
Mereka berempat sampai di Markas Gua Hitam.
Markas itu berada di tengah lautan api. Mereka berempat berjalan menuju ke markas itu. Sebelum menuju ke markas itu mereka harus melewati lahan yang dipenuhi laharal yang menyembur.
"Sebelum kalian berjalan kalian harus melempar batu ke tanah yang ingin kalian injak"ucap Black Hunter.
"Memangnya kenapa harus seperti itu?"tanya Raka.
Black Hunter mengambil batu lalu melempar ke tanah didepannya.
Pluuuuuk..............
Duuuur.................
Lahar panas menyembur ke atas dari dalam tanah itu.
"Lahar panas menyembur dari dalam tanah"ucap Raka.
"Bisa ke bakar hidup-hidup dong"ucap Raja.
"Berarti kita harus berhati-hati saat melangkah" ucap Azkia.
"Betul"ucap Black Hunter.
Mereka mengumpulkan batu lalu membawanya sambil melempar ke tanah yang akan diinjak mereka terlebih dahulu setelah aman tidak menyemburkan larva barulah mereka melangkah.
Saat berjalan Raja melihat sekor ayam sedang asyik berjalan-jalan dilahan itu.
"Ka, ada ayam tuh, jadi inget ayam peliharaanku" ucap Raja.
"Bahaya banget dia main ditempat ini"ucap Raja.
"Yaudah selamatin sana"ucap Raka.
Raja langsung menghampiri ayam itu, dia menangkap ayam itu lalu menggendongnya.
"Tenang ayam aku akan menyelamatkanmu dari tempat ini"ucap Raja.
Raja berjalan tanpa melempar batu terlebih dahulu, dia berlari-lari menghindari lahar yang menyembur ke atas.
"Aaaa.....aaaaa.....aaaaaa........"ucap Raja sambil berteriak ketakutan.
"Aw......aw.......aw.......yah pantatku kebakar sedikit"ucap Raja.
Raja mati-matian berlari kesana kemari menyelamatkan ayam itu. Hingga akhirnya dia meletakkan ayam itu ditanah yang dianggapnya aman.
"Nah ayam disini aman untukmu"ucap Raja.
"Sampai jumpa, semoga kita berte........."ucap Raja.
Duuuuuur...................
Tanah tempat ayam itu berpijak menyemburkan larva panas. Hingga ayam itu tersembur ke atas bersama lahar itu.
Pluuuuk..............
Ayam itu terjatuh ke tanah kembali dalam keadaan yang berbeda.
"Yah......jadi ayam panggang, padahal udah mati-matian nyelametinnya"ucap Raja.
Raja kembali menghampiri mereka bertiga. Mereka semua terus berjalan dengan melempar batu dan melangkah pada tanah yang aman hingga sampai didepan Markas Gua Hitam yang
dikelilingi lautan lahar panas.
"Bagaimana caranya kita kesana?"tanya Raka.
"Markas itu dikelilingi lahar api yang panas"ucap Azkia.
"Aku gak mau nasibku kaya ayam panggang tadi" ucap Raja.
Black Hunter bersiul sekencang mungkin.
__ADS_1
Priiuuuuut........ priiiiuuuuuut...... priiiiuuuut...........
Muncul beberapa ekor burung garuda yang mendarat didepan mereka berempat.
"Kita akan naik burung garuda ini untuk ke tempat itu"ucap Black Hunter.
"Oke"ucap Semuanya.
Mereka berempat naik ke atas burung garuda itu. Lalu burung garuda itu terbang menuju Markas Gua Hitam.
"Ka, burung garuda gue kok terbangya rendah, panas nih pantat dan kaki gue"ucap Raja.
"Lo sih milih burung garuda yang gendut, jadi keberatan badankan"ucap Raka.
"Iya ya, jadi lelet dan males, mana makan mulu bekel gue"ucap Raja.
"Nasib lo itu, makanya jangan sok tahu tadi juga dah dibilangin pilih yang standar aja"ucap Raka.
Burung garuda itu mendarat di gerbang pertama markas itu. Mereka berada dibawah turunan yang tinggi keatas tanpa sebuah tangga. Turunan itu menjulang ke atas menuju ke gerbang kedua. Mereka menaiki turunan itu hingga setengah jalan. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas.
"Ja perut lo laper?"tanya Raka.
"Enggak"ucap Raja.
"Itu batu besar yang menggelinding"ucap Black Hunter.
Mereka berempat berlari ke bawah lagi dikejar batu yang menggelinding itu.
"Aaaaaa..........gak mau jadi ayam penyet"ucap Raja.
"Komplit dong tadi ayam panggang sekarang ayam penyet"ucap Raka.
"Ha.....ha........."Semuanya tertawa.
"Semuanya, kita tidak mungkin berlari ke bawah lagi, tapi memutar dan menghindar"ucap Black Hunter.
