
Leo dan Zara bertemu ditempat biasa. Setiap berangkat dan pulang sekolah mereka selalu berpisah dan bertemu ditempat itu. Leo sudah menunggu Zara disana, Zara berjalan membawa payung yang diberikan King. Leo melihat barang yang dibawa Zara itu.
"Zara kau bawa apa?"tanya Leo.
"Aku bawa payung"ucap Zara.
"Payung, bukannya kita tidak memiliki payung"ucap Leo.
"Ini tadi diberikan oleh King"ucap Zara.
"Siapa King?"tanya Leo.
"Itu anak baru dikelasku, anaknya arogan sekali semua hal harus atas keinginannya, termasuk payung ini. Dia melempar payung ini kearahku,jadi aku akan mengembalikannya besok"ucap Zara.
"Kalau dia mengganggumu bilang padaku"ucap Leo.
"Tidak, dia hanya arogan saja"ucap Zara.
Mereka terus berjalan untuk mencari pekerjaan karena sudah tidak memiliki uang lagi. Leo dan Zara berganti pakaian ditoilet umum disebuah taman milik pemerintah. Leo dan Zara berpencar untuk mencari pekerjaan. Zara terus berjalan dan menawarkan tenaga dan jasanya pada setiap toko dan rumah. Sampai disebuah rumah, dia ditawari untuk berjualan kopi seduh keliling. Zara menerima tawaran itu, dia memang membutuhkan uang. Zara berkeliling dengan menggendong kotak berisi kopi, tisu, mie instan cup, susu,dan lain-lainnya. Zara menawarkan dagangannya pada setiap orang yang dijumpainya.
"Kopi...kopi...tisu....susu...mie...."ucap Zara.
"Neng kopi dua"ucap pembeli 1.
"Iya bang"ucap Zara.
Zara mendekat ke arah dua orang yang ingin membeli kopinya. Dia membuatkan dua orang itu kopi instannya.
"Neng masih muda, udah jualan kopi"ucap Pembeli 2.
"Butuh untuk makan dan biaya sekolah bang"ucap Zara.
"Wah masih muda tapi giat bekerja, bagus....bagus" ucap pembeli 1.
"Yang penting halal bang"ucap Zara.
"Betul tuh neng dapat uang sedikit yang penting halal"ucap pembeli 2.
"Ini uangnya, ambil kembaliannya buat kamu sekolah"ucap pembeli 1.
"Wah, terimakasih sekali bang"ucap Zara.
"Ya sama-sama"ucap pembeli 1.
Zara terus berkeliling mengikuti arah jalan. Dia terus berteriak mempromosikan barang jualannya.
Sampai dijalan utama jalan raya,
lumayan ada beberapa orang yang membeli barang dagangannya. Zara terus berjalan kesana kemari sampai dia bertemu sepasang ibu dan anak yang sedang mencari makanan ditempat sampah.
"Bu sedang apa?"tanya Zara.
"Ini....sedang......mencari sisa makanan untuk dimakan"ucap ibu itu sambil menggendong anaknya.
"Mencari makanan kok ditempat sampah"ucap Zara.
"Kami tidak punya uang, suamiku sedang mencari rongsokan belum pulang. Anakku sudah lapar, kami tidak memiliki uang"ucap Ibu itu.
Zara tidak tega mendengar cerita ibu itu, dia memberikan uang keuntungan yang didapatnya tadi untuk ibu itu. Zara merasa ibu itu lebih membutuhkan dari pada dia.
"Makasih ya dek"ucap Ibu Itu.
"Ya sama-sama"ucap Zara.
__ADS_1
Zara melanjutkan perjalanannya berjualan kopi seduh keliling. Zara terus berteriak dan mempromosikan barang dagangannya sampai ditepi jalan raya besar dikota.
"Kopi...kopi....tisu....susu....mie seduh"ucap Zara.
Saat Zara sedang duduk di halte bus dan menawarkan dagangannya. Ada mobil milik King lewat jalan didepannya. King melihat Zara berada di halte bus sambil menggendong dagangannya.
