Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Edisi Gerald dan King Berbagi Penderitaan Bersama


__ADS_3

Gerald ingin pergi ke rumah Nafiza. Selama bersahabat dan dekat dengannya dia belum pernah bertemu dengan ayah Nafiza. Gerald ingin serius menjalin hubungan dengan Nafiza. Apalagi sekarang sudah mulai mapan. Gerald membeli sebuah mobil baru. Leo dan King yang sedang nongkrong diteras kampus melihat Gerald datang dengan mobil barunya. Setelah memarkirkan mobilnya, Gerald turun dan menghampiri Leo dan King.


"Wah mobil baru bro"ucap King.


"Tentu dong, siang ini mau ke rumah calon mertua, biar restunya lancar jadi harus terlihat mapan"ucap Gerald.


"Selamat ya Gerald, semoga bermanfaat mobilnya"ucap Leo.


"Inikan hasil kerja gue diperusahaan Lo, Leo"ucap Gerald.


"Hebat Lo Leo, gue denger perusahaan Lo semakin maju"ucap King.


"Semua ini berkat teman-teman ditim kerja gue juga, tanpa mereka gue bukan apa-apa"ucap Leo.


"Leo, King temenin gue menghadap bokapnya Nafiza"ucap Gerald.


"Gue khawatir apes lagi, Bokapnya Nafizakan Jenderal Tentara"ucap King.


"Sorry Gerald, siang ini gue balik ke kantor ada urusan yang harus gue selesaiin"ucap Leo.


"Tinggal Lo King, mau gak mau Lo harus ikut, oke"ucap Gerald.


"Aduh....,oke deh"ucap King.


Setelah pulang kuliah King dan Gerald pergi ke rumah Nafiza. Mereka menghadap ayah Nafiza dihalaman rumahnya sedang duduk sambil memberi makan ikan koi dikolam ikan disamping rumah besarnya.


"Siang Om"ucap Gerald dan King dengan suara pelan.


"Cowok ngomongnya loyo, yang tegas"ucap Pak Harmono.


"Siang Om"ucap King dan Gerald dengan suara yang tegas.


"Berdirinya kurang tegap, muka harus serius, tatapan mata ke depan"ucap Pak Harmono.


"Siang Om"ucap King dan Gerald mengulang lagi salam mereka.


"Kamu yang memakai jaket hijau, masih belum betul salamnya, push up sepuluh kali"ucap Pak Harmono pada King.


"Buset deh, baru ngucapin salam aja gue udah mulai apes. Perasaan gue makin gak enak dengan kelanjutannya"ucap King dalam hatinya.


King akhirnya push up sepuluh kali. Setelah itu mereka berdua diajak ke area berlatih dibelakang rumah besar Pak Harmono.


"Gerald untuk menjaga putriku, kau harus kuat secara fisik, ganti bajumu lalu ikuti pelatihan ini"ucap Pak Harmono.


"Selamat, Gerald doang yang disuruh. Paling gak hari ini gue aman"ucap King dalam hatinya.


Gerald berganti baju dan mulai mengikuti pelatihan yang diberikan Ayah Nafiza. Pertama-tama Gerald pemanasan lalu lari mengelilingi lapangan 20 kali.


"Semangat Gerald, jangan loyo"ucap King menyemangati Gerald.


"Hei kamu, sahabat harusnya solidaritas. Ganti bajumu dan ikut lari dengan Gerald"ucap Pak Harmono.


"Kena deh, ini mulut bawel banget jadi kena omel bokap Nafiza"ucap King dalam hatinya.


King akhirnya ikut Gerald lari, baru 10 kali putaran King sudah kecapean.


"Gerald, calon mertua Lo lebih killer dari calon mertua gue"ucap King yang berlari dibelakang Gerald.


"Ayo King cepetan larinya kita diawasi"ucap Gerald yang masih terus berlari.


"Perasaan Lo yang jatuh cinta kenapa gue ikut menderita"ucap King.


Mereka terus berlari sampai 20 putaran dilapangan itu. Setelah itu mereka minum air karena kehausan.


"Kalian sudah selesai minum?"tanya Pak Harmono.


"Sudah"ucap King dan Gerald dengan tegas.


"Gerald saat berlari tadi kau tidak solidaritas. Kau meninggalkan rekanmu berlari lebih dulu padahal rekanmu kelelahan, push up 10 kali"ucap Pak Harmono.


"Baik"ucap Gerald lalu push up.


"Selamat, untung Gerald yang push up, kalau gak gue udah pegel banget bisa tepar, apes kali ini ada temennya"ucap King dalam hatinya.


