
Leo dan Zara pulang ke rumah mereka setelah puas jalan-jalan dimalam itu. Leo duduk diranjang sambil mengerjakan pekerjaan dilaptop miliknya. Sementara Zara berbaring disamping Leo.
"Zara sayang kalau ngantuk tidur duluan ya"ucap Leo.
"Belum ngantuk, Leo kasihan juga Mimi"ucap Zara.
"Apa yang dia tanam maka itulah yang dia panen sekarang Zara, semua perbuatan buruk pasti ada balasannya baik itu didunia atau diakhirat kelak. Dengan apa yang diterima Mimi saat ini, justru menuntunnya kembali ke jalan yang benar. Allah lebih tahu yang terbaik untuk Mimi, walaupun dengan jalan seperti itu tapi sekarang dia sudah jauh lebih baik"ucap Leo.
"Benar Leo, jika kita menanam kebaikan maka akan memanen kebaikan juga. Paling tidak sekarang Mimi sudah berubah lebih baik"ucap Zara.
Tak lama Zara tertidur, Leo menyelimuti Zara yang sudah tidur duluan. Leo memandangi wajah Zara yang sedang tidur. Dia senang bisa terus bersama Zara dan melewati banyak hal bersamanya.
************
Leo dan Zara sampai dikampus mereka. Leo mengambil jurusan management sementara Zara mengambil jurusan bisnis. Awalnya Zara ingin mengambil jurusan kedokteran tapi karena dia ingin mengembangkan kedai kopinya yang sekarang sudah menjadi sebuah cafe yang cukup besar dan memiliki cabang, Zara akhirnya mengambil jurusan bisnis. Sementara Leo mengambil jurusan management karena dia seorang CEO dari perusahaan miliknya. Sekarang kantor milik Leo sudah merambah ke bidang desain dan arsitektur. Leo memiliki banyak karyawan. Dia tidak kuliah setiap hari seperti Zara karena mengambil kelas karyawan. Pilihan itu diambilnya karena harus mengurus perusahaan miliknya yang semakin maju.
Zara berjalan menuju ke kelasnya. Niken dan Nafiza menghampiri Zara yang sedang berjalan. Niken dan Nafiza berbeda jurusan dengan Zara. Niken mengambil jurusan farmasi dan Nafiza mengambil jurusan hukum. Mereka memang beda jurusan tapi setiap ada waktu pasti nongkrong bareng.
"Zara berangkat pagi nih"ucap Niken.
"Iya dong, hari ini ada UTS jadi berangkat pagian"ucap Zara.
"Ini Niken mau tunangan sama King katanya"ucap Nafiza.
"Oya, kapan?"tanya Zara.
"Sebenarnya aku malu mau ngasih tahu kamu Zara. Tapi datang ya pekan depan aku dan Si anak mami tunangan"ucap Niken.
"Selamat ya Niken, aku ikut seneng mendengarnya"ucap Zara.
"Makasih Zara, pokoknya kamu dan Leo harus datang ya"ucap Niken.
"Aku dan Leo akan datang diacara bahagia kalian" ucap Zara.
"Jadi inget dulu galaunya Niken saat King mau kuliah ke luar negeri "ucap Nafiza.
"Ah jangan dibahas bikin malu aja"ucap Niken.
"Aku juga masih ingat, gimana King dan Niken jadian"ucap Zara.
"Udah jangan dibahas malu"ucap Niken.
"Niken sampai nangis saat King pulang dihari terakhir sekolah"ucap Zara.
"Zara aduh jangan dibongkar dong, aku makin malu nih"ucap Niken.
"Kita sampai bingung gimana supaya kamu gak sedih lagi"ucap Nafiza.
Flash Back
Leo dan Zara melihat papan pengumuman kelulusan di mading sekolah. Leo dan Zara mencari nama mereka. Seketika mereka langsung tertawa gembira melihat pengumuman kelulusan dimading sekolah itu.
"Alhamdulillah kita lulus Zara"ucap Leo sambil meraih kedua tangan Zara.
"Alhamdulillah iya Leo, nilai kita juga sempurna"ucap Zara.
Tak lama Niken, King, Nafiza, dan Gerald menghampiri mereka.
"Leo gue lulus"ucap King.
"Aku juga lulus dong"ucap Niken.
"Gue juga lulus"ucap Gerald.
"Lulus dong wajib"ucap Nafiza.
"Eh inikan hari terakhir sekolah, ayo kaya temen-temen lain tanda tanganin seragam kita biar jadi kenangan"ucap King.
"Boleh ayo kita gantian menandatanganinya"ucap Gerald.
Mereka silih berganti menandatangani seragam mereka sebagai kenang-kenangan. Mereka juga berkeliling menghampiri teman-teman lainnya.
