Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 52


__ADS_3

Selama dua hari ini Leo dan Zara bolak balik ke rumah sakit untuk menemui Cinta. Selama Rehan bekerja, Zara yang menunggu Cinta dirumah sakit. Cinta senang sekali ada Zara yang menemaninya, dia seperti memiliki seorang Ibu.


Zara terus menyemangati Cinta agar dia semangat melawan penyakit.


"Tante makasih ya udah menemani Cinta"ucap Cinta.


"Iya Cinta, Tante seneng bisa menemanimu"ucap Zara.


"Tante katanya anak Tante yang bernama Clara hilang, apa benar?"tanya Cinta.


"Iya nak, Clara hilang 17 tahun yang lalu. Saat itu dia masih bayi, masih menyusu, Tante ingat sekali saat pertama menggendongnya hik....hik......"ucap Zara sambil menangis karena mengingat Clara.


Cinta mengambil dompetnya dan mengeluarkan foto bayinya yang ada didompet miliknya.


"Tante ini foto Cinta saat bayi, foto ini sudah agak buram tapi ini foto saat pertama ayah dan ibu menemukan Cinta"ucap Cinta memberikan foto lamanya pada Zara.


Zara mengambil foto yang diberikan Cinta padanya.


"Ini sedikit mirip dengan bayiku Clara"ucap Zara.


"............"Cinta terdiam.


"Cinta bolehkah Tante melihat tanda lahir dipundakmu?"tanya Zara.


"Boleh Tante"ucap Cinta.


Zara memeriksa tanda lahir dipundak Cinta, ternyata Cinta memiliki tanda lahir dipundaknya.


"Cinta semoga kau benar-benar anak Tante"ucap Zara.


"Iya Tante"ucap Cinta.


Zara langsung memeluk Cinta.


"Meskipun nanti hasil Test DNA nya Cinta bukan anak Tante, Tante tetap sayang sama Cinta"ucap Zara.


"Cinta juga akan tetap sayang sama Tante seperti ibuku sendiri"ucap Cinta.


Tak lama Leo dan Rehan masuk ke dalam. Mereka menghampiri Zara dan Cinta yang sedang berpelukan.


"Ma, Papa punya kabar baik"ucap Leo.


"Kabar apa Pa?"tanya Zara.


"Ma, Cinta memang anak kandung kita"ucap Leo.


"Alhamdulillah...., Clara anakku"ucap Zara sambil memeluk Cinta semakin erat.


"Tante"ucap Cinta.


"Mama sayang, Mama"ucap Zara menegaskan pada Cinta.


"Mama hik.....hik...."ucap Cinta memeluk Zara sambil menangis.

__ADS_1


"Papa juga ingin memeluk Clara"ucap Leo mendekati Cinta.


"Papa hik....hik...."ucap Cinta.


Leo dan Zara memeluk Cinta, mereka begitu bahagia saat mengetahui hasil Test DNA yang membuktikan Cinta adalah Clara putri kandung mereka. Kerinduan selama 17 tahun akhirnya terbayar. Leo dan Zara bisa bertemu kembali dengan Clara putri kandungnya yang hilang. Rehan ikut terharu melihat pertemuan keluarga yang mengharukan. Dia tak menyangka Leo Ariendra adalah ayahnya Cinta.


"Presdir Rehan kemarilah"ucap Leo.


Rehan menghampiri Leo yang sedang memeluk Cinta, kemudian Leo memeluk Rehan dan Cinta bersamaan.


"Presdir Rehan kau adalah menantuku, panggil aku Papa mulai sekarang"ucap Leo.


"Iya Pa, Papa juga panggil saya Rehan saja"ucap Rehan.


"Ma, kita menemukan anak kita sekaligus mendapatkan seorang menantu"ucap Leo.


"Iya Pa, kita harus mensyukuri semua ini"ucap Zara.


Setelah itu Leo dan Rehan bicara empat mata diruangan pribadi Leo di Rumah Sakit Health Is Important itu.


"Rehan, sudah sangat lama aku tidak bertemu dengan putriku, melalui dirimu kami bisa bertemu putri kami yang sudah lama menghilang"ucap Leo.


"Saya juga tidak menyangka pertemuan saya dengan Papa untuk menjalin kerjasama bisnis ternyata mempertemukan saya dengan Cinta juga, mungkin ini jalan dari Allah"ucap Rehan.


"Rehan, hubunganku dengan ayahmu tidak begitu baik, apa dia mengetahui pernikahanmu dengan Cinta?"tanya Leo.


"Pernikahanku dengan Cinta tidak banyak yang tahu, untuk sementara sampai Cinta lulus sekolah, kami akan merahasiakan pernikahan ini dulu, soal hubungan Papa dengan Papaku itu yang sedang saya pikirkan, saya yakin Papaku pasti akan marah kalau tahu saya menikahi Cinta yang ternyata putri Anda, Pa"ucap Rehan.


"Aku tidak tahu pasti kenapa Bos Theo begitu membenciku, dari dulu beliau selalu berusaha bersebrangan denganku"ucap Leo.


