
Leo dan Zara mencari Nafiza menelusuri jalan.
Mereka tak punya petunjuk satupun tentang keberadaan Nafiza.Tapi mereka tetap optimis untuk mencari Nafiza.Kasihan orangtuanya yang juga mencari Nafiza.Bahkan mereka juga sudah melapor ke polisi.Zara terlihat lemas karena belum makan dari pulang sekolah tadi.Melihat Zara seperti itu,Leo mengajak Zara membeli makan siang dulu.
"Zara kita makan siang dulu"ucap Leo.
"Boleh,aku lapar Leo dari tadi kita belum makan"
ucap Zara.
Leo dan Zara mencari kedai makan untuk mereka makan siang.
"Zara,,makan disana yuk.Kedainya ramai sekali dipadati pembeli"ucap Leo.
"Kita makan ditepi jalan itu saja,ada bapak tukang jualan nasi bungkus pakai gerobak tuh"ucap Zara.
"Boleh,tapi kedai itu ramai pasti menu makanannya enak"ucap Leo.
"Iya mungkin enak.Tapi coba lihat tempat bapak tukang nasi bungkus itu sepi,apa salahnya kita berbagi rejeki padanya.Anggap saja kita sedekah secara tidak langsung"ucap Zara.
"Kau benar Zara,kalau semua orang berpikir bahwa tempat jualan yang sepi itu tidak enak,lalu bagaimana mereka mendapatkan rejeki untuk menafkahi istri dan anaknya.Sementara dinegara kita banyak orang yang hidup dibawah garis kemiskinan"ucap Leo.
"Iya,berawal dari kita yang beli duluan mungkin nanti ada yang mau beli juga.Anggap saja kita bantu promo.Sebagai sesama pedagang Zara tahu rasanya berdagang makanan.Jika hari ini tidak habis,bagaimana bisa mendapatkan modal kembali untuk besok berdagang.Jangankan untuk modal,untuk makan hari ini saja belum tentu ada"
ucap Zara.
"Kalau begitu,ayo Zara kita makan digerobak nasi bungkus bapak itu"ucap Leo.
Leo dan Zara akhirnya makan digerobak nasi bungkus Bapak Dudung.Mereka memesan dua porsi makanan lengkap dengan lauk pauk.
"Enak banget Zara makanannya"ucap Leo.
"Iya,enak.Baru kali ini Zara makan balado telor rasanya enak meresap sampai ke dalam telurnya"
ucap Zara.
"Betul katamu Zara,kita tidak boleh menilai dari ramai tak ramainya tempat jualan itu,rasa makanannya tergantung kita yang mencobanya dulu baru boleh komentar.Lagi pula apa salahnya membeli satu porsi toh tidak akan membuat kita miskin.Selain itu kita ikut membantu penjualnya secara tidak langsung"ucap Leo.
Saat Leo dan Zara makan ditempat itu,ada pembeli lain yang mulai berdatangan membeli setelah mereka melihat Leo dan Zara yang asyik makan dengan nikmat.
Terkadang sedekat tidak perlu berupa uang, makanan ataupun barang lainnya.Senyuman dan perbuatan kita bisa jadi sedekah juga.Bantulah sesama semampu yang kita bisa.
***********
King dan Niken terus berjalan menelusuri jalan.
King terus mengoceh sepanjang jalan seakan dialah yang bawel sebenarnya.Untung Niken betah berduaan sama King yang ada aja tingkahnya kalau lagi sama Niken.
"Cewek galak bawel laper nih,nyari makan yuk"ucap King.
"Aku juga lapar anak mami,sendari tadi jalan terus"ucap Niken.
"Makan direstoran itu pasti enak deh"ucap King.
"Makan diemperan juga enak anak mami"ucap Niken.
"Gue bayarin,kali-kali kamu naik level makanannya biar lidahmu itu berwawasan tinggi dan travelling ke menu makanan berkelas"ucap King.
__ADS_1
"Makanan itu yang penting bisa dimakan,halal, dan enak.Gak mesti mahal yang penting kita gak maksain diri,lagi pula makanan diemperan juga banyak yang rasa restoran tergantung Lo sering gak kulineran"ucap Niken.
"Udah jangan bawel kali ini,biar King yang tampan dan mapan ini menunjukkan kelasnya kali ini.Ayo ikut aku makan direstoran itu"ucap King.
King menarik lengan Niken masuk ke restoran itu.
Mereka memesan makanan yang ingin dimakan.
King bahkan memesankan makanan yang mahal untuk Niken.Setelah makanan tersaji dimeja makan,mereka mulai makan.Selesai makan King membuka ranselnya untuk membayar tagihan makannya,ternyata dompetnya ketinggalan beserta handphone miliknya.
"Niken cantik,baik,dan rendah hati,kamu bawa uang gak?"tanya King.
"Tumben-tumbenan ini anak mami manggil namaku dan muji-muji aku,jangan-jangan bener dia mau nyuruh aku bayarin"ucap Niken dalam hatinya.
"Memang kenapa?anak mami,kamu mau nyuruh aku bayar tagihannyakan?tanya Niken.
"Gak,tapi utang dulu,aku lupa bawa dompet dan handphone"ucap King.
"Kamu sih anak mami,berlagak makan direstoran gak tahunya gak punya duit,aku bawa duit tapi gak banyak paling gocap"ucap Niken.
"Yah kurang kalau segitu"ucap King.
"Memang berapa tagihannya berapa?"tanya Niken.
"Sekitar 459 ribu"ucap King.
"Apa?....banyak banget.Anak mami siap-siap aja kamu cuci piring kaya difilm-film"ucap Niken.
"Aduh gimana ini,kita jadi gak bisa pulang"ucap King.
