
Kirana menangis disepanjang perjalanan. Dia mengendarai mobilnya menuju ke rumah temannya sesama artis. Hatinya begitu terluka, dia baru saja merasakan kasih sayang dari Leo dan Zara, tiba-tiba harus mengetahui kalau mereka ternyata bukan orangtuanya. Kirana merasa hidupnya begitu menyedihkan, dia tak tahu anak siapa dia sebenarnya. Dia merasa tak diterima dimanapun dan tak ada yang menyayanginya dengan tulus. Kirana menghentikan mobilnya didepan rumah temannya. Dia turun dari mobilnya lalu menuju pintu rumah temannya itu.
Tuk.....tuk......tuk...........
Pintu itu diketuk beberapa kali kemudian seseorang membuka pintu rumah itu.
"Kirana, tumben main ke rumahku"ucap Maya.
"Boleh aku menenangkan diri disini?"tanya Kirana.
"Boleh dong, mumpung ada Nisa dan Cara disini, pasti menyenangkan ngumpul bareng gini"ucap Maya.
Kirana tersenyum pada Maya kemudian masuk ke dalam rumah itu. Dia dibawa masuk ke ruang keluarga dirumah itu.
"Kirana ayo pesta"ucap Nisa.
"Ayo minum Kirana, asyik nih"ucap Cara.
Nisa dan Cara sedang minum minuman beralkohol. Kirana menghampiri mereka dan duduk disofa bersama mereka.
"Ayo Kirana kita happy-happy"ucap Maya.
"Aku gak pernah minum itu"ucap Kirana.
"Gak gaul banget sih kamu Kirana, minumlah biar masalahmu hilang"ucap Maya.
"Kirana gak usah jaim, enak loh, bikin melayang lupa tuh diputusi pacar"ucap Cara.
"Kalau dah minum pasti ketagihan"ucap Nisa.
Kirana diberi gelas yang berisi minuman beralkohol itu.
"Ayo minum"ucap Maya.
"Ayo Kirana"ucap Nisa.
"Cobain deh pasti nagih"ucap Cara.
Leg....leg...leg.......
Kirana meminum minuman berakohol itu sampai habis. Lalu menambahinya lagi dan lagi hingga Kirana benar-benar mabuk. Kirana bahkan sudah ngawur cara bicaranya.
"Sedih gak punya ortu, ada ortu cuma minta duit mulu"ucap Kirana.
"Lihat Kirana dah mabuk aja, pasti karena dia tak pernah mabuk"ucap Maya.
"Kita kerjain dia aja, biar dia gak jadi saingan kita lagi"ucap Cara.
"Aku setuju, telpon Rey aja dia pasti mau make Kirana"ucap Nisa.
"Benar juga, kalau nama baik Kirana jatuh otomatis kita akan jadi artis ngetop berikutnya"ucap Maya.
Maya menelpon Rey untuk datang ke rumahnya dan membawa Kirana. Tak lama Rey datang dan membopong Kirana yang sudah mabuk.
__ADS_1
"Selamat bersenang-senang Rey"ucap Nisa.
"Habiskan malam yang panjang dengan Kirana" ucap Cara.
"Jangan lupa tranfer kita-kita kalau udah selesai ya"ucap Maya.
"Beres, nih cewek ini cantik banget, gue gak sabar jadinya"ucap Rey.
Rey membopong Kirana keluar dari rumah itu dan membawanya masuk ke mobilnya. Rey mengendarai mobilnya menuju hotel. Diperjalanan menuju hotel Kirana begitu menggoda, membuat Rey gak sabaran. Dia menghentikan mobilnya ditepi jalan yang sepi. Lalu dia masuk ke kursi belakang bersama Kirana. Dia hendak memperkosa Kirana, dalam mabuknya yang setengah sadar Kirana ketakutan dan berteriak.
"Tolong....tolong......"teriak Kirana.
Kirana berusaha melepaskan diri dari Rey, dia memberontak dan mendorong Rey, lalu dia keluar dari mobil. Kirana terus berjalan menjauh dari mobil itu, Rey terus mengejarnya hingga menangkapnya.
"Lepas....lepaskan aku....."ucap Kirana.
"Kau harus melayaniku cantik"ucap Rey.
"Lepas....tolong...tolong...."ucap Kirana.
Sebuah mobil berhenti didekat Rey yang menangkap Kirana. Seseorang keluar dari mobil itu dan menghampiri keduanya.
"Tolong....tolong saya Mas....."ucap Kirana lemah.
