Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Kematian Andi


__ADS_3

Leo sedang membereskan bukunya ke dalam ransel bersiap untuk pulang. Andi menghampiri Leo yang sedang membereskan bukunya ke dalam ransel. Dia ingin mengajak Leo untuk nongkrong sepulang sekolah.


"Leo ikut gue nongkrong diwarung Pak Mamat" ucap Andi.


"Maaf Ndi gak bisa, gue ada kerjaan, lain kali aja ya"ucap Leo.


"Padahal gue pengen banget nongkrong sama Lo Leo, siapa tahu aja besok kita susah buat nongkrong barengan lagi"ucap Andi.


"Kalau besok gue usahain, sorry ya Ndi gue gak bisa kalau hari ini"ucap Leo.


"Yaudah, gue ajak Benny, Harun, dan Kemal deh" ucap Andi.


Andi keluar dari kelas itu, Leo membersihkan kelasnya terlebih dahulu sebelum pulang. Tak lama Kemal masuk ke kelas Leo sambil berlari.


"Leo,........Andi, Harun, dan Beni"ucap Kemal bicara sambil ngos-ngosan.


"Andi, Harun, dan Beni kenapa Kemal?"tanya Leo.


"Mereka, terjebak pelajar yang tawuran dari sekolah kita dan SMA Husada"ucap Kemal.


"Apa tawuran, nyari mati mereka semua, gak tahu apa bentar lagi lulus, ayo Kemal kita kesana"ucap Leo.


Leo berlari terlebih dahulu sementara Kemal berjalan karena kelelahan sudah berlari dari tadi, Zara, Niken, dan King menghampiri Leo ke kelasnya, mereka bertemu Kemal yang sedang berjalan.


"Zara mau ke kelas Leo ya?"tanya Kemal.


"Iya Kemal"ucap Zara.


"Leo lagi nyusulin Andi, Harun, dan Beni yang lagi terjebak tawuran"ucap Kemal.


"Apa tawuran?"ucap Zara kaget mendengar ucapan Kemal.


"Iya, Leo menyusul mereka, aku juga mau kesana" ucap Kemal.


"Aku ikut Kemal"ucap Zara.


"Jangan Zara bahaya, situasi belum tentu aman"ucap Kemal.


"Zara aku pergi dulu ya"ucap Kemal.


"Iya Kemal"ucap Zara.


Zara khawatir dengan keselamatan Leo. King dan Niken coba menghibur Zara.


"Sabar Zara, pasti Leo akan baik-baik saja"ucap Niken.


"Bohong banget, mana ada orang tawuran baik-baik saja, yang ada bahaya"ucap King.


Niken langsung menarik lengan King mengajaknya menjauh dari Zara.


"Anak mami kamu ngerti gak sih Zara lagi sedih, bukannya menghibur malah bikin tambah sedih" ucap Niken.


"Itukan namanya pembohongan publik, gak baik berbohong"ucap King.


"Sekali lagi mulutmu ember nih bogem mentah aktif ya"ucap Niken.


Niken dan King kembali menghampiri Zara.


"Niken, King aku mau menyusul Leo. Perasaanku gak enak takut terjadi sesuatu pada Leo"ucap Zara.


"Kalau gitu kita ikut ya"ucap Niken.


"Cewek galak bawel Lo kenapa ngajak gue juga, gue belum nikah nih kalau nanti harus mati"ucap King.


"Bawel, ayo ikut cepetan"ucap Niken menarik dasi King.


Mereka bertiga menyusul Leo ke tempat tawuran itu baru dari jarak jauh suasana kacau balau tampak jelas. Antar pelajar beradu pukul, lempar, tonjok, dan saling menginjak. Beberapa dari mereka membawa tongkat dan senjata tajam.

__ADS_1


Baru sampai Zara, King, dan Niken sudah disambut anak SMA Husada.


"Anak SMA Buana"ucap Ferdi.


"Udah hajar aja cuma tiga orang"ucap Edi.


"Anak mami Lo kan cowok disini, jadi hadapi mereka tunjukkan kharismamu"ucap Niken.


"Ayo Zara kita kabur duluan biar anak mami yang hadapi mereka"ucap Niken.


Niken membawa Zara kabur dari tempat itu, sementara King masih dikerumuni anak SMA Husada.


