
Cinta dan Rehan ke luar dari rumah kecil itu.
Rehan mengendong Cinta di punggungnya. Cinta terlihat lemas berada di punggung Rehan. Itu membuat Rehan mengkhawatirkannya. Dia merasa bersalah padanya.
"Tuan yang sombong, bagaimana kau tau aku ada di rumah itu?"tanya Cinta.
"Aku melihat sepedamu di tepi jalan, aku mencarimu dan menemukan suaramu meminta tolong"ucap Rehan.
"Apa kau lelah mengendongku?"tanya Cinta. Dia sudah sangat lemas.
"Kalau aku lelah aku akan menciummu"ucap Rehan.
"Kau ini, tak ada habisnya"ucap Cinta.
"Gadis kecil berhati-hatilah dengan Eden"ucap Rehan. Bagi Rehan Eden sangat berbahaya. Dia bisa melakukan apa saja untuk menyakiti Cinta. Padahal Cinta tidak ada sangkut-pautnya dengan dendam Eden di masa lalu padanya.
"Eden? bukannya namanya Briyan?"ucap Cinta. Dia hanya tahu lelaki yang mengajaknya pulang ke rumahnya tadi adalah Briyan bukan Eden. Cinta tak menyangka lelaki itu tega membohongimu demi maksud dan tujuan jahatnya.
"Dia pasti membohongimu dan kau harus ingat Eden sangat berbahaya"ucap Rehan. Dia kembali memperingatkan cinta untuk tidak dekat dengan Edan ataupun bertemu dengannya lagi.
Cinta hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan Rehan padanya.
"Tapi kau tidak usah takut gadis kecil, aku akan selalu menjagamu sampai kapanpun"ucap Rehan.
"Tadi kau bilang mencintaiku, apa itu benar Tuan yang sombong?"tanya Cinta. Dia ingin tahu apakah benar Rehan mencintainya.
"Kalau benar, apa kau mau menerima cintaku?" tanya Rehan. Dia kembali bertanya pada Cinta tentang perasaannya pada dirinya.
"Aku ..."ucap Cinta lalu pingsan dipunggung Rehan.
"Cinta ...Cinta ... Cinta ...," ucap Rehan memanggil Cinta. Berkali-kali memanggilnya tapi tak ada jawaban.
Rehan menurunkan Cinta dan beralih membopongnya. Rehan melihat Cinta mimisan lagi dan pingsan. Dia sangat panik melihat orang yang dicintainya tak berdaya.
"Cinta ... bangun ... aku mencintaimu Cinta ...," ucap Rehan.
Rehan langsung membawa Cinta ke dalam mobilnya. Dia meminta supir pribadinya mengantarnya ke rumah sakit. Sampai dirumah sakit Rehan langsung membopong Cinta ke dalam rumah sakit. Setelah berjam-jam Cinta mengikuti berbagai pemeriksaan, Dokter berbicara pada Rehan tentang kondisi kesehatan Cinta.
"Cinta menderita Leukimia"ucap Dokter Hans.
"Apa? Leukimia Dok"ucap Rehan.
"Benar, untungnya baru stadium awal. Masih bisa disembuhkan. Cinta membutuhkan donor sumsum tulang belakang dari anggota keluarganya yang cocok dengannya"ucap Dokter Hans.
"Ayahnya sudah meninggal dan Ibunya sedang koma"ucap Rehan. Dia tahu kalau cinta sudah tidak memiliki ayah ibunya sedang dalam kondisi, di rumah sakit. Mana mungkin bisa mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk Cinta.
"Untuk sementara Cinta bisa menjalani kemoterapi"ucap Dokter Hans. Dia memberikan saran yang terbaik untuk Cinta. Paling tidak itu bisa menghambat sel kanker yang ada di dalam tubuhnya.
"Baik Dok"ucap Rehan.
Setelah selesai bicara dengan Dokter Hans, Rehan berjalan di antara koridor rumah sakit. Dia terlihat murung dan bersedih dengan apa yang terjadi pada Cinta. dia baru tahu kalau cinta menderita leukimia stadium awal. Selama ini Cinta tidak pernah cerita padanya tentang penyakitnya itu.
"Cinta, kenapa harus kau yang menderita seperti ini, kenapa bukan aku saja, aku lebih pantas karena aku bukan orang yang baik sepertimu" batin Rehan.
