Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Untung Zara Selamat


__ADS_3

*Leo melihat Zara yang sedang dikepung oleh keempat preman itu.Preman-preman itu mulai melecehkan Zara.Zara berteriak dan menangis.Leo tak bisa berbegerak dan berbicara,seolah tubuhnya lemah tanpa tenaga.Dia hanya bisa menyaksikan kejadian yang menyakitkan itu.Leo berusaha sekuat tenaga untuk bergerak agar bisa menyelamatkan Zara tapi tetap tak bisa.Didepan matanya Zara diperkosa oleh preman-preman itu*dalam mimpi Leo


Tidak....tidak....tidak....


Leo langsung terbangun, hal pertama yang dia lihat adalah Zara. Leo langsung memeluk Zara dan menangis.


"Zara maafkan aku"ucap Leo.


"Minta maaf untuk apa"ucap Zara.


"Karena aku belum bisa melindungimu dengan baik"ucap Leo.


"Leo sudah melindungi Zara sekuat tenaga"ucap Zara.


Leo melepas pelukannya dan berusaha bertanya pada Zara apa yang terjadi setelah Leo pingsan. Zara akhirnya menceritakan semuanya pada Leo.


"Zara kenapa kita ada dirumah sakit,bukannya kita sebelumnya ada di taman?"tanya Leo.


"Setelah Leo pingsan, ada security taman dan beberapa warga yang melintas, mereka menolong kita. Dan preman-preman itu sudah kabur"ucap Zara.


"Untung saja Zara baik-baik saja, kalau tidak aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri"ucap Leo.


"Leo jangan bicara seperti itu, sekarangkan Zara baik-baik saja"ucap Zara


Saat mereka berbincang, security taman itu masuk keruangan tempat Leo dirawat. Security itu bernama Maman.


"Nak Leo sudah sadar"ucap Pak Maman.


"Iya pak"ucap Leo.


"Leo ini Pak Maman Security Taman itu"ucap Zara.


"Pak Maman terimakasih telah menolong kami"ucap Leo.


"Sama-sama, oya kalian pulang kemana biar saya antar"ucap Pak Maman.


"Kami belum memiliki tempat tinggal, masih mencari"ucap Leo.


"Pantas kalian tidur ditaman"ucap Pak Maman.


"Begini saja, sementara kalian ikut saya tinggal dirumah saya"ucap Pak Maman.


"Apa tidak merepotkan"ucap Leo.


"Tidak, daripada kalian tidur disembarang tempat"ucap Pak Maman.


Pak Maman mengajak Leo dan Zara ke rumahnya. Rumah pak Maman cukup sederhana. Pak Maman memiliki seorang istri dan ketiga anak yang masih kecil-kecil. Istrinya bernama Ani. Istrinya marah saat pak Maman pulang membawa orang.


"Siapa pak?"tanya Bu Ani.


"Tamu kita Bu"ucap Pak Maman.


"Udah kita hidup susah malah bawa tamu segala"ucap Bu Ani.

__ADS_1


"Mereka akan tinggal sementara disini sampai mereka dapat tempat tinggal"ucap Pak Maman.


"Terserah kamu, yang jelas aku gak mau memberi mereka makan"ucap Bu Ani.


Bu Ani meninggalkan mereka ke kamarnya. Pak Maman mengajak Leo dan Zara ke kamar mereka. Walaupun rumah itu sederhana tapi memiliki 3 kamar jadi Leo dan Zara dapat kamar.


"Nah ini kamar untuk kalian, maaf ya keadaannya seperti ini"ucap Pak Maman.


"Ini sudah lebih dari cukup Pak, saya justru minta maaf sudah merepotkan"ucap Leo.


"Tidak apa-apa, saya senang bila bisa membantu kalian"ucap Pak Maman.


Setelah Pak Maman keluar dari kamar mereka. Leo dan Zara membereskan barang mereka. Sebenarnya Leo tidak ingin merepotkan pak Maman. Tapi demi keamanan Zara, untuk sementara mereka harus tinggal disini.


                           *********


Hari sudah pagi Leo dan Zara bersiap untuk sekolah. Leo dan Zara berjalan keluar dari kamar mereka.Pak Maman, Bu Ani dan ketiga anaknya sedang sarapan diruang makan. Pak Maman mengajak mereka sarapan.


"Leo, Zara kemari sarapan dulu"ucap Pak Maman.


"Apa sih pak, aku cuma masak sedikit"ucap Bu Ani.


"Tidak Pak, kami sarapan dikantin sekolah saja nanti, terimakasih"ucap Leo.


"Ya"ucap Pak Maman.


Leo dan Zara berangkat kesekolah mereka. Dijalan Zara merasa lapar, karena sore kemarin mereka belum makan.


"Kenapa Zara? apa kamu lapar?"ucap Leo.


"Ya"ucap Zara.


"Benarkah?"tanya Zara.


"Ya, tapi mungkin cukup untuk beli sepotong roti,apa tidak apa-apa"ucap Leo.