Setelah itu mereka pergi ke sawah dibelakang rumah besar Pak Harmono. Selain menjadi seorang tentara, Pak Harmono gemar bercocok tanam. Dibelakang rumahnya terdapat kebun dan sawah.


"Karena sawahnya sudah tidak ada padinya, baru panen jadi kalian bisa latihan disini. Merangkak ditanah lapang biasa, tapi merangkak dilumpur sawah berbeda. Kalian akan merangkak dari ujung kanan sampai ke ujung kiri lahan sawah ini sebanyak 5 kali, kerjakan!"ucap Pak Harmono.

__ADS_1


"Baik"ucap King dan Gerald bersamaan.


"Lanjutkan penderitaan senasib sepenanggungan ini"ucap King dalam hatinya.


Mereka mulai merangkak diatas lumpur sawah.


Baru sampai tengah sawah King terkena percikan air dari tangannya sendiri sampai masuk ke mulutnya.


"Apaan nih? kok gerak-gerak dimulut, goyang dompret lagi, kalau ulet sagu masih ditolerir untuk ditelan, ini apaan?"ucap King lalu mengeluarkan sesuatu yang bergerak dimulutnya.


"Gerald gue hampir nelen kecebong nih"ucap King.


"Lo masih untung cuma hampir nelen kecebong, ini katak didalam baju gue jalan-jalan cantik naik turun, sampai gue geli banget"ucap Gerald.


"Bagus deh, gue gak apes sendirian hari ini, ada temennya paling tidak"ucap King.


"Gerald, kita berasa pelantikan organisasi, padahal mau pendekatan ma calon mertua" ucap King.


"Sorry ya King Lo jadi ikut gue nelangsa kaya gini" ucap Gerald.


"Tenang bro, solidaritas dalam penderitaan itu baru sahabat namanya"ucap King.


"Ayo jangan gosip, kalian cowok"ucap Pak Harmono.


"Siap"ucap Gerald dan King.


Mereka merangkak dari kanan sampai kiri lahan sawah itu. Kemudian membersihkan diri disungai kecil dibawah area persawahan itu.


"Lha..lha....celan4 dalam gue hanyut Gerald"ucap King.


"Masih untung cuma celan4 dalam Lo yang hanyut, celana panjang gue hanyut. Gimana coba?"ucap Gerald.


"Udah metik daun pisang aja buat nutupin tar" ucap King.


Selesai membersihkan diri mereka berkumpul dihalaman rumah Pak Harmono.


"Sekarang pelatihan kerjasama tim, kalian pakai egrang itu bersama. Jalan mengelilingi halaman rumah ini sebanyak 3 kali"ucap Pak Harmono.


"Baik"ucap King dan Gerald.


Blug...............


"Aduh lutut gue udah baret berapa kali, mana pakai celana pendek lagi, Gerald sejam lagi aja, babak belur gue"ucap King.


"Lo cuma baret dilutut, gue baret ditangan, lutut, ma jidat. Guekan yang didepan Lo jatuh lebih duluan dan lebih parah"ucap Gerald.


"Kita harus menyeimbangkan kaki, kanan kanan, kiri kiri"ucap King.


"Iya, kalau perlu kita berteriak kanan kiri, kanan kiri, oke"ucap Gerald.


"Oke"ucap King.


Mereka berteriak kanan kiri, kanan kiri sampai selesai. Setelah mulai sore mereka mengikuti pelatihan kemandirian.


"Ini pelatihan untuk mengajari kalian kemandirian, laparkan?"tanya Pak Harmono.


"Lapar"ucap King dan Gerald.


"Ambil, petik, dan masak makanan kalian sendiri. Semuanya tersedia dikebun beserta alat masaknya. Masak sendiri-sendiri dan makan hasil masakan kalian"ucap Pak Harmono.


"Baik"ucap Gerald dan King.


King dan Gerald mulai memetik apa saja dikebun itu. Lalu mereka mulai membuat tungku dari batu bata yang ditata dan mencari kayu bakar. Setelah itu mereka mulai menyalakan api.


"Gerald api gue kok gak nyala-nyala?"tanya King.


"Ya gak nyala, Lo ngapain naruh daun hijau ditumpuk diatas kayunya gitu, ya gak akan nyala sampai lebaran juga. Itukan basah jadi apinya sulit menyala"ucap Gerald.


Gerald membantu King menyalakan api tungku miliknya. Mereka mulai memasak sayuran yang dipetik mereka.


"King itu rumput ngapain Lo masak juga"ucap Gerald.


"Bukannya ini sayuran juga"ucap King.


