Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 70


__ADS_3

Raka dan Cinta berada diruang keluarga itu.


"Cinta, maafin aku yang kemarin belum bisa menerimamu sebagai saudara kembarku"ucap Raka.


"Tidak apa-apa Kak Raka, aku ngerti kok, selama ini kitakan teman"ucap Cinta.


"Aku bahkan sempat mencintaimu, maaf ya"ucap Raka.


"Tidak ada yang salah dengan cinta Kak Raka, itu terjadi karena Kak Raka tidak tahu kalau aku saudaramu"ucap Cinta.


"Aku akan belajar menjadi kakakmu Cinta"ucap Raka.


"Iya Kak Raka"ucap Cinta.


"Cinta aku melihat foto-foto kita saat bayi, lucu deh. Dulu walau sebentar, kita sempat mengoceh dan menangis bersama"ucap Raka.


"Kita juga menyusu bersama"ucap Cinta.


"Mungkin saat diperut Mama kita selalu melakukan hal-hal apapun bersama"ucap Raka.


"Kak Raka, aku rindu kakak"ucap Cinta.


"Aku juga Cinta"ucap Raka.


Tiba-tiba hidung Cinta kembali mengeluarkan darah.


"Cinta kau kenapa?"tanya Raka sambil mengusap darah dihidung Cinta.


"Aku menderita Leukimia stadium dua Kak Raka"ucap Cinta.


"Apa? Leukimia stadium dua?"ucap Raka kaget.


"Iya"ucap Cinta.


"Kau harus segera berobat, kau harus sembuh Cinta, jangan tinggalkan aku lagi"ucap Raka.


"Aku sudah berobat kak, tinggal menunggu operasi transplantasi sumsum tulang belakang" ucap Cinta.


"Siapa yang mendonor?"tanya Raka.


"Belum tahu, kemarin Papa, Mama, dan Marwa sudah mengikuti pengecekan sumsum tulang belakang"ucap Cinta.


"Kalau begitu aku juga akan mengecek sumsum tulang belakangku, siapa tahu cocok denganmu" ucap Raka.


"Terimakasih kak"ucap Cinta.


"Aku pasti akan berusaha agar kau sembuh adikku"ucap Raka.


"Raka dan Cinta berpelukan sebagai kakak beradik.


"Sampai kapan mau pelukannya?"tanya Rehan.


"Sampai kau bosan melihatnya"ucap Raka.


"Kak Rehan...."ucap Cinta.


"Lepaskan tanganmu dari tubuh istriku"ucap Rehan.


"Aku memeluk adikku, wajarkan"ucap Raka.


"Wajar, tapi jangan lama-lama, sumpek aku ngelihatnya"ucap Rehan.


Raka melepas pelukannya dari Cinta.

__ADS_1


"Cinta aku pulang dulu ya"ucap Raka.


"Iya Kak Raka"ucap Cinta.


"Cepetan pulang sana, tamu tak diundang"ucap Rehan.


"Aku juga gak sudi diundang olehmu, lagipula ini rumah adikku, jadi aku bebas datang kemari"ucap Raka.


"Kalau kau ingin datang, izin dulu padaku, tamu tidak jelas sepertimu harus ku tertibkan"ucap Rehan.


"Sepertinya aku harus mengajak adikku pulang ke rumah, biar kau tidak bisa menemuinya"ucap Raka.


"Sudah...sudah....Kak Rehan dan Kak Raka"ucap Cinta.


"Cinta aku pulang ya"ucap Raka.


"Iya Kak"ucap Cinta.


Raka langsung berdiri dan melewati Rehan. Dia berjalan keluar dari rumah itu.


"Akhirnya dia pergi juga"ucap Rehan.


Cinta langsung mendekati Rehan dan menciumnya.


"Kak Rehan gak boleh begitu, Kak Raka itukan saudara kembarku"ucap Cinta seusai mencium Rehan.


"Gadis kecil kau memang selalu membuatku luluh"ucap Rehan.


"Kak Rehan bikin kue yuk"ucap Cinta.


"Ayo...."ucap Rehan menarik lengan Cinta.


Sore itu Rehan dan Cinta membuat kue bersama. Bahagianya menghabiskan waktu bersama orang yang kita cintai.


Rumah Sakit Health Is Important


Setelah semua keluarga melakukan pengecekan sumsum tulang belakang, Rakalah yang sumsum tulang belakangnya yang cocok dengan Cinta.


Pagi itu Cinta sedang bersiap untuk operasi transplantasi sumsum tulang belakang. Semua anggota keluarganya menemaninya diruang tunggu operasi.


"Gadis kecil, percayalah setelah ini kau akan sembuh"ucap Rehan sambil memegang tangan Cinta.


"Iya Kak Rehan"ucap Cinta.


"Sayang, Mama akan disini menunggumu dan terus mendoakanmu"ucap Zara.


