Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 33


__ADS_3

Leo menemui Pak Suratman di kantor Penerbit Sky Light. Dia masuk ke ruangan tamu dikantor tersebut. Pak Suratman dan seorang pimpinan redaksi yang bernama Luis Ferando sudah menunggu diruang tamu itu, Leo masuk ke ruang itu dan duduk bersama mereka.


"Bos Leo, saya ucapkan selamat atas penjualan novel yang berjudul SulitNya Nikah SMA menjadi novel terlaris dimasa kini"ucap Pak Luis.


"Terimakasih atas ucapannya"ucap Leo.


"Novel ini menginspirasi banyak orang, dimedia sosial sudah viral bahkan penjualannya sudah go internasional"ucap Pak Luis.


"Sebagai penulis novel ini saya sampai menangis saat membacanya kembali, Bos Leo memang orang yang hebat mampu menjalani kehidupan yang sulit diusia yang masih dini"ucap Pak Suratman.


"Saya dan istri sudah terbiasa melewati suka dan duka bersama. Tapi istri sayalah yang membuat saya mampu melewati semuanya, dialah semangat dan matahari dihidup saya. Tanpa istri saya tidak mungkin seperti sekarang ini, dia kunci dari semua kesuksesan saya"ucap Leo.


"Sudah banyak novel yang kami terbitkan, tapi saat saya membaca novel ini baru pertama saya membacanya saya sudah terharu dan ikut masuk ke dalam kehidupan dalam novel ini. Seakan novel ini hidup dan saya jadi pemeran utamanya"ucap Pak Luis.


"Saya sendiri sampai semalaman menulis setiap kata-katanya, yang saya pikir harus sempurna dengan kisah nyata yang sangat menginspirasi ini"ucap Pak Suratman.


"Saya ucapakan terimakasih untuk Pak Suratman yang sudah menulis kisah hidup saya dan istri saya, juga untuk perusahaan Penerbit Sky Light yang sudah menerbitkan novel SulitNya Nikah SMA"ucap Leo.


"Sama-sama Bos Leo"ucap Pak Suratman dan Pak Luis.


"Akhir pekan akan ada acara penghargaan untuk novel ini dengan jumlah penjualan terbanyak dan jumpa pers untuk Anda dan istri Anda, Bos Leo"ucap Pak Louis.


"Baiklah saya akan menghadiri acara tersebut" ucap Leo.


Selesai bicara Leo keluar dari ruangan itu. Dia pergi ke sebuah restoran untuk bertemu dengan agen rahasia yang menyelidiki kasus hilangnya anaknya. Leo masuk ke ruangan VIP direstoran itu. Dia duduk berhadapan dengan agen rahasia itu.


"Apa ada informasi yang baru?"tanya Leo.


"Begini Bos, Pak Irwan dan Ibu Meta adalah seorang pengangguran, mereka biasa hidup dengan mengandalkan orang lain. Sebelumnya mereka pernah menumpang hidup pada orangtua Mirna, hingga akhirnya orangtua Mirna jatuh miskin dan meninggal dunia. Selama merawat Kirana, mereka mengeksploitasi Kirana sejak masih bayi. Kirana sudah jadi model iklan dan ikut dalam proses syuting sejak masih bayi hingga remaja. Selain itu Pak Irwan menjual Mirna pada lelaki hidung belang hingga Mirna jadi stress dan depresi seperti sekarang ini. Dia juga gemar mabuk-mabuk dan berjudi sementara Ibu Meta istrinya biasa menghamburkan uang untuk shopping dan nongkrong dengan temannya"ucap Agen rahasia itu.


"Lalu bagaimana dengan pencarian putriku?" tanya Leo.


"Saya mendapat sedikit titik terang, kenapa Mirna sering berpindah kontrakkan, itu dikarena ada seseorang yang ingin mengambil putri Anda. Sepertinya orang itu orang suruhan"ucap Agen rahasia itu.


"Aku ingin kau cari lagi informasi tentang keberadaan putri"ucap Leo.


"Jika nanti informasi baru saya akan segera memberitahu Anda"ucap Agen rahasia itu.


"Oke"ucap Leo.


Leo meninggalkan restoran itu. Dia terus memikirkan tentang orang yang mengincar putrinya.


"Kenapa ada orang yang ingin mengincar putriku?apa aku punya masalah dengan orang itu hingga dia menargetkan putriku"ucap Leo.


