Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Gosip Yang Disebarkan Mimi


__ADS_3

Leo mencium bibir cantik Zara istri tercintanya. Dia memberi sentuhan-sentuhan hangat yang membuat Zara selalu nyaman dalam dekapannya. Tahapan demi tahapan mereka lalui dengan penuh cinta. Mereka melakukan hal romantis itu cukup lama hingga lelah dan berbaring di ranjang. Leo memeluk Zara yang sedang berbaring di dadanya.


"Zara sayang malam ini jalan-jalan gimana? sudah lama kita tidak jalan-jalan malam diluar," ucap Leo sembari mengelus rambut panjang Zara.


"Iya ya kita sudah lama tidak jalan-jalan santai diluar, Leo tidak sibuk malam ini memangnya?" tanya Zara yang sedang berbaring di dada Leo.


"Untuk Zara sayangku pasti selalu ada waktu, malam ini ada pesta kembang api di taman bunga yang waktu itu kita pernah tidur disana, masih ingatkan sayang?" ucap Leo mengingatkan kembali kenangan masa lalu.


"Aku selalu ingat taman bunga itu Leo sampai kapanpun," ucap Zara.


"Zara sayang di taman itu penuh kenangan untuk kita, kalau begitu kita mandi setelah itu kita jalan-jalan sayang," ucap Leo.


"Iya Leo sayang," ucap Zara.


Leo langsung membopong Zara ke toilet, merekapun mandi bersama. Selesai mandi mereka berganti pakaian. Zara mengenakan dress cantik sementara Leo mengenakan kemeja yang keren. Leo menggandeng lengan Zara keluar dari kamar. Mereka keluar dari rumah mengendarai mobil menuju ke alun-alun. Sampai di alun-alun suasananya sudah ramai dan dipadati pengunjung, Leo dan Zara berjalan-jalan sambil jajan makanan yang dijajakan dipinggir jalan. Mereka berjalan menuju ke taman, disana Leo dan Zara duduk sambil menikmati makanan yang mereka beli. Kembang api bermunculan dilangit menambah meriah suasana ditaman itu.


"Leo ramai sekali ya, seru bisa jalan-jalan sambil menikmati malam sambil makan jagung bakar dan kacang rebus seperti ini"ucap Zara.


"Iya Zara sayang, jarang ada acara seperti ini. Yang membuat Leo senang adalah bisa menikmati malam ini bersama Zara"ucap Leo.


"Leo jadi ingat masa-masa dulu saat kita belum lama menikah ya"ucap Zara.


"Iya Zara sayang, masa-masa sulit yang kita lewati bersama, itu jadi kenangan terindah yang selalu Leo ingat. Karena kenangan itu membuat Leo begitu mencintai Zara"ucap Leo sambil mencium kening Zara


"Aku senang bisa melewati masa-masa itu bersama Leo"ucap Zara.


"Aku mencintaimu Zara"ucap Leo sambil memeluk Zara.


"Leo......"ucap Zara sambil memeluk Leo erat-erat.


Mereka begitu bahagia menikmati malam itu.


Suasana yang ramai dan dipadati pengunjung sambil jajan dan melihat kembang api dilangit.


Selesai menikmati jagung bakar dan kacang rebus, Leo menyandarkan kepala Zara ke bahunya sambil melihat ke langit yang dipenuhi kembang api. Malam itu begitu indah untuk Leo dan Zara.


*********


Leo dan Zara berjalan menuju ke parkiran mobil ditepi jalan, saat Leo dan Zara hendak membuang sampah ke tempat sampah, mereka bertemu Mimi yang sedang memulung sampah, dia terlihat kurus, mukanya cacat dan tubuhnya penuh koreng.


"Mimi"ucap Zara menghampiri Mimi.


"Leo, Zara"ucap Mimi sambil menundukkan kepalanya.


"Mimi apa kabar?"tanya Zara.


"Zara maafkan aku hik....hik...."ucap Mimi sambil berlutut didepan Zara.

__ADS_1


"Mimi bangunlah jangan begini"ucap Zara sambil memegang kedua lengan Mimi.


Leo menghampiri Zara dan melihat Mimi yang meminta maaf dan berlutut.