Rehan berlutut di lantai koridor rumah sakit dan menangis. Ketika dia berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik tapi justru orang yang dicintainya harus menderita. seharusnya dia lah yang mendapatkan penderitaan itu bukannya Cinta. Rehan merasa semua itu tak adil untuk Cinta, orang yang dicintainya.
"Tuhan jika kau memang ada kenapa harus Cinta yang sakit, apa ini adil, dia hambamu yang taat, kenapa harus Cinta"ucap Rehan.
Seorang lelaki tua menepuk bahu Rehan dari belakangnya.
"Anak muda setiap masalah pasti ada hikmahnya. Itu cara Allah membimbing hambanya untuk kembali ke jalannya"ucap Ustad Abdullah.
__ADS_1
"Apa Tuhan akan menyembuhkan orang yang ku cintai?"tanya Rehan.
"Apa yang tidak bisa Allah lakukan, apalagi hanya sekedar menyembuhkan. Allah Maha Kuasa bahkan dalam hitungan detik dia mampu menyembuhkan kembali orang yang sakit"ucap Ustad Abdullah.
Rehan menangis dalam diamnya.
"Saya mau pergi mushola untuk sholat, apa kau mau ikut sholat anak muda?"tanya Ustad Abdullah.
Rehan mengangguk dan mengikuti Ustad Abdullah pergi ke mushola. Dia melihat tempat wudhu yang ada di depannya.
"Mari berwudhu"ucap Ustad Abdullah.
"Saya tidak tahu caranya berwudhu, saya seorang ateis"ucap Rehan. Selama ini dia hidup tanpa memiliki agama jadinya dia tidak tahu cara berwudhu maupun salat. Baginya Tuhan itu tidak ada dan dia bisa hidup karena dirinya sendiri.
"Apa kau mau masuk ISLAM?"tanya Ustad Abdullah.
"Apa dengan masuk ISLAM cinta akan sembuh?" tanya Rehan. Dia rela masuk Islam jika cinta bisa sembuh kembali seperti sedia kala itu yang ada dalam pikiran Rehan.
"Allah Maha Menyembuhkan, asal kita tetap berusaha dan berdoa padaNya, Insya Allah kesembuhan akan datang"ucap Ustad Abdullah.
"Saya mau masuk ISLAM"ucap Rehan. Dia mantap untuk masuk Islam agar Cinta bisa sembuh.
"Niatkan semua itu karena Allah SWT jangan ada keraguan karena sesungguhnya iman itu keyakinan dalam hati, jika masih ada keraguan maka pikirkan dengan matang terlebih dahulu agar kau tak terpaksa menjalani semua perintah dan laranganNya"ucap Ustad Abdullah.
Rehan mengangguk, dia melihat Ustad Abdullah berwudhu dan shalat. Setelah itu Rehan kembali ke ruangan rawat inap tempat Cinta berada. Dia menghampiri Cinta dan duduk disamping ranjang rumah sakit itu.
"Gadis kecil kau harus sembuh, aku mencintaimu" ucap Rehan. Rehan akan melakukan apapun agar Cinta bisa sembuh kembali.
"Jangan tinggalkan aku, aku akan menghukummu jika kau berani meninggalkanku"ucap Rehan.
Rehan duduk di samping Cinta dan menangis.
"Tuan yang sombong kenapa kau menangis?" tanya Cinta. Dia menatap kearah Rehan yang menangisi dirinya.
"Karena aku takut kehilanganmu"ucap Rehan.
"Memangnya aku akan pergi jauh?"tanya Cinta. Dia belum tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya sendiri.
"Tidak, kau harus menemaniku seumur hidupku, jangan berani meninggalkanku"ucap Rehan.
"Aku tidak akan meninggalkanmu, asal kau tak suka mengatur, memerintah dan menyebalkan" ucap Cinta.
Rehan tersenyum pada Cinta. Dia senang melihat cinta sudah kembali berbicara padanya.
"Cinta, aku mencintaimu , biarkan aku menjagamu seumur hidupku"ucap Rehan. Dia mengutarakan isi hatinya pada gadis kecil yang ada di depannya.
"Memang kau akan mau melakukan apapun untukku?"tanya Cinta.
