
Setelah mencuci pakaian disekolah,Leo dan Zara pulang ke Rumah Singgah Tuna Wisma untuk menjemur pakaian dan berganti pakaian.Setelah itu mereka mulai berangkat bekerja seperti biasa.Leo menjadi tukang parkir dimini market dan Zara berjualan kopi seduh.
Zara duduk kursi ditepi jalan lalu ada seorang laki-laki menghampirinya.
"Nona Zara ya"ucap Pak Ekos supir pribadi King.
"Iya pak,ada apa?"tanya Zara.
"Perkenalkan saya Pak Ekos supir pribadi Tuan muda King"ucap Pak Ekos.
"Oo...bapak supirnya King"ucap Zara.
"Nona ikut saya ke rumah sakit sekarang"ucap Pak Ekos.
"Kerumah sakit?untuk apa ya pak?"tanya
Zara.
"Nanti saya ceritakan"ucap Pak Ekos.
"Saya minta izin dulu pada Leo ya pak"ucap Zara.
"Ya,saya tunggu disini nona"ucap Pak Ekos.
Zara langsung berjalan menuju ke mini market tempat Leo bekerja.Zara mendekati Leo yang sedang duduk disamping parkiran itu.
"Leo"ucap Zara.
"Ada apa Zara?tanya Leo.
"Tadi supir pribadi King mencariku dan memintaku ikut ke rumah sakit"ucap Zara.
"Memang ada apa?kok kamu disuruh ikut kerumah sakit Zara"ucap Leo.
"Gak tahu,mungkin penting"ucap Zara.
"Kalau begitu aku ikut Zara"ucap Leo.
"Ya"ucap Zara.
Leo berpamitan pada Didi teman sejawatnya untuk pergi ke rumah sakit bersama Zara.Leo dan Zara berjalan ke tempat Pak Engkos yang tadi duduk didekat taman.Mereka pun berangkat ke rumah sakit.Disepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit,Pak Ekos menceritakan apa yang terjadi pada King.
Di Rumah Sakit Graha Sehat
Leo,Zara dan Pak Ekos naik ke lantas atas ruang rawat inap.Mereka berjalan menuju ke ruang rawat inap Floresia no 234.Disana King sedang berbaring diranjang pasien.Ibu King sedang duduk diluar ruang rawat inap itu sambil menangis sementara ayahnya sedang menemui Dokter.Zara mendekati Ibu King yang sedang menangis sementara Leo duduk dengan Pak Ekos dikursi yang agak jauh.
"Bu,saya Zara teman sebangku King"ucap Zara.
__ADS_1
"Kamu Zara ya"ucap Ibu Murni lalu memeluk Zara sambil menangis.
"Ibu maaf gimana kondisi King sekarang?"tanya Zara.
"Tadi King sempat kritis tapi sekarang sudah stabil"ucap Ibu Murni.
"Syukurlah kalau sudah stabil"ucap Zara.
"Zara,Tante tau Zara dari buku diary milik King.Dia bercerita kalau semenjak berteman denganmu hari-harinya jadi berwarna"ucap Ibu Murni.
"......."Zara diam dan mendengarkan.
"King tidak pernah memiliki teman sebelumnya,bahkan dia sering pindah-pindah sekolah karena selalu bermasalah dengan sekolahnya"ucap Ibu Murni.
"King sebenarnya anak yang baik,hanya saja dia merindukan sosok orang tuanya,dia selalu bercerita padaku kalau dia ingin menghabiskan banyak waktu bersama dengan ayah dan ibunya.Tante King sangat kesepian selama ini"ucap Zara.
"Ya,kau benar Zara.Om dan Tante terlalu sibuk bekerja,hingga lupa memberi kasih sayang dan perhatian pada King"ucap Ibu Murni.
"King tidak marah pada Om dan Tante,dia hanya ingin memiliki sedikit waktu untuk bersama kalian"ucap Zara.
"Kami ini orang tua yang tidak baik dan gagal.King jadi seperti ini karena kami"ucap Ibu Murni.
"Tante,semua sudah terjadi lebih baik sekarang bagaimana memperbaikinya. King pasti senang bila nanti sudah sembuh bisa berkumpul bersama kalian"ucap Zara.