Niken mencari kesana-kemari King. Keadaan dikelas tiga begitu ramai karena kegembiraan merayakan kelulusan. Semua siswa sibuk meminta dan menandatangani seragam silih berganti serta mengucapkan selamat pada kelulusan mereka satu sama lain. Zara yang melihat Niken kesana kemari menghampirinya.
"Niken kau mencari siapa?"tanya Zara.
"Enggak cuma nyari temen kita yang lain mau minta tanda tangan"ucap Niken.
"Kamu nyari King ya?"tanya Zara.
"Gak, ngapain aku nyari dia, paling dia sibuk nyari tanda tangan"ucap Niken.
"Niken ini hari terakhir sekolah, mungkin kita gak bisa ketemu King lagi. Diakan mau ke luar negeri" ucap Zara.
__ADS_1
"Bagus dong, aku ikut seneng"ucap Niken terlihat murung.
"Kamu yakin gak apa-apa?"tanya Zara.
"Gak, justru aku seneng anak mami mau kuliah diluar negeri"ucap Niken sambil memberi senyuman.
Niken sebenarnya sedih kalau King harus kuliah ke luar negeri tapi dia menyembunyikan kesedihannya.
King dan Gerald asyik kesana kemari minta tanda tangan. King sampai bawa spanduk supaya dapat tanda tangan semua teman seangkatannya.
"King ngapain Lo bawa spanduk segala?"tanya Gerald.
"Kalau seragam khusus buat sahabat dekat aja, nah ini spanduk buat teman satu angkatan"ucap King.
"Iya sih, tapi gak spanduk segede itu juga kali King"ucap Gerald.
"Biar sekalian minta tanda tangan sampai Kepala Sekolah kalau perlu"ucap King.
"Ya ampun, niat banget Lo"ucap Gerald.
"Tapi Gerald pegel juga bawa spanduknya dari tadi"ucap King.
"Nah Lo sendirikan yang susah, orang mah gak usah segede itu juga spanduknya. Susah sendirikan Lo jadinya. Ada-ada aja sih King, sini gue bantu bawa"ucap Gerald.
"Lo memang sahabat terbaik Gerald, sorry merepotkan"ucap King.
Ditempat lain Mumun, Heri, Abdul, Ali dan Hardian sedang mengobrol bersama.
"Mun Lo kenapa nangis gitu?"tanya Abdul.
"Gue sedih, siapa yang nanti gue mintain makanan lagi kalau gue laper. Kaliankan kuliah ditempat yang berbeda"ucap Mumun.
"Kirain sedih kenapa"ucap Abdul.
"Tenang Mun, tar Lo bawa bekel nasi sebakul aja biar kenyang kalau kuliah tar"ucap Heri.
"Rencananya sih gitu, habis kalau gue laper mulu gimana coba kaliankan gak ada"ucap Mumun.
"Minta Emak Lo bawain tuh bekel yang banyak biar Lo gak kelaperan dikampus, lagian makanan dikampus bisa jadi mahal duit jajan Lo belum tentu cukup, kita-kitakan gak ada"ucap Ali.
"Oya Mun, jangan lupa bawa taplak meja sendiri jangan kaya masih SMA meja udah penuh daki iler Lo, gengsi bro kalau udah kuliah masih ngiler dimeja"ucap Hardian.
"Iya, kalau dah kuliah banyak cewek cantik bro, malu kalau masih bikin danau dimeja tar Lo gak dapet pacar aja, jones terus abadi"ucap Abdul.
"Malu tar pas OSPEK masa baru ketawa celana Lo robek kan gak lucu dilihatnya"ucap Hardian.
"Gue sedih, kita dah sama-sama dari kelas satu, gue sering ngabisin sisaan makanan kalian, makasih banget ya teman-teman udah bagi makanan selama tiga tahun"ucap Mumun.
"Sama-sama Mun"ucap Abdul, Heri, Ali dan Hardian.
Leo menghampiri Harun, Beni dan Kemal yang ngumpul menandatangi seragam mereka silih berganti didepan kelas 3 IPS 1.
"Gue juga mau dapat tanda tangan dari kalian buat kenang-kenangan"ucap Leo.
"Leo, sini gue tanda tangani. Dari tadi gue nyari Lo tapi belum ketemu"ucap Harun.
Akhirnya Leo ikut menandatangani silih berganti bersama mereka. Setelah itu mereka semua nongkrong di depan kelas 3 IPS 1.
"Gak berasa kita udah lulus aja"ucap Leo.
"Padahal kemarin kayanya kita masih MOS masuk SMA"ucap Beni.
"Kangen sama Andi"ucap Kemal.
"Kalau dia masih ada, pasti dia menandatangani seragam kita, terus kita nanti ikut acara wisuda SMA bersama iyakan"ucap Harun.
"Andi kita dah lulus nih, semoga Lo tenang dan bahagia disana. Kita selalu mengenang kebersamaan bersama kita dulu. Gue kangen Ndi"ucap Leo.