"Iya, apapun itu"ucap Rehan.
"Beri aku waktu untuk mempertimbangkannya, masuk daftar tunggu dulu ya"ucap Cinta meledek Rehan.
"Hei gadis kecil, aku ini laki-laki yang memiliki segalanya, kau beruntung jika bersamaku seumur hidupmu"ucap Rehan.
"Kau marah padaku?"tanya Cinta.
"Gadis kecil mana mungkin aku marah padamu, aku akan selalu mencintaimu"ucap Rehan.
"Seberapa besar cintamu untukku?"tanya Cinta.
"Seluas angkasa dan setinggi langit, bahkan aku tak bisa menjabarkannya, terasa penuh dihatiku" ucap Rehan.
__ADS_1
"Aku hanya gadis miskin, apa pantas untukmu" ucap Cinta. Dia merasa tidak pantas untuk Rehan yang seorang laki-laki kaya raya. Cinta merasa dia hanya gadis miskin yang tidak memiliki apapun untuk bisa bersanding dengan Rehan.
"Kau istimewa untukku gadis kecil, kau mengisi hatiku dan menghangatkannya sehingga aku selalu bahagia saat bersamamu"ucap Rehan.
Cinta tersenyum. Wajahnya memancarkan cahaya yang begitu indah dilihat oleh Rehan. Meskipun terlihat pucat dan lemah.
"Aku baru merasakan dicintai seseorang sepertimu Tuan yang sombong"ucap Cinta.
"Hei gadis kecil jawab pertanyaanku, apa kau juga mencintaiku?"tanya Rehan. Dia gak sabaran ingin mengetahui jawaban dari Cinta.
"Haruskah aku menjawabnya, bukankah itu privasi"ucap Cinta.
"Lama-lama aku gemas denganmu, aku akan langsung menikahimu kalau begini"ucap Rehan.
"Aku.....aku juga mencintaimu Tuan yang sombong"ucap Cinta.
"Benarkah gadis kecil? ucapkan sekali lagi, aku harus mendengarnya dengan sadar"ucap Rehan.
"Aku juga mencintaimu"ucap Cinta.
"Yes.......akhirnya aku memiliki kekasih"ucap Rehan kegirangan.
Cinta hanya tersenyum melihat Rehan kegirangan.
"Gadis kecil, ingat aku ini kekasihmu sekarang jadi jangan berani jalan dengan lelaki manapun tanpa sepengetahuanku"ucap Rehan.
"Aku ini bukan istrimu Tuan yang sombong jadi kau tidak boleh egois seperti itu"ucap Cinta
"Kalau begitu ayo kita menikah"ucap Rehan.
"Aku masih sekolah, kau harus sabar menungguku"ucap Cinta.
"Kalau begitu aku harus menjaga calon istriku biar tidak digondol duo maling itu"ucap Rehan.
"Duo maling? siapa?"tanya Cinta.
"Siapa lagi kalau bu........"ucap Rehan tidak jadi melanjutkan ucapannya.
"Bukan, maksudku teman sekolahmu atau mungkin kenalanmu diluar sekolah, bisa saja mereka mau merebut calon istriku"ucap Rehan.
"Ha....ha.....Tuan yang sombong kau lucu"ucap Cinta.
"Teruslah tertawa aku ingin selalu melihatmu seperti itu gadis kecil"ucap Rehan. Dia begitu menikmati tawa kecil cinta yang terlihat di mulutnya. Baginya kebahagiaan Cinta adalah bagian nya juga.
"Ya.....asal kau terus menghiburku"ucap Cinta.
"Aku akan selalu menghiburmu"ucap Rehan.
"Oya siapa namamu calon suamiku, dari pertama bertemu aku belum tahu namamu"ucap Cinta.
"Dengarkan baik-baik calon istriku, namaku Rehan Darien CEO dari Perusahaan Bright Light Group, aku ini orang kaya raya, jadi hidupmu takkan kekurangan apapun"ucap Rehan.
"Kau memang Tuan yang sombong"ucap Cinta.
"Tapi kau cintakan"ucap Rehan.
Cinta mengangguk, mereka bahagia setelah mengetahui arti dari cinta yang mereka rasakan.
Meski baru tumbuh, tapi Rehan dan Cinta akan selalu menjaga cinta mereka.
"
__ADS_1