"Ya,kamu benar Zara,terimakasih ya"ucap Ibu Murni
Setelah bicara dengan Ibu Murni,Zara masuk ke ruangan tempat King dirawat.Zara mendekat dan duduk disamping ranjang tempat King berbaring.
"King,aku datang untuk menjengukmu. Cepat sembuh ya,kembali bersekolah lagi"ucap Zara.
Setelah bicara begitu Zara hendak berjalan meninggalkan ruangan itu tapi terdengar suara King bicara padanya.
"Gadis pintar,jenguk kok gak bilang dulu padaku,cuma bisik-bisik doang"ucap King.
"Kamu sudah sadar King?"tanya Zara.
"Sudah dari tadi,cuma tadi aku tiduran sebentar"ucap King.
"Oya kamu jangan melakukan hal bodoh ini lagi,bunuh diri itu tidak baik apapun itu alasannya.Semua masalah pasti bisa dibicarakan baik-baik dan diselesaikan dengan benar"ucap Zara.
"Iya gadis pintar,terimakasih ya sudah mau repot-repot menjengukku"ucap King.
"Ya,....King aku pulang dulu ya.Cepat sembuh dan bersekolah lagi"ucap Zara.
"Tentu,aku ingin segera sembuh dan bersekolah lagi bareng kamu Zara"ucap King.
"Ya,...aku pulang ya"ucap Zara.
__ADS_1
"Hati-hati dijalan ya"ucap King.
"Ya"ucap Zara.
Zara keluar dari ruang rawat inap itu.Lalu berpamitan pada Ibu Murni.Setelah itu dia dan Leo pulang diantarkan Pak Ekos lagi.
Leo dan Zara berangkat ke rumah kak Dika.Sampai dirumah Kak Dika,Leo belajar seperti biasa dengan Kak Dika.Selesai belajar Leo menyerahkan hasil menggambarnya semalam pada Kak Dika.
"Wah,Leo ini keren banget sumpah"ucap Kak Dika.
"Terimakasih Kak"ucap Leo.
"Leo,aku mau recomendasikan kamu ke perusahaan komik asing.Hasil gambarmu bagus,biar kamu dapat projek sendiri"ucap Kak Dika.
"Yang benar Kak?"tanya Leo.
"Ya,kebetulan beberapa perusahaan komik asing membutuhkan orang yang bisa menggambar komik seperti kita.Lumayan loh bayarannya"ucap Kak Dika.
"Wah,kalau begitu saya mau Kak Dika kalau ada kesempatan"ucap Leo.
"Nanti saya kabari hasilnya,ini bayaran kamu untuk gambar ini"ucap Kak Dika sambil menyodorkan uang 200ribu.
"Kak ini gak kebanyakan?"tanya Leo.
"Gaklah,itu sesuai dengan hasil gambarmu"ucap Kak Dika.
"Makasih ya Kak Dika,udah dapat ilmu,malah dapat uang juga"ucap Leo.
"Kamu masih muda,manfaatkan semua kelebihanmu dengan baik kelak kau akan jadi orang yang sukses Leo"ucap Kak Dika.
"Ya Kak"ucap Leo.
"Ini projek berikutnya setiap selesai antarkan ke rumahku"ucap Kak Dika memberikan alat gambar pada Leo.
"Ya pasti kak"ucap Leo.
Setelah selesai,Leo dan Zara keluar dari rumah Kak Dika.Leo bercerita pada Zara tentang pekerjaan yang ditawarkan Kak Dika pada Leo.
"Zara nanti kalau aku sudah punya pekerjaan tetap dan hasilnya lumayan,kita akan menyewa kontrakan untuk tempat tinggal kita"ucap Leo.
"Ya Leo,tapi bagi Zara dimanapun kita tinggal asal ada Leo,Zara tidak masalah tinggal dimanapun"ucap Zara.
"Zara kamu memang yang terbaik untuk Leo,makasih Zara membuatku selalu bersemangat setiap hari"ucap Leo.
"Ya"ucap Zara.
Merekapun pulang kembali ke Rumah Singgah Tuna Wisma.Leo mengerjakan pekerjaan barunya menggambar komik.Dia berharap suatu saat hasilnya bisa untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan Zara.
__ADS_1