Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Musim 3 : Jalan Yang Berbeda Part 59


__ADS_3

Alina menangis sejadi-jadinya. Dia langsung berlari masuk ke dalam ruang UGD. Tubuh Rafael berbaring diranjang ditutupi kain putih. Alina menghampiri jenazah Rafael. Dia menangis sambil memeluk jenazah Rafael.


"Kak Rafa....Kak Rafa....hik hik hik....jangan tinggalkan Alina. Kakak bilang akan selalu bersamaku hik hik hik...jangan tinggalkan Alina hik hik hik" ucap Alina sambil menangis.


"Kak Rafa aku sayang kakak, Alina ingin bersama kakak hik hik hik...., Alina cinta Kak Rafa hik hik hik" ucap Alina.


"Kak Rafa bangun hik hik hik...Alina cinta Kak Rafa. Bukankah kakak ingin dengar jawabanku. Bangun....bangun.....bangun kak" ucap Alina.


Air mata Alina berlinang. Dia sangat sedih. Hatinya hancur mendengar kematian Rafael. Separuh jiwanya seakan pergi. Selama ini Rafael adalah hidupnya. Alina sadar tanpa Rafael hidupnya kesepian. Rafael bukan hanya kakak untuknya tapi orang yang dicintainya. Dia mencintainya sejak mereka bertemu tapi rasa itu tak pernah disadarinya karena sebuah ikatan persaudaraan.


Alina lemas dan terduduk dibawah sambil menangis tersedu-sedu.


"Kita selalu bersama dari kecil. Kakak bilang akan menjaga Alina selamanya hik hik hik..., kenapa kakak tinggalkan Alina sendirian hik hik hik...., Alina ingin bersama kakak. Bangunlah, aku mencintaimu kak hik hik hik...." ucap Alina.


Terdengar suara dari samping ruangan yang dibatasi tirai itu.


"Dok jantungnya berdetak kembali"


"Benarkah?"


"Iya, jantungnya berdetak kembali" ucap Dokter.


Alina masih menangis, air matanya terus membanjiri pipinya.


"Kak Rafa aku mencintaimu hik hik hik, bangunlah. Aku ingin melihatmu hik hik hik" ucap Alina.


Ada yang memeluk Alina dari belakang. Pelukan itu begitu familiar. Alina sangat mengenal hangat tubuh, nafas, dan aroma tubuh yang memeluknya. Dia berbalik ke belakang.


"Kak Rafa hik hik hik" ucap Alina.


Alina langsung memeluk Rafael.


"Tadi kau bilang mencintaku, benarkah Alina?" tanya Rafael.


Alina mengangguk sambil menangis.


"Aku ingin mendengarnya" ucap Rafael.


"Aku mencintamu kak, aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku hik hik hik" ucap Alina.


Rafael memeluk erat Alina dan mencium kepalanya.

__ADS_1


"Aku juga sangat mencintaimu Alina" ucap Rafael.


Rehan melihat mereka berdua, posisinya berdiri tepat di belakang mereka. Dia mendengar semua yang mereka katakan.


"Alina" ucap Rehan.


Rafael dan Alina seketika melepas pelukan mereka.


"Papa" ucap Alina.


"Om" ucap Rafael.


"Syukurlah kalau kau baik-baik saja Rafael" ucap Rehan.


"Iya Om" ucap Rafael.


Rafael dibawa ke ruangan rawat inap. Alina dan Rehan menemani Rafael. Alina terus tersenyum melihat Rafael baik-baik saja.


"Pa, Kak Rafa Alina mau sholat dulu" ucap Alina.


"Iya" ucap Rehan dan Rafael.


Rehan menghampiri Rafael, dia berdiri disamping ranjangnya.


"Rafael ada yang ingin Om bicarakan" ucap Rehan.


"Iya Om, silahkan" ucap Rafael.


"Om tahu kau dan Alina sudah hidup bersama dari kecil. Kalian selalu bersama bahkan saling menyayangi sebagai kakak dan adik. Tapi hari ini Om melihat pemandangan yang berbeda. Kalian bukan lagi kakak dan adik tapi lebih tepatnya sepasang kekasih yang saling mencintai" ucap Rehan.


"Iya Om, aku sangat mencintai Alina, putri Om" ucap Rafael jujur pada Rehan.