**********


Setelah pulang sekolah Cinta mengayuh sepedanya ke rumah pelanggan cuci gosoknya. Cinta mengantarkan baju yang sudah rapi dan mengambil kembali baju kotor. Dia berhenti didepan rumah salah satu pelanggannya. Saat Cinta hendak berjalan menuju rumah itu, dia tak sengaja melihat Ibu Ningsih pelanggannya sedang berbincang dengan Ita seorang anak SMP.


"Bu, tidak bisa ya saya saja yang mencuci dan menggosok baju ibu. Saya sedang butuh uang untuk biaya kebutuhan keluarga saya. Bapak saya sedang sakit belum bisa bekerja"ucap Ita.


"Aduh gimana ya Ita? saya udah langganan sama Cinta"ucap Ibu Ningsih.


"Saya mohon Bu, saya akan mencucinya dengan bersih dan menggosoknya dengan rapi"ucap Ita.


"Saya belum bilang sama Cinta, jadi gak bisa mutusin sepihak, besok saja ya keputusannya" ucap Ibu Ningsih.


Cinta langsung menghampiri mereka.


"Assalamu'alaikum"ucap Cinta.


"Wa'alaikumsallam"ucap Bu Ningsih dan Ita.


"Bu Ningsih maaf, tadi Cinta gak sengaja menguping. Ibu bisa memberikan cucian baju kotor ibu pada Ita"ucap Cinta.


"Kamu gak papa Cinta?"tanya Ibu Ningsih.


"Gak papa kok Bu"ucap Cinta.


"Kak Cinta terimakasih ya"ucap Ita.


"Iya sama-sama"ucap Cinta.


"Oya Bu, ini bajunya sudah rapi"ucap Cinta memberikan baju packingannya pada Ibu Ningsih.

__ADS_1


"Makasih ya Cinta, ini upahnya"ucap Ibu Ningsih sambil memberi uang pada Cinta.


"Sama-sama Bu"ucap Cinta menerima uang itu.


Setelah selesai mengantarkan baju Ibu Ningsih Cinta berjalan mengambil sepedanya yang terparkir dijalan, Ita menghampiri Cinta.


"Kak Cinta tunggu"ucap Ita.


"Iya Ita"ucap Cinta.


"Sekali lagi makasih ya Kak, aku jadi punya pekerjaan untuk membantu orangtuaku memenuhi kebutuhan sehari-hari"ucap Ita.


"Sama-sama, oya kamu sudah punya berapa pelanggan?"tanya Cinta.


"Baru Bu Ningsih"ucap Ita.


"Mau kakak bantu mencari pelanggan yang lain?" tanya Cinta.


"Boleh, apa tidak merepotkan Kakak?"tanya Ita.


"Tidak, justru kakak senang kalau bisa membantu Ita"ucap Cinta.


"Kakak baik deh, semoga rejeki kakak lancar" ucap Ita.


"Amin"ucap Cinta tersenyum.


Cinta membantu Ita mencari pelanggan untuknya. Setelah itu Cinta mengayuh sepedanya mengambil baju kotor dipelanggan lainnya. Saat sepedanya melaju kencang seorang memakai hodie dengan topi dikepalanya melintas didepan jalan yang dilalui Cinta. Secepatnya Cinta mengerem sepedanya tapi sepedanya tetap menyerempet lelaki itu.


Sriiiit.................bruuuuuug............


"Aw....................."ucap Eden terjatuh dijalan.


Cinta langsung turun dari dari sepedanya dan menghampiri Eden yang duduk dijalan memegangi kakinya.


"Maaf kak, saya gak sengaja"ucap Cinta.


"Kakiku sakit sekali"ucap Eden.


"Biar saya bantu"ucap Cinta.


"Apa mau diantar ke rumah sakit?"tanya Cinta.


"Cantik juga gadis ini, pantas Rehan mengejarnya, lihat Rehan aku akan mengambil milikmu seperti dulu kau mengambil milikku"batin Eden.


"Tidak perlu, tapi tolong antar saya pulang ke rumah saya deket sini"ucap Eden.


"Oh iya mari"ucap Cinta.


Cinta memarkirkan sepedanya ditepi jalan lalu memapah Eden ke tempat yang diarahkannya. Sampai disebuah rumah kecil yang berada diantara perkebunan. Eden mengajak Cinta masuk ke rumah itu.