"Oke"ucap Semuanya.
"Tetap waspada, ada sesuatu yang lebih menakutkan dari yang tadi"ucap Black Hunter.
"Oke"ucap Semuanya.
"Memang apa lagi yang akan keluar"ucap Raja.
"Itu"ucap Black Hunter.
Seekor kalajengking berukuran besar yang sudah dimutasi.
"Bisa mati kita"ucap Raja.
"Udah ngirim surat wasiatkan"ucap Raka.
"Udah tapi jaringan lemot, belum terkirim"ucap Raja.
Kalajengking itu mendekati mereka hendak menusukkan ekornya pada mereka. Berkali-kali mereka menghindar.
Sreeep......sreeep.....sreeeep..........
Ekornya itu ditusukkan ke mereka hingga menusuk di sembarang tempat.
"Awas ekornya yang tajam itu mengandung racun"ucap Black Hunter.
"Oke"ucap Semuanya.
Saatnya Azkia mengeluarkan pedangnya. Dia berbagi tugas dengan Raka dan Black Hunter.
Raka dan Black Hunter jadi umpan melawan kalajengking itu dari depan sementara Azkia fokus untuk memotong ekornya. Mereka mulai beraksi, Raka dan Black Hunter melawan dari depan sementara Azkia dari belakang bersama Raja. Kalajengking itu mengibaskan ekornya hingga Raja dan Azkia terjatuh.
Bluuuuug..............
"Aw............."ucap Raja dan Azkia.
__ADS_1
Raka dan Black Hanter dicapit dengan capit kalajengking itu hingga tak bisa bergerak. Lalu Raja hendak menangkap ekor kalajengking besar itu tapi justru ekor yang tajam kalajengking berkali-kali hampir menusuk tubuhnya.
"Aaaaa.........."teriak Raja.
Sreeeep........
"Harta gue hampir aja ketusuk, mana bini gue tiga kesepian tar"ucap Raja.
Sreeep.....sreeeep.......
Ekor kalajengking tajam itu hampir menusuk muka Raja.
"Ampun nasib kenapa gue naas gini"ucap Raja.
Saat ekor kalajengking itu asyik menyerang Raja, Azkia memotong ekornya.
Sreeeet............sreeeeet...........sreeeet...............
Ekor kalajengking itu terpotong berkeping-keping. Raka dan Black Hunter terlepas dari capit kalajengking itu. Lalu mereka menembak kalajengking itu hingga mati.
Dooor........dooor............dooor........
Kalajengking itu mati, akhirnya mereka bisa masuk ke dalam gerbang ketiga. Didalam gerbang itu sudah bersiap anak buah Alex bersenjata lengkap dengan pedang. Mereka berempat melawan anak buah Alex. Raja mengajak sekelompok anak buah Alex mojok.
"Jadi kamu jin lampu ajaib"ucap Anak buah Alex.
"Ha....ha.....betul sekali, aku dikutuk keluar dari lampu ajaib"ucap Raja.
"Kebetulan kita banyak permintaan"ucap Anak buah Alex.
"Ha.....ha......masalah manusia hanya satu kemiskinan"ucap Raja.
"Betul Om jin"ucap Anak buah Alex.
"Ha...ha.....ada syaratnya sebelum aku mewujudkan permintaan kalian"ucap Raja.
"DP dulu dong Om jin, biar kita semangat"ucap Anak buah Alex.
"Oke tapi tutup mata kalian berputar sepuluh kali lalu baca puisi Ibu Ku Sayang"ucap Raja.
"Oke Om jin"ucap Raja.
Mereka semua mengikuti yang diperintahkannya.
Setelah pusing mereka baper sampai pada menangis berjamaah.
"Emaak pengen mudik"ucap Dodon.
"Ibu....kangen hik..hik..."ucap Joni.
"Sepertinya teknik jiwe ke jiwe ini mempan untuk membodohi mereka dari pada capek-capek bertarung"batin Raja.
"Setelah itu resapi, waktu kecil kalian dicebokin emak, makan disiapi emak, pup didepan emak saat dia makan, kalau malam emak bergadang nyusui kita hik...hik...."ucap Raja ikut menangis.
"Lah kenapa gue ikutan baper"batin Raja.
"Om jin mana DP-nya?"tanya Dodon.
"Ijo juga matanya, pakai inget lagi padahal lagi baper"batin Raja.
Raja akhirnya duduk diatas kursi yang diangkat mereka semua sambil menaburkan uang kertas.
"Sawer lagi Om jin....."ucap Dodon.
"Om jin....Om jin......Om jin......."ucap Anak buah Alex.
Ditempat lain Black Hunter, Raka dan Azkia melawan anak buah Alex. Mereka semua tumbang dan babak belur dihajar mereka bertiga.
Proook.....proook......prooook........
"Ternyata kalian sampai juga tempat ini"ucap Alex menghampiri mereka.
__ADS_1