"Om tidak menyalahkan adanya rasa cinta yang kalian rasakan karena itu anugerah. Tapi kau dan Alina berbeda keyakinan. Kalian tidak mungkin bersama dalam satu ikatan. Om tidak mungkin merestui kalian jika berbeda keyakinan. Karena keyakinan itu pedoman hidup kita. Jadi itu semua itu kembali padamu, selama kalian berbeda keyakinan selama itu juga Om tidak akan merestui hubungan kalian" ucap Rehan.


"Iya Om aku mengerti" ucap Rafael.


"Jangan memberikan cinta pada Alina jika nanti kau akan meninggalkannya. Jika kau tidak bisa satu tujuan dengan Alina. Sebaiknya tinggalkan Alina dari sekarang. Jangan membuatnya semakin mencintaimu. Akan sakit rasanya jika nanti perbedaan terpaksa memisah kalian" ucap Rehan.


Rehan bukan tak ingin menyetujui hubungan Alina dan Rafael. Tapi perbedaan keyakinan akan membuat mereka sama-sama terluka nantinya.


Rafael menitipkan sebuah surat pada Rehan. Dia memutuskan untuk pergi meninggalkan Alina.

__ADS_1


Alina masuk ke ruangan rawat inap. Dia tidak melihat ada Rafael diruangan itu. Hanya ada Rehan yang duduk diruangan itu. Alina menghampiri Rehan.


"Pa, Kak Rafa kemana?" tanya Alina.


"Dia pergi nak" ucap Rehan dengan wajah datar.


"Pergi? pergi kemana Pa?" tanya Alina penasaran.


"Nih, bacalah" ucap Rehan memberikan sebuah surat untuk Alina.


Alina menerima surat yang diberikan Rehan kepadanya.


"Ini apa Pa?" tanya Alina.


"Bacalah kau akan tahu, Papa menunggu diluar ya" ucap Rehan.


"Iya Pa" ucap Alina.


Rehan keluar dari ruangan itu. Surat itu dibuka dan dibaca Alina.


Dear Alina adik kecilku


Alina dari pertama aku bertemu denganmu, aku sudah jatuh cinta padamu. Aku sangat menyayangimu. Bagiku kau bukan hanya seorang adik tapi hidupku. Alina aku sadar kita berada dijalan yang berbeda. Tak mungkin kita berlayar dengan satu kapal jika ada dua nahkoda. Aku ingin kau bahagia. Jika kita tetap bersama pasti akan ada yang terluka. Aku ingin mencari jati diriku yang sebenarnya. Alina belajarlah yang rajin, sebentar lagi kau lulus SMA kan. Kakak akan selalu mensupportmu dari jauh walaupun tidak bisa melihatmu. Jika suatu hari nanti kita berjodoh pasti kita akan bertemu lagi.


Rafael Stevanus


Air mata Alina menetes dipipinya. Dia tahu pada akhirnya ini yang akan terjadi jika mereka menjadi sepasang kekasih. Tak mungkin mereka bersama diatas perbedaan. Jalan mereka berbeda. Jika dipaksakan akan ada yang terluka. Alina memeluk surat itu.


"Kak Rafa aku akan menantimu, jika kita memang berjodoh pasti akan bertemu lagi. Dan aku akan menanti saat itu tiba" ucap Alina.


Rehan masuk ke ruangan itu. Dia memeluk Alina.


Apa yang yang dirasakan Alina saat ini, Rehan bisa memahaminya. Semua yang dilakukan Rehan untuk kebaikan Alina. Dia tak ingin Alina terlalu mendalam mencintai Rafael jika nanti tetap tak bisa bersama karena perbedaan. Lebih baik sakit sekarang dari pada sakit nanti.


"Ikhlas nak, hanya itu yang akan membuat hatimu tenang. Jika kalian berjodoh, Allah akan menunjukkan jalannya" ucap Rehan memberi nasihat untuk Alina.


"Iya Pa hik hik hik" ucap Alina.


"Sekarang lebih baik kau fokus sekolah, sebentar lagi kau lulus SMA" ucap Rehan.


Alina mengangguk. Dia menangis dipelukan ayahnya. Yang harus dipikirkan Alina sekarang adalah sekolah. Perjalanan hidupnya masih panjang. Jika memang berjodoh, Alina yakin suatu saat nanti akan dipertemukan dengan Rafael kembali. Rehan dan Alina keluar dari rumah sakit, mereka kembali ke tempat wisata Puncak Serbabu.

__ADS_1


__ADS_2