
King masih penasaran dengan Gerald.Sepulang sekolah dia mengikuti Gerald sendirian.Dia yakin Gerald adalah pelaku penculikan itu.Dia terus berjalan hingga ke sebuah perkebunan luas.Tidak ada satupun rumah warga diantara perkebunan luas itu.Tapi hanya ada satu rumah besar ditengah-tengahnya.Gerald masuk ke rumah besar itu.
"Ini rumah Gerald,jauh dari pemukiman penduduk,
rumahnya besar tapi seperti sudah lama dan tak terurus.Kelihatannya juga sepi dan menakutkan.
Apa mungkin Nafiza dan Niken ada disini"ucap King.
Baru melangkah beberapa langkah,ada yang menutup hidung dan mulut King dengan sapu tangan.King langsung tak sadarkan diri.
King terbangun dari pingsannya.Kaki dan tangannya diikat dikursi.Dia melihat ke sekeliling.Sebuah tempat seperti laboratorium tapi agak gelap dan berantakan.King melihat ke kanan dan kiri.Ada Nafiza dan Niken yang juga sedang diikat dikursi.
"Nafiza,cewek galak bawel akhirnya aku menemukan kalian"ucap King.
"Bodoh,anak mami kau bukan menemukan kami tapi kau juga diculik tau"ucap Niken.
"King kamu diculik juga seperti kami"ucap Nafiza.
"Iya ya,aku lupa tadi ada seseorang dari belakangku lalu menutup hidung dan mulutku dengan sapu tangan terus aku tak sadarkan diri"ucap King.
"Kalian nyaman gak disini?"tanya King.
"Anak mami mana ada orang diculik nyaman" ucap Niken.
"King,Leo dan Zara gimana?"tanya Nafiza.
"Mereka pasti masih mencari kita.Tadi aku dan Zara dimintai keterangan polisi diruang BK"ucap King.
"Anak mami kamu bisa sampai disini gimana ceritanya?"tanya Niken.
"Tadi aku ngikutin Gerald pulang ke rumahnya, tapi malah diculik begini.Kalau dipikir-pikir bukan Gerald yang menculik kita.Dia masuk ke rumahnya saat aku dibuat tidak sadar oleh seseorang dari belakangku"ucap King.
"Aku juga berpikir seperti itu anak mami,ada seseorang bertopeng yang tinggi dan kurus.
Dia akan kesini sehari tiga kali"ucap Niken.
"Apa dia setan?"tanya King.
"Iya setan,mau nyariin kamu anak mami soalnya cuma kamu yang paling bodoh disini"ucap Niken.
"Kamu ya cewek galak bawel udah diculik aja masih bikin aku sebel.Bisa gak kamu baik dikit sama aku,dari tadi pagi aku khawatir sama kamu tahu,nyesel deh aku nyariin kamu sampai diculik gini"ucap King.
"Lagian kamu ngapain sih khawatir sama aku" ucap Niken.
"Habis dikelas gak seru gak ada yang galak dan bawel kaya kamu.Bikin ngantuk deh seharian dikelas gak ada yang berisik cempreng sepertimu"ucap King.
"Oo...jadi kamu cuma ngefans sama suara berisik ku,tenang besok ku rekam suaraku buat kamu setiap hari biar gak ngantuk kalau lagi belajar"ucap Niken.
__ADS_1
"Niken,King itu"ucap Nafiza.
Seorang bertopeng datang menghampiri mereka.
Dia membawa botol air mineral dan sepiring ulat sagu yang biasa ada didalam pohon sagu atau pohon kelapa.
"Kalian pasti lapar dan haus ya"ucap Pria bertopeng itu.
".............."King,Nafiza dan Niken hanya diam.
"Aku membawakan kalian makanan yang tinggi protein dan juga alami.Baik untuk kesehatan kalian"ucap Pria bertopeng.
"King aku takut,dari kemarin aku sudah makan macam-macam serangga,sampai eneg"ucap Nafiza.
"Aku malah makan cacing kemarin sebel deh,
kali ini kamu aja King yang makan ulat sagunya"
ucap Niken.
"Gak mau,aku terlahir hidup enak,mana pernah makan-makanan ekstrim"ucap King.
