Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 56


__ADS_3

Rehan dan Cinta duduk diranjang kamar mereka. Cinta melihat wajah Rehan ada beberapa lebam dan ujung bibirnya berdarah. Dia menyentuh wajah Rehan dengan tangan kanannya tapi Rehan terlihat cemberut. Cinta tidak tahu kenapa Rehan terlihat cemberut tidak seperti biasanya.


"Tuan yang sombong kenapa wajahmu seperti ini, pasti kau habis adu kekuatan ya?"tanya Cinta.


"..........."Rehan hanya diam karena cemburu.


"Oh....ada yang lagi marah, biasanya kalau marah pisah ranjang"ucap Cinta.


"..........."Rehan masih diam dengan wajah yang cemberut.


"Mau ku sediakan bantal dan selimut untuk tidur disofa?"tanya Cinta.


"Gadis kecil kau mengusirku dari kamar, kau sengaja biar bisa telponan dengan bocah sialan itu, iyakan"ucap Rehan.


"Tuan yang sombong cemburu ya"ucap Cinta sambil tersenyum.


"Tadi kau dan bocah...."ucap Rehan mau meneruskan kata-katanya tapi bibirnya langsung dicium Cinta.


Rehan membalas ciuman itu dengan penuh kelembutan. Sesaat mereka membagi rasa cinta dalam hangatnya ciuman itu.


"Apa masih marah?"tanya Cinta yang melepas ciuman itu.


"Aku tak mempan disuap ciuman manismu itu" ucap Rehan.


"Kalau begitu Tuan yang sombong silahkan dilanjut cemburunya, aku ambilkan obat luka dulu ya"ucap Cinta.


Cinta mengambil obat luka dan air dimangkuk beserta waslap. Dia menghampiri Rehan dan duduk disampingnya. Waslap itu dibasahi untuk membersihkan muka dan darah diujung bibir Rehan. Secara perlahan Cinta mengusap wajah Rehan dengan waslap basah itu kemudian dia memberi obat luka pada luka yang sobek diujung bibir.


"Aw.....perih gadis kecil"ucap Rehan.


"Perih ya, tapi tadi dicium gak merasa perih tuh"ucap Cinta.


"Dicium rasanya beda dengan diberi obat luka sayang"ucap Rehan manja sambil memegang pinggang Cinta.


"Kalau gitu mau dicium lagi?"tanya Cinta.


Rehan hanya mengangguk dengan ucapan Cinta.


"Mana yang mau dicium?"tanya Cinta.


Rehan menunjuk ke bibirnya yang ada luka.


Cup


Cinta mencium ujung bibir Rehan yang luka.


"Apa masih sakit?"tanya Cinta.


"Kalau hanya ciuman, belum bisa membuatku melupakan saat kau dan bocah sialan itu pelukan tadi"ucap Rehan.


"Pelukan?"ucap Cinta bingung dan coba mengingat apa saja yang tadi dilakukannya bersama Raka.


"Tadi itu....Raka tiba-tiba....."ucap Cinta ragu mengatakan semuanya.


"Memelukmu"ucap Rehan menegaskan ucapan Cinta yang terhenti.


"Jadi Kak Rehan cemburu karena itu?"tanya Cinta.


"Menurutmu gadis kecil aku cemburu karena apa?"ucap Rehan.


Cinta hanya tersenyum melihat Rehan cemburu.


"Coba kau pikir kalau seandainya ada seorang gadis cantik memelukku, apa kau tidak cemburu?"tanya Rehan.


"Aku pasti cemburu"ucap Cinta.


Rehan memegang pipi cinta dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Gadis kecil kau tahu, aku takut kehilanganmu, aku terlalu banyak dosa, mungkin bocah sialan itu lebih pantas untukmu, tapi aku sangat mencintaimu"ucap Rehan.


"Aku juga mencintaimu Kak Rehan"ucap Cinta.


"Katakan sekali lagi"ucap Rehan.


"Aku mencintaimu Rehan Darien"ucap Cinta.


Rehan langsung tersenyum mendengar ucapan manis itu.


"Gadis kecil, bocah sialan itu gak ada habisnya mendekatimu, apa perlu aku jadi satpammu seharian"ucap Rehan.


"Ternyata kalau Tuan yang sombong cemburu lucu"ucap Cinta.


"Lucu kenapa? memang aku terlihat seperti boneka panda?"tanya Rehan.


"Iya, itu sebabnya aku suka boneka panda"ucap Cinta.


"Kalau aku boneka panda apa kau akan menyukaiku?"tanya Rehan.


"Iya Tuan beast"ucap Cinta.


"Gadis kecil lakukan sesuatu untuk membuatku memaafkanmu"ucap Rehan.


"Kak Rehan yang tampan, suamiku tercinta, panda besar yang lucu maafkan aku"ucap Cinta.


"Belum bisa membuatku memaafkanmu"ucap Rehan.


