Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 13


__ADS_3

Raka duduk dikelas sendirian, dia melihat ke samping, biasanya Cinta ada disampingnya, tapi sekarang bangku itu kosong.Dia merasa kehilangan Cinta yang sering terlihat tersenyum dan gembira. Siska dan geng datang menghampiri Raka.


"Raka, aku bawa bekal untukmu"ucap Siska.


".........."Raka hanya diam.


"Siska udah capek-capek belajar masak untuk membuatkan bekal untukmu loh"ucap Rena.


"Masakan Siska enak loh Raka"ucap Disa.


Raka langsung berdiri dan keluar kelas meninggalkan Siska dan geng.


"Cinta sakit apa?"ucap Raka.


Saat sedang berjalan dikoridor ruangan kelas, dia melihat Raja yang sedang galau dibawah pohon.


Raka menghampirinya dan duduk disamping Raja.


"Lo kenapa Raja?"tanya Raka.


"Lo gak melihat muka gue merah merona nih" ucap Raja.


"Memang kenapa bisa kaya gitu?"tanya Raka.


"Gue ditampar sama tiga cewek gue"ucap Raja.


"Lagian pacar lo banyak juga"ucap Raka.


"Iya dong Raja gitu, tapi biasanya jadwal ketemuan bentrok, salah manggil nama, lagi mojok eh ketahuan cewek lainnya, abis deh gue dikeroyok sama tiga cewek sekaligus, udah kaya gula dikerubungi semut, untung aja dompet gue tebel, gue sawer tuh trio biduan akhirnya selamet juga hidup gue. Sayangnya mereka meninggalkan kenangan yang terindah dipipi gue berupa pahatan tangan berwarna merah"ucap Raja.


"Emang pacar lo ada berapa banyak? perasaan gue lihat disetiap kelas lo mangkal kaya angkot nyari penumpang"ucap Raka.


"Disetiap kelas dari kelas satu sampai tiga ada semua gebetan gue, statusnya macam-macam, ada yang teman tapi mepet, pacar tapi ngumpet, sahabat tapi mojok, musuh tapi nyetrum, adik tapi dibelai, rekan tapi boong dan banyak lagi gue sampe gak hafal statusnya"ucap King.


"Gebetan banyak-banyak emang lo hafal Raja?" tanya Raka.


"Nah itu dia masalahnya, sering ketuker, gue sampai bikin rumus supaya hafal dengan mudah dan tepat. Brabekan kalau salah sebut, apalagi jadwal mingguannya yang padat, gue rasa butuh Sekretaris untuk menjadwal waktu ketemuan gua bersama para gebetan yang gue sendiri gak hafal betul berapa banyak"ucap Raja.


"Lo gak takut didemo para gebetan lo yang banyak itu"ucap Raka.


"Sebagai Raja dari para wanita yang cintanya telah terbagi banyak, gue punya cara mengatasinya"ucap Raja.

__ADS_1


"Apa?"tanya Raka.


"Kabur lah"ucap Raja.


"Raja ada-ada aja lo, lihat pipi lo sampai begitu gak sakit?"tanya Raka.


"Ini masih belum parah, pernah gue sampai disunatin gara-gara ditendang ketahuan jalan sama gebetan ke 31"ucap Raja.


"Lo playboy cap buaya, gebetan sampai 31" ucap Raka.


"Itu masih sedikit, sebelumnya gebetan gue 44 cewek"ucap Raja.


"Siapa aja sampai segitu banyak?"tanya Raka.


"Anak sekolah, mba-mba kasir mini market, tukang nyapu dijalan, tukang rongsokan, mbak jamu, tukang pijit langganan Mami gue udah tante-tante sih tapi bohay, tukang jualan pete, orang gila tapi cakep banget, neneknya temen gue tapi awet muda imut lagi"ucap Raja.


Raka sampai geleng-geleng dengan cerita Raja.


"Raja, Cinta sakit, gue mau jenguk dia, lo ikut gak?"tanya Raka.


"Ikut dong mana tahu bisa dapet gebeten, mba perawat gitu"ucap Raja.


"Raja.....Raja......"ucap Raka.


Dia ingin tahu kabar Cinta dan memastikannya baik-baik saja.


************


Cinta sedang shalat dilantai samping ranjangnya. Rehan memperhatikan Cinta yang sedang beribadah. Dia melihat dengan seksama saat Cinta mengaji selesai sholat. Ada hal yang membuatnya heran. Setelah Cinta selesai shalat dan mengaji, Rehan menghampiri Cinta dan berbicara padanya.