"Sehat King,kaya protein,lucu lagi"ucap Niken.
Nafiza dan Niken sepakat menggelengkan kepala mereka bersamaan.Tinggal King yang tidak menggelengkan kepalanya.
"Wah kamu sepertinya mau mencobanya duluan ya"ucap Pria bertopeng itu.
"Gak,aku gak mau makan ulat sagu"ucap King.
Pria bertopeng itu memasukkan ulat sagu itu ke mulut King.Dan menutup rapat mulut King.
"Aduh geli banget lidahku,ulatnya goyang-goyang dimulutku.Dimakan gak yah,kalau gak sampai kapan ini ulat goyang terus dimulutku.Coba ah dikunyah dulu mana tahu kaya marshmallow"
ucap King.
King mengunyah ulat sagu itu sampai habis.
"Yam...yam.....gak buruk juga rasanya,manis, gurih dan meleleh kaya keju"ucap King.
"Wah kamu suka ya"ucap Pria bertopeng itu.
"Boleh deh,rasanya enak sini biar ku habiskan"
ucap King.
__ADS_1
"Anak mami Lo gak salah makan ulet sagu,kita aja geli kamu malah doyan"ucap Niken.
"Rasanya enak kok,baru kali ini aku makan yang kaya gini"ucap King.
Akhirnya King menghabiskan ulat sagu itu sampai tak tersisa.Lalu Pria bertopeng itu pergi meninggalkan mereka.
*************
Gerald membawa nasi bungkus masuk ke kamar Ibunya.Dia menghampiri Ibunya yang sedang berbaring diranjang.Ibunya terlihat lemah dan lemas,tangannya dipenuhi luka yang mengering.Gerald mengajak Ibunya makan nasi bungkus yang dibawanya.
"Bu ayo makan"ucap Gerald.
"Kamu dapat uang dari mana nak,kita kan tak punya uang"ucap Ibu Retno.
"Aku bekerja,Ibu tak perlu khawatir"ucap Gerald.
"Maafkan Ibu ya nak,gara-gara ayahmu kita jadi begini"ucap Ibu Retno.
"Ibu tak perlu berkata seperti itu,sekarang Ibu makan ya,biar Gerald suapin Ibu"ucap Gerald.
Gerald menyuapi Ibunya makan.Dia sendiri belum makan.Bahkan sering tak teratur dan kadang jarang makan.Gerald tidak setiap hari menodong orang.Dia menodong orang untuk membeli makan untuk Ibunya yang dikurung oleh ayahnya.
Setelah menyuapi Ibunya makan,Gerald berjalan keluar dari kamar Ibunya menuju ke kamar ayahnya.Dia melihat ayahnya sedang sibuk membaca buku ilmu pengetahuan.
"Apa kau terlibat dalam penculikan teman-teman sekolahku"ucap Gerald.
"Memangnya kau punya teman?"tanya Firman ayah Gerald.
"Jangan pernah menyakiti mereka.Sudah cukup kau jadikan kedua adikku jadi bahan percobaan mu.Kegagalanmu dimasa lalu membuat kita semua menderita"ucap Gerald.
Firman langsung berdiri dan mencekik leher Gerald.
"Aku bisa saja membunuhmu sekarang"ucap Pak Fiman.
"Bu...nuh a...ku se...karang"ucap Gerald terbata-bata karena dicekik.
Firman melepas tangannya dari leher Gerald.
"Kau gila,kau tahu perbuatanmu salah tapi kau masih saja melakukannya.Bahkan kau menyiksa aku dan Ibu.Aku benci padamu,kenapa aku harus jadi anakmu"ucap Gerald.
"Jangan berani melapor polisi kalau kau mau Ibumu selamat"ucap Pak Firman.
Pak Firman pergi keluar dari kamar itu. Sementara Gerald berlutut dilantai sambil menangis.
"Sampai kapan kau akan begini ayah.Sudah berapa orang yang jadi bahan percobaan mu"ucap Gerald.
Gerald sebenarnya mengetahui kejahatan ayahnya tapi dia tidak bisa melaporkan pada polisi karena ayahnya mengancam akan menyakiti Ibunya.
__ADS_1