
Cinta turun didepan rumah Dokter Daniel. Dia masuk ke dalam rumah itu bersama Dokter Daniel. Cinta sedikit gugup karena ini kali pertama dia datang ke rumah Dokter Daniel walaupun Cinta sudah mengenal ibu Dokter Daniel. Cinta langsung disambut Ibu Rita.
"Cinta"ucap Ibu Rita.
"Assalamualaikum Tante"ucap Cinta.
"Wa'alaikumsallam"ucap Ibu Rita dan Dokter Daniel.
"Ayo masuk, Tante sudah minta mba Sri masak makanan kesukaan Cinta"ucap Ibu Rita.
"Makasih Tante"ucap Cinta.
"Sama-sama"ucap Ibu Rita.
Cinta masuk ke ruang makan bersama Dokter Daniel dan Ibu Rita. Mereka duduk dikursi, Cinta duduk bersampingan dengan Dokter Daniel sementara Ibu Rita duduk diseberangnya dikursi roda.
"Daniel ambilkan Cinta piring"ucap Ibu Rita.
"Baik Bu"ucap Dokter Daniel.
Dokter Daniel mengambilkan piring untuk Cinta.
"Terimakasih Dok"ucap Cinta.
"Panggil Kak Daniel saja Cinta, inikan dirumah bukan dirumah sakit"ucap Dokter Daniel.
"Baik Kak"ucap Cinta.
Ibu Rita tersenyum melihat putranya kaku didepan seorang wanita muda.
"Daniel ambilkan Cinta nasi dan lauknya jangan bengong terus tar keburu laper"ucap Ibu Rita.
"Baik Bu"ucap Dokter Daniel.
"Gak usah Kak, biar Cinta ambil sendiri saja"ucap Cinta.
"Oke"ucap Dokter Daniel.
Cinta akhirnya mengambil nasi dan lauk pauknya. Mereka bertiga makan bersama diruang makan itu. Setelah itu Cinta diajak Dokter Daniel melihat marmut peliharaannya dihalaman belakang rumahnya.
"Lucu banget ya Kak"ucap Cinta.
"Mereka lucu dan imut kaya kamu Cinta"ucap Dokter Daniel keceplosan.
Cinta malu dan tambah grogi dengan ucapan Dokter Daniel.
"Oya kau mau merawatnya? aku akan memberikanmu sepasang marmut biar kau ada temannya diasrama. Jadi saat senggang ada yang menghiburmu"ucap Dokter Daniel.
"Tapi aku belum pernah merawat marmut"ucap Cinta.
"Mudah kok cara merawatnya, asal tempat tinggalnya bersih, makanan dan minumannya tercukupi serta menjaga kesehatan tubuhnya dengan mandi secukupnya, menyisir rambut dan memotong kukunya jangan lupa beri tempat bermain untuknya"ucap Dokter Daniel.
"Sepertinya mudah"ucap Cinta.
"Kalau begitu Cinta bawa sepasang ya"ucap Dokter Daniel.
"Iya, terimakasih Kak"ucap Cinta
"Sama-sama"ucap Dokter Daniel.
__ADS_1
***********
Rehan menunggu Cinta didepan lapak tukang jagung bakar di Jalan Peteran. Dia terus melihat ke jalan, berharap Cinta akan segera datang. Rehan sampai jalan bolak balik tak sabar menunggu Cinta.
"Si Dokter itu pasti menahan Cinta disana, dia itukan suka sama Cinta, menyebalkan"ucap Rehan.
"Kenapa gue jadi gak tenang gini? Cintakan bukan siapa-siapa gue"ucap Rehan.
Rehan duduk ditepi jalan seperti orang bodoh yang tak jelas tujuannya. Dia terus menunggu hingga larut malam dan penjual jagungnyapun membereskan barang dagangannya. Rehan langsung berbicara pada penjual jagung bakar itu.
"Jangan pulang Pak"ucap Rehan.
"Tapi ini sudah malam, udah gak ada yang beli lagi neng"ucap Pak Idrus.
"Saya akan beli, saya bayar 2 juta bapak harus tetap disini nunggu teman saya datang, gimana?"tanya Rehan.
"2 juta?.....oke saya mau banget neng"ucap Pak Idrus.
Rehan memberikan Pak Idrus uang 2 juta. Lalu Rehan menunggu Cinta lagi.
Cinta diantar pulang Dokter Daniel tapi diperjalanan menuju ke Jalan Peteran macet total. Cinta merasa harus segera bertemu Rehan karena sudah berjanji padanya.
"Kak, Cinta turun disini ya, mau jalan kaki aja" ucap Cinta.
"Tapi masih agak jauh Cinta"ucap Dokter Daniel.
"Tidak apa-apa, makasih Kak, assalamualaikum" ucap Cinta.
"Wa'alaikumsallam"ucap Dokter Daniel.
Cinta turun dari mobil Dokter Daniel, dia berjalan secepat mungkin sambil membawa marmut pemberian Dokter Daniel. Setelah setengah jam berjalan, Cinta sampai juga di tempat janjian itu.
"Reni"ucap Cinta berteriak pada Rehan.
