Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 122


__ADS_3

Cinta membawa Black Hunter ke acara pernikahan Raka dan Azkia. Karena Pulau Hitam jauh dari kota tempat Leo dan Zara tinggal, Cinta dan Black Hunter baru sampai ditempat resepsi itu. Mereka menghampiri Leo dan Zara yang sedang berbincang berdua.


"Kakek, Nenek"ucap Aksa.


"Aksa"ucap Leo dan Zara.


Aksa memeluk Leo dan Zara. Dia digendong Leo dan dipeluk Zara. Mereka begitu rindu cucu semata wayangnya itu.


"Kakek kangen Aksa"ucap Leo.


"Nenek juga kangen Aksa"ucap Zara.


"Aksa juga kangen Kakek dan Nenek"ucap Aksa.


Cinta tersenyum melihat Aksa begitu bahagia bertemu kakek dan neneknya.


"Ma, Pa ini Kak Rehan"ucap Cinta.


"Rehan?"ucap Leo dan Zara kaget melihat lelaki bertopeng didepannya itu.


Leo dan Zara menatap lelaki bertopeng itu. Antara yakin atau tidak, apakah itu Rehan atau hanya imajinasi Cinta yang mungkin rindu pada sosok Rehan. Tapi melihat postur tubuhnya hampir mirip dengan Rehan.


"Nanti setelah acara selesai Cinta akan cerita semuanya pada kalian"ucap Cinta.


"Selamat malam Om, Tante"ucap Black Hunter.


"Kak Rehan panggil Papa dan Mama seperti dulu" ucap Cinta pada Lelaki bertopeng itu.


"Oke"ucap Black Hunter.


Black Hunter mengulang kembali ucapannya.


"Selamat malam Pa, Ma"ucap Black Hunter.


"Malam"ucap Leo dan Zara.


"Pa, Ma aku ke atas pelaminan dulu ya"ucap Cinta.


"Iya nak"ucap Leo dan Zara.


Black Hunter dan Cinta naik ke atas pelaminan. Cinta langsung memeluk Raka, kembarannya itu kini sudah resmi menikah dan memiliki seorang istri.


"Selamat ya Kak Raka, semoga kalian bahagia, cepat diberi momongan, jadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah"ucap Cinta.


"Amin"ucap Raka dan Azkia.


Cinta melepas pelukannya pada Raka.


"Selamat atas pernikahan kalian, semoga selalu bahagia dan segera diberi momongan"ucap Black Hunter.


"Siapa dia, Cinta?"tanya Raka.

__ADS_1


"Besok aku cerita Kak, hari ini hari bahagia Kalian jadi kalian harus bahagia"ucap Cinta.


"Oke"ucap Raka.


Cinta dan Black Hunter turun dari atas pelaminan. Mereka kembali berkumpul dengan keluarga. Cinta menunjukkan pada Black Hunter, siapa saja keluarganya. Termasuk Pak Theo ayahnya. Black Hunter hanya memperhatikan satu persatu orang yang ditunjuk Cinta dan dijelaskan padanya.


************


Setelah sore hari acara selesai. Semuanya kembali ke rumah besar Leo kecuali Raka dan Azkia yang pergi ke hotel. Sampai dirumah semua anggota keluarga berkumpul. Mereka semua duduk diruang keluarga. Ada Leo, Zara, Cinta, Black Hunter, Pak Theo, Ibu Kartika, Kirana, dan Marwa. Cinta menceritakan semuanya tentang Black Hunter yang diyakininya Rehan. Black Hunter membuka topengnya setelah Cinta selesai bercerita, semua orang diruangan itu kaget saat melihat Rehan ada diantara mereka.


"Rehan"ucap Pak Theo menghampiri Black Hunter.


"Papa"ucap Black Hunter.


Pak Theo memeluk Rehan dengan erat.


"Papa pikir Papa takkan bertemu denganmu lagi, banyak kesalahan yang belum Papa perbaiki padamu nak, maafkan Papa"ucap Pak Theo.


"Iya Pa, meski aku belum mengingat Papa tapi aku yakin Papa memang Papaku"ucap Black Hunter.


"Kalau kau tak ingat Papa tidak apa-apa, tapi Kau harus ingat Cinta istrimu. Dia yang paling menderita karena kepergiaanmu nak"ucap Pak Theo.


"Iya Pa, aku memang mencintai Cinta walaupun aku belum mengingatnya sekalipun. Dia selalu jadi orang yang istimewa dihidupku"ucap Black Hunter.


Pak Theo melepas pelukannya, berganti Leo yang memeluk Black Hunter.


"Takdir mempertemukan kalian kembali, dua insan yang saling mencintai. Allah memang Maha Pengasih dan Penyayang, Dia memiliki rencana yang indah"ucap Leo.


