Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Kau Jojo Teman SMP Ku


__ADS_3

Zara sedang makan siang diruang tamu dilantai tiga dicafe miliknya. Meja itu dipenuhi berbagai makanan dari nasi, lauk pauk berbagai macam, sayuran dan buah-buahan. Dia begitu lahap menyantap makanan itu seperti orang yang seharian belum makan. Nunu naik ke lantai tiga untuk menemui Zara. Dia menghampiri Zara yang sedang makan.


"Zara makanmu banyak banget?"tanya Nunu.


"Pokoknya aku laper banget Nu, bawaannya pengen makan sebanyak-banyaknya"ucap Zara.


"Itu mungkin karena kamu capek seharian kuliah dan kerja belum lagi mengurus suami"ucap Nunu.


"Iya kali ya, Nunu mau makan juga gak?"tanya Zara.


"Lihat kamu makan jadi kenyang Zara"ucap Nunu.


"Ada yang mau dibicarakan sama Zara?"tanya Zara.


"Itu dibawah ada orang aneh pengen bertemu sama kamu, orangnya pakai topeng. Dia membooking semua meja dicafe ini"ucap Nunu.


"Lelaki bertopeng?....dia lagi"ucap Zara.


"Apa kau mengenalnya Zara?"tanya Nunu.


"Sebenarnya tidak mengenalnya, hanya kemarin aku bertemu lelaki bertopeng itu dipertunangan King dan Niken"ucap Zara.


"Terus kenapa dia ingin bertemu denganmu dan sampai membooking semua meja?"ucap Nunu kebingungan.


"Aku turun dulu ya Nunu"ucap Zara.


"Hati-hati Zara"ucap Nunu.


Zara turun dari lantai tiga ke lantai dasar. Dia menghampiri Lelaki bertopeng itu, Zara ingin tahu kenapa dia terus-terusan mengganggu hidupnya.


Zara berdiri didepan meja tempat lelaki bertopeng itu duduk.


"Princess jangan berdiri terus, duduklah"ucap Lelaki bertopeng itu.


Zara langsung duduk dikursi itu. Tanpa basa basi Zara langsung mengawali pembicaraan.


"Anda maunya apa?"tanya Zara.


"Aku maunya kamu Princess"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Heh, Anda tahu saya sudah bersuami, dimana letak pikiran Anda"ucap Zara mulai marah.


"Aku tidak peduli kau sudah punya suami atau tidak. Aku punya semua yang Leo tidak bisa berikan padamu. Kau mau apa? apartemen, rumah besar yang mewah, sebuah perusahaan atau sebuah restoran yang besar?"tanya Lelaki bertopeng itu.


"Bahkan jika Leo tak bisa memberiku apa-apa, aku akan tetap bersamanya, jadi tolong pergilah. Aku yakin Anda bisa menemukan wanita lain yang bisa membahagiakan Anda"ucap Zara.


"Aku tak akan menyerah kau lihat saja nanti Princess"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Aku juga tidak akan menyerah untuk terus menolak Anda dan mengusir Anda dari sini, jadi keluar! Cafe ini tidak menerima kunjungan dari Anda. Jangan membuat saya lebih marah dari ini" ucap Zara.


"Bagus, sikap seperti ini yang kusuka darimu" ucap Lelaki bertopeng itu.


Lelaki bertopeng itu meletakkan sebuah amplop dimeja itu lalu pergi dari cafe itu. Zara mengambil amplop itu dan membukanya. Isinya beberapa foto lama Zara, foto saat Zara masih SMP.


"Ini foto lamaku, kalau tidak salah saat SMP, kenapa dia punya fotoku saat SMP. Ini foto saat dikelas tiga dulu. Yang ini foto saat pelantikan organisasi, yang ini foto saat study tour"ucap Zara.


"Siapa dia, apa dia ada hubungannya denganku saat SMP dulu"ucap Zara.

__ADS_1


Zara terdiam sesaat mengingat kembali masa-masa saat dia SMP dulu. Dia coba mengingat semua teman-teman saat SMP. Mungkin ada petunjuk siapa orang itu sebenarnya.