"Papa akan menjaga tempat ini, biar kau aman didalam sana nak"ucap Leo.


"Kak Cinta, aku ingin curhat dan bercanda lagi sama kakak, semangat"ucap Marwa.


"Cinta, kita akan sekolah bersama-sama lagi" ucap Raka.


"Terimakasih semuanya, aku sangat bahagia bisa bersama kalian semua"ucap Cinta.


Cinta memasuki ruang operasi. Semua anggota keluarga menunggu Cinta diruang tunggu. Tiga jam penuh operasi itu dilakukan, Rehan sampai mondar mandir karena mengkhawatirkan Cinta.


Leo menghampiri Rehan yang terlihat tak tenang itu.


"Rehan, ayo kita sholat dhuha, pikiran kita akan lebih tenang sekalian mendoakan Cinta"ucap Leo.


"Iya Pa"ucap Rehan.


Leo dan Rehan pergi ke mushola dirumah sakit itu. Mereka sholat dhuha dan mendoakan Cinta.

__ADS_1


Hanya Allahlah yang mampu menyembuhkan Cinta.


"Ya Allah sembuhkan istriku, sehatkan dia kembali seperti sedia kala, aku ingin melihatnya terus bersamaku. Aku ingin dia menemaniku sampai tua dan kembali padamu. Engkau Maha Penyembuh Ya Allah, amin"ucap Rehan dalam doanya.


"Ya Allah sembuhkan putriku, sehatkan dan pulihkan dia kembali. Izinkan aku bisa bersamanya dan menyayanginya. 17 tahun lamanya aku berpisah dengan putriku, izinkan aku menghabiskan waktu bersamanya sekarang. Engkau Maha Besar, Engkau Maha Agung, sembuhkanlah Ya Allah, amin"ucap Leo.


Setelah sholat dan berdoa, Leo dan Rehan kembali ke ruangan tunggu operasi. Setelah operasi itu selesai, Dokter Siwon berbicara dengan Leo dan Rehan. Dia memberitahu operasinya berhasil. Leo dan Rehan langsung gembira dengan kabar itu. Mereka tak lupa memanjatkan puji syukur pada Allah SWT. Satu jam masa observasi setelah operasi, Cinta dibawa keruangan perawatan. Semua anggota keluarga mengikuti sampai diruangan perawatan. Cinta masih belum sadar. Semua keluarga duduk dan menunggu Cinta sadar. Setelah satu jam Cinta akhirnya sadar.


"Kak Rehan, Papa, Mama, Kak Raka, dan Marwa" ucap Cinta.


"Selamat atas hidup barumu nak semoga Allah selalu memberimu kesehatan"ucap Leo.


"Secepatnya kau pulih nak, Mama akan masak yang banyak untukmu"ucap Zara.


"Ayo kita main sepeda bareng Cinta"ucap Raka.


"Kak Cinta bantuin aku ngerjain PR ya"ucap Marwa.


"Gadis kecil kau harus menemaniku selamanya, ingat itu"ucap Rehan.


Cinta begitu senang berada ditengah-tengah orang yang menyayanginya. Dia merasa hidupnya begitu berharga. Kebahagiaan tercurah untuknya. Semua anggota keluarganya menjadi semangat hidup untuk Cinta.


Setelah Cinta sadar, Leo, Zara, Raka dan Marwa pulang ke rumah. Tinggal Rehan yang mendampingi Cinta diruangan perawatan itu.


"Kak Rehan sini, Cinta kangen"ucap Cinta.


"Gadis kecil, kau pasti merindukan pesonaku inikan" ucap Rehan.


"Bukan, bisakah pijat tanganku pegal"ucap Cinta.


"Aku pikir kau rindu pesonaku"ucap Rehan.


"Aku rindu disayang Kak Rehan"ucap Cinta.


"Baiklah kau memang manis membuatku luluh" ucap Rehan.


Rehan memijat tangan Cinta sesekali dia mencium tangan Cinta.


"Cium disini"ucap Cinta menujuk ke pipinya.


Rehan langsung mendekat dan mencium bibir Cinta.


"Kak Rehan curang"ucap Cinta seusai berciuman.


"Aku gak curang kok sayang, cuma serakah aja"ucap Rehan.


"Tapi aku suka"ucap Cinta.


"Kau memang akan selalu suka itu"ucap Rehan.


"Kak Rehan tidurlah disampingku"ucap Cinta.


"Jangan sayang kau baru operasi, aku khawatir menindih tubuhmu tanpa sadar"ucap Rehan.


"Baiklah"ucap Cinta.


"Aku akan tidur dikursi ini aja biar dekat denganmu" ucap Rehan.


"Senengnya selalu dekat Kak Rehan"ucap Cinta.


"Kau harus senang dekat denganku terus ya"ucap Rehan.


Cinta mengangguk, dia begitu senang ada Rehan yang selalu menemaninya dalam suka dan duka.

__ADS_1


"


__ADS_2