"Ini rumahku Cinta"ucap Eden.


"Kakak tinggal sendiri dirumah ini?"tanya Cinta.


"Aku yatim piatu, hidup sebatang kara. Ya seperti inilah"ucap Eden.


"Maaf ya, Cinta jadi membuat kakak sedih"ucap Cinta.


"Tidak apa-apa Cinta"ucap Eden.


"Apa ada kotak P3K, biar luka kakak aku obati" ucap Cinta.


"Ada lemari itu"ucap Eden menunjuk ke lemari kecil diruang tamu itu.


"Oke, aku akan mengambilnya"ucap Cinta.


Cinta mengambil P3K itu dan menghampiri Eden kembali. Dia mengobati luka dikaki Eden.


"Namamu siapa?"tanya Eden.


"Cinta"ucap Cinta.


"Namaku Briyan, kau boleh panggil aku Kak Briyan. Oya Cinta, aku lapar tapi kakiku sakit? aku jadi gak bisa masak"ucap Eden.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Cinta masakin?"tanya Cinta.


"Boleh"ucap Eden.


Cinta masuk ke dalam dapur dirumah itu. Dia mulai memasak untuk Eden.


"Bau masakanmu harum Cinta"ucap Eden.


"Benarkah? aku hanya memasak sup ayam dan gorengan tempe, apa Kak Briyan suka?"tanya Cinta.


"Aku biasa makan apa saja kok"ucap Eden.


"Kakak tunggu diruang makan, Cinta akan segera menyajikannya"ucap Cinta.


"Oke Cinta"ucap Eden.


Selesai masak Cinta menyajikan makanan itu dimeja makan. Lalu Eden memakan masakan Cinta.


"Em.....enak banget, coba ada yang masakin kaya gini tiap hari"ucap Eden.


Cinta hanya tersenyum dengan ucapan Eden.


Setelah Eden selesai makan, Cinta pamit pulang.


"Kak Briyan, Cinta pulang dulu"ucap Cinta.


"Kok buru-buru"ucap Eden mendekati Cinta.


Dia menyudutkan Cinta ke dinding dan hendak menciumnya tapi Cinta langsung mendorong tubuh Eden. Tapi Eden mencengkram tangan Cinta dan menjatuhkan Cinta ke sofa. Eden memegang kedua tangan Cinta dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya merobek baju yang dikenakan Cinta.


Sreeeek.............


"Lepaskan aku Kak......lepaskan aku ku mohon......"ucap Cinta.


"Aku akan membuatmu jadi milikku"ucap Eden.


"Tidak....jangan....tolong.....tolong......"ucap Cinta berteriak.


"Berteriaklah ini akan semakin menyenangkan" ucap Eden.


"Tolong.....tolong.......hik....hik......"ucap Cinta.


Saat Eden mendekati wajah Cinta, seseorang dari belakang memukulnya.


Dug..................


Eden terjatuh kebawah lantai.


"Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak mengganggu Cinta"ucap Rehan.


Rehan langsung melepas jasnya dan menutupi tubuh Cinta. Dia memeluk Cinta yang ketakutan.


"Gadis kecil ada aku, tidak usah takut"ucap Rehan.


"Hik....hik....."Cinta menangis dipelukan Rehan.


Eden berdiri sejajar didepan Rehan yang sedang memeluk Cinta.


"Aku hanya sedikit bermain dengan mainanmu, apa mengasyikkan atau tidak"ucap Eden.


Rehan melepas Cinta dari pelukannya dan memukul Eden.


Dug.............


Rehan dan Eden saling melawan satu sama lain hingga Eden kalah dan Rehan menjatuhkan Eden ke lantai lalu dia memukulnya berkali-kali.


"Jangan pernah berani mengatakan Cinta mainan, dia bukan mainan, aku mencintainya" ucap Rehan.


"Ha.....ha.....kau mencintainya, aku akan menghancurkannya seperti dulu kau menghancurkan kekasihku"ucap Eden.


Rehan memukul Eden kembali sampai babak belur.


"Jangan berani menemui Cinta lagi, aku akan benar-benar membunuhmu"ucap Rehan.

__ADS_1


Rehan berdiri dan menghampiri Cinta.


"Gadis kecil, ayo kita pergi dari sini"ucap Rehan.


__ADS_2