
Hari Kelulusan Sekolah
Seluruh siswa asyik berfoto mengabadikan momen kelulusan mereka. Selain berfoto mereka juga meminta tanda tangan. Azkia berlari kesana kemari mencari Raka. Dia menemukan Raka sedang dimintai tanda tangan oleh siswa putri.
"Kak Raka.....Kak Raka......"ucap Siswa putri yang meminta tanda tangannya.
Azkia menanti Raka selesai menandatangani baju semua siswa putri yang memintanya tanda tangan. Baru Raka mau melangkah mendekati Azkia. Tiba-tiba Siska dan Dara menghampiri Raka. Mereka berdua berebut Raka sampai tarik menarik lengan Raka.
"Dara jangan kecentilan, aku sudah duluan"ucap Siska.
"Hei Siska genit, aku sudah dari lahir berjodoh dengan Raka"ucap Dara.
"Raka punyaku"ucap Siska.
"Enak aja, Raka milikku"ucap Dara.
"Aku dah lama kenal sama Raka"ucap Siska.
"Aku udah ngincer Raka dari masuk sekolah ini" ucap Dara.
Azkia langsung menarik Raka kabur dari Siska dan Dara. Azkia dan Raka berlari, mereka naik ke atap gedung. Disana mereka berdiri disamping pembatas atap gedung itu.
"Kura-kura, aku akan kuliah diluar negeri, ke negara paman sam"ucap Raka.
"Aku juga akan kuliah diluar negeri, kembali ke negara matahari terbit"ucap Azkia.
"Berarti kita kuliah ditempat yang berbeda"ucap Raka.
"Iya"ucap Azkia sedih dengan kenyataan yang akan dihadapinya bersama Raka.
"Aku pasti merindukanmu kura-kura, satu tahun kita bersama, banyak hal yang sudah kita lewati"ucap Raka.
"Apa mungkin suatu hari nanti kita akan bertemu lagi"ucap Azkia.
"Jika berjodoh kita akan bertemu lagi"ucap Raka.
"Saat kita bertemu nanti, apa kita berjodoh?"tanya Azkia.
"Mungkin? semuanya masih rahasia Allah"ucap Raka.
"Aku akan menanti pertemuan kita nanti"ucap Azkia.
"Jaga dirimu baik-baik disana, belajar yang rajin, aku akan menelponmu sesekali"ucap Raka.
"Apa ada kata yang ingin kau ungkapkan padaku?"tanya Azkia.
"Semangat kura-kura"ucap Raka.
"Sebenarnya aku ingin tahu perasaanmu padaku seperti apa"batin Azkia.
"Ayo turun, masih banyak foto dan tanda tangan yang harus kita selesaikan"ucap Raka.
Raka meninggalkan Azkia diatap gedung itu.
Ditempat lain Raja menangis bersama pacar-pacarnya. Mereka berkumpul bersama ditaman sekolah.
"Kak Raja siapa yang akan ngapelin kita-kita lagi" ucap Aca.
"Sepi tanpa Kak Raja"ucap Molli.
"Nikahin Onah Kak Raja"ucap Onah.
"Huh........."ucap Pacar-pacar Raja.
"Tenang aku hanya kuliah empat tahun diluar negeri, kita masih bisa bertemu lagi"ucap Raja.
"Kak Raja kalau aku udah janda, mau gak Kak Raja nikahin aku nanti"ucap Dina.
"Janda?"ucap Raja.
"Kak Rajakan 4 tahun kuliah, siapa tahu aku dah 4 kali bolak-balik nikah, siapa yang bakal ngempanin anakku?"ucap Dina.
"Huh.........."ucap Pacar-pacar Raja.
"Ampun aku sekali aja belum ini 4 kali"ucap Raja.
__ADS_1
"Kak Raja aku akan setia menanti tapi jangan lupa tranferannya sebulan sekali buat jajan"ucap Ika.
"Huh........."ucap Pacar-pacar Raja.
