
"Kamu apa Ma?"tanya Cinta.
"Jangan-jangan kamu hamil nak"ucap Zara.
"Hamil?"ucap Cinta kaget.
"Kamu terlambat datang bulan selama 10 hari dan mengalami muntah-muntah, ada kemungkinan kamu hamil nak"ucap Zara.
"Aku hamil? hik.....hik....hik....."ucap Cinta lalu memangis.
Zara langsung memeluk Cinta yang menangis.
"Jangan menangis nak, jika benar kau hamil, Papa dan Mama akan selalu disampingmu melewati semuanya"ucap Zara.
"Iya Ma hik....hik...."ucap Cinta.
"Besok kita peri ke rumah sakit ya"ucap Zara.
Cinta hanya mengangguk dengan ucapan Zara.
Setelah Zara keluar dari kamar Cinta, Cinta mengusap perutnya yang masih datar itu.
"Apa benar diperutku ini ada buah cintaku dengan Kak Rehan, jika benar seharusnya ini jadi kabar bahagia hik...hik...."ucap Cinta.
"Kak Rehan aku merindukanmu, semoga kita bisa berkumpul lagi diakhirat nanti hik...hik...."ucap Cinta.
Tak lama Raka masuk ke kamar Cinta. Dia tahu Cinta pasti sangat kesepian setelah kepergian Rehan. Itu sebabnya Raka ingin menemaninya dan menjadi teman mengobrol.
"Cinta"ucap Raka.
"Kak Raka"ucap Cinta.
"Boleh Kakak bicara denganmu?"tanya Raka.
"Boleh"ucap Cinta.
Raka menghampiri Cinta yang duduk diranjang dan duduk disampingnya.
"Cinta teman-teman dikelas banyak yang menanyakanmu, mereka merindukanmu sekolah kembali"ucap Raka.
"Benarkah?"tanya Cinta.
"Benar, Para guru juga menanyakanmu"ucap Raka.
"Aku ingin sekolah lagi, tapi aku....."ucap Cinta.
"Aku tahu kau masih berduka dengan kepergian Rehan, tapi masa depanmu masih panjang dan Rehan pasti ingin melihatmu bahagia jadi kembalilah sekolah seperti biasanya"ucap Raka.
"Aku ingin kembali sekolah secepatnya Kak Raka" ucap Cinta.
"Aku akan mengantarmu sekolah dengan naik sepeda pasti seru"ucap Raka.
"Asyik.....aku paling suka naik sepeda"ucap Cinta sambil tersenyum.
__ADS_1
"Nah gitu dong, Kak Raka senang melihatmu tersenyum seperti biasanya.
"Iya Kak Raka"ucap Cinta.
"Aku sudah membuatkanmu buku catatan, jadi kau takkan ketinggalan pelajaran"ucap Raka.
"Makasih Kak Raka"ucap Cinta.
"Iya adikku sayang"ucap Raka sambil mengusap kepala Cinta.
Cinta bersyukur saat dia sedang diuji dengan kesedihan, dia berada diantara orang-orang yang menyayanginya. Sesungguhnya keluarga adalah tempat terbaik untuk kita tinggal.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Pak Theo ke rumah besarnya. Dia masuk ke dalam rumah. Saat dia hendak menaiki tangga dirumah itu, Eden langsung menghampiri Pak Theo yang hendak menaiki tangga rumah itu.
"Aku pikir kau takkan pulang setelah ibuku mati"ucap Eden.
"Aku hanya ingin mengambil barang-barang milik Rehan"ucap Pak Theo.
"Sekarang kau baru menyadari betapa kesepiannya dirimu, kasihan....."ucap Eden.
"Aku yang kesepian atau kau yang kesepian?" ucap Pak Theo.
"Aku senang Rehan mati, dengan begini kau bisa merasakan apa yang kurasakan"ucap Eden.
"Kalau kau sudah puas, aku akan pergi" ucap Pak Theo.
"Aku tidak akan mengakhiri hidupku seperti ibumu yang bodoh itu"ucap Pak Theo.
"Ibuku tidak bodoh tapi dia terlanjur mencintai lelaki bodoh seperti dirimu"ucap Eden.
"Baiklah terserah kau ingin bicara apa, aku tidak punya waktu untuk meladenimu"ucap Pak Theo.
Pak Theo menaiki tangga rumah itu meninggalkan Eden. Dia tak peduli dengan ucapan Eden walau dilubuk hatinya Pak Theo merasa bersalah pada Ibu Riana. Pak Theo masuk ke kamar Rehan. Dia melihat semua foto Rehan yang terpajang dikamar itu.
