
Leo dan Zara hendak berangkat ke tempat mereka bekerja.Sambil mengayuh sepeda,Leo bernyanyi untuk Zara istri tercintanya.Leo ingin mengungkapkan isi hatinya lewat lagu itu.Rasa yang begitu dalam untuk cinta yang dia rasakan.
Mereka melewati jalan demi jalan hingga bertemu seorang nenek membawa rongsokan yang begitu banyak digendong dipunggungnya.
Leo menghentikan sepedanya dan menghapiri nenek itu.
"Nenek bolehkah saya bantu membawakan rongsokannya?"tanya Leo.
"Cucu mau membantu nenek membawa rongsokan ini?tapi ini berat Cu, banyak dan kotor lagi"ucap Nenek itu.
"Tidak masalah Nek,Leo ingin membantu nenek membawakannya sampai rumah nenek"ucap Leo.
"Kalau begitu terimakasih Cu,nenek jadi merepotkanmu"ucap Nenek itu.
"Mari nek biar rongsokannya Leo bawa ke sepeda Leo"ucap Leo.
Leo meletakkan rongsokannya disepedanya.
Leo dan Zara mendorong sepeda itu bersama.
Sementara nenek itu berjalan disamping mereka.
Sampai didepan rumah nenek itu,Leo memperhatikan rumahnya yang lebih mirip gubuk
disawah.Ukuran rumahnya kecil dan banyak barang rongsokan didepan rumah nenek itu.
Leo dan Zara membantu membawakan rongsokan itu ke teras rumah nenek itu.Mereka membantu merapikan barang-barang rongsokan itu.Leo kaget saat melihat diantara rongsokan itu ada beberapa barang seperti baju bekas,tas bekas,sepatu bekas,peralatan sekolah bekas dan buku sekolah bekas.Leo dan Zara penasaran dan bertanya pada nenek itu.
"Nek,apa barang-barang ini rongsokan juga?" tanya Leo.
"Sepertinya masih bisa dipakai"ucap Zara.
"Memang itu barang-barang yang masih bisa dipakai nak"ucap Nenek itu.
"Untuk siapa ya nek?"tanya Leo.
"Untuk anak-anak asuhnya Pak Jaya"ucap Nenek itu.
"Anak asuh?"ucap Leo masih belum paham.
"Pak Jaya dan Ibu Aisyah sepasang suami istri yang mengasuh anak-anak yatim piatu dan anak terlantar,mereka bukan orang mampu tapi kebaikan mereka tidak bisa menghentikan keinginannya untuk merawat anak-anak itu.Nenek tidak bisa membantu uang.Hanya dengan barang-barang bekas ini nenek ingin bersedekah"
ucap Nenek itu.
Mendengar ucapan Nenek itu Leo dan Zara langsung diam dan meneteskan air matanya.
Mereka malu dengan nenek itu,dia miskin tapi masih memikirkan untuk bisa bersedekah padahal mungkin untuk makan saja dia kesusahan.
"Zara aku malu dengan diriku sendiri,selama ini kita merasa hidup dalam kesulitan tapi ternyata nenek ini walaupun hidupnya dalam kesulitan dia tetap berusaha menolong orang lain lewat sedekah yang bisa dia berikan"ucap Leo pada Zara.
"Zara juga malu,ternyata tidak hanya orang yang mampu yang bisa bersedekah tapi nenek ini yang jauh dari kata mampu tapi masih berusaha untuk bisa bersedekah"ucap Zara.
Leo menghampiri nenek itu untuk menanyakan tentang Pak Jaya dan Ibu Aisyah.
"Nek,kalau boleh tahu dimana ya rumah Pak Jaya dan Ibu Aisyah?"tanya Leo.
"Mari ikut nenek,sekalian nenek mau mengantar barang-barang bekas ini ke rumah mereka"ucap Nenek itu.
"Baik Nek"ucap Leo dan Zara.
Leo dan Zara membantu nenek itu mengantar barang bekas itu ke rumah Pak Jaya.Sampai didepan rumah Pak Jaya,Leo melihat bangunan rumah yang terbuat dari batako yang tidak diplester,ukurannya kecil dan juga terlihat lapuk.
