Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 23


__ADS_3

Rehan membantu Cinta keluar dari rawa itu kemudian kembali naik mobil menuju ke klinik milik sahabat Rehan. Sampai diklinik itu Cinta diperiksa Dokter Chris. Dia sahabat Rehan dari masih SMA. Cinta diberi obat dan disuruh istirahat diruangan itu. Sementara itu Dokter Chris berbicara dengan Rehan ditaman klinik itu.


"Cewek cantik kena obat mujarab kenapa diajak kesini, bukannya diajak ke hotel aja juga beres" ucap Dokter Chris.


"Gue udah gak brengsek kaya gitu lagi bro"ucap Rehan.


"Udah tobat, kapan? gue kaya mimpi dengernya" ucap Dokter Chris.


"Semenjak gue suka sama seorang cewek, namanya Kirana, sejak saat itu gue gak lagi brengsek, tapi justru gue ngerasain susahnya menaklukan orang yang gue suka"ucap Rehan.


"Cewek yang didalam itu Kirana?"tanya Dokter Chris.


"Bukan, namanya Cinta"ucap Rehan.


"Lo kelihatan sangat peduli sama dia, jangan-jangan lo justru jatuh cinta sama dia" ucap Dokter Chris.


".............."Rehan hanya diam.


"Gue tahu, lo pasti masih bingung sama perasaan lo sendiri, tapi gue saranin lebih baik secepatnya lo pastikan yang mana yang bener-bener lo cintai, kalau gak lo bisa kehilangan gadis cantik yang didalam itu, kalau lo gak mau, gue mau jadi calon suaminya"ucap Dokter Chris.


"Enak aja, dia itu gadis kecilku jadi jangan berani mendekatinya"ucap Rehan.


"Apa?...gadis kecil? sebutan sayang lo buat dia, so sweeet. Gue gak nyangka lo romantis gini, padahal dulu gue inget banget lo itu premannya sekolah tiap hari tangan lo berdarah buat ngehajar orang, sekarang jadi kucing manis yang punya majikan"ucap Dokter Chris.


"Entahlah, tapi gadis kecil itu istimewa, rasanya gue selalu ingin ngelindungi dia dan terus disisinya"ucap Rehan.


"Ha....ha...tinggal menunggu waktu"ucap Dokter Chris.


"Lo ketawa gitu, apa maksud lo?"tanya Rehan.


"Nanti lo nyadar sendiri bro"ucap Dokter Chris.


"Gue mau liat keadaan Cinta"ucap Rehan.


"Gue gak akan ganggu, selamat menikmati hari yang berbunga-bunga ya bro"ucap Dokter Chris sambil menepuk bahu Rehan.


Dokter Chris meninggalkan tempat itu, Rehan masuk ke dalam ruangan tempat Cinta berada.


Dia tidak menemukan Cinta diruangan itu.


"Cinta kemana ya?"ucap Rehan.


Rehan mencarinya kesana kemari, ternyata dia menemukan Cinta sedang sholat di mushola klinik itu.


"Apa Tuhan selalu membuat manusia merindukannya. Aku selalu melihat Cinta seakan merindukan Tuhannya. Apa seperti itu rasanya memiliki Tuhan"batin Rehan.


Tak lama Cinta keluar dari mushola dengan wajah yang sudah segar dan bersinar. Rehan yakin Cinta sudah normal kembali.


"Gadis kecil apa kau lapar?"tanya Rehan.


Cinta hanya mengangguk, kemudian Rehan langsung menarik lengannya keluar dari klinik, masuk ke dalam mobilnya.


"Kita mau kemana Tuan yang sombong, kau takkan membawaku dalam bahaya lagikan, hampir saja aku........"ucap Cinta.


"Hei gadis kecil mulutmu mengoceh lagi, harusnya kau berterimakasih padaku, tadi aku menolongmu"ucap Rehan.


"Itu jugakan karena kau membawaku ke acara ulang tahun temanmu"ucap Cinta.


"Tahu gini, tadi aku memanfaatkanmu saat kau menggila didalam mobil, pasti kau takluk dalam kehangatanku tadi"ucap Rehan.


"Apa kau bilang? kau mau memanfaatkan aku tadi, oooh......jadi kau mau jadi pedofil gitu"ucap Cinta.


"Kau memang tidak bisa manis sedikit padaku, padahal aku sudah baik padamu, kalau gitu aku minta upah satu ciuman karena aku menolongmu"ucap Rehan.