"Kak Raja nikahi Onah dulu, nanti Onah bisa ngikut keluar negeri, setiap hari Onah masakin semur jengkol"ucap Onah.
"Iiiiiw............bau"ucap Pacar-pacar Raja.
"Onah sudah kita hanya bisa sebatas teman"ucap Raja.
"Tuh dengerin"ucap Pacar-pacar Raja pada Onah.
"Kalau gitu Onah bersedia jadi pembantu tapi mesra"ucap Onah.
"Huh.............ngarep"ucap Pacar-pacar Raja.
"Onah maaf, Raja gak bisa bawa pembantu dari alam manusia, kecuali kalau Onah bukan manusia"ucap Raja.
"Onah mesti mati dulu ya baru bisa bersama Kak Raja"ucap Onah.
"Onah Raja gak bisa nerima Onah meskipun mati, karena Onah masih lokal, Raja mau yang dari luar planet biar sensasinya berbeda"ucap Raja.
"Onah sedih cinta tidak bisa bersama hik...hik...." ucap Onah.
"Huh........"ucap Pacar-pacar Raja.
"Tenang hari ini diputuskan putus massal, Kak Raja gak bisa menjalani hubungan LDR"ucap Raja.
"Yah.........sedih"ucap Pacar-pacar Raja.
"Hari ini akan jadi Hari Putus Massal sepanjang sejarah hidup Raja, semoga kita bisa bertemu dengan pasangan yang lain yang lebih baik, amin"ucap Raja.
"Hik....hik....hik...."Pacar-pacar Raja mengangis bombay.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Cinta duduk dibelakang sekolah melihat bunga-bunga yang ditanam Raka dulu. Dia mencari ketenangan batin. Hatinya begitu sedih setelah kepergian Rehan 5 bulan yang lalu. Perutnya sedikit membesar walaupun masih bisa ditutupi. Cinta memikirkan masa depannya setelah lulus SMA.
"Sayang, Mama harus kuliah atau tidak? kalau Mama kuliah, siapa yang menjagamu?"ucap Cinta sambil mengelus perutnya.
Tak lama Raka datang menghampiri Cinta yang duduk sendirian. Dia duduk disamping Cinta. Kemudian Raka mengusap perut Cinta dengan lembut.
"Kak Raka udah semua foto dan tanda tangannya?"tanya Cinta.
"Udah, tinggal guru-guru"ucap Raka.
"Aku baru beberapa, terus capek jadi kemari"ucap Cinta.
"Gak usah maksain, kau harus banyak istirahat" ucap Raka.
"Kak Raka, apa aku kuliah didalam negeri saja biar bisa tetap melihat anakku"ucap Cinta.
"Bisa, gimana nyamannya Cinta aja, kuliah didalam negeri atau luar negeri sama saja"ucap Raka.
"Iya Kak Raka benar"ucap Cinta.
"Ayo balik ke kelas atau mau makan biar Kak Raka temenin"ucap Raka.
"Mau ke kelas aja"ucap Cinta.
"Oke"ucap Raka.
Raka dan Cinta kembali ke kelas mereka. Cinta berharap bisa menjalani semuanya meskipun tanpa Rehan disisinya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Empat Bulan Kemudian
Perut Cinta sudah besar, dia sudah memakai baju hamil. Cinta sudah kesulitan berjalan. Dia pergi ke Pemakaman Mawar Hitam ditemani Raka.
Cinta membawa seikat bunga mawar merah yang diletakkan didepan batu nisan Rehan. Dia berdoa untuk Rehan.
"Ya Allah ampunilah semua dosa-dosa suami hamba, ringankanlah siksa kuburnya, dan tempatkanlah dia disisimu yang terbaik, amin"ucap Cinta dalam doanya.
Cinta mengelus batu nisan Rehan dengan tangannya.
__ADS_1
"Kak Rehan sebentar lagi aku melahirkan. Doakan aku semoga proses melahirkannya lancar. Aku selalu merindukanmu, I Love You hik....hik...." ucap Cinta.
