
Leo dan Zara pulang dari sekolah mereke langsung pergi ke tempat bekerja. Dia mengantarkan Zara ke tempat kerjanya terlebih dahulu. Setelah itu dia baru berangkat bekerja. Leo sampai di mini market tempat dia biasa bekerja menjadi tukang parkir. Dia mulai menertibkan setiap motor dan mobil yang masuk ke area parkir mini market itu.
Teman sejawatnya sedang asyik main handphone. Sementara Leo bekerja sendirian. Setelah mulai sepi Leo mendekati temannya yang asyik main handphone.
"Main handphone terus dari tadi"ucap Leo.
"Sorry teman,aku lagi asyik nih"ucap Didi teman sejawat Leo.
"Asyik main game?"tanya Leo.
"Nonton video xxxxx(18+)"ucap Didi.
"Ngapain nonton begituan,ayo bantu aku markirin"ucap Leo.
"Lihat nih lagi seru"ucap Didi memperlihatkan video itu pada Leo.
"........."Leo terdiam melihat video itu sekilas.
"Udah ah,aku lebih baik markirin mobil itu mau masuk"ucap Leo lalu berdiri.
Leo meninggalkan teman sejawatnya yang asyik main handphone. Dia tidak tertarik melihat video itu. Dia merasa jika dia teruskan melihat takutnya dia tidak bisa mengontrol dirinya kedepannya. Belum cukup umur untuk Leo melihat hal seperti itu.
Hari sudah mulai sore Zara masih mengelilingi jalan menawarkan kopi seduhnya pada setiap orang dijalan. Dia terus mempromosikan dagangannya.
Zara berjalan tanpa lelah, dia tetap bersemangat.
"Kopi....kopi.....tisu, susu, mie cup seduh"ucap Zara.
"Kopi neng"ucap pria 1.
"Iya"ucap Zara.
Zara mendekati 3 orang yang sedang nongkrong digajebo dekat jalan. Dia mulai membuatkan kopi pesanan mereka.
"Neng cantik-cantik jualan kopi sih"ucap pria 2.
"Iya,yang penting halal mas"ucap Zara.
"Mendingan sama aku aja tar aku bayar tiap kita kencan"ucap pria 3.
"Iya neng,kita-kita ini lagi kesepian nih"ucap pria 1.
"Sekaligus bertiga juga gak papa kalau neng mau, bayarannya gede lho"ucap pria 2.
"Maaf saya lebih baik jualan kopi saja, saya permisi dulu"ucap Zara takut.
"Mau kemana sih buru-buru amat neng, belum dibayar juga"ucap pria 1.
"Nih uangnya"ucap pria 3.
Zara mendekat ke arah pria itu untuk mengambil uang bayaran kopinya. Tapi pria itu malah menangkap tangan Zara.
"Halus banget tangannya"ucap pria 3.
"Lepaskan tanganku"ucap Zara.
"Jangan sok jual mahal neng"ucap pria 3.
"Iya, paling juga kamu sering sama pacarmukan"ucap pria 1.
"Kalau sama pacar gratisan, sama kita dibayar lho neng"ucap pria 2.
"Lepaskan tanganku"ucap Zara marah.
__ADS_1
Leo yang sudah pulang bekerja lalu dia mencari Zara. Saat dia melihat Zara bersama ketiga pria itu, Leo bergegas mendekat ke arah Zara.
"Lepaskan tangan istriku"ucap Leo.
"Oh ini suamimu, bocah kecil ternyata"ucap pria 3.
"Neng-neng tadi sok suci ternyata udah berpengalaman"ucap pria 2.
"........"Zara hanya diam.
"Anak kecil jangan sok berani ya"ucap pria 1.
"Lepaskan tangan istriku, jangan kaya bencong beraninya sama wanita, hadapi aku"ucap Leo.
"Ayo siap takut, ayo friends lawan bocah kecil ini"ucap pria 3.
Leo melawan mereka bertiga sekaligus.Leo menghajar mereka semuanya. Salah satu dari mereka membawa tongkat untuk memukul dari belakang Leo, tapi bagi Leo ini seperti dejavu saat ditaman malam itu. Leo langsung melompat berputar arah menendang pria yang membawa tongkat. Pria itu langsung terjatuh. Leo menghajar dua orang sisanya. Mereka bertiga habis dihajar Leo. Tak lama ada beberapa warga datang.
"Cukup nak, biar mereka kami bawa ke kantor polisi. Mereka ini memang sering meresahkan warga sini"ucap orang 1.
"Iya, mereka ini selalu mengganggu keamanan orang yang melintas dijalan ini"ucap orang 2.
"Ayo pak kita bawa mereka ke kantor polisi"ucap orang 3.
"Iya"ucap orang 4&5.
"Kalian cepat pulanglah, biar mereka ini kami urus"ucap orang 1.
"Iya pak"ucap Leo.
"Ayo Leo kita pulang"ucap Zara.
"Ya, ayo Zara"ucap Leo.
Leo dan Zarapun berjalan pulang, Zara senang akhirnya ada Leo yang menolongnya. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada Leo tadi.
ucap Zara.
"Tentu Zara, kamu itu kan istriku pasti aku akan menjagamu dengan nyawaku"ucap Leo.
Zara senang mendengar kata-kata Leo yang tulus dari hatinya. Mereka berjalan menuju sebuah warteg untuk membeli tiga nasi bungkus. Lalu mereka pulang ke rumah Kemal.