Cinta menarik lengan Rehan dan mengigitnya.


"Aw.............."ucap Rehan.


"Kau galak sekali, gigimu itu steril tidak, bisa tetanus lenganku"ucap Rehan.


"Bahkan gigiku ini mengandung racun mematikan"ucap Cinta.


"Apa racun?"ucap Rehan.


Rehan kesakitan lengannya digigit Cinta.


Sampai disebuah restoran yang mewah, Cinta hanya terkesima melihat restoran itu.

__ADS_1


"Ini restoran milikku, kelak akan jadi milikmu kalau kau mau jadi istriku"ucap Rehan.


"Oh terimakasih, tapi maaf ya aku tidak mau jadi istrimu"ucap Cinta.


"Kau lihat saja, nanti kau akan jadi istriku"ucap Rehan.


"Kau terlalu pede"ucap Cinta.


"Tapi restorannya kok sepi"ucap Cinta.


"Aku sengaja mengosongkannya untukmu gadis kecil, kau boleh makan sepuasnya dan duduk dimana saja yang kau suka, kau juga boleh menyuruh semua pelayan yang ada disini untuk melayanimu"ucap Rehan.


"Terimakasih ya"ucap Cinta sambil tersenyum.


"Aku ingin mendengar sekali lagi kata-kata keramatmu itu"ucap Rehan.


"Terimakasih ya"ucap Cinta.


"Ini tidak gratis, cium aku dulu"ucap Rehan.


"Tuan yang sombong masih ingin ku gigit lagi mumpung gigiku masih On"ucap Cinta.


"Ampun........"ucap Rehan.


Rehan mengajak Cinta duduk di meja yang sudah disiapkan. Para pelayan menyajikan berbagai menu di meja itu.


"Ayo Cinta makanlah sepuasnya semua ini untukmu"ucap Rehan.


"Ini banyak banget, aku belum tentu bisa menghabiskannya"ucap Cinta.


"Kalau begitu, ayo kita lomba makan, siapa yang berhenti makan terlebih dahulu dia harus mengajak jalan-jalan oke"ucap Rehan.


"Oke, paling juga kau yang kalah"ucap Cinta.


"Siapa takut"ucap Rehan.


Rehan dan Cinta memakan makanan yang tersaji di meja. Mereka tidak mau kalah, tapi Rehan sudah teler duluan.


"Aku menang, kau harus mengajakku jalan-jalan, aku akan minta kau membelikanku boneka beruang yang besar"ucap Cinta.


"Oke"ucap Rehan teler dimeja.


"Ban sepedanya kempes, apa bocor?"ucap Rehan sambil memegang ban sepeda itu.


Rehan langsung menelpon mekanik untuk memperbaiki sepeda Cinta malam itu juga. Setelah itu Rehan masuk ke kamar asramanya. Dia melihat Cinta sudah tidur. Rehan menyelimutinya dan membelai rambut Cinta.


"Mimpi yang indah gadis kecil, aku sudah membelikan setrika untukmu, besok siang kau akan melihatnya"ucap Rehan.


Rehan berjalan ke ranjangnya dan tidur menghadap ke ranjang Cinta. Dia senang bisa bersama Cinta.


***********


Leo memanggil agen rahasia yang sudah disewanya. Agen rahasia itu masuk ke ruangan Leo dan duduk dikursi depan mejanya. Leo mengeluarkan dua foto dan diletakkan diatas meja kerjanya itu.


"Tolong selidiki dua orang ini, mereka ada hubungannya dengan Mirna, aku ingin tahu latar belakang mereka"ucap Leo.


"Baik Bos"ucap Agen rahasia itu.


"Sejauh ini apa informasi baru yang kau dapatkan?"tanya Leo.


"Saat Mirna membawa pergi putri Anda, ada seseorang yang memburu Mirna hingga Mirna berkali-kali pindah kontrakkan dan tempat tinggal, tapi saya tidak tahu siapa orang itu, apa kepentingannya memburu Mirna. Entah dia berdiri sendiri atau mungkin orang suruhan"ucap Agen rahasia itu.


"Dengan kata lain ada yang menginginkan Mirna atau mungkin putriku"ucap Leo.


"Sepertinya begitu, nanti kalau ada informasi baru saya akan menghubungi Bos"ucap Agen rahasia itu.


"Oke"ucap Leo.


Agen rahasia itu keluar dari ruangan kerja Leo.