"Maaf mas sabar, udah punya pacar belum?" tanya King.


"Belum, terus kenapa?"tanya Edi.


"Sama dong, kalau kita mati sia-sia disini sayang pacar aja belum punya tar yang nangisin kita cuma dikit. Udah gitu masa mati dalam kondisi jones" ucap King.


"Betul juga"ucap Ferdi.


"Mendingan kita damai aja bentar lagi lulus, mangga yang mau nikah atau punya pacar biar gak penasaran"ucap King.


"Aduh gue harus kabur nih, kalau gak babak belur disini"ucap King dalam hati.


"Iya sih"ucap Edi.


King langsung mengeluarkan segepok uangnya diranselnya lalu ditaburkan pada anak SMA Husada.


"Hujan duit"ucap Edi.


"Banyak banget"ucap Ferdi.


"Kabuuuuuur"ucap King lari saat mereka fokus pada uang yang disebar King.


King berlari sampai sembunyi didaerah perumahan padat penduduk. Dia bertemu Niken dan Zara yang sedang sembunyi dekat kandang ayam. King langsung masuk ke kandang ayam sakit takutnya bila masih dikejar anak SMA Husada.


"Eh iya, bajuku jadi penuh tai ayam nih"ucap King.


"Makanya apa-apa jangan sembrono"ucap Niken.


Dikandang ayam itu ada ayam yang sedang menetaskan anak-anaknya, melihat King yang mengganggu daerah kekuasaannya, ibu ayam itu langsung mematuk pantat King.


"Aw......aw........nih ayam lagi pms kali ya"ucap King.


"Kamu keluar King, induk ayam yang mau menetaskan anaknya memang cenderung mudah emosi"ucap Zara.


"Aduh udah kena tai ayam malah dipatuk juga sama ayamnya"ucap King.


"Besok-besok mandi air kembang biar gak apes nasibmu"ucap Niken.


Leo masih berada dikerumunin anak SMA Buana dan SMA Husada yang semakin anarkis dan kacau. Leo mencari Harun, Beni dan Andi. Dia melihat Andi tergeletak dijalan dengan luka berdarah dikepalanya. Dia langsung berlari ke arah Andi. Leo langsung memangku dan merangkul Andi. Dia langsung marah dan bicara dengan keras.


"Apa ini yang kalian semua mau"ucap Leo dengan suara keras.


"Tawuran ini hanya akan merugikan kita semua, orang yang tak bersalah jadi korban, apa untungnya untuk kita semua"ucap Leo sambil menangis.


Seketika mereka berhenti dan melihat Leo yang sedang memeluk Andi yang penuh darah.


"Padahal sebentar lagi kita lulus SMA, kenapa harus dinodai dengan peristiwa ini. Apa ini menyenangkan untuk kalian semua. Lihat, temanku sampai seperti ini menurut kalian apa ini yang kalian inginkan. Apa karena sebuah emosi dan kata-kata kalian harus berbuat anarkis sehingga jatuh korban seperti ini"ucap Leo.


Tak lama polisi datang membubarkan tawuran itu dan menangkap beberapa pelajar yang dianggap memprovokasi. Sementara Leo masih duduk sambil memeluk Andi.


"Leo, sebentar lagi lulus ya bro, tapi gue gak bisa ikut wisuda SMA, mungkin waktu gue juga udah datang"ucap Andi.


"Gak, Lo bakal ikut gue, Harun, Beni dan Kemal wisuda SMA Ndi, jangan ngomong gitu. Lo bilang sama gue mau jadi Sarjana. Lo harus jadi Sarjana bro"ucap Leo.


"Gue seneng bisa bareng-bareng kalian, tapi mimpi gue akan terhenti disini, Leo lanjutkan mimpi gue jadi Sarjana, kalian berempat harus jadi Sarjana, nanti gue seneng ngeliatnya dari sana"ucap Andi.

__ADS_1


"Lo ngomong apa sih Ndi, Lo juga bakal jadi Sarjana"ucap Leo.


"Leo semuanya gelap, gue pamit dulu, sam..pai...


kan ma...af gu.....e sa...ma or...tu gu...e"ucap Andi lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


"An....di.....di....di.....di"ucap Leo berteriak sekencang mungkin memanggil nama Andi.