"Kalau begitu pernikahan kalian memang harus dirahasiakan dulu untuk kebaikan kalian berdua, selain itu Papa akan menunggu sampai Cinta sembuh barulah Papa akan membawa Cinta masuk dalam keluarga, ini demi keselamatan Cinta. Ada seseorang yang akan membahayakan Cinta jika dia tahu Cinta putri kandungku, apalagi disaat kondisi Cinta sedang seperti ini, sangat berbahaya jika orang itu mengetahuinya"ucap Leo.


"Berarti ada orang yang memiliki masalah pribadi dengan Papa sehingga dia mengincar Cinta, aku harus melindungi Cinta dari orang itu"ucap Rehan.


"Aku sudah bicara dengan Dokter Siwon, katanya Cinta akan operasi transplantasi sumsum tulang belakang satu bulan lagi. Minggu ini aku dan keluargaku akan mengikuti pemeriksaan sumsum tulang belakang yang cocok dengan Cinta"ucap Leo.


"Semoga diantara Papa dan keluarga ada sumsum tulang belakang yang cocok DNA nya dengan Cinta"ucap Rehan.


"Amin"ucap Leo.


Setelah bicara dengan Leo, Rehan kembali ke ruangan perawatan tempat Cinta berada. Kebetulan Leo dan Zara sudah pulang ke rumah mereka. Diruangan itu hanya ada Cinta. Rehan menghampiri Cinta yang sedang berbaring.


"Gadis kecil sebentar lagi kau akan sembuh"ucap Rehan.


"Kak Rehan, kau sudah kembali"ucap Cinta yang baru bangun.


"Iya gadis kecil"ucap Rehan.


"Kapan kita pulang?"tanya Cinta.


"Besok kita pulang setelah kemoterapi"ucap Rehan.


"Kak Rehan kemarilah, aku kangen"ucap Cinta.

__ADS_1


Rehan mendekati Cinta dan duduk disampingnya.


Cinta langsung mencium pipi Rehan.


Cup


"Ganteng"ucap Cinta.


"Gadis kecil kau menggodaku ini dirumah sakit" ucap Rehan.


"Aku hanya menciummu Tuan yang sombong" ucap Cinta.


"Oya...aku......"ucap Rehan.


Rehan tak mampu menolak godaan kecil dari gadis kecilnya. Merekapun menghabiskan sore itu penuh cinta. Meluapkan semua hasrat terpendam dan mencurahkan kasih sayang. Tak peduli itu diruangan rawat inap. Untung saja itu ruangan VVIP jadi lebih privasi dari pada ruangan lain. Setelah memadu asmara yang penuh kehangatan, Rehan mengantar Cinta mandi ditoilet ruangan itu. Mereka mandi kemudian sholat bersama. Cinta masih mengajari Rehan mengaji karena dia belum sepenuhnya lancar.


Selesai sholat dan mandi, Rehan dan Cinta tidur diranjang berdua. Rehan memeluk Cinta dalam dekapannya.


"Gadis kecil, kau tahu aku dan Papamu rekan bisnis, ternyata dunia ini sempit, aku bertemu dengan Papamu besoknya bertemu denganmu, dan sekarang jadi suamimu"ucap Rehan.


"Kak Rehan, kaulah yang mempertemukanku dengan kedua orangtuaku"ucap Cinta.


"Gadis kecil, aku senang kau bisa bertemu dengan keluargamu dan bisa sembuh"ucap Rehan.


"Aku ingin sembuh agar bisa bersamamu dan berkumpul dengan keluargaku"ucap Cinta.


"Sekarang kita tidur ya"ucap Rehan.


"Cium dulu biar mimpi indah"ucap Cinta.


"Kau sudah mulai ketagihan ciumanku ya gadis kecil"ucap Rehan.


"Kak Rehan yang mengajarinya"ucap Cinta.


"Aku cuma memaksa tapi kau malah keenakan" ucap Rehan.


"Kak Rehan menyebarkan virus, aku jadi ketularan seperti ini"ucap Cinta


"Jadi mau dicium?"tanya Rehan.


"Mau"ucap Cinta.


"Memohon dulu dong"ucap Rehan.


"Kenapa Tuan yang sombong jadi jual mahal biasa juga mengobral"ucap Cinta.


"Ciumanku ini memabukkan, jadi kau akan menginginkannya lagi"ucap Rehan.


"Kak Rehan cium"ucap Cinta.


"Lebih menggoda biar aku semangat nyiumnya" ucap Rehan.


"Cium......"ucap Cinta.

__ADS_1


"Gadis kecil kalau kaya gitu aku jadi......."ucap Rehan.


Rehan dan Cinta yang masih pengantin baru tak bisa membohongi diri mereka sendiri. Cinta membuat mereka mabuk dan ingin mengulangnya kembali. Malam itu Rehan dan Cinta tak mampu menahan gelora asmara didada, meski sudah tapi tidak ada salahnya nambah, sudah halal tidak ada salahnya. Apalagi Rehan mahir memberikan cinta yang begitu hangat pada Cinta. Hingga malam-malam panjang itu begitu syahdu. Pintu ruangan itu dikunci rapat-rapat supaya tidak ada penghalang datang mengganggu malam indah itu. Hanya mereka berdua yang tahu begitu indahnya malam itu.


__ADS_2