"Lepaskan gadis itu"ucap Dokter Daniel.
"Enak aja, dia akan jadi milikku malam ini"ucap Rey.
Rey melepas Kirana dan berusaha menghajar Dokter Daniel, tapi Dokter Daniel melawan Rey hingga Rey babak belur dan kabur. Dokter Daniel menghampiri Kirana yang tertidur ditepi jalan.
"Nona, ayo ku antar pulang"ucap Dokter Daniel.
Karena Kirana tidak menjawab dan sudah tertidur, Dokter Daniel membopongnya membawa Kirana masuk ke mobilnya. Dia mengendari mobilnya menuju ke rumahnya.
***********
Rehan mengantarkan Cinta ke rumah orangtuanya. Malam nanti akan ada pesta pengenalan Cinta pada semua kerabat, kenalan, dan rekan bisnis Leo. Ini pertama kalinya Cinta secara pribadi dan hukum akan dikenal sebagai putri kandung Leo Ariendra. Sampai dirumah besar milik Leo, Rehan dan Cinta masuk rumah itu. Leo dan Zara sudah menunggu mereka diruang keluarga dilantai atas. Rehan dan Cinta menghampiri Leo dan Zara yang duduk disofa.
"Assalamu'alaikum"ucap Cinta dan Rehan
"Wa'alaikumsallam"ucap Leo dan Zara.
"Duduklah nak"ucap Leo.
Rehan dan Cinta duduk bersama Leo dan Zara.
"Kalian dah makan belum, biar Mama masakin masakan spesial"ucap Zara.
"Udah Ma, tadi Cinta masak"ucap Rehan.
"Masakan Cinta memang seenak masakan Mamanya"ucap Leo.
"Bener Pa, makanya aku betah makan dirumah, maunya sih seharian makan masakan rumah" ucap Rehan.
__ADS_1
"Inget Mama waktu seusia Cinta, Papamu dulu lahap banget kalau makan masakan Mama"ucap Zara.
"Iya ya Ma, dulu kita masih sangat muda"ucap Leo.
"Pasti Papa dan Mama romantis saat itu ya"ucap Cinta.
"Tentu nak, kami melewati semua hal bersama baik suka dan duka, Papamu ini the best husband"ucap Zara sambil meneteskan air matanya teringat masa lalunya bersama Leo.
"Mama juga the best wife"ucap Leo.
"Pa, Ma, aku jadi terharu. Semoga aku dan Kak Rehan bisa seperti kalian"ucap Cinta.
"Pasti sayang, disaat cinta diuji terus menerus disitulah kekuatan cinta yang sesungguhnya akan tetap bertahan dan terus tumbuh"ucap Zara.
"Dulu Papa dan Mama pernah tidur di Rumah Singgah Tuna Wisma ya?"tanya Cinta.
"Benar sayang, tempat itu begitu spesial untuk kami, saat kami tidak memiliki cukup uang untuk mengontrak, rumah singgah itu jadi tempat bernaung untuk kami dari panas dan hujan"ucap Zara.
"Tempat itu sampai sekarang masih ada, bahkan dibangun lebih besar dan lebih bagus"ucap Leo.
"Jadi ingin kesana Pa, Ma"ucap Cinta.
"Kapan-kapan kita kesana nak"ucap Zara.
Tak lama handphone milik Rehan berdering. Rehan meminta izin pada Leo, Zara, dan Cinta untuk mengangkat telponnya dulu. Dia pergi ke balkon lantai atas.
"Hallo Pa"ucap Rehan.
"Cepat ke Markas Api, ada yang ingin ku bicarakan denganmu"ucap Pak Theo.
"Bicara soal apa Pa?"tanya Rehan.
"Datanglah, kau akan tahu"ucap Pak Theo.
Pak Theo langsung menutup telponnya. Rehan yang mendengar ucapan Pak Theo merasa bingung.
"Dari cara bicara Papa sepertinya ada sesuatu" ucap Rehan.
Rehan kembali ke ruang keluarga itu.
"Cinta, aku pergi dulu sebentar ya sayang"ucap Rehan.
"Iya, tapi ingat nanti malam ada acara ya"ucap Cinta.
"Iya sayang"ucap Rehan.
"Pa, Ma, saya pergi dulu sebentar"ucap Rehan.
"Hati-hati dijalan nak"ucap Leo dan Zara.
"Iya Pa, Ma"ucap Rehan.
Rehan meninggalkan rumah besar Leo menuju ke Markas Api milik ayahnya.
__ADS_1