"Kalau ini gimana?"tanya Cinta menawarkan sesuatu yang diinginkan Rehan.


"Gadis kecil jangan menggoda imanku"ucap Rehan.


"Baiklah berarti tidak mau ya"ucap Cinta.


"Siapa bilang?"ucap Rehan.


"Kak Rehan dari mana kau tahu Raka tadi memelukku?"tanya Cinta yang berbaring dipelukan Rehan seusai kebersamaan penuh cinta tadi.


"Tadi...?"ucap Rehan mulai berpikir.


"Kak Rehan"ucap Cinta.


"Tadi yang mengirim foto itu nomor yang tidak dikenal, apa ada yang sengaja membuatku cemburu pada Cinta?"batin Rehan.


"Kak Rehan"ucap Cinta kembali memanggil Rehan.


"Maksudku tadi itu hanya insting suami pada istrinya"ucap Rehan.


"Benarkah? Kak Rehan memiliki insting semacam itu?"tanya Cinta.


"Gadis kecil jangankan insting, besok-besok aku akan menaruh CCTV dimanapun kau berada biar tidak ada yang berani mendekatimu, karena aku terus mengawasimu"ucap Rehan.


"Posesif"ucap Cinta.


"Apa? posesif?"tanya Rehan.


"Iya, Kak Rehan jadi posesif karena cemburu, tapi aku suka"ucap Cinta.


"Kau memang harus menyukai posesifku gadis kecil"ucap Rehan.


"Aku lapar"ucap Cinta.


"Mau makan apa?"tanya Rehan.


"Aku mau makan nasi goreng buatan Kak Rehan" ucap Cinta.


"Oke, aku akan masak untuk gadis kecilku"ucap Rehan.

__ADS_1


Rehan dan Cinta mandi kemudian mereka sholat. Barulah Rehan menggendong Cinta turun ke lantai bawah, mereka menuju ke dapur dan mulai memasak.


"Gadis kecil, kalau membuat nasi goreng pakai bumbu apa?"tanya Rehan.


"Apa Tuan yang sombong belum pernah masak?" tanya Cinta.


"Aku hanya pandai berkelahi, tidak untuk memasak"ucap Rehan.


"Kalau begitu aku akan membantumu"ucap Cinta.


"Kemarilah aku akan memelukmu sambil memasak"ucap Rehan.


Cinta menghampiri Rehan yang berdiri didepan kompor. Rehan langsung menariknya ke depan tubuhnya dan memeluknya dari belakang.


"Kita mau masak atau mau berpelukan?"tanya Cinta.


"Maaf gadis kecil, bisakah kita masaknya begini saja"ucap Rehan.


"Kita seperti kembar siam tak terpisahkan"ucap Cinta.


Rehan tersenyum dengan ucapan Cinta. Merekapun memasak bersamaan, ketika mereka asyik memasak sambil bercanda, Dina masuk ke dapur dan melihat Rehan dan Cinta.


"Lah kok mereka akur gitu, bukannya seharusnya marahan ya"batin Dina.


"Sial, ini sudah gak bisa dengan cara halus, aku harus lebih berani lagi"batin Dina.


Setelah melihat kebersamaan Rehan dan Cinta, Dina meninggalkan ruangan itu. Sementara Rehan dan Cinta selesai memasak dan mulai makan dimeja makan.


"This is it Chef Rehan Darien, nasi goreng kembar siam rasa cinta"ucap Rehan memegang piring nasi goreng itu sambil memamerkannya pada Cinta.


Proooook.....proooook............


Cinta bertepuk tangan melihat Rehan.


"Ini nasi goreng yang istimewa jadi kau harus menghabiskannya gadis kecil"ucap Rehan.


"Oke Tuan yang sombong"ucap Cinta.


Cinta mulai makan nasi goreng itu.


"Enak?"tanya Rehan.


"Delicius"ucap Cinta.


"Suapin aku juga gadis kecil"ucap Rehan.


Cinta menyuapi Rehan nasi goreng itu. Mereka berdua menghabiskan nasi goreng itu bersama.


"Gadis kecil ada yang ingin ku bicarakan denganmu"ucap Rehan.


"Apa Tuan yang sombong?"tanya Cinta.


"Gadis kecil, aku ada bisnis diluar kota akhir pekan ini, apa kau tidak masalah ku tinggal keluar kota?"tanya Rehan.


"Iya Tuan yang sombong"ucap Cinta.


"Ingat ya, jangan berani menemui bocah sialan itu"ucap Rehan.


Cinta hanya tersenyum dengan ucapan Rehan.


"Gadis kecil kau dengarkan ucapanku tadi?"tanya Rehan.


"Iya, tapi bolehkah aku bertemu Papa dan Mama, mereka ingin bertemu denganku akhir pekan ini"ucap Cinta.


"Boleh sayang"ucap Rehan.


Selesai makan Rehan menggendong Cinta kembali ke kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2