Mereka bertemu Pak Jaya dan Ibu Aisyah.Leo dan Zara dipersilahkan masuk ke rumah itu.
Baru masuk sudah disambut puluhan anak kecil yang berjejer menyalami Leo dan Zara.Mereka begitu ceria dan sopan santun.Leo berbincang dengan Pak Jaya,sementara Zara,nenek dan Ibu Aisyah membagi barang-barang bekas yang dibawa nenek itu.
__ADS_1
"Pak Jaya saya bangga melihat bapak dan ibu merawat anak-anak yatim piatu dan anak terlantar sebanyak ini"ucap Leo.
"Saya hanya ingin hidup saya bisa berguna untuk orang lain.Walaupun saya terkadang kesulitan untuk bisa merawat mereka tapi rejeki anak-anak ini ada saja"ucap Pak Jaya.
"Tidak banyak orang yang mau melakukan kebaikan seperti bapak dan ibu,apa boleh saya ikut membantu yang bisa saya lakukan"ucap Leo.
"Silahkan nak,justru saya berterimakasih nak Leo mau membantu kami"ucap Pak Jaya.
"Saya dan istri saya akan kemari lagi membawa keperluan yang dibutuhkan disini Pak"ucap Leo.
"Terimakasih"ucap Pak Jaya.
"Sama-sama Pak"ucap Leo.
Leo dan Zara pamit untuk berangkat bekerja pada Pak Jaya,Ibu Aisyah,nenek beserta anak-anak itu.
Mereka kembali menaiki sepeda menuju ke tempat mereka bekerja.Sepanjang perjalanan Leo berbincang dengan Zara.
"Zara,Leo mau buat proposal untuk mencari sumbangan dana untuk pembangunan rumah Pak Jaya agar rumahnya lebih luas dan lebih layak ditempati anak-anak itu"ucap Leo.
"Ide bagus Leo,Zara juga mau mengajak semua teman dikelas untuk menyumbangkan barang-barang yang sudah tak terpakai seperti alat tulis,baju,tas,sepatu dan barang lainnya.
Pasti banyak teman-teman kita yang punya barang-barang yang sudah tak terpakai lagi"ucap Zara.
"Berati Leo urus soal dana sumbangannya dan Zara mengumpulkan barang-barang tak terpakai untuk mereka"ucap Leo.
"Oke Leo"ucap Zara.
"Senengnya kalau kita bisa membantu mereka Zara,mereka itu anak yatim piatu dan anak terlantar.Sudah seharusnya kita ikut merawat mereka"ucap Leo.
"Benar Leo,ingat kata Ibu Dewi di Panti Asuhan Bintang,kalau bukan kita yang peduli pada mereka terus siapa lagi yang akan peduli"ucap Zara.
Mereka berencana untuk bisa membantu Pak Jaya dan Ibu Siti.Memuliakan anak yatim piatu maka hidup kita akan dimuliakan diakhirat nantinya.
**********
Zara mengajak Niken bicara mengenai rencananya untuk mengajak teman-temannya mengumpulkan barang-barang yang tak terpakai.
"Oke Zara,biar aku yang mengumumkan pada semua teman sekelas kita"ucap Niken.
"Gadis galak bawel kamu memang pantas untuk membuat pengumuman secara suaramu itu cempreng gak perlu pakai micropon lagi sekelas juga pasti denger semuanya"ucap King.
"Kamu ya anak mami bisa serius gak sih,kita ini mau beramal"ucap Niken.
"Gampang,gue kaya berapa sih yang dibutuhkan.
Asal kau bersikap manis seharian padaku dan melayaniku bak raja,ini kartu ATM ku bisa dicairkan hingga 15 juta"ucap King.
"Ogah harus bersikap manis dan melayanimu kaya raja ya anak mami.Beramal itu harus ikhlas tanpa pamrih bukannya banyak syarat yang seenak jidatmu itu"ucap Niken.
"Yaudah,kutarik lagi nih ATM kalau kamu gak mau"ucap King.
".........."Zara hanya tertawa melihat King dan Niken mulai beradu mulut lagi.
"Eh jangan,kasihan anak-anak yatim piatu dan anak terlantar itu sepatutnya kita ikut membantu merawat mereka.Oke deh sehari aja aku melakukannya"ucap Niken.