"Itu Zara kan, ngapain disitu"ucap King.
"Pak sopir cari parkiran dekat sini, saya mau turun"ucap King.
"Baik tuan muda"ucap pak supir.
Mobil King parkir disebuah mini market. King turun dari mobilnya dan berjalan menuju tempat Zara berada. Dia mendekat kearah Zara duduk.
"Gadis pintar ngapain kamu disini?"tanya King.
"Aku jualan kopi seduh"jawab Zara.
"Apa? kamu gak salah jualan kopi seduh?"tanya King.
"Gak, memangnya kenapa?"tanya Zara.
"Sini, biar aku saja"ucap King mengambil barang dagangan Zara.
"King mau ngapain?"tanya Zara.
"Kamu duduk disitu, diam"ucap King.
King menggantikan Zara berjualan, dia menawarkan kopi seduh pada setiap orang yang melewati tepi jalan. Anak-anak ABG perempuan yang melihat King langsung tertarik membelinya.
"Kak aku beli dong satu susu seduh pakai es ya"ucap Pembeli 1.
"Aku juga sama kak"ucap Pembeli 2.
King dikerumuni anak-anak ABG itu. Mereka membeli barang dagangan yang dijual King cuma karena ingin minta foto bareng setelah membelinya.
Sudah satu jam King menjualkan dagangan Zara. Dia kembali ke tempat Zara duduk di halte bus.
"Nih gadis pintar, sudah laku lumayan banyak"ucap King.
"Wah, banyak yang terjual"ucap Zara.
"Siapa dulu yang jual"ucap King dengan penuh arogannya.
"Terimakasih King"ucap Zara
"Kamu sudah makan gadis pintar?"tanya King.
"Be....eh sudah"ucap Zara terpaksa berbohong.
Saat King hendak bertanya lagi handphonenya berdering. King mendapat telpon dari orangtuanya. Setelah menelpon, King harus pulang karena orangtuanya menyuruh segera pulang.
"Gadis pintar aku pulang dulu, cepat pulang sana disini gak aman untukmu"ucap King.
"Ya"ucap Zara.
"Sampai ketemu besok disekolah gadis pintar"ucap King.
Setelah King pergi meninggalkan tempat itu, Zara memutuskan pulang. Zara menuju ke rumah bos pemilik dagangan kopi seduhnya. Karena terjual cukup banyak Zara diberi upah 20ribu. Zara senang sekali mendapatkan upah dari hasil kerjanya hari ini. Dia pulang dengan hati yang gembira. Zara berjalan menuju arah pulang, ditengah jalan bertemu dengan Leo. Leo juga terlihat senang, terlihat dari wajahnya yang berseri-seri.
"Zara"ucap Leo.
"Leo"ucap Zara.
__ADS_1
"Kamu kelihatan seneng banget"ucap Leo.
"Ya, tadi aku mendapat pekerjaan jadi penjual kopi seduh"ucap Zara.
"Aku juga mendapat pekerjaan,jadi tukang parkir dimini market"ucap Leo.
Leo dan Zara senang sekali mereka bisa mendapat pekerjaan. Mereka tak lupa membeli makan disebuah rumah makan. Leo mengajak Zara makan ditempat itu. Leo dan Zara makan sepiring berdua seperti biasanya. Orang-orang yang makan dirumah makan itu kagum melihatnya.
"Lihat dua anak muda itu romantis sekali makan sepiring berdua"ucap orang 1.
"Iya, kita yang sudah tua saja sudah jarang makan sepiring berdua"ucap orang 2.
Leo dan Zara tidak menghiraukan ucapan orang. Mereka tetap makan dengan santai. Selesai makan Leo dan Zara membelikan sebungkus kue donat untuk diberikan pada anak-anak pak Maman.
