
Rehan sedang bekerja diruangan kerjanya. Tiba-tiba handphonenya berdering. Sebuah pesan masuk ke handphone miliknya. Pesan itu mengirimkan foto Cinta dan Raka yang terlihat seperti sedang berpelukan. Rehan langsung terdiam dan memperhatikan foto itu.
"Gadis kecil kenapa kau bersama bocah sialan itu"ucap Rehan.
"Apa aku cemburu?"ucap Rehan sambil mengepal tangannya.
Dia tak tenang saat berada diruangan kerjanya.
Pikirannya terus memikirkan Cinta yang sedang berada disekolah.
"Huh......sepertinya aku harus ke sekolah"ucap Rehan.
Rehan menyelesaikan pekerjaannya, baru mau keluar dari ruangan kerjanya. Pak Theo datang bersama kedua anak buahnya.
"Bos Besar selamat siang"ucap Rehan.
"Siang"ucap Pak Theo.
Pak Theo masuk ke ruangan Rehan bersama kedua anak buahnya. Dia langsung duduk dikursi tempat Rehan bekerja.
"Presdir Rehan yang terhormat, aku ada tugas penting untukmu"ucap Pak Theo.
"Tugas apa Bos besar?"tanya Rehan.
"Seorang pengusaha properti dari luar negeri bernama Nona Maria Elizabeth datang ke negara kita untuk membangun perusahaan properti disini, dia membutuhkan rekan untuk berbisnis, tapi dia belum menentukan pilihannya"ucap Pak Theo.
"Setahuku dia hendak bekerja sama dengan Leo Ariendra"ucap Rehan.
"Otakmu cepat juga berpikir, bagus. Aku ingin kau mengambil kerjasama itu sebelum Leo Ariendra mendapatkannya, apapun itu caranya"ucap Pak Theo.
"Kalau aku menolak?"ucap Rehan.
"Kau tau akibatnya"ucap Pak Theo.
Pluk...................
Pak Theo melempar foto Cinta pada Rehan.
"Gadis difoto itu akan menanggung akibatnya" ucap Pak Theo.
"Aku tidak punya pilihan, Papa bisa saja menyakiti Cinta"batin Rehan.
"Oke, aku akan mengikuti kemauan Bos besar"ucap Rehan.
"Nona Maria Elizabeth sedang berlibur di Pantai Labuhan, kau susul dia kesana dan buat dia mau bekerjasama dengan perusahaan kita"ucap Pak Theo.
"Baik"ucap Rehan.
"Dari dulu kau memang harus mematuhi perintahku, itu baru anakku"ucap Pak Theo.
Pak Theo langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu.
"Sepertinya aku terpaksa harus merebut kliennya mertuaku sendiri, kalau tidak Cinta dalam bahaya"ucap Rehan.
Rehan kembali duduk dikursi kerjanya sambil memikirkan masalah ini. Dia tidak punya pilihan lain selain menikung Leo Ariendra demi keselamatan Cinta.
*************
Cinta menunggu Rehan menjemputnya didepan sekolahnya. Sudah menunggu lama tak kunjung datang. Dia terus melihat ke arah jalan mungkin saja mobil Rehan terlihat. Dari belakang Raka menepuk bahunya.
"Cinta kau belum pulang?"tanya Raka.
"Belum Raka"ucap Cinta.
"Aku antar pulang ya"ucap Raka.
"Tapi aku........"ucap Cinta lalu dia merasa kepalanya pusing dan tubuhnya lemas.
__ADS_1
Cinta sempoyongan dan hampir jatuh tapi tubuhnya ditangkap Raka.
"Cinta kau kenapa?"tanya Raka.
Hidung Cinta mimisan kembali, Raka langsung mengusap darah dihidung Cinta.
"Cinta kau sakit, aku akan mengantarmu pulang" ucap Raka.
Raka langsung menggendong Cinta dipunggung dan berjalan ditepi jalan menuju asrama. Akhirnya Cinta tertidur dipunggung Raka.
"Cinta, kau sakit apa? kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu"ucap Raka.
Raka sampai meneteskan air matanya saat menggendong Cinta. Tak lama mobil Rehan menuju sekolah Cinta, dia melihat Raka menggendong Cinta dari kaca mobilnya.
"Pak jojon berhenti"ucap Rehan.
"Baik Presdir"ucap Pak Jojon.
Rehan keluar dari mobilnya menuju ke arah Raka yang sedang menggendong Cinta.
"Bocah sialan kembalikan Cinta padaku"ucap Rehan.
"Heh....gue nggak akan memberikan Cinta pada orang asing sepertimu"ucap Raka.
"Bocah, kau mencari masalah denganku lagi"ucap Rehan.
"Kalau iya memang kenapa? gue gak takut"ucap Raka.