"Jangan dong,Niken cantik,baik dan rendah hati pinjam handphonemu"ucap King.
"Anak sekolah gak boleh pakai handphone,jadi aku gak bawa ke sekolah"ucap Niken.
"Apes deh,terancam jadi OB dadakan direstoran ini mah"ucap King.
"Makanya jangan belagu King,coba tadi makan diemperan,uangku dah cukup buat bayarnya"ucap King.
Setelah beberapa saat King minta pihak restoran menelpon ke nomor Ibunya,barulah Ibunya mentransfer ke restoran itu.King dan Niken bisa keluar dari restoran itu.
***********
Keesokan harinya,Zara berangkat ke kelas. Didalam kelas ramai gosip hilangnya Nafiza dan Niken.Zara langsung mencari King,dia melihat King sedang duduk dibawah pohon ditaman sekolah.Zara menghampiri King dan duduk disampingnya.
"King,apa benar Niken hilang juga?"tanya Zara.
"Aku tidak tahu,tapi tadi orangtuanya datang ke sekolah dan menanyakan ke setiap teman Niken tentang keberadaan Niken"ucap King.
"Bukannya kemarin sampai jam 3 sore,kau masih bersamanya?"tanya Zara.
"Iya,tapi setelah itu dia pulang.Aku menawarinya ikut mobilku tapi dia tidak mau,dia milih naik angkot katanya.Aku nyesel kenapa gak maksa dia naik mobilku,pasti lebih aman"ucap King terlihat murung.
"Awalnya Nafiza,sekarang Niken,apakah besok aku atau kamu King?"tanya Zara.
"Aku tidak tahu,entah apa yang sedang terjadi. Tadi Pak Anwar bilang aku dan kamu akan dimintai keterangan oleh polisi untuk kasus hilangnya Nafiza"ucap King.
"Apa ini ada hubungannya dengan tulisan berdarah itu King?"tanya Zara.
__ADS_1
"Aku gak tahu,tapi kenapa Nafiza dan Niken targetnya?aku merasa dia sudah mengawasi gerak-gerik kita sebelumnya"ucap King.
"Kita harus cerita tentang tulisan berdarah itu pada polisi King mungkin saja bisa jadi bukti juga"ucap Zara.
"Mungkin,tapi rasanya sulit kalau hanya itu saja buktinya untuk menemukan Nafiza atau Niken.Penculik ini juga pasti bukan orang biasa"ucap King.
"Kalau penculik itu adalah orang yang menulis tulisan berdarah dimeja kita seharusnya dia terekam CCTV dipojok kelas 3 IPA 4,ya walaupun agak jauh tapi paling tidak terlihat sekilas saat jam pagi itu siapa yang masuk ke kelas kita"ucap Zara.
"CCTV itu agak jauh kalaupun tertangkap pasti tidak jelas,belum lagi kalau dia bukan orang biasa tentu bisa mengelabuhi CCTV"ucap King.
"Iya ya,kelas kita agak jauh dari CCTV,tapi kok dia tahu kita sekolah disini?apa pelakunya masih orang dalam sekolah ini?"tanya Zara.
King berpikir keras,dia berdiri dan berjalan meninggalkan Zara.
"Aku ada urusan Zara,kau balik ke kelas saja"ucap King.
Zara kembali ke kelasnya,sementara King mencari keberadaan Gerald.Dia ke kelas 3 IPS 4,tapi tak menemukan Gerald.Kemudian King menuju ke belakang sekolah.Ternyata benar,Gerald ada disana sedang duduk bersandar dibawah pohon dibelakang sekolah itu.King langsung menghampirinya dan memukul pipi Gerald dengan kepalan tangan kanannya.
Dug..............
Bunyi pukulan dari kepalan tangan kanan mengenai pipi Gerald.
"Lo kan yang nyulik Nafiza dan Niken"ucap King.
"Apa untungnya gue nyulik mereka"ucap Gerald.
"Gak usah bohong,kau waktu itu yang melewati kelasku saat kami mendapatkan tulisan berdarah itu"ucap King.
"Aku dah pringatin kalian,jangan ikut campur kalau masih ingin hidupkan"ucap Gerald.
"Jadi Lo yang nyulik Nafiza dan Niken"ucap King
sambil menarik kerah baju Gerald.
"King,sudah cukup"ucap Leo yang baru datang.
King melepas tangannya dari kerah baju Gerald.
Leo menghampiri mereka berdua dan mencoba mengetahui apa yang terjadi.
"King,Gerald kenapa kalian berantem,ini disekolah bukan tempat bertarung"ucap Leo.
"Leo,dia ini yang nyulik Nafiza dan Niken"ucap King.
"Apa?.....Niken hilang juga?"tanya Leo.
"Iya,baru pagi tadi dapat kabar dari orangtua Niken.Aku yakin Gerald pelakunya"ucap King.
"King kita tidak boleh menuduh sembarangan tanpa bukti,lagi pula polisi belum menetapkan siapa pelakunya.Sebaiknya kita bersabar dan membantu polisi jika memiliki informasi yang penting"ucap Leo.
"Aku malas berurusan dengan kalian"ucap Gerald.
Gerald meninggalkan King dan Leo.King langsung berlutut ditanah,dia sedih kedua temannya hilang dan belum ditemukan.Leo menghampiri King dan coba menyemangatinya.
"King,Nafiza dan Niken pasti ditemukan.Polisi pasti akan segera menemukan mereka.Kita lebih baik berdoa dan membantu polisi dengan informasi yang kita ketahui"ucap Leo.
Leo dan King sama-sama bersedih dengan hilangnya kedua teman mereka.Apalagi mereka hilang jeda sehari dan berurutan.Entah siapa pelaku sebenarnya masih diselidiki polisi.
__ADS_1