***********


Zara berangkat kuliah mengendarai mobil pribadi miliknya. Saat dia melihat rute menuju ke kamus digoogle map, ternyata macet. Zara memutar arah mencari jalur alternatif. Jalur itu melalui tempat yang sepi. Dua mobil mengikuti dibelakang mobilnya. Salah satu mobil memblokir jalannya. Mobil yang satunya berada dibelakang mobil Zara. Beberapa orang yang terlihat sangar, bertato dan berbaju hitam menghampiri mobil Zara. Mereka meminta Zara keluar mobil dengan mengetuk-ngetuk kaca mobilnya. Zara menelpon Leo secepatnya.


"Hallo Leo"ucap Zara ketakutan.


"Hallo Zara sayang kenapa?"ucap Leo dengan nada cemas.


"Ada beberapa orang yang terlihat sangar, bertato dan berbaju hitam mengepung mobilku dan memaksaku keluar dari mobil"ucap Zara.


"Zara aku secepatnya kesana, tenang Zara jangan takut"ucap Leo.


Telpon terputus, Zara ketakutan dan bingung harus berbuat apa. Mereka memecahkan kaca pintu mobil Zara dan membuka pintu mobil Zara. Salah satu dari mereka menarik lengan Zara keluar dari mobil dan membawanya masuk ke mobil mereka. Zara dibawa mereka pergi dari tempat itu.


Leo menyusul ke tempat Zara berada, hanya ada mobil Zara yang terparkir ditepi jalan tanpa ada Zara didalamnya. Leo melihat pecahan kaca mobil dan kondisi mobil yang utuh tak ada satupun barang yang hilang.


"Kalau ini perampokan, harusnya mobil ini diambil perampokannya tapi kenapa Zara yang dibawa mereka? berarti ini penculikan. Orang sangar, bertato dan berbaju hitam? terdengar seperti anak buah dari lelaki bertopeng itu. Apa dia yang melakukan ini semua, brengsek"ucap Leo sambil mengepal tangannya karena marah.


Baru Leo ingin menelpon polisi, handphone miliknya berdering. Panggilan dari nomor yang tidak diketahui. Leo langsung mengangkat panggilan itu.


"Hallo"ucap Leo.


"Kau ingin bertemu istrimu, datanglah kesini sendirian. Jangan pernah berani menghubungi polisi, paham"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Awas saja, seujung rambut pun kau berani menyakiti istriku aku akan membuat perhitungan denganmu"ucap Leo.


"Ha....ha.....ha...."ucap Lelaki bertopeng itu.


Leo sampai di Markas Bulan Sabit Merah. Disana begitu banyak anak buah dari pria bertopeng itu.


Leo berdiri sendirian diantara mereka semua disebuah ruangan besar seperti aula.


"Nyalimu cukup besar, pantas Zara begitu mencintaimu. Kau pasti pernah dengar seberapa sadisnya Gengster Bulan Sabit Merah. Kau tak takut mati sekarang?"tanya Pria bertopeng itu.


"Mati hidup manusia ditangan Allah, aku hanya berusaha menyelamatkan istriku. Aku percaya Allah akan selalu melindungiku"ucap Leo.


Prooook....prooook.....proooook.........


Lelaki bertopeng itu bertepuk tangan dengan ucapan Leo.


"Seperti sebuah cerita Romeo dan Juliet, tapi kalian tak akan pernah bersatu ha....ha....."ucap Lelaki bertopeng itu.


"Jika Allah menjodohkan ku dengan Zara sampai kapanpun kami takkan terpisah meski banyak kesulitan dan ujian yang datang, aku tidak akan gentar meski nyawaku taruhannya"ucap Leo.


"Doni, bawa Zara kesini"ucap Lelaki bertopeng itu.


Doni membawa Zara ke ruangan itu. Zara melihat Leo langsung berlari ke arahnya dan memeluk Leo.


"Zara"ucap Leo menatap mata Zara.


"Leo"ucap Zara yang juga menatap mata Leo.


"Pisahkan mereka"ucap Lelaki bertopeng itu.


Doni mendekati Zara, Leo langsung menghajarnya. Tapi anak buah lainnya melawan Leo, beberapa kali perlawanan Leo bisa mengatasi mereka dan melumpuhkannya.

