
Leo dan Zara pagi itu berangkat kesekolah.Mereka masuk ke kelas masing-masing.Zara berjalan menuju ke kelasnya.Dari belakang King memakaikan Zara sebuah topi.Zara kaget dan melepas topi itu.
"King apaan sih bikin kaget aja"ucap Zara.
"Itu hadiah untukmu,karena kau lolos seleksi fisika tingkat sekolah"ucap King.
"Ya,terimakasih.Tapi kau tak perlu memberiku hadiah segala King"ucap Zara.
"Kalau kau tidak mau menerimanya,berarti kau tak menghargai aku susah payah memilihnya ditoko topi khusus wanita,sampai aku malu bertanya-tanya pada penjualnya"ucap King.
"Iya,topinya kuterima,terimakasih King"ucap Zara.
"Ya gadis pintar"ucap King.
Setelah itu Zara dan King masuk ke kelas mereka.Bel berbunyi tanda pelajaran dimulai.Zara dipanggil untuk menghadap ke ruangan guru.Zara keluar dari kelasnya menuju ke ruangan guru.Saat sedang berjalan,Zara bertemu Leo yang juga sedang keluar dari kelasnya.
"Zara"ucap Leo.
"Leo"ucap Zara.
"Kau mau kemana?"tanya Leo.
"Ke ruangan guru"ucap Zara.
"Aku juga mau keruangan guru"ucap Leo.
"Sama dong,ada apa ya?"tanya Zara.
"Gak tahu,yang penting kita perginya berdua ini"ucap Leo.
Leo menggandeng tangan Zara.Zara malu saat Leo memegang tangannya.
"Leo,malu nanti kalau ada yang melihat gimana?"tanya Zara.
"Tenang,sepi.Inikan jam pelajaran,jadi sepi Zara"ucap Leo.
Leo terus memegang tangan Zara sampai didepan ruang guru.Barulah dia melepas tangan Zara.Mereka masuk ke ruangan guru.Leo dan Zara menghadap wakil kepala sekolah.Mereka diberi surat izin untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat tingkat Kecamatan yang harus ditanda tangani orangtua.Mereka menerima surat itu dan keluar dari ruangan guru.
"Leo,gimana ya?orangtuaku kan ada dikampung"ucap Zara.
"Tenang,kamu palsukan saja tanda tangan orangtuamu tapi minta izin dulu pada mereka sebelumnya"ucap Leo.
"Iya ya,apa gak papa gitu tanda tangan dipalsukan?"tanya Zara.
"Yang terpenting orang tuamu mengizinkan"ucap Leo.
"Terus punya Leo gimana?"tanya Zara.
"Zara,ayo kita pergi ke rumahku minta tanda tangan Mamaku,semoga aja Papaku tidak dirumah"ucap Leo.
"Memang kenapa Leo tidak mau bertemu Papa Leo?"tanya Zara.
"Aku malu Zara,sebelum aku sukses,aku tak akan menemui Papaku"ucap Leo.
__ADS_1
"Oh begitu,yasudah.Aku balik ke kelas ya Leo"ucap Zara.
"Ya"ucap Leo.
Mereka kembali ke kelas masing-masing.Mereka mengikuti pelajaran kembali.Leo dan Zara harus bisa mendapatkan izin dari orangtua mereka.
*********
Sepulang bekerja Leo dan Zara pergi ke rumah besar Leo.Ini pertama kali Leo kembali ke rumah itu setelah meninggalkan rumah itu setelah menikah.Leo dan Zara diperbolehkan masuk oleh satpam yang bekerja dirumah besar Leo.Mereka masuk ke rumah besar itu,Ibu Vivi senang sekali bisa bertemu Leo dan Zara.
"Leo,Zara mama kangen"ucap Ibu Vivi.
"Leo dan Zara juga kangen sama mama iyakan,Zara?"tanya Leo.
"Iya"ucap Zara.
Ibu Vivi mengajak mereka makan dulu diruang makan.Leo dan Zara makan bersama Ibu Vivi diruang makan itu.
Leo begitu lahap menyantap makanan yang dimasak oleh Ibunya.Melihat itu,Ibu Vivi sampai menangis.
"Ma,kok nangis kenapa?"tanya Leo.
"Mama seneng liat Leo mau makan masakan Mama,dulu Leo jarang sekali mau makan masakan Mama"ucap Ibu Vivi.
Leo langsung berdiri dan menghampiri Ibunya yang sedang duduk dikursi.Lalu Leo memeluk Ibunya.