"Cinta"ucap Rehan melihat ke arah Cinta.
Cinta langsung menghampiri Rehan dan duduk didekatnya.
"Maaf ya aku agak lama, tadi macet"ucap Cinta.
"Kau berkeringat, apa kau habis jalan kaki?"tanya Rehan.
"Iya, habis macet jadi aku memutuskan jalan kaki, karena aku bawa marmut ini jadi gak bisa lari" ucap Cinta.
"Gadis kecil kau menepati janjimu padaku sampai seperti ini"batin Rehan.
"Minumlah, pasti kau hauskan"ucap Rehan sambil memberikan Cinta botol air mineral.
"Iya, makasih"ucap Cinta sambil menerima botol air mineral itu.
Cinta meminum air itu kemudian Rehan meminta Pak Idrus membakarkan jagung bakar untuknya dan Cinta. Setelah jagungnya selesai dibakar, mereka berdua makan jagung bakar itu.
"Em....manis"ucap Cinta.
"Iya manis"ucap Rehan.
"Reni cobain punyaku rasa coklat lebih enak deh" ucap Cinta.
"Punyaku rasa keju lebih gurih, kau harus mencobanya"ucap Rehan.
__ADS_1
Rehan menyuapi Cinta begitupun Cinta menyuapi Rehan. Mata mereka saling menatap dan memandang.
"Jantungku kenapa berdebar tak karuan"batin Rehan.
"Em....yang rasa keju enak juga"ucap Cinta melepas suapan itu.
"Rasa coklat juga enak"ucap Rehan.
Setelah selesai makan jagung bakar Cinta seperti kelelahan, Rehan meminta Cinta menyandarkan kepalanya ke bahunya. Kemudian Cinta menyandarkan kepalanya ke bahu Rehan.
"Cinta lihat bintang-bintangnya begitu banyak dilangit, dulu sewaktu aku masih kecil, nenek menyuruhku menghitung jumlah bintang dilangit sampai aku tertidur"ucap Rehan.
"Itu cara nenekmu supaya kau bisa cepat tidur karena kelelahan menghitung jumlah bintang yang begitu banyak bahkan entah berapa juta atau mungkin milyar"ucap Cinta.
"Aku selalu berpikir mungkin seseorang yang jauh disana juga sedang melihat bintang yang sama yang ku lihat juga, aku berharap bisa melihat bintang bersama orang yang ku cintai suatu saat nanti" ucap Rehan.
"Aku juga berpikir seperti itu, mungkin suatu saat nanti ada seseorang yang akan melihat indahnya bintang dilangit bersamaku setiap malam sebelum tidur dari jendela kamar kami"ucap Cinta.
"Cinta kau tahu rasi bintang orion? itu rasi bintang paling terang dan indah dilangit, Cin......"ucap Rehan melihat Cinta sudah tertidur dibahunya.
"Gadis kecil kau kelelahan sampai cepat sekali tertidur"ucap Rehan.
Rehan bangun dan mengendong Cinta dipunggungnya, dia berjalan sampai ke asrama mereka.
************
Leo dan Zara menemani Kirana syuting dilokasi syuting. Mereka cemas melihat Kirana harus syuting sampai malam. Akhirnya Leo menemui Farah managernya Kirana.
"Farah kenapa Kirana syuting sampai malam begini?"tanya Leo.
"Ini sudah disetujui Kirana dalam kontrak kerjasama sinetron tersebut Bos"ucap Farah.
"Aku ingin sinetron Kirana dikurangi, jangan sampai semalam ini"ucap Leo.
"Tapi disinetron yang baru, Kirana hanya figuran walaupun terpaksa harus menunggu sampai larut malam untuk syuting gilirannya"ucap Farah.
"Tolong batalkan kontrak kerjasama sinetron itu"ucap Leo.
"Tapi kita bisa kena denda"ucap Farah.
"Berapapun dendanya saya akan bayar, yang penting batalkan kontrak kerja samanya"ucap Leo.
"Baik Bos"ucap Farah.
Setelah bicara seperti itu, Leo menghampiri Zara dan Kirana. Leo mengajak mereka pulang ke rumah. Diperjalanan pulang, Leo bicara pada Kirana.
"Kirana, Papa sudah membatalkan kontrak kerjasamamu disinetron yang baru itu, jadi kau tidak usah syuting sampai malam lagi"ucap Leo.
"Baik, makasih ya Papa"ucap Kirana.
"Mama juga merasa tidak tenang kalau kau harus pulang larut malam hanya untuk sebuah pekerjaan, Kiranakan masih pelajar sayang"ucap Zara.
"Iya Ma"ucap Kirana.
"Mulai besok Kirana bisa pulang lebih sore dan berkumpul bersama Marwa dan Raka, kita bisa shalat berjamaah bersama"ucap Leo.
"Kirana sayang Papa dan Mama"ucap Kirana.
"Kami juga sayang Kirana"ucap Leo dan Zara.
__ADS_1
"Entah kenapa Papa dan Mama benar-benar tulus menyayangiku, beda dengan Ayah dan Ibu yang selalu menyuruhku bekerja, aku senang bisa bertemu Papa dan Mama"batin Kirana.