"Ayo kita lanjutkan lagi pertarungan yang tertunda"ucap Rehan.
"Oke"ucap Raka.
Rehan dan Raka pergi ke sebuah lapangan bola dekat sekolah itu. Raka menidurkan Cinta dikursi penonton. Lalu dia ke tengah lapangan untuk berduel dengan Rehan kembali.
"Siapkan nyalimu untuk melawanku, bocah"ucap Rehan.
"Oke, ayo kita buktikan siapa yang akan tumbang diantara kita"ucap Rehan.
Rehan dan Raka kembali bertarung satu sama lain. Mereka memukul dan menendang satu sama lain. Tak ada yang ada yang mau mengalah dan berhenti. Mereka terus bertarung hingga keduanya babak belur, tiba-tiba ada dua anak kecil menghampiri mereka yang sedang bertarung.
"Om-om kata Pak Ustad berantem itu dosa"ucap Boni.
"Kata Bu guru kita harus hidup rukun"ucap Aktar.
Mendengar ucapan kedua bocah itu Rehan dan Raka langsung berhenti tidak jadi saling menonjok.
"Permennya manis ya"ucap Boni.
"Permenku abis, bagi dong"ucap Aktar.
"Gak mau"ucap Boni.
"Kamu pelit"ucap Aktar.
"Biarin"ucap Boni.
"Bagi"ucap Aktar menari permen lolipop milik Boni.
"Gak mau"ucap Boni menarik kembali permen lolipopnya.
Kedua anak kecil itu justru saling memerebutkan permen lolipop sambil sikut menyikut, jambak menjambak dan nangis satu sama lain. Akhirnya Rehan dan Raka berusaha melerai kedua anak kecil itu.
"Udah....udah gak usah berebut"ucap Rehan.
"Nanti beli lagi permennya"ucap Raka.
"Duitnya abis Om"ucap Boni.
__ADS_1
"Permennya mahal Om"ucap Aktar.
"Om kasih duit buat beli permennya ya, jangan berantem, kan kata Pak Ustad berantem itu dosa" ucap Rehan.
"Kita harus hidup rukunkan kata Bu guru"ucap Raka.
Rehan dan Raka mengeluarkan dompet mereka untuk memberi uang pada kedua anak itu buat beli permen.
"Tunggu Om"ucap Boni.
"Iya Om"ucap Aktar.
"Tunggu kenapa?"tanya Rehan.
"Tadi katanya mau beli permen"ucap Raka.
Proooook.....prooook.....proooook........
Kedua anak itu bertepuk tangan dan memanggil teman-temannya.
"Teman-teman dibagi duit nih, ngumpul"ucap Boni.
"Omnya baik mau bagi-bagi duit"ucap Aktar.
"Asyik........"Sekumpulan anak berlari dari tempat duduk penonton menghampiri Boni dan Akhtar.
"Bagi duit Om....bagi duit"ucap Sekumpulan anak itu.
"Yah ini mah dirampok namanya"ucap Rehan.
"Nih bocah gak nyangka manggil personil lainnya" ucap Raka.
Rehan dan Raka akhirnya tertipu dengan kepolosan dua bocah itu beserta kawanannya. Mereka berhasil merampok Rehan dan Raka. Setelah selesai mendapatkan uang dari Rehan dan Raka anak-anak itu pamit.
"Terimakasih atas ampaunya Om"ucap Sekumpulan anak itu.
Mereka semua bubar dari tempat itu.
"Beli soimay yuk"ucap Boni.
"Beli bakso aja"ucap Aktar.
"Gak beli permen?"tanya Boni.
"Kaya anak kecil aja beli permen"ucap Aktar.
"Dasar bocah gue dikibulin"ucap Rehan yang mendengarkan ucapan kedua bocah itu.
"Parah.... ketipu sama bocah piyik"ucap Raka.
Rehan berjalan menghampiri Cinta dan membopongnya. Sementara Raka hanya bisa melihat Rehan mengambil Cinta darinya.
"Hari ini aku terpaksa membiarkan orang asing itu membawa Cinta, tapi tidak untuk lain kali"ucap Raka.
Rehan membawa Cinta masuk ke mobilnya. Dia memangku Cinta dipangkuannya. Tak lama Cinta sadar dan melihat Rehan terus memeluknya dalam pangkuannya.
"Kak Rehan"ucap Cinta.
"Gadis kecil aku disini sayang"ucap Rehan.
Cinta meraba pipi Rehan dengan tangan kanannya.
"Tadi apa kau menjemputku ke sekolah?"tanya Cinta.
"Iya gadis kecil"ucap Rehan.
"Makasih"ucap Cinta sambil memeluk Rehan.
__ADS_1
Rehan membalas pelukan itu dengan erat dan mencium kening Cinta. Dia begitu menyayangi Cinta sampai dia takut terjadi sesuatu padanya.