Sampai dirumah pak Maman Leo memberikan sekantung donat itu pada Bu Ani. Bu Ani tetap saja bersikap jutek pada Leo dan Zara. Leo dan Zara kembali ke kamar mereka. Mereka mandi dan berganti pakaian. Mereka kemudian mengerjakan PR dan belajar untuk materi pelajaran besok. Selesai belajar mereka menghitung kembali uang yang didapat mereka bekerja seharian ini.
"Leo uang kita sisa 25ribu"ucap Zara.
"Ya, kamu simpan saja Zara"ucap Leo.
"Nanti sebagian untuk membeli sarapan dan makan siang untuk besok"ucap Zara.
Leo dan Zara tidur satu ranjang yang sama dikamar rumah milik pak Maman. Karena tempatnya sempit dan hanya muat ranjang dan lemari satu. Walaupun demikian Leo tak sekalipun berani menyentuh Zara. Dia sangat menjaga keinginannya. Selain mereka masih sekolah dan juga mereka masih ingin menikmati masa muda yang indah.
**********
Zara sudah bangun setiap jam 4 pagi membantu pekerjaan rumah Bu Ani. Zara mengerjakan semua pekerjaan rumah itu. Setelah itu dia dan Leo berangkat ke sekolah. Saat Zara dan Leo hendak berangkat. Bu Ani memanggil Zara. Zara kembali masuk ke rumah pak Maman karena dipanggil Bu Ani.
"Zara bantu aku bereskan ini dulu"ucap Bu Ani.
"Tapi saya mau sekolah dulu"ucap Zara.
"Kamu tuh numpang ya disini, masa dimintain bantuan gak mau"ucap Bu Ani.
"Baik, sebentar saya memberi tahu Leo dulu untuk berangkat lebih dulu"ucap Zara.
"Iya"ucap Bu Ani.
Zara keluar dari rumah Bu Ani untuk memberi tahu Leo untuk berangkat duluan nanti Zara menyusul. Leo pun berangkat terlebih dahulu sesuai permintaan Zara. Zara kembali ke rumah itu. Bu Ani memberinya pekerjaan tambahan. Bu Ani mengambil cucian baju milik tetangganyanya dan meminta Zara mencuci dan menggosok bajunya. Sampai sudah siang Zara belum selesai mengerjakan tugasnya. Zara berpikir hari ini dia tidak mungkin bisa sekolah. Bu Ani terus-menerus menambahi pekerjaannya. Bahkan sampai Leo pulang dari sekolah.
"Zara tadi kamu gak sekolah?"tanya Leo.
"Gak"jawab Zara.
"Kenapa?"tanya Leo.
"Aku menyuruhnya membantuku"jawab Bu Ani baru datang.
"Bu Ani, Zara itu masih sekolah, anda tidak boleh menyuruhnya bekerja saat dia mau sekolah"ucap Leo.
"Hei kalian seharusnya berterimakasih sudah saya berikan tumpangan gratis, malah menyalahkan saya"ucap Bu Ani.
"Saya tidak akan membiarkan Zara kehilangan waktu sekolahnya, jangan sekali-kali lagi menyuruh Zara bekerja seperti ini"ucap Leo marah.
"Yasudah, kalau tidak mau pergi saja kalian dari sini,gak tahu diri"ucap Bu Ani.
"Ayo Zara kita pergi"ucap Leo sambil menarik tangan Zara.
Leo dan Zara mengemasi barang mereka. Leo menulis surat dan diletakkan diranjang untuk pak Maman karena mereka belum sempat pamitan. Leo dan Zara keluar dari rumah itu. Mereka terus berjalan disepanjang jalan. Lalu mereka beristirahat sebentar.
"Leo kita harus kemana lagi?" tanya Zara.
"Aku belum tahu, yang jelas kita jangan tidur ditempat umum bahaya"jawab Leo.
__ADS_1
Leo berpikir keras, dia harus segera mendapatkan tempat tinggal untuk dia dan Zara. Leo tidak ingin hal buruk terjadi pada Zara lagi. Dia tidak memiliki uang yang cukup untuk menyewa sebuah kontrakan ataupun penginapan untuk seharipun.