"Rehan maafkan Papa, selama ini Papa terlalu keras mendidikmu. Seharusnya Papa memberimu kasih sayang bukannya membuatmu melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginanmu"ucap Pak Theo.
Pak Theo berjalan menuju sebuah lemari kecil dekat ranjang kamar itu. Dia mengambil sebuah foto masa kecil Rehan.
"Papa tidak ada dimasa kecilmu, selama ini Papa sibuk memikirkan bagaimana caranya kaya dan balas dendam. Papa lupa kalau kau butuh kasih sayang"ucap Pak Theo.
"Papa menyesal, andai waktu bisa diulang, Papa tidak akan menyia-nyiakannya. Papa akan selalu ada disetiap harimu dan bermain denganmu"ucap Pak Theo.
Pak Theo teringat masa kecil Rehan yang selalu diabaikannya.
Flash Back
Rehan bermain bola dihalaman rumahnya. Dia bermain bola sendirian. Saat Pak Theo pulang bekerja, Rehan menghampirinya.
"Pa main bola yuk"ucap Rehan.
"Kemarikan tanganmu"ucap Pak Theo.
__ADS_1
Rehan mengulurkan tangannya, Pak langsung mencengram tangan Rehan dengan kencang.
"Aw.......sakit Pa"ucap Rehan.
"Bukannya berlatih supaya kuat dan menjadi hebat. Kau malah menyia-nyiakan hidupmu dengan bermain-main seperti ini"ucap Pak Theo.
"Ampun Pa"ucap Rehan.
"Sekali lagi aku melihatmu bermain, aku akan mencambukmu sampai kau kapok"ucap Pak Theo.
"Iya Pa, Rehan gak akan main lagi"ucap Rehan.
"Lari dua puluh kali putaran, cepat!"ucap Pak Theo.
"Iya Pa"ucap Rehan.
Rehan berlari dihalaman rumahnya sebanyak dua puluh kali. Dia benar-benar kelelahan. kemudian Nenek Sekar menghampiri Rehan ke halaman rumah itu.
"Rehan makan dulu"ucap Nenek Sekar.
"Gak Nek, Papa akan marah kalau aku makan sekarang. Aku belum menyelesaikan hukumanku"ucap Rehan.
"Theo benar-benar keterlaluan"ucap Nenek Sekar.
Nenek Sekar masuk kedalam rumah untuk bicara dengan Pak Theo. Dia menghampiri Pak Theo yang sedang membereskan sayuran.
"Theo kau sudah keterlaluan, seharusnya kau memberinya kasih sayang tapi kau malah memberinya hukuman dan hukuman"ucap Nenek Sekar.
"Aku hanya mendidiknya disiplin supaya dia jadi anak yang kuat dan hebat"ucap Pak Theo.
"Dia masih kecil Theo, umurnya saja baru 6 tahun tapi kau memperlakukannya seolah dia tahanan, Rehan butuh bermain bersama teman-temannya, tapi kau melarangnya keluar dari rumah. Bahkan dia ingin bermain saja kau juga mempersulitnya" ucap Nenek Sekar.
"Laki-laki harus kuat dan hebat kalau mau melindungi orang yang dicintainya, dengan begitu dia takkan kehilangan orang yang dicintainya" ucap Pak Theo.
"Theo aku tahu kau terluka karena kematian Rahanti, tapi jangan jadikan Rehan pelampiasanmu. Seharusnya kau menyayangi Rehan. Dia sudah kehilangan Rahanti, haruskah dia kehilangan kasih sayang darimu"ucap Nenek Sekar.
"Kasih sayang hanya akan membuatnya lemah, untuk menjadi raja singa, dia harus menjalani berbagai kesulitan dan penderitaan"ucap Pak Theo.
"Kelak kau akan menyesal saat Rehan pergi meninggalkanmu, saat itu kau akan merasa bersalah dan menangisi setiap kesalahanmu padanya"ucap Nenek Sekar.
Flash Back Off
Pak Theo menangis teringat semua kesalahannya pada Rehan. Dia merasa sudah menjadi ayah yang tidak berguna dan gagal.
"Rehan maafkan Papa nak, kenapa kau pergi lebih dulu dariku"ucap Pak Theo.
"Rahanti maafkan aku, seharusnya aku menjaga Rehan tapi aku malah menyakitinya dan sekarang
aku kehilangannya"ucap Pak Theo.
Pak Theo menyesali semua kesalahannya tapi semuanya sudah terlambat. Anak adalah titipan Allah SWT yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali olehNya.
.
__ADS_1