"Ya"ucap Zara.


Mereka membeli roti diwarung dekat jalan menuju sekolah. Roti itu mereka belah menjadi dua bagian. Setengah untuk Leo dan setengah untuk Zara. Mereka memakan potongan roti itu. Meskipun itu hanya sedikit tapi mereka tetap senang bisa mengganjal perutnya.


Sampai disekolah, Leo langsung masuk ke kelas. Andi, Harun, Beni, dan Kemal sedang menunggu Leo dimejanya.


"Kalian ada apa kok pada ngumpul disini?"tanya Leo.


"Pulang sekolah tanding basket antar sekolah"ucap Harun.


"Terus apa hubungannya denganku?"tanya Leo.


"Lo kan jago basket Leo, jadi gantiin posisi Tiran sebagai kapten, dia lagi cidera"ucap Beni.


"Gue gak ikut, gue ada urusan pribadi"ucap Leo.


"Ini mewakili sekolah kita tahu"ucap Andi.

__ADS_1


"........"Leo diam.


"Pokoknya gue tunggu di SMA Dirgantara ya"ucap Harun.


Harun, Beni, dan Andi meninggalkan Leo keluar kelas. Tinggal Kemal yang masih dikelas bersama Leo.


"Leo kalau menurutku sebaiknya kamu ikut, biarbagaimanapun ini mewakili sekolah, kamukan hanya menggantikan hari ini saja karena pemain pengganti Tiran sedang ada urusan keluarga"ucap Kemal.


"......"Leo diam.


Setelah bicara Kemal pergi kembali ke kelasnya. Jam pelajaran dimulai semua siswa belajar.


                        *********


Harun, Beni, dan Andi sudah menunggu di SMA Dirgantara. Mereka masih menunggu Leo. Pertandingan akan segera dimulai, mereka cemas menunggu Leo. Mereka takut Leo tidak akan datang. Karena Leo satu-satunya harapan mereka. Wajah Leo mulai terlihat dari kejauhan. Harun, Beni, dan Andi bernafas lega akhirnya Leo mau datang juga.


Pertandingan basket dimulai. Leo sebagai kapten memimpin pertandingan dengan penuh semangat. Leo berkali-kali memasukkan bola ke ring. Leo memang sangat jago main basket. Kemampuannya ini tidak diragukan oleh sahabat-sahabatnya. Akhirnya tim Leo memenangkan pertandingan itu. Harun, Beni, dan Andi sangat senang menyambut kemenangan ini. Setelah selesai Leo diberi minuman dan snack oleh guru pembimbing. Leo, Harun, Beni, Andi, dan Beni istirahat duduk dikursi penonton. Leo berpikir untuk membawa pulang snack itu biar bisa dimakan bersama Zara. Leo melihat teman-temannya hanya minum dan tidak memakan snack yang berisi berbagai kue itu.


"Kalian tidak makan snacknya?"tanya Leo.


"Gue gak suka kue"ucap Harun.


"Gue kenyang"ucap Beni.


"Lo Andi?"tanya Leo.


"Gue bosen, ibu gue kan katering, tiap hari gue makan yang begini"ucap Andi.


"Kalau gitu buat gue ya, laper habis basket tadi"ucap Leo cari alasan.


"Ok"ucap Mereka.


Harun, Beni, dan Andi pulang duluan karena mereka ada urusan. Leo akhirnya pulang juga setelah mereka. Leo membawa 4 snack, Leo senang walaupun lelah, sekolah Leo menang dan Leo bisa membawa pulang banyak Snack. Sampai dirumah Pak Maman, Leo memberikan 2 Snack untuk anak Pak Maman.


"Sering-sering bawa makanan begini,bkaliankan numpang disini"ucap Bu Ani.


"Baik"ucap Leo singkat.


Leo meninggalkan Bu Ani dan anak-anaknya menuju ke kamarnya. Disana Zara sudah menunggu Leo.


"Zara aku bawa makanan untukmu"ucap Leo.


"Wah ini makanan dari mana Leo?"tanya Zara.


"Snack dari pertandingan basket tadi"ucap Leo.


"Banyak banget, ada kue sus, roti, lemper,


risol, dan kue lainnya"ucap Zara.


"Ayo makan, kamu pasti laper ya"ucap Leo.


"Ya, tapi rotinya kan gak bakal basi jadi buat besok sarapan saja ya"ucap Zara.

__ADS_1


"Ya"ucap Leo.


Mereka makan Snack itu dengan lahap. Dulu Leo tak pernah sekalipun makan Snack seperti ini. Kalau pun dapat Snack dari acara apapun tak pernah disentuhnya. Tapi kali ini justru dia berharap bisa mendapatkan banyak Snack seperti ini. Hidup memang tidak ada yang tahu kadang sekarang diatas mungkin besok dibawah. Kadang hari ini baik mungkin besok tidak. Jadi bersyukur itu kuncinya.


__ADS_2