Harun, Beni, dan Kemal menghampiri Leo dan berdiri dibelakangnya.Mereka juga menangis melihat keadaan Andi yang telah tiada. Mereka sangat kehilangan Andi, selama ini mereka sudah berteman cukup lama dari SMP sampai SMA. Kepergian Andi pukulan berat untuk Leo dan teman-temannya.


Pemakaman Peristirahatan Bunga Kematian


Leo berdiri didepan nisan Andi, dia bahkan tak bicara sedikitpun hanya air mata yang terus mengalir di pipinya.Semua orang sudah pulang tinggal Leo dan Zara yang masih dipemakaman itu. Zara menghampiri Leo dan memeluknya dari belakang.


"Leo, aku tahu kau pasti terpukul sekali dengan kepergian Andi, tapi kita harus mengikhlaskannya agar dia ringan meninggalkan kita. Lebih baik kita doakan Andi biar tenang disana dan berada ditempat yang terbaik"ucap Zara.


"Zara, aku nyesel kenapa aku gak bilang iya waktu Andi ngajak nongkrong diwarung Pak Mamat, mungkin aku masih bisa jagain Andi saat tawuran itu terjadi"ucap Leo.


"Leo semua ini takdir, dan tak ada satupun orang yang bisa lolos dari takdir yang diberikan padanya.


Meskipun Leo ada disana saat tawuran itu tapi kalau takdir Andi memang sudah sampai dia tak bisa menghindar hanya bisa menerimanya saja"


ucap Zara.


Leo berjongkok disamping Nisan Andi dan berbicara padanya.


"Andi gue bakal jadi Sarjana, nanti gue bakal tunjukkin ke Lo kalau gue udah jadi Sarjana, meskipun Lo gak bisa meraihnya tapi gue akan meraihnya demi melanjutkan cita-cita Lo jadi Sarjana, tenang disana bro gue akan selalu mendoakan Lo agar Lo bahagia disana Ndi"ucap Leo sambil menangis.


Zara menghampiri Leo dan mengajaknya pulang.


"Leo ayo pulang"ucap Zara.


"Iya sayang"ucap Leo.


Setelah kejadian itu Leo cukup terpukul, dia jadi jarang bicara untuk beberapa hari. Zara terus mengsuport Leo. Bagi Leo, Andi adalah sahabatnya kehilangannya seperti kehilangan saudara.


**********


Zara yang sedang nongkrong bareng Niken dan Nafiza ditaman kampus sampai menangis saat mengingat kejadian itu. Saat menyakitkan yang menimpa dunia pendidikan, berita meninggalnya Andi sampai diunggah dimedia massa. Satu sekolah sampai berduka dengan kepergian Andi. Bahkan Kepala Sekolah mengadakan doa bersama untuk mendoakan almarhum Andi.


"Zara itu Leo jemput kamu tuh"ucap Niken.


"Oya, aku pulang dulu ya Niken, Nafiza"ucap Zara.


"Iya, hati-hati Zara"ucap Nafiza.


"Besok jangan kesiangan mentang-mentang harus ngurus suami juga jangan lupa sekolah"ucap Niken meledek Zara..


"Iya maaf besok berangkat lebih pagi"ucap Zara.


Zara menghampiri Leo, dan pergi ke parkiran mobil. Mereka naik ke mobil untuk pulang ke rumahnya. Sampai dirumah Leo langsung membopong Zara membawanya ke kamar mereka.


"Leo mau apa? masih siang loh"ucap Zara.


"Memang gak boleh kalau masih siang, kan gak ada peraturannya mau siang atau malam"ucap Leo.


"Leo malu ada Bi Surti, turunkan aku"ucap Zara.


"Bi Surti biasanya tidur kalau jam segini, jadi bebas bopong Zara juga"ucap Leo.


"Leo mulai nakal ya"ucap Zara.


"Kalau gitu ayo kita mulai peperangannya dikamar aja ya"ucap Leo.


"Leo pelan-pelan jangan lari, aku takut"ucap Zara.


"Biar cepet sampai kamarnya"ucap Leo.

__ADS_1


Leo langsung membaringkan Zara, tak butuh waktu yang lama Leo langsung melepas p4kaiannya dan p4kaian Zara.


__ADS_2