"Gak semua yang dikebun itu sayuran ada rumput juga"ucap Gerald.


"Tumis rumput belum pernahkan Gerald, lihat Chef King mengatasinya, merubah hal yang tak mungkin jadi mungkin. Tumis rumput ini akan jadi makanan terenak"ucap King.

__ADS_1


"Bereksperimen sembarangan, gak enak aja baru tahu rasa"ucap Gerald.


Mereka menyelesaikan masakannya lalu mulai makan bersama dibawah pohon.


"King nasi gue keras banget, kaya masih mentah nih"ucap Gerald.


"Nasi gue dong lembut banget sampai berair" ucap King.


"Itu mah bukan nasi tapi bubur, Lo kebanyakan ngasih airnya itu"ucap Gerald.


"Gak papa, biar gampang nelennya"ucap King.


Mereka mulai memakan masakan mereka.


King meringis saat memakan tumis rumput buatannya.


"Kenapa gak enak gini ya, padahal udah pakai saos tiram segala"ucap King.


"Kalau rumput enak dimakan, Ibu-ibu ngapain repot-repot beli sayur ditukang sayur. Udah metik rumput aja didepan rumah juga banyak"ucap Gerald.


"Yah gue cuma makan bubur doang"ucap King.


"Gue juga makan tumisan kangkung dan sawi doang"ucap Gerald.


Mereka akhirnya menyelesaikan latihan kemandirian. Setelah malam mereka harus menyelesaikan satu lagi latihan keberanian.


"Malam ini kalian berkemah diluar rumah, ini adalah latihan untuk keberanian kalian, laksanakan!"ucap Pak Harmono.


"Baik"ucap King dan Gerald.


King dan Gerald tidur di tenda yang berbeda. King sulit tidur karena tak terbiasa tidur diluar rumah.


Terdengar suara wanita berbicara padanya dari luar tenda.


"Bang, beli sate sepuluh tusuk Bang"ucap Mimin menyamar jadi Kunti.


"Waduh, itu jangan-jangan Kunti beneran, tapi kok minta sate segala ya kaya difilm-film"ucap King di dalam tenda.


"Bang udah punya pacar belom, Kunti mau nemenin Abang nih"ucap Mimin.


"Amit-amit pacaran sama Kunti meski cantik juga ketawanya itu bikin merinding gak bisa tidur semalaman bergadang terus"ucap King di dalam tenda.


"Kira-kira apa gue doang nih yang diganggu Kunti, Si Gerald apa diganggu juga gak yah. Jangan-jangan dia udah pules. Aduh kalau begini gue abis nih ma makhluk tak kasat mata"ucap King.


Ada pocong loncat didekat tenda Gerald. Mimin jadi ketakutan padahal dia cuma bertugas menggoda eh ketemu makhluk tak kasat mata beneran.


"Po...po...poci eh bukan po...pocong....."ucap


Mimin langsung lari terbirit-birit.


"Lha Si Mimin kok kabur, gue kan juga disuruh jadi pocong"ucap Pak Asep.


Pak Asep datang ke tenda milik Gerald. Dia berdiri didepan tenda milik Gerald.


"Bang ikut tidur didalam dong, dingin diluar"ucap Pak Asep.


"Suara apa ya, jangan-jangan maling. Aku harus segera keluar dan tangkap malingnya"ucap Gerald.


Saat Gerald keluar, Pak Asep berlari menjauh dari tenda milik Gerald. Gerald mengejarnya dan menangkapnya.


"Kamu pasti maling, sekarang banyak modus maling nyamar jadi pocong, rasain nih"ucap Gerald menonjok pipi Pak Asep.


Dug............


"Aduh, babak belur. Padahal cuma akting jadi figuran"ucap Pak Asep.


"Den Gerald saya Pak Asep"ucap Pak Asep.


"Pak Asep?....Pak Asep ngapain dandan begini"ucap Gerald.


"Saya sedang bertugas menguji nyali Den Gerald eh malah kena bogem mentah"ucap Pak Asep.


"Maaf Pak Asep, Gerald pikir maling"ucap Gerald.


"Yaudah deh Den lanjutkan lagi tidurnya"ucap Pak Asep.


Pak Asep kembali ke rumah sementara Gerald kembali tidur. King dan Gerald sudah menyelesaikan latihan terakhir mereka. Akhirnya King juga tertidur pulas karena kelelahan seharian dia terus mengikuti latihan bersama Gerald. Sebagai sahabat dia tidak hanya ada disaat senang tapi disaat susahpun dia tetap ada menemaninya.

__ADS_1


__ADS_2