"Nah gitu dong cewek galak bawel,ayo dimulai dari sapaan manis untukku.King yang baik hati,ganteng,dan keren deh.Ayo ucapkan itu padaku"ucap King.
"King yang baik hati,ganteng,dan keren deh"ucap Niken.
"Baru kata sapaan manis aja gue udah sebel banget,apalagi harus melayani dia seharian kaya raja,amit-amit"ucap Niken dalam hatinya.
"Kurang apa ya?.....senyuman manis manjanya belum"ucap King.
"Sialan King mengerjaiku,mau tak mau gue harus senyum manja ma anak mami ini"ucap Niken dalam hatinya.
__ADS_1
Niken memberi senyuman pada King dengan tulus.King malah grogi melihat senyuman Niken padanya.
"Kenapa jadi grogi gini pas cewek galak bawel ini senyum sama aku"ucap King dalam hatinya.
"Nafiza mau ikutan gak beramal?"tanya Niken.
"Boleh deh dirumahku banyak barang tak terpakai"ucap Nafiza.
"Sepakat ya,ayo kita mulai,semangat!!!"ucap Niken.
Akhirnya Niken memberi tahu teman sekelasnya untuk menyumbangkan barang tak terpakai.
Begitupun King,Zara dan Nafiza mereka juga memberitahu pada teman lainnya.
Niken mengikutin King sesuai janginya.King mengajak dia pergi ke kantin untuk makan.
"Ayo cewek galak bawel mulailah suapi aku,raja tidak boleh capek jadi makan pun harus disuapi"
ucap King.
"Gue kasih sambel semangkutk-mangkuknya nih baso biar Si anak mami ini sakit perut"ucap Niken dalam hatinya.
Niken menambahkan sambel lagi pada bakso yang akan dimakan King.
"Ini buruan makan"ucap Niken sambil menyuapi King.
"Kurang manis sikapnya,masa sama raja asem gitu mukanya"ucap King.
"Raja ayo makan"ucap Niken bersikap manis.
"Nah gini enak dilihat dan didengar"ucap King.
King memakan suapan pertamanya,baru memakannya lidahnya udah kepedasan dan kepanasan.
"Cewek galak bawel kamu mau membuatku sakit perut ya,gila ini mah pedes banget sampai lidahku kepanasan getir kaya gini"ucap King.
"Raja bukannya ingin disuapi ya,mana tahu kalau raja tidak suka pedas"ucap Niken.
"Cepat belikan aku jus sana"ucap King.
Niken membelikan King jus mangga untuknya.
"Nih jusnya raja"ucap Niken sambil menahan tawa.
King agak curiga melihat Niken menahan tawa,dia curiga Niken menaruh sesuatu dijus itu.
King coba meminum jus itu dengan perlahan.
"Asin banget nih jus,kamu sengaja mau bikin aku darah tinggi ya"ucap King.
"Raja ini jus spesial untukmu,rasanya berbeda dari jus pada umumnya"ucap Niken.
"Sialan nih cewek galak bawel mengerjai aku dua kali"ucap King dalam hatinya.
"Ada lagi yang saya bisa lakukan untuk raja?" tanya Niken.
"Gak perlu,bisa celaka gue dilayani kamu sekali lagi"ucap King.
"Bagus deh,aku juga capek tuh jadi pelayanmu anak mami"ucap Niken pergi dari tempat itu.
"Eh,Niken kamu masih harus melayaniku yang lainnya seharian ini"ucap King.
"Masa bodo,tadi kamu bilang gak perlu"ucap Niken berjalan menjauh.
"Kamu ya cewek galak bawel main kabur aja"ucap King.
__ADS_1
Niken pergi meninggalkan King dengan perasaan puas bisa mengerjai dia dari tadi.
Leo pergi ke perusahaan ayahnya untuk mengajukan proposal untuk dana pembangunan rumah itu.Setelah ayahnya menerima proposal itu,ayahnya memberi Leo Cek sebesar 2 Milyar untuk dana pembangunan rumah untuk anak yatim piatu dan anak terlantar.Ayah Leo juga memberitahu rekan bisnis dan temannya untuk ikut serta jadi donatur tetap nantinya.