"Mama,maafkan Leo selama ini selalu membuat hati Mama sedih karena sikap Leo saat itu.Leo menyesal telah menyia-nyiakan banyak waktu bersama Papa dan Mama.Leo sadar saat tinggal bersama Papa dan Mama hidup Leo mudah dan tidak kesusahan karena kalian selalu berusaha mencukupi kebutuhan Leo baik lahir dan batin.Tapi Leo malah menyia-nyiakannya"ucap Leo.
"Terimakasih Ma"ucap Leo.
"Ya"ucap Ibu Vivi.
Mereka meneruskan kembali makannya.Selesai makan,Leo memberitahu Mamanya tentang surat itu.Leo meminta tanda tangan Mamanya.
"Leo,benarkah ini?"tanya Ibu Vivi.
"Ya Mama"ucap Leo.
"Mama bangga,hari ini Mama senang sekali selain melihatmu dan Zara,dan juga kabar baik ini.Leo kamu hebat,Papamu pasti senang dan bangga jika tahu kau akan mengikuti Lomba Cerdas Cermat tingkat Kecamatan"ucap Ibu Vivi.
"Mama rahasiakan ini dulu dari Papa,aku ingin bertemu Papa saat aku sudah bisa berdiri dikakiku sendiri sesuai janjiku pada Papa"ucap Leo.
"Tapi Leo"ucap Ibu Vivi.
"Leo mohon rahasiakan ini ya Ma"ucap Leo.
"Ya"ucap Ibu Vivi.
Setelah mendapat tanda tangan dari Ibunya,Leo dan Zara pamit pulang.Ibu Vivi membawakan Leo nasi beserta lauk pauk ke dalam kotak makan.Leo dan Zara menerimanya lalu mereka keluar dari rumah besar itu.Leo dan Zara mencari telpon umum untuk menelpon orang tua Zara.Setelah mendapatkan telpon umum,Zara mulai menelpon orangtuanya dikampung.
"Hallo Bu"ucap Zara.
"Zara,Ibu kangen"ucap Ibu Sari.
__ADS_1
"Bu Zara mau minta izin,Zara mau ikut Lomba Cerdas Cermat tingkat Kecamatan"ucap Zara.
"Selamat ya nak,Ibu pasti mengizinkan dan mendoakanmu supaya lancar dalam menjalani Lomba Cerdas Cermat tingkat Kecamatannya"ucap Ibu Sari.
"Terimakasih Bu"ucap Zara.
"Zara,ayahmu masuk rumah sakit"ucap Ibu Sari.
"Bapak masuk rumah sakit kenapa,Bu?" tanya Zara .
"Bapakmu tertabrak motor Zara hik....hik...."ucap Ibu Sari menangis.
"Keadaan Bapak gimana Bu?"tanya Zara.
"Sudah stabil,tapi......."ucap Ibu Sari.
"Tapi apa Bu?"tanya Zara.
"Uang Ibu masih kurang untuk membayar biaya rumah sakitnya"ucap Ibu Sari.
"Sabar ya Bu"ucap Zara.
"Ya,kamu jaga kesehatan ya nak"ucap Ibu Sari.
"Ya"ucap Zara.
Zara menutup telpon itu lalu menangis.Leo menghampiri Zara lalu memeluknya.
"Zara kenapa?"tanya Leo.
"Bapakku kecelakaan Leo,sekarang dirawat dirumah sakit hik.....hik....."ucap Zara.
"Yang sabar ya Zara,lebih baik kita berdoa semoga bapak cepat sembuh dan sehat lagi"ucap Leo.
"Tapi ada masalah lain Leo"ucap Zara.
"Masalah apa Zara?"tanya Leo.
"Ibuku kekurangan uang untuk membayar biaya rumah sakitnya"ucap Zara.
Leo melepas pelukan itu dan mengusap air mata Zara dan berbicara padanya.
"Zara aku punya sedikit uang hasil menggambar komik dan uang upahku jadi tukang parkir.Jumlahnya sekitar 1,5 juta,tadinya mau untuk menyewa kontrakan dan membayar SPPmu tapi orangtuamu lebih membutuhkan.Jadi kirimkan uang itu pada ibumu ya"ucap Leo.
"Ya,terimakasih Leo.Zara juga punya sedikit uang nanti aku kirimkan sekalian untuk ibuku"ucap Zara.
"Ya"ucap Leo.
Setelah itu mereka pulang ke Rumah Singgah Tuna Wisma.Zara senang akhirnya bisa mengirimkan uang untuk Ibunya dikampung.
__ADS_1