********
Zara belajar dikamarnya,dia mengerjakan PR dan belajar beberapa materi untuk besok. Zara termasuk siswa yang rajin disekolahnya. Dia selalu juara pertama dikelasnya. Zara juga merupakan siswa teladan yang setiap tahun mendapat predikat siswa teladan disekolahnya. Banyak lomba cerdas cermat yang pernah diikutinya. Hanya saja Zara memiliki dua saingan dari kelas lain. Zara menduduki peringkat ke 3 dari semua kelas 2 IPA. Peringkat ke 1 dipegang oleh Nuki anak kelas 2 IPA 2 dan peringkat 2 dipegang oleh Indri kelas 2 IPA 3.Zara harus berusaha keras agar tahun ini dia bisa mendapat peringkat ke 1 dikelas 2 IPA. Zara yakin apabila kita berusaha apapun kesulitannya pasti bisa dilewati.
Zara menghafal dan mempelajari beberapa rumus fisika. Dia tidak pernah bosan menghafal dan mempelajari rumus-rumus itu yang begitu rumit dan banyak. (author yang pusing waktu pelajaran fisika&kimia). Tak lama Leo masuk ke kamar Zara. Leo menanyakan sejarah manusia purba pada Zara. Zara mulai menjelaskan pada Leo seperti mendongengkannya. Leo yang diberi penjelasan oleh Zara malah berbaring diranjang Zara.
"Leo katanya mau dijelasin"ucap Zara.
"Iya,habis kaya didongengin jadi ngantuk"ucap Leo.
"Apa sih kamu Leo aku cerita panjang lebar pasti gak ada yang masuk ke otakmu"ucap Zara mendekati Leo.
"Gak Zara,masuk ke otak kok,beneran"ucap Leo.
"Beneran"ucap Zara didepan Leo membungkukkan wajahnya mendekat ke wajah Leo.
Spontan Leo mencium Zara tanpa sengaja. Mereka berciuman sesaat lalu mereka sama-sama malu.
"Zara...e...e...itu...apa...maaf tadi aku"ucap Leo.
__ADS_1
Saat Leo terbata-bata berbicara Zara mencium pipi Leo, lalu Leo membalas mencium Zara kembali. Mereka tidak sadar mulai melakukan sesuatu ke tahap selanjutnya tapi Leo dan Zara langsung tersadar dan tidak jadi melakukan ke tahap yang serius.
"Leo cukup"ucap Zara.
"Zara maafkan aku, sepertinya besok-besok aku tidak boleh menciummu nanti jadi kemana-mana, ini belum saatnya untuk kita melakukan hal ini,ini salahku"ucap Leo.
"Iya, aku juga minta maaf Leo"ucap Zara
"Aku akan menahan diriku, agar kita bisa tetap sekolah dan mengejar cita-cita kita bersama"ucap Leo.
"Iya Leo, kita pasti bisa tetap sekolah dan mengerjar cita-cita kita bersama"ucap Zara.
Tak lama mereka bicara, Kemal mengetuk kamar itu.Lalu Kemal memanggil nama Leo.
Tuk....tuk....tuk....
"Leo......Leo......."ucap Kemal.
Leo membuka pintu kamar itu dan keluar bersama Kemal. Sementara Zara menata buku-buku pelajarannya ke dalam ranselnya.
Hari sudah pagi, matahari mulai terbit dari timur, suara burung-burung bersiul. Ayam jagopun berkokok. Kemal sudah bangun duluan, sementara Leo masih tidur. Kemal membangunkan Leo yang sedang tidur pulas.
"Leo...Leo.....bangun"ucap Kemal.
"Sudah pagi ya Kemal?"tanya Leo.
"Iya sudah pagi"ucap Kemal.
Leo bangun dari tidurnya, dia duduk dulu diranjang itu sambil mengumpulkan tenaga dulu. Setelah itu dia berdiri, Kemal kaget melihat celana Leo basah.
"Leo celanamu basah, kamu ngompol ya?"tanya Kemal.
"Ngompol, gak mungkin aku ngompol"ucap Leo.
"Lalu kenapa celanamu basah"ucap Kemal.
"Iya kenapa celanaku basah ya"ucap Leo.
"Wah kamu baru mimpi basah ya"ucap Kemal.
"Mimpi basah"ucap Leo.
"Kamu gak tahu mimpi basah?"tanya Kemal.
"Pernah denger dipelajaran sekolah"ucap Leo.
"Gayamu Badboy mimpi basah aja gak paham"ucap Kemal.
"Memang kamu udah pernah mimpi basah Kemal"ucap Leo.
"Udah lama,waktu kelas 3 SMP"ucap Kemal.
"Masih kecil udah mimpi basah lo, jangan-jangan kamu sering nonton video xxxx ya"ucap Leo.
"Gaklah, aku cuma sering nonton sinetron yang ibuku tonton ditelevisi, kamu sendiri pasti habis mikirin Zara semalam ya jadi mimpi basah"ucap Kemal.
"Iya sih"ucap Leo.
"Udah, gak usah malu, lagian kalian ini suami istri. Sah-sah aja kok kalau kalian melakukannya juga"ucap Kemal.
"Gak akan dulu, Zara dan aku ingin sekolah dulu dan mewujudkan cita-cita kami"ucap Leo.
__ADS_1
"Bagus, ini baru Badboy bermartabat namanya"ucap Kemal.
Selesai mengobrol dengan Kemal, Leo pergi mandi dan berganti pakaian. Leo, Kemal dan Zara pergi berangkat ke sekolah bersama. Lalu mereka berpisah ditempat biasa.