"Semoga Andi berada ditempat yang terbaik disana. Hampir 6 tahun kita sama-sama. Badung bareng sampai sekarang tobat bareng juga. Untung Andi udah tobat sebelum kembali padaNya"ucap Beni.
"Walau nanti kita berbeda tempat kuliah, semoga persahabatan kita tetap terjaga sampai kapanpun"ucap Leo.
"Setuju"ucap Harun, Beni, dan Kemal.
**********
Leo dan Zara duduk dibawah pohon ditaman sekolah sambil beristirahat sejenak karena lelah minta tanda tangan kesana kemari. Meraka berbaring dibawah pohon itu dan berbincang.
"Zara sayang udah lulus juga akhirnya, nanti malam nginap dihotel gimana?"tanya Leo.
"Nginap dihotel buat apa Leo?"tanya Zara.
"Buat malam pertama kita"ucap Leo membisikkan ditelinga Zara.
__ADS_1
Zara hanya tersenyum mendengar ucapan Leo.
"Jadi gak sabar nunggunya"ucap Leo melirik Zara yang terlihat malu.
"Zara dapat tawaran bea siswa kuliah diluar negeri"ucap Zara.
"Lalu, apa Zara terima kesempatan itu?"tanya Leo.
"Zarakan istri Leo jadi harus minta ijin dulu sama Leo"ucap Zara.
"Zara jika itu terbaik untukmu, Leo mengizinkan" ucap Leo.
Zara terlihat murung dengan jawaban Leo.
"Zara sayang ada apa?"tanya Leo.
"Zara seneng dapat kesempatan untuk kuliah ke luar negeri tapi Zara ingin selalu bersama Leo"ucap Zara.
"Zara sayang, Leo bisa saja ikut kuliah diluar negeri bersama Zara.Tapi Leo punya tanggungjawab pekerjaan dikantor kita"ucap Leo.
"Itu sebabnya, Zara menolak tawaran itu. Zara memilih bea siswa kuliah didalam negeri agar bisa tetap bersama Leo"ucap Zara.
"Terimakasih Zara sayang, bisa kangen berat kalau Leo terpisah dari Zara. Nanti siapa yang tiap malam Leo peluk kalau Zara jauh"ucap Leo.
Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa mulai meninggalkan sekolah. King melihat ke arah Niken yang duduk dikursi.
"Kenapa ya gue merasa sedih kalau harus berpisah sama cewek galak bawel itu"ucap King dalam hatinya.
King menghampiri Niken yang masih duduk dikursi.
"Cewek galak bawel, Lo gak ngasih kado perpisahan buat gue, tar kangen kalau gue gak ada"ucap King.
Niken mengeluarkan sebuah kado dari ransel miliknya.
"Ini untukmu anak mami"ucap Niken.
"Wah beneran dapat kado juga gue, makasih ya cewek galak bawel"ucap King.
"Terus kado buat gue mana?"tanya Niken.
"Tenang udah gue siapin"ucap King.
King mengeluarkan kado untuk Niken dari ranselnya.
"Ini untukmu cewek galak bawel semoga kau suka"ucap King memberikan kado itu untuk Niken.
"Makasih ya anak mami"ucap Niken menerima kado itu.
"Gue pulang dulu"ucap King.
"Ya"ucap Niken singkat tapi hatinya sedih.
King berjalan keluar dari kelas, Niken melihat King yang keluar dari kelas itu dengan tatapan yang sedih. Melihat itu, Zara dan Nafiza menghampiri Niken.
"Niken, dapat kado spesial nih dari King"ucap Zara.
"Cuma Niken Lo yang diberi kado"ucap Nafiza menggoda Niken.
Niken hanya tersenyum dan meneteskan air matanya.
"Niken kenapa?"tanya Zara melihat air mata Niken.
"Gak apa-apa"ucap Niken.
"Cerita ma kita-kita biar lega"ucap Nafiza.
"Dia kok gak mengatakan sesuatu apa gitu padaku, diakan mau pergi jauh hik...hik...."ucap Niken sambil menangis.
Zara langsung memeluk Niken yang sedang menangis.
"Awalnya aku pikir biasa aja kalau dia pergi juga. Tapi gak tahu kenapa hatiku sakit rasanya dia mau pergi hik...hik...."ucap Niken.
"Niken itu tandanya kamu suka sama King"ucap Nafiza.
"Niken gimana kalau kita main ke rumah King besok?"tanya Zara.
"Gak ah, ngapain? biarin dia pergi juga. Dia aja gak ngomong apa-apa. Masa aku yang harus nyamperin hik....hik...."ucap Niken.
"King itu gak peka sih"ucap Nafiza.
"Nanti kitakan ada acara wisuda SMA, kita masih bisa bertemu King, Niken"ucap Zara.
Zara dan Nafiza berusaha menenangkan Niken yang menangis. Mereka tahu yang dirasakan Niken saat ini.
__ADS_1