Dikursi kerjanya Leo memikirkan ucapan agen rahasia itu.


"Kenapa ada orang yang ingin memburu Mirna? apa dia memang memburu Mirna atau mungkin putrikulah yang diburu oleh orang itu"ucap Leo.


************


Cinta menyiapkan bekal dan minuman jahe untuk Raka. Dia merapikan rambut panjangnya dan memakai jepit rambut pemberian Raka. Dia tersenyum didepan cermin, tanpa sadar Rehan berdiri dibelakangnya melihat Cinta merapikan rambutnya didepan cermin.

__ADS_1


"Jepit rambutnya bagus"ucap Rehan.


"Iya dong, ini pemberian seseorang"ucap Cinta.


"Siapa?"tanya Rehan.


"Raka"ucap Cinta.


"Cowok nyebelin itu ngapain ngasih jepitan rambut untuk Cinta, pasti ada udang dibalik batu"batin Rehan.


"Cinta aku punya jepit rambut yang bagus, mau gak, itu jepit rambutnya jelek"ucap Rehan.


"Gak mau, aku suka jepit rambut ini Reni, oya aku berangkat dulu ya"ucap Cinta.


"Kau tak berangkat bersamaku?"tanya Rehan.


"Maaf, aku sudah janji dengan Raka, mau membawakan bekal dan minuman jahe pagi ini, dah Reni......" ucap Cinta.


Cinta keluar dari kamar asramanya, dia menuju ke parkiran, tadinya dia mau membawa sepedanya ke bengkel, tapi saat dia melihat ban sepedanya ternyata bannya sudah oke lagi.


"Kok bisa ban sepedaku betul lagi, seingatku kemarin bannya bocor karena paku, masa sih bisa oke lagi"ucap Cinta.


"Tahu gitu tadi pagi aku naik sepeda mengantar nasi bungkusnya, tapi gak papa, aku jadi bisa ke sekolah dengan naik sepeda lagi"ucap Cinta.


Cinta berangkat mengayuh sepedanya, tiba-tiba boncengannya terasa berat.


"Kok berat ya aku goesnya"ucap Cinta.


Saat Cinta menoleh ke belakang, Raka membonceng dibelakang.


"Raka, aku pikir siapa, kenapa pagi-pagi gini kau sudah disini?"tanya Cinta.


"Aku mau menagih janjimu"ucap Raka.


"Oh itu, aku sudah membuatkanmu bekal dan minuman jahe"ucap Cinta.


"Masih pagikan, temani aku sarapan dialun-alun dekat sekolah"ucap Raka.


"Boleh, memang kau mau makan disana?"tanya Cinta.


"Ya"ucap Raka singkat.


Cinta dan Raka pergi ke alun-alun dekat sekolah.


Disana Cinta memberikan bekal dan minuman jahenya pada Raka.


"Nih"ucap Cinta.


Raka mengambil bekal dan minuman jahe yang diberikan Cinta padanya lalu dia memakannya.


"Kau pintar masak ya Cinta"ucap Raka.


"Kau suka?"tanya Cinta.


"Suka, apa ini dijual? kalau iya aku ingin membelinya untuk besok dan seterusnya"ucap Raka.


"Boleh, kebetulan aku memang jualan nasi bungkus tiap pagi"ucap Cinta.


"Kau jualan nasi bungkus?"tanya Raka.


"Iya, keuntungannya untuk membeli keperluanku setiap hari"ucap Cinta.


"Kau mandiri sekali Cinta, aku akan merekomendasikan nasi bungkusmu pada teman-teman yang lain"ucap Raka.


"Terimakasih Raka"ucap Cinta.


Raka mengangguk dengan ucapan terimakasih dari Cinta.


"Ayo ke sekolah"ucap Raka.


"Ya"ucap Cinta.


Raka duduk didepan mengayuh sepeda sementara Cinta membonceng dibelakang. Tak sengaja Kirana melihat Raka dan Cinta yang sedang berboncengan dari dalam kaca mobilnya.


"Itu Raka, pantas tadi pagi sudah berangkat, dia bersama Cinta?"ucap Kirana.


"Kenapa harus Cinta? kenapa Raka bisa akrab dengan Cinta tapi tidak denganku, apa istimewanya Cinta dari aku"ucap Kirana.

__ADS_1


Kirana sedih melihat Raka begitu akrab dengan Cinta.


__ADS_2