"Mimi, aku dan Zara sudah memaafkanmu bangunlah"ucap Leo.


"Aku malu pada kalian, aku ini jahat maka dari itu seperti inilah nasibku sekarang, aku pantas mendapatkan semua ini hik....hik..."ucap Mimi sambil menangis.


"Mimi aku dan Leo sudah memaafkanmu sejak lama,bangunlah Mimi"ucap Zara.


"Leo, Zara terimakasih kalian mau memaafkanku hik....hik...."ucap Mimi.


"Mimi ayo duduk dulu disana"ucap Zara mengajak Mimi duduk dikursi bawah pohon.


Zara duduk dikursi dengan Mimi, sementara Leo berdiri dibelakang Zara yang sedang duduk.


"Mimi sekarang tinggal dimana?"tanya Zara.


"Aku tinggal bersama orangtuaku lagi Zara, semenjak lulus SMA, aku hidup gak jelas Zara, hanya jadi pemuas lelaki hidung belang, hingga akhirnya aku kecelakaan dan mukaku jadi seperti ini. Mungkin ini adzab karena perbuatanku, kalau gak begini mungkin aku masih berlumur dosa jadi wanita malam hik....hik....."ucap Mimi sambil menangis.


"Sabar ya Mimi, semua yang kita lakukan pasti ada hikmahnya untuk kita, semoga dengan kejadian ini Mimi bisa lebih dekat dengan keluarga dan dengan Allah, lebih mendekatkan diri lagi padanya, segala sesuatu pasti tak luput dari kuasaNya Mimi"ucap Zara.


"Dulu aku sombong merasa bisa hidup sendiri tanpa keluarga, aku menjual diriku demi uang dan kesenangan sesaat. Aku memisahkan diri dari keluargaku yang ku anggap miskin dan tak bisa memberiku kebahagiaan. Tapi kini saat terpuruk justru keluargakulah tempat aku kembali dan menerimaku apa adanya meski aku sudah banyak berbuat salah dan dosa termasuk pada mereka hik.....hik....."ucap Mimi.


"Tiada tempat kembali selain keluarga Mimi, tempat yang akan menerima kita apa adanya, memberi kasih sayang dan tempat ternyaman didunia adalah keluarga Mimi. Meskipun kau lari kemanapun tempatmu kembali ya keluarga, merekalah yang akan selalu menerima kita dan selalu merindukan kita. Meskipun kita bersalah dimata dunia tapi dimata keluarga kita tetaplah sama Mimi, mereka akan menerimamu dengan segala kekuranganmu. Sejauh apapun kau melangkah keluargalah tempat terindah kita pulang"ucap Zara.


"Kau beruntung Mimi, keluargamu masih ada dan bisa kembali berkumpul dengan mereka. Semoga kesempatan ini menjadi jalan kebahagiaan baru untukmu, semoga hidupmu lebih baik lagi dan terus berusaha"ucap Zara.


"Makasih Zara, kalian memang pasangan terbaik, semoga kalian selalu bahagia dan selalu bersama"ucap Mimi.


Leo dan Zara hanya tersenyum menanggapi ucapan Mimi. Lama sekali setelah peristiwa itu, bahkan Leo dan Zara sudah memaafkan perbuatan Mimi pada mereka saat SMA dulu.


Flash Back


Mimi sedang berjalan bersama dua temannya Tika dan Rosi.Tak sengaja dia melihat Leo dan Zara yang pulang bersama menaiki sepeda mereka. Mimi memperhatikan mereka berdua yang berboncengan. Dia masih marah pada Leo dan Zara yang telah membuat rencananya gagal saat dulu dan dia tak lagi bisa mengajak teman-temannya untuk jadi teman bekerja didunia malam. Ancaman Leo padanya membuat Mimi mati kutu tak berani lagi mengambil teman-teman satu sekolah dengannya untuk mengikuti pekerjaannya.


"Itu Leo dan Zara, kok mereka dekat sekali, mau kemana mereka, aku jadi penasaran siapa tahu ini saatnya aku membalas semuanya pada mereka"ucap Mimi dalam hatinya saat melihat Leo dan Zara yang sedang berboncengan.


