Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 101


__ADS_3

"Kedatanganku kesini untuk tiga tujuan"ucap Pak Leo.


"Pertama, aku datang kemari untuk bersilaturrahmi"ucap Pak Theo.


"Saya senang sekali Besan mau bersilaturrahmi kerumah kami"ucap Leo.


"Kedua, aku minta maaf atas semua kesalahanku yang telah memisahkanmu dengan putri kandungmu dan sudah menyulitkan hidupmu selama ini"ucap Pak Theo.


"Besan, saya dan istri sudah memaafkan semua kesalahan Anda. Justru kami ingin hubungan kita bisa terjalin baik demi kebahagiaan anak-anak kita"ucap Leo.


"Kau benar karena dendam yang ku bawa membuat Rehan dan Cinta harus menanggung akibatnya. Bahkan aku berkali-kali berusaha melukaimu dan keluargamu"ucap Pak Theo.


"Sekarang kita akan menyaksikan kedua buah hati kita bahagia dan menyambut keturunan dari mereka"ucap Leo.


"Iya kau benar"ucap Pak Theo.


"Ketiga, aku ingin bertemu Kirana"ucap Pak Theo.


"Bertemu Kirana?"tanya Leo yang tidak tahu untuk apa Pak Theo ingin bertemu dengan Kirana.


"Iya, Kirana adalah putri kandungku dan Kartika"ucap Pak Theo.


"Baiklah"ucap Leo.


"Ma tolong panggilkan Kirana kesini"ucap Leo.


"Iya Pa"ucap Zara.


Zara pergi ke lantai atas untuk memanggil Kirana.


Dia berjalan menuju kamar Kirana.


Tuk....tuk...tuk......


Zara mengetuk pintu kamar Kirana tiga kali.


"Kirana....."ucap Zara.


"Iya Ma"ucap Kirana.


Kirana membuka pintu kamarnya.


"Ada apa Ma?"tanya Kirana.


"Papa menyuruhmu ke ruang tamu, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu"ucap Zara.


Sejenak Kirana terdiam, dia memikirkan seseorang yang ingin bertemu dengannya. Dalam bayangannya hanya terpikir Dokter Daniel.


"Apa mungkin Dokter Daniel"batin Kirana.


"Aku ganti baju dulu ya Ma, nanti nyusul ke ruang tamu"ucap Kirana.


"Baik nak"ucap Zara.

__ADS_1


Zara turun ke lantai bawah kembali ke ruang tamu. Tak lama Kirana masuk ke ruang tamu.


"Kirana kemarilah nak"ucap Leo.


Kirana menghampiri Leo, Pak Theo dan Ibu Kartika menatap Kirana yang berada didepan mereka. Air mata Ibu Kartika jatuh dipipinya tanpa sadar.


"Anakku"ucap Ibu Kartika berjalan mendekati Kirana.


"Pa, Ma siapa mereka?"tanya Kirana.


"Ini Mamamu sayang"ucap Ibu Kartika menangis melihat Kirana dari dekat.


"Mama?"ucap Kirana.


"Iya nak, Pak Theo dan Ibu Kartika orangtua kandungmu"ucap Leo.


"............"Kirana terdiam mencerna ucapan Leo, dia merasa kabar ini begitu tiba-tiba. Tak pernah terbayangkan olehnya akan ada sepasang orangtua yang mengakuinya sebagai anak kandungnya setelah Leo dan Zara yang mengakuinya sebagai anak mereka, meskipun pada kenyataannya Leo dan Zara bukan orangtua kandungnya.


"Kirana ini Papa nak"ucap Pak Theo menghampiri Kirana.


"Papa, Mama"ucap Kirana.


Pak Theo dan Ibu Kirana langsung memeluk Kirana.


"Hik....hik...hik....Kirana pikir Kirana hanya anak yatim piatu, ternyata Kirana punya orangtua"ucap Kirana.


"Iya nak, maafkan Mama baru bisa menemukanmu sekarang"ucap Ibu Kartika.


"Maafkan Papa juga ya nak, Papa tidak tahu kalau Papa memilikimu nak"ucap Pak Theo.


Mereka bertiga meluapkan semua rasa rindu mereka. Ini menjadi momen yang berharga untuk mereka.


Kirana, Zara dan Ibu Kartika masak didapur. Sementara Leo dan Pak Theo mengobrol diteras samping rumah sambil minum kopi dan camilan.


"Besan, Rehan dan Cinta akan senang sekali dengan kabar ini"ucap Leo.


"Iya, aku tidak sabar ingin bertemu dengan mereka"ucap Pak Theo.


"Rehan sangat ingin melihat Anda seperti ini"ucap Leo.