"Pantas putriku betah berada diluar kota, ternyata bersama suaminya, Rehan jagalah istri dan anakmu"ucap Leo.


"Pasti Pa"ucap Black Hunter.


Leo melepas pelukannya lalu kembali duduk bersama Zara. Semua anggota keluarga senang dengan adanya Rehan kembali. Selama ini mereka ikut prihatin karena kesedihan Cinta sewaktu ditinggalkan Rehan. Tapi kini mereka melihat senyuman dibibir Cinta.


Black Hunter begitu bahagia ternyata dia memiliki banyak orang yang menyayanginya. Apalagi wanita cantik yang selalu ada untuknya dan begitu mencintainya. Membuat dia yakin hidupnya bahagia meskipun ingatannya menghilang.


Malam hari


Cinta membawa Black Hunter ke kamarnya dirumah itu. Sementara Aksa tidur bersama Leo dan Zara. Mereka masuk ke dalam kamar lalu duduk diranjang.


"Ini kamar kita dirumah ini Kak Rehan"ucap Cinta.


Black Hunter memandangi semua sudut ruangan itu, terdapat banyak fotonya bersama Cinta. Dia semakin yakin kalau dia memang Rehan.


"Manisku itu foto pernikahan kita?"tanya Rehan.


"Iya Kak Rehan, saat kita menikah aku masih duduk dibangku kelas 2 SMA"ucap Cinta.


"Berarti aku menikahi daun muda"ucap Black Hunter.


"Kak Rehan....."ucap Cinta memeluk Black Hunter.

__ADS_1


"Kalau kaya gini jadi otomatis ingin......"ucap Black Hunter.


Black Hunter langsung membaringkan Cinta. Dia tak mampu menahan keinginannya jika Cinta sudah bermanja ditubuhnya.


"Bolehkah?"tanya Black Hunter.


"Apa selama ini kau pernah minta izin sebagai Black Hunter?"tanya Cinta.


"Tidak, aku melakukan apa yang ku mau"ucap Black Hunter.


"Berarti ini Kak Rehanku"ucap Cinta.


Black Hunter langsung menerkam Cinta. Mereka mulai melakukan keinginannya satu sama lain. Kerinduaan selama bertahun-tahun terbayar sudah. Kini menjadi malam yang indah untuk mereka berdua.


************


Hotel Beautiful Flower


Raka dan Azkia pergi ke hotel untuk menghabiskan malam pertama mereka. Tangan Azkia begitu dingin bahkan dia begitu malu menatap Raka. Diranjang itu dia hanya duduk berdiam diri menunggu Raka selesai mandi.


"Aduh aku kok grogi, apa berlatih pedang dulu biar gak grogi"ucap Azkia.


Azkia mengambil pedang miliknya yang selalu dibawanya kemana-mana. Dia berlatih pedang dikamar hotel itu. Padahal dia sedang mengenakan gaun pengantin. Segala jurus dikeluarkan, dia berharap bisa menghilangkan rasa groginya.


"Sayang kau sedang apa?"tanya Raka diluar pintu toilet memandangi Azkia.


"Aku sedang mengusir nyamuk sayang, banyak nyamuk jadi aku keluarkan jurus pedang mengusir nyamuk"ucap Azkia.


"Oh....malam ini kau hanya boleh menggunakan jurus menghabiskan malam denganku"ucap Raka.


Raka menghampiri istrinya yang sedang memegang pedang itu.


"Turunkan pedangmu sayang, aku ingin menciummu"ucap Raka.


"Hah....menciumku? aduh jantungku terus berdebar tak karuan"batin Azkia.


Raka mengambil pedang milik Azkia. Lalu dia meraih tubuh Azkia ke dalam dekapannya.


"Sayang malam ini kau cantik sekali"ucap Raka.


"Baru kali ini aku digombalin cowok rasanya panas dingin"batin Azkia.


"Aroma tubuhmu harum, aku suka"ucap Raka.


"Gimana ini kok kesadaranku makin berkurang mendengar rayuan-rayuan itu"batin Azkia.


"Malam ini indah ya, akan jadi malam penyatuan kita"ucap Raka.


"Pak Dokter, ada obat untuk tetap sadar saat dirayu habis-habisan gak?"batin Azkia.


Raka langsung mencium bibir cantik Azkia yang belum pernah ada yang menyentuhnya. Dia menciumnya begitu rakus seakan tak ingin melepasnya. Azkia langsung pingsan setelah dicium Raka habis-habisan.

__ADS_1


"Sayang....sayang.....sayang....."ucap Raka menepuk Azkia pingsan dalam pelukannya itu.


__ADS_2