Mimi berpisah dari Tika dan Rosi didepan gerbang sekolah dan mengikuti Leo dan Zara hingga ke rumah mereka. Mimi langsung memfoto rumah Leo dan Zara begitupun saat mereka masuk ke dalam rumah itu.


"Aku yakin mereka pasti punya hubungan khusus, mana mungkin mereka masuk ke rumah yang sama dan terlihat romantis. Besok aku harus menunggu disini lagi, aku harus pastikan ada hubungan apa diantara mereka, ini akan jadi gosip yang heboh. Apalagi sebentar lagi UAN, akan seru jika gosip ini menyebar"ucap Mimi dengan senyuman dan rencana liciknya.


Pagi harinya Mimi sudah ada didepan rumah Leo dan Zara. Dia melihat Leo dan Zara keluar dari rumah itu. Mimi langsung memfoto mereka lalu pergi dari tempat itu.


Leo dan Zara berangkat ke sekolah, sampai disekolah Zara langsung berjalan menuju ke kelasnya. Disepanjang jalan para siswa melirik Zara dengan sinis dan sebagian menyindirnya.


"Sok alim, gak taunya kumpul kebo ya"ucap Tika.

__ADS_1


"Biasanya yang sok alim justru yang paling liar"ucap Rosi.


"Kirain aku doang yang bejat gak tahunya ada yang lebih bejat kelakuannya"ucap Mimi.


"Bikin malu kelas IPA aja, kalau udah gak tahan mendingan nikah aja gak usah sekolah"ucap Lilis.


"Bentar lagi lulus aja udah bikin yang aneh-aneh, kalau udah kecentilan mendingan kawin aja gak usah sekolah, bikin malu aja"ucap Ika.


"Jadi cewek kok gampangan"ucap Indah.


Zara merasa aneh teman-teman kelas tiga menyindirnya dan menatapnya sinis. Zara langsung masuk ke kelas. Dikelas Niken, King dan Nafiza langsung menarik Zara mengajaknya keluar kelas dan bicara dibawah pohon dekat taman.


"Zara, coba lihat ini"ucap King menunjukkan informasi dimedia sosial dihandphonenya pada Zara.


"Kok ini foto aku dan Leo, kenapa menyebar luas begini"ucap Zara.


"Ini coba lihat kata-katanya"ucap Niken juga menunjukkan informasi dimedia sosial dihandphonenya.


Zara hanya meneteskan air mata melihat kata-kata yang tidak senonoh tertuju padanya dan Leo.


"Aku curiga ini sudah diedit dan disebarluaskan oleh seseorang"ucap King.


"Iya, mereka menghujat seenaknya padahal belum tahu kebenarannya"ucap Niken.


"Aku khawatir berita ini menyebar luas dan sampai dipihak sekolah"ucap Nafiza.


"Tenang Zara kita akan mencari tahu siapa yang sengaja menyebarkan berita ini"ucap King.


"Zara, apa Leo sudah tahu kabar ini?"tanya Niken.


"Aku dan Leo baru sampai disekolah"ucap Zara.


"Zara kita semua pasti akan membantu memecahkan masalah ini, jangan terlalu dipikirkan ya"ucap Nafiza.


"Iya Zara, aku dan anak mami akan cari solusinya"ucap Niken.


"Terimakasih teman-teman, aku tidak tahu kenapa berita ini jadi menyebar begini, pantas saja disepanjang aku menuju ke kelas beberapa siswa menyindirku"ucap Zara sambil meneteskan air matanya.


Niken langsung memeluk Zara dan menenangkan hatinya.


"Zara kita semua ada disini, kami akan membantu menyelesaikan masalah ini"ucap Niken.


"Pasti orang yang menyebarkan berita ini anak sekolah kita juga, aku yakin itu"ucap King.


"Bisa jadi, siapa yang kenal Leo dan Zara kalau bukan anak sekolah kita juga"ucap Nafiza.


"Yasudah sekarang kita balik ke kelas udah bel, nanti kita bicarakan lagi hal ini"ucap King.

__ADS_1


Akhirnya Zara, Niken, Nafiza dan King kembali ke kelas mereka.


__ADS_2