Raka menghampiri Cinta dan merangkulnya dari samping.
"Yang sabar ya adikku, aku percaya Allah sudah menyiapkan yang terbaik untukmu, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"ucap Raka.
"Iya Kak Raka"ucap Cinta.
Tak lama Cinta merasa perutnya sakit.
"Aw.....aw......perutku sakit Kak Raka"ucap Cinta.
"Ayo kita ke rumah sakit, mungkin kau mau melahirkan Cinta"ucap Raka.
"Iya Kak"ucap Cinta.
Raka membawa Cinta ke rumah sakit. Dia mengendarai mobilnya secepatnya. Sepanjang perjalanan Cinta kesakitan. Raka berusaha secepatnya sampai rumah sakit.
Rumah Sakit Health Is Important
Sampai dirumah sakit Cinta ditangani Dokter Kandungan diruang bersalin. Raka terus memegangi tangan Cinta dan terus memberinya semangat. Dokter memberinya arahan untuk melahirkan.
"Nona Cinta tarik nafas buang perlahan ya"ucap Dokter Ayu.
Tak lama Leo, Zara, Marwa, Kirana, Azkia, Pak Theo dan Ibu Kartika datang ke rumah sakit. Mereka menunggu diluar ruangan bersalin, hanya Zara yang masuk ke ruang bersalin menemani Cinta bersama Raka.
"Cinta semangat ya nak, sebentar lagi kau akan bertemu anakmu"ucap Zara menyemangati Cinta.
"Iya Ma"ucap Cinta.
Sesekali Cinta merengek kesakitan dan mencengkram tangan Raka. Bahkan saat mulai mengedan Cinta menggigit tangan Raka.
"Sedikit lagi, ayo Nona Cinta semangat"ucap Dokter Ayu.
Cinta berusaha mengedan kembali hingga akhirnya suara bayi itu terdengar.
Uuuuueeeeek.......uuuuuuueeeek......uuuuuueeeek...........
"Alhamdulillah bayinya laki-laki"ucap Dokter Ayu.
"Alhamdulillah"ucap Cinta, Zara dan Raka.
"Selamat ya nak"ucap Zara.
"Selamat ya Cinta"ucap Raka.
"Iya Ma, Kak"ucap Cinta.
Kebahagiaan itu jelas terpancar dari muka Cinta walaupun sedikit rasa sakit terasa dihatinya. Mungkin jika ada Rehan, dialah orang yang paling bahagia melihat kelahiran buah cintanya.
Cinta dibawa ke ruang perawatan bersama bayinya. Seluruh anggota keluarganya menemani Cinta diruangan itu. Semuanya bahagia dengan lahirnya buah cinta Rehan dan Cinta. Pak Theo menggendong bayi mungil itu.
"Cucuku ini kakek, kau akan jadi orang besar seperti ayahmu"ucap Pak Theo.
"Besan, mari kita beri nama cucu kita"ucap Leo menghampiri Pak Theo.
"Aksa...."ucap Pak Theo.
"Randi ..."ucap ucap Cinta.
"Ariendra"ucap Leo.
"Aksa Randi Ariendra"ucap Zara menggabungkan semua nama itu.
"Ya benar"ucap Semua orang diruangan itu.
Kirana, Azkia dan Marwa menghampiri Cinta yang sedang berbaring diranjang.
"Kak Cinta selamat ya, ganteng banget dede Aksanya"ucap Marwa.
"Cinta selamat ya, semoga Aksa jadi anak yang sholeh, amin"ucap Kirana.
"Kakak ipar, selamat ya semoga Allah selalu memberi kebahagiaan untukmu"ucap Azkia.
"Amin, terimakasih ya Marwa, Kirana, Azkia"ucap Cinta.
__ADS_1
"Iya"ucap Marwa, Kirana dan Azkia.
Semua orang berbahagia dan bergantian menggendong bayi Aksa. Cinta bahagia meskipun Rehan tidak ada disisinya. Kini dia harus semangat menatap hidupnya ke depan demi Aksa.