"Cinta, kau sedang sakit untuk apa harus beribadah juga, lebih baik istirahat"ucap Rehan.


"Reni, justru saat kita sakit harus lebih mendekatkan diri lagi pada Allah SWT. Mungkin dengan sakit ini, kita mendapat teguran agar lebih dekat lagi denganNya. Ini cara Allah merindukan hambanya, dengan sakit kita mengingat kematian dan saat ingat dengan kematian, kita akan menyesali segala perbuatan salah yang pernah kita lakukan sehingga kita akan berusaha memperbaiki diri dan lebih dekat lagi denganNya"ucap Cinta.


".............."Rehan hanya diam memikirkan ucapan Cinta.


"Dengan sakit, kita baru sadar betapa berharganya nikmat sehat itu, tak bisa dibayar dan ditukar dengan apapun didunia ini. Sehat adalah kunci kehidupan manusia. Dengan sehat kita bisa melakukan banyak hal, makan apa saja, dan mengejar mimpi-mimpi kita. Disaat sakit kita jadi lebih bersyukur lagi atas semua yang kita miliki sekarang"ucap Cinta.


"Kau benar Cinta"ucap Rehan.


"Apa kau mau sholat?"tanya Cinta.

__ADS_1


"Aku tidak tahu caranya, mungkin kapan-kapan saja jika aku sudah percaya kalau Tuhan itu ada"ucap Rehan.


Cinta mendekati Rehan dan melatakkan jari telunjuknya didepan dada Rehan.


"Rasa percaya itu ada dihati dan pikiranmu, jika kau yakin, keraguan itu akan hilang. Karena Allah selalu berada dihati dan pikiranmu"ucap Cinta.


Setelah bicara seperti itu, Cinta menurunkan telunjuknya dari dada Rehan. Dia kembali duduk diranjang. Sementara Rehan masih memikirkan ucapan Cinta.


Cinta duduk diranjang sambil mengaji. Dia ingin lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Rehan mendengarkan setiap lantunan ayat suci Al Qur'an itu. Rehan merasa hati tenang saat mendengarkannya. Setelah Cinta selesai mengaji, Rehan menghampirinya.


"Cinta yang kau baca itu buku apa?"tanya Rehan.


"Ini bukan buku Reni, tapi kitab suci Al Qur'an"ucap Cinta.


"Kau pandai membacanya"ucap Rehan.


"Ayahkulah yang mengajariku mengaji dari aku masih kecil, beliau adalah guru ngaji di daerah tempat tinggal kami dulu"ucap Cinta.


"Apa sulit belajar mengaji?"tanya Rehan.


"Tidak, asal kau bersungguh-sungguh, sama halnya dengan kita belajar membaca"ucap Cinta.


"Cinta sebaiknya sekarang kau istirahat, biar cepat sembuh"ucap Rehan.


"Iya Reni"ucap Cinta.


Cinta akhirnya berbaring diranjang dan tidur. Rehan terus menjaganya dan berada disampingnya.


***********


Ibu Meta dan Pak Irwan datang ke rumah sakit untuk menjemput Kirana. Mereka akan mulai menjalankan rencana mereka. Sampai didepan ruangan rawat inap Kirana, Ibu Meta meneteskan tetes mata dimatanya. Lalu masuk ke ruangan itu bersama Pak Irwan. Ibu Meta langsung berlari dan memeluk Kirana yang sedang duduk diranjang.


"Kirana anak kesayangan Ibu, kamu sakit ya"ucap Ibu Meta.


"Sekarang sudah baikkan kok Bu"ucap Kirana.


"Maafin Ibu semalam tidak bisa ke rumah sakit, ayahmu sakit juga jadi Ibu menemaninya"ucap Ibu Meta.


"Bener kata ibumu Kirana, ayah semalam sakit, mungkin karena ayah sudah tua jadi sering sakit-sakitan, ayah menyesal tidak bisa disampingmu saat kau sakit seperti ini"ucap Pak Irwan.


"Gak papa ayah, lagian Kirana cuma kelelahan aja kok"ucap Kirana.

__ADS_1


Ibu Meta melepas pelukannya dari Kirana. Dia mulai berakting.


"Kirana sayang ada yang ingin ibu bicarakan padamu, ini hal yang penting"ucap Ibu Meta.


__ADS_2