"Iya, kau benar. Aku bersyukur Rehan tidak sepertiku yang dipenuhi dendam tapi dia malah menemukan kebenarannya melalui anakmu Cinta"ucap Pak Theo.


"Semua ini rencana Allah yang diberikan pada kita hambaNya. Dengan pernikahan Rehan dan Cinta, kita bisa menjalin silaturrahmi sebagai keluarga"ucap Leo.


"Rehan beruntung bertemu dan menjadi suami untuk putrimu, aku berharap rumah tangga mereka sakinah, mawadah dan warohmah"ucap PakTheo.


Dilain tempat Zara, Ibu Kartika dan Kirana sedang memasak untuk makan malam didapur.


"Nak, kau suka makan apa? biar Mama masak masakan kesukaanmu"ucap Ibu Kartika.


"Aku suka makan ayam panggang madu Ma"ucap Kirana.


"Baiklah Mama akan masak ayam panggang madu untukmu"ucap Ibu Kartika.

__ADS_1


"Kalau Papa suka makan apa Ma?"tanya Kirana.


"Papamu....?"ucap Ibu Kartika kebingungan.


Zara merasa ada yang janggal, akhirnya Zara memutuskan keluar sementara dari dapur.


"Papa dan Mama belum menikah nak, kami baru bertemu. Sebelumnya kami tidak saling mengenal"ucap Ibu Kartika.


"Jadi Papa dan Mama belum menikah, lalu kenapa ada aku diantara kalian?"tanya Kirana.


"Ceritanya panjang nak. Dulu Papamu......"ucap Ibu Kartika ragu menceritakan semua yang terjadi sebenarnya pada Kirana.


Kirana langsung memeluk Ibu Kartika yang terlihat bingung.


"Ma, Kirana ngerti. Yang penting sekarang Kirana bisa bertemu dengan kalian"ucap Kirana.


"Makasih ya nak"ucap Ibu Kartika.


"Iya Ma, gimana kalau kita masak sup iga, Papa Leo suka sup iga, siapa tahu Papa juga suka sup iga"ucap Kirana.


"Boleh"ucap Ibu Kartika.


Ketika Ibu Kartika dan Kirana memasak, Zara kembali ke dapur untuk memasak.


"Ma, masak sup iga yuk"ucap Kirana.


"Boleh"ucap Zara.


Mereka bertiga memasak bersama didapur sambil bercerita dan bercanda.


***********


Cinta bersimpuh didepan mobil yang terbakar itu. Kerumunan orang menenuhi tempat itu melihat kecelakaan beruntun yang terjadi dari jarak jauh. Cinta menangis sejadi-jadinya. Dia tak percaya kalau semua ini nyata.


"Kak Rehan....an...an.......hik....hik....hik...."ucap Cinta berteriak sambil menangis.


Polisi datang ke tempat kejadian. Tempat itu dipasang traffic cone. Kemudian tak lama pemadam kebakaran dan ambulan datang. Semua korban baik yang masih hidup dan sudah mati masuk ke dalam ambulan yang mulai berdatangan. Cinta masih bersimbuh lemas didepan mobil terbakar itu. Seorang polisi memintanya untuk menjauh dari tempat kejadiaan karena sedang dilakukan evakuasi.


"Tidak Pak, aku ingin melihat suamiku, dia ada didalam mobil terbakar itu"ucap Cinta.


"Nona, biar pemadam kebakaran memadamkan apinya"ucap Polisi itu.


"Aku ingin disini melihat Kak Rehan hik...hik... hik...."ucap Cinta.


"Nona ini berbahaya, sebaiknya Nona ke jangan mendekat"ucap Polisi itu.


"Iya Nona, biar kami yang menanganinya"ucap Seorang pemadam kebakaran itu.


Akhirnya Cinta mundur ke tepi jalan. Mobil Rehan yang terbakar dipadamkan oleh pemadam kebakaran. Mereka mengecek kondisi mobil Rehan yang hangus terbakar, didalam mobil itu ada jenazah yang hangus terbakar bahkan tinggal tulang belulang. Jenazah itu dievakuasi menuju ke ambulan yang sudah siap. Cinta berlari menghampiri jenazah Rehan sambil menangis.


"Kak Rehan.....tidak....jangan tinggalkan aku.....hik...hik.....hik....."ucap Cinta menangisi jenazah yang mau dibawa masuk ke dalam ambulan.


Jenazah itu dibawa ambulan meninggalkan tempat itu. Cinta hanya berdiri dan menangis melihat ambulan itu membawa jenazah Rehan.

__ADS_1


"Ya Allah......apa semua ini benar-benar nyata, apa ini mimpi? Rasanya sangat menyakitkan hik....hik....hik....Innalillahi wa inna ilaihi ra'jiun" ucap Cinta.


__ADS_2