__ADS_1


"Ternyata kau pandai bertarung ya, aku terlalu meremehkan mu, tapi anak buahku banyak. Apa kau bisa melawan mereka semua"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Leo......."ucap Zara mengkhawatirkan Leo.


"Zara apapun yang terjadi kita akan keluar dari tempat ini"ucap Leo.


Lima belas orang anak buah lelaki bertopeng itu membawa pedang untuk melawan Leo.


Leo tak gentar, dia tetap berusaha melawan. Tapi karena kalah jumlah, Leo tumbang. Lengannya terkena sayatan dari benda tajam itu.


"Leo....tidak....hik....hik...."ucap Zara.


Zara langsung ditangkap Doni dan dicengkram kedua lengannya sehingga tak bisa menghampiri Leo yang berbaring dilantai itu. Lelaki bertopeng itu membawa sebuah kertas dan menghampiri Leo. Dia duduk didepan Leo yang sudah babak belur itu.


"Sudah ku bilang Romeo dan Juliet takkan pernah bersatu. Tanda tangani surat perceraian ini. Akan ku bebaskan kau hidup-hidup"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Sampai aku mati terkubur dengan tanah, Zara tetap istriku"ucap Leo.


"Kau keras kepala juga ya, aku akan memberimu waktu berpikir semalam ini, tapi jika besok kau tak menandatangani surat perceraian ini tanggung akibatnya"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Hero, Boni bawa dia ke sel"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Baik Bos"ucap Hero dan Boni.


Hero dan Boni membawa pergi Leo dari ruangan itu.


"Leo.....o...o....."ucap Zara berteriak.


"Zara....."ucap Leo pelan.


Zara menangis melihat Leo dibawa pergi. Sementara Zara dibawa ke sebuah kamar oleh Doni. Zara menangis dikamar itu, dia sedih memikirkan keadaan Leo. Lelaki bertopeng itu masuk ke kamar itu dan menghampiri Zara.


"Kenapa kau lakukan semua ini pada kami, apa salah kami padamu?"tanya Zara.


"Aku mencintaimu Zara"ucap Lelaki bertopeng itu sambil melepas topengnya.


"Jojo"ucap Zara.


"Kau ingat aku Zara"ucap Jojo.


"Kau teman sekelasku saat kelas tiga SMP"ucap Zara.


"Kau benar, dulu aku sering dibully, jadi bahan tertawaan, bahan mainan, bahan hinaan, selalu direndahkan dan dipermalukan. Tapi kau selalu menolongku saat itu. Aku senang setiap bersamamu, kau selalu baik dan membantuku menjadi orang yang percaya diri. Saat lulus SMP, aku pikir kita akan bertemu lagi tapi ternyata kita terpisah, kau beda sekolah denganku. Aku terus dibully disekolah yang baru dan dimanapun aku berada. Saat itu aku bersumpah akan jadi orang yang kuat dan ditakuti banyak orang sehingga semua orang yang membully ku dulu bertekuk lutut padaku, dan aku berhasil mewujudkannya saat aku bergabung menjadi anggota gengster. Sekian lama aku selalu berharap suatu hari nanti akan bertemu denganmu. Dan sekarang aku bertemu denganmu, Zara bercerailah dengan Leo dan menikah denganku, aku janji akan membahagiakanmu"ucap Jojo.


"Maaf Jojo, aku hanya menganggapmu teman dari dulu, aku sangat mencintai Leo. Ku mohon lepaskan kami"ucap Zara.


"Tidak, kau hanya milikku, aku lebih dulu mengenalmu"ucap Jojo.


"Jojo kau dulu orang yang baik, aku yakin sampai sekarang kau tetap Jojo yang dulu. Ku mohon lepaskan kami, kau bisa menemukan orang yang bisa mencintaimu dengan tulus dan kau bisa jatuh cinta padanya"ucap Zara.


"Tidak, kau harus jadi milikku"ucap Jojo.


"Kalau begitu bolehkah aku menemui Leo, sebentar saja"ucap Zara.


"Baik, kau boleh menemuinya. Ini yang terakhir" ucap Jojo.


Zara akhirnya menemui Leo disel diantar Doni.

__ADS_1


__ADS_2