dan Cinta bersama.
Mereka terus berdebat sampai mereka meminum jus mangga satu gelas bersama.
"Menurutku jusnya manisnya pas"ucap Raka.
"Rasanya juga segar"ucap Azkia.
"Enak juga kalau minumnya bersama"ucap Raka.
"Rasanya ada saiangannya jadi enak minumnya"ucap Azkia.
Mereka saling memandang satu sama lain. Karena malu tadi bertatapan mata dengan Raka, Azkia langsung berdiri.
"Aku mau kembali ke kelas"ucap Azkia.
Azkia langsung secepatnya pergi setelah itu tanpa basa basi lagi.
"Kura-kura bayar, jangan kabur"ucap Raka.
***********
Kirana berjalan mengantar adiknya Andika berobat ke Pengobatan Gratis dibalai desa. Dia mengantri sampai akhirnya masuk ke ruangan pemeriksaan. Didalam ada beberapa Dokter. Kirana tak sengaja berpapasan dengan Dokter Daniel. Tapi karena Dokter Daniel sedang menangani pasien jadi dia hanya sekilas melihat Kirana dan tak sempat menyapanya. Ketika dia hendak menemui Kirana, ternyata Kirana sudah pergi dari tempat itu.
"Mungkin belum saatnya aku bertemu dengannya, semoga nanti aku bertemu dengannya lagi"ucap Dokter Daniel.
Kirana duduk diatas batu ditepi sungai. Sudah beberapa hari ini dia tinggal didesa. Tiba-tiba seorang lelaki menghampirinya.
"Kau duduk sendirian saja?"ucap.
"Dokter Daniel"ucap Kirana.
"Kirana"ucap Dokter Daniel.
"Iya"ucap Kirana.
__ADS_1
Dokter Daniel duduk disamping Kirana diatas batu disungai itu.
"Kenapa wajahmu cemberut, apa diputusin pacar?"tanya Dokter Daniel.
"Tidak, aku tidak punya pacar"ucap Kirana.
"Sama"ucap Dokter Daniel.
"Terkadang aku kesepian dan sendirian karena tak ada orang yang mau mendengar saat aku bercerita"ucap Kirana.
"Jika ada seseorang yang mau mendengar ceritamu bagaimana?"tanya Dokter Daniel.
"Siapa? aku sudah terbiasa sendirian dan kesepian" ucap Kirana.
"Kalau itu aku, apa kau mau bercerita padaku?"tanya Dokter Daniel.
""Aku tidak ingin bercerita pada sembarang orang, aku ingin bercerita pada orang yang memang benar-benar menyayangiku"ucap Kirana.
"Bolehkah aku jadi orang yang menyayangimu?" tanya Dokter Daniel.
"Aku tidak ingin berpacaran, jika orang itu menyayangiku berarti dia harus siap serius denganku"ucap Kirana.
"Aku juga tidak ingin berpacaran, aku ingin serius menjalin hubungan yang halal, apa kau mau menikah denganku?"tanya Dokter Daniel.
"Aku......."ucap Kirana.
Mendengar ucapan Kirana, Dokter Daniel tersenyum.
"Kalau setelah kau lulus sekolah aku akan menikahimu"ucap Dokter Daniel.
"Menikah?"ucap Kirana.
"Memang terkesan cepat tapi aku ingin bertanggungjawab atas dirimu, aku ingin saat aku pulang ada seorang istri yang menantiku" ucap Dokter Daniel.
"Aku ingin jadi istrimu, tapi apa tidak masalah kau menantiku sampai aku lulus nanti?"tanya Kirana.
"Aku akan menantimu"ucap Dokter Daniel.
"Apa aku pantas untukmu Kak?"tanya Kirana.
"Aku ingin mencintaimu apa adanya"ucap Dokter Daniel.
"Aku juga akan berusaha memcintaimu apa adanya"ucap Kirana.
"Kalau begitu kemarilah"ucap Doker Daniel mengajak Kirana main air disungai.
"Iya"ucap Kirana.
Dokter Daniel dan Kirana bermain air sungai bersama.
"Kak Daniel curang, basah kuyup nih"ucap Kirana.
"Ayo balas aku cantik"ucap Dokter Daniel.
"Oya, Kak Daniel kau mulai nakal"ucap Kirana.
Kirana menyiram air ke tubuh Dokter Daniel. Mereka bermain air sungai itu sampai puas. Setelah itu Dokter Daniel mengajak kirana bertemu teman sejawatnya.
"Siapa Daniel?"tanya Toni.
"Ini Kirana calon istriku"ucap Dokter Daniel.
"Calon istrimu?"tanya Tere.
"Asssalamu'alaikum"ucap Dokter Daniel
"Wa'alakumsallam"ucap Semua teman sejawat Dokter Daniel.
"Perkenalkan ini Kirana calon istriku"ucap Dokter Daniel.
"Saya Kirana senang bertemu dengan kalian semua"ucap Kirana.
Teman-teman sejawat Dokter Daniel memberikan ucapan selamat padanya. Kirana hanya tersenyum melihat sesosok lelaki yang bersedia menjadi sandaran hidupnya.
__ADS_1