Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Roda Terus Berputar


__ADS_3

Leo dan Zara berangkat sekolah sambil naik sepeda berboncengan.Mereka melewati jembatan untuk membagikan nasi goreng yang dibuat oleh Zara pada anak jalanan itu.


Mereka senang saat mendapatkan nasi goreng dari Leo dan Zara.Beberapa dari mereka masih balita.Penampilan mereka lusuh dan kotor.Kebanyakan dari mereka yatim piatu.


Selesai membagikan nasi goreng itu mereka berangkat ke sekolah sambil mengobrol dalam perjalanan menuju sekolah.


"Zara,seneng ya kalau bisa menolong orang,rasanya hatiku ringan banget gak ada beban.Apalagi saat mereka tersenyum dengan bantuan yang kita berikan itu seperti obat dikala sakit"ucap Leo.


"Zara juga seneng bisa membantu mereka walau tidak banyak tapi paling tidak mengurangi sedikit beban mereka"ucap Zara.


"Jika lebih banyak lagi orang yang mau peduli pada sesamanya pasti tinggal didunia nyaman dan aman,perdamaian tercipta dimana-mana" ucap Leo.


"Iya benar,terkadang kita sibuk dengan kepentingan kita sendiri dan sering lupa kalau diluar sana masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita"ucap Zara.


"Makanya kata orang bijak boleh melihat ke atas untuk mengejar mimpi tapi jangan lupa melihat ke bawah agar kita sering bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang"ucap Leo.


"Roda terus berputar,terkadang kita diatas dan mungkin besok berada dibawah.Jadi tidak ada yang abadi dan perlu disombongkan semuanya hanya titipan,benarkan Leo?"ucap Zara.


"Betul Zara sayang,ketika kita rajin bersyukur dan membantu sesama,rejeki kita jadi lancar mengalir kaya air.Ada aja jalannya saat kita kesulitan"ucap Leo.


"Betul Leo,.....Oya hari ini upacara bendera kamu dah bawa topi dan dasinya yang aku letakkan dimeja?"tanya Zara.


"Udah dong,kalau gak nanti dihukum berdiri didepan tiang bendera selama satu mata pelajaran"ucap Leo.


Leo dan Zara sampai disekolah mereka.Zara masuk ke kelasnya,Niken sudah menunggu Zara untuk ke halaman melaksanakan upacara bendera.


"Zara,anak mami kemana?dia kok belum berangkat?gak takut dihukum apa gak ikut upacara bendera"ucap Niken.


"Maksudnya King?"tanya Zara.


"Ya siapa lagi anak mami dikelas ini selain dia"ucap Niken.


"Udah kelas tiga kayanya Niken masih belum bisa rukun sama King"ucap Zara.


"Habis dia itu ngeselin,kemarin jambak rambutku dari belakang pas lagi duduk enak-enak,nyebelin gak coba?"ucap Niken.

__ADS_1


Zara hanya tertawa mendengar celotehan Niken tentang King.Tak lama bel berbunyi tanda upacara akan dimulai.Semua siswa berkumpul dihalaman sekolah untuk upacara bendera.


Zara,Niken,Nafiza dan teman-teman lainnya berdiri mengikuti upacara bendera.King baru nongol dan sembunyi-sembunyi menuju barisan.


Dia masih menggendong ranselnya.Udah begitu dia tidak memakai topi.Dia tidak sengaja berdiri samping Niken.


"Heh,kamu anak mami baru berangkat ya?gak pakai topi,masih bawa ransel dan sepatumu itu warna-warni,tau gak sih peraturan disekolah?"


tanya Niken.


"Udah kesingan malah disambut petir disiang hari,bisa gak sih kamu gak galak bawel gitu"ucap King.


"Ngapain aku baik sama kamu ya,udah tau mau upacara berangkat dong lebih pagi"ucap Niken.


"Kamu tuh bukan Mamaku jadi gak usah ngatur"ucap King.


"King,Niken ini sedang upacara kenapa kalian dari ngobrol terus,ikut pak guru ke ruang BK"ucap Pak Dadang.


"Apes deh gue deket-deket King selalu kena hukum"ucap Niken.


Akhirnya King dan Niken terpaksa ke ruangan BK bersama.Sementara siswa-siswa lain mengikuti upacara bendera.


"Acong yang bener dong berdirinya jangan males-malesan gitu hormati upacara bendera" ucap Eri.


"Habis pegel upacara sampai satu jam berdiri terus,panas lagi"ucap Acong.


"Hargai pengorbanan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan.Mereka mengorbankan harta,tenaga dan nyawanya untuk meraih kemerdekaan.Sementara kamu hanya disuruh berdiri satu jam saja sudah mengeluh,gimana disuruh ikut berperang merebut kemerdekaan,nangis-nangis deh Lo"ucap Eri.


"Bener juga sih,gue salah"ucap Acong.


"Nah gitu dong,kesadaran dari diri sendiri"ucap Eri.


Upacara bendera itu diikuti semua siswa dengan khidmat sebagai penghormatan kita pada pahlawan yang telah gugur untuk memperjuangkan kemerdekaan.


**********

__ADS_1


Leo dan Zara berangkat ke tempat kerja mereka.


Leo masih bekerja sebagai tukang parkir dimini market pada siang hari sampai sore hari.Sementara Zara sudah membuka kedai kopi ditepi jalan.Dia dibantu Nunu mengelola kedai kopi itu.Kedai kopi itu menyediakan berbagai macam kopi,minuman jahe,susu,gorengan,nasi goreng,mie rebus dan mie goreng.Pelanggan kedai kopi milik Zara lumayan cukup banyak karena harga yang dibandrol ramah dikantong siapapun.Zara tidak mengambil keuntungan banyak yang terpenting ada keuntungannya untuk dia dan rekannya Nunu.


"Zara,aku cuci piring dulu udah numpuk"ucap Nunu.


"Aku bantu Nunu"ucap Zara.


"Gausah,Zarakan pemilik kedai kopi ini"ucap Nunu.


"Memang kenapa kalau Zara pemilik kedai kopi ini?"tanya Zara.


"Masa Bosnya ngerjain pekerjaan bawahannya" ucap Nunu.


"Nunu,kita bekerja disini sebagai partner bukan Bos dan bawahannya.Lagi pula menyenangkan melakukan pekerjaan secara bersama-sama"


ucap Zara.


"Aku seneng dengernya Zara,dari dulu kamu tetap Zara yang sama.Selalu baik,ramah,pekerja keras dan juga tidak sombong padahal sekarang kamu pemilik kedai ini"ucap Nunu.


"Makasih Nunu,ayo kita cucu piringnya"ucap Zara.


Zara dan Nunu mencuci piring itu bersama.


Apapun pekerjaannya jika dilakukan bersama-sama akan terasa ringan.Berat sama dipikul ringan sama dijinjing itulah peribahasanya.


Setelah pulang bekerja Leo pulang ke rumah untuk mandi.Barulah dia mengerjakan gambar komiknya.Setelah jam 8 Malam,Leo menjemput Zara ke kedai kopinya.


"Zara apa sudah beres?"tanya Leo.


"Sudah,aku pamitan sama Nunu dulu ya Leo"ucap


Zara.


"Oke,aku tunggu disini"ucap Leo.

__ADS_1


Zara pamitan dulu pada Nunu untuk pulang.Setelah itu dia pulang dibonceng Leo.Leo dan Zara senang walaupun sibuk tapi hidup mereka sekarang berkecukupan.


__ADS_2