Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 45


__ADS_3

Sepulang bekerja Rehan pergi ke pusat aneka jajanan sore. Dia ingin membelikan camilan untuk Cinta. Berbagai penjual makanan ada ditempat itu, dari makanan ringan sampai makanan berat. Terdapat bermacam-macam makanan dari berbagai daerah. Rehan turun dari mobilnya, dia berjalan diantara para penjual makanan yang berjejer. Tak sengaja Rehan bertemu Leo ditempat itu.


"Assalamu'alaikum Bos Leo"ucap Rehan.


"Wa'alaikumsallam Presdir Rehan"ucap Leo.


"Tak disangka bisa bertemu Anda disini"ucap Rehan.


"Iya, mari kita mengobrol sebentar disebelah sana"ucap Leo.


Rehan mengangguk dan berjalan bersama Leo ke tempat untuk nongkrong yang tersedia ditempat itu.


"Anda kesini untuk makan?"tanya Leo.


"Tidak, saya ingin membeli camilan untuk istri saya" ucap Rehan.


"Anda sudah menikah? kenapa tidak mengundang saya"ucap Leo.


"Saya dan istri baru akad nikah saja, karena istri saya masih SMA, mungkin kalau dia sudah lulus baru kami akan mengadakan resepsi pernikahan" ucap Rehan.


"Istri Anda anak SMA? saya jadi ingat saya dan istri saya dulu menikah saat kami kelas 2 SMA" ucap Leo.


"Kalau begitu saya bisa minta wejangan dari Bos Leo"ucap Rehan.


"Dulu saat saya dan istri menikah muda, kami bahkan tidak punya uang sedikitpun, mengawali semuanya dari nol. Suka dan dukanya kami lewati bersama. Entah berapa banyak air mata yang menetes dipipi. Istri saya wanita yang mengantarkan saya sampai menjadi Leo yang sekarang"ucap Leo.


"Saya juga beruntung bertemu Cinta, saya yang notabennya seorang ateis jadi tersentuh hati saya hingga mengenal Allah dan menyakininya. Dia gadis baik hati dan pekerja keras, senyumannya membuah saya selalu merindukannya. Saat bersamanya hidup saya jadi bahagia"ucap Rehan.


"Oya siapa nama istri Anda?"tanya Leo.


"Cinta Mutiara"ucap Rehan.


"Nama yang indah"ucap Leo.


Tak lama Leo pusing dan lemas, dia hampir pingsan untung Rehan segera menolongnya. Rehan memapah Leo ke mobilnya lalu mengantarkan Leo ke rumah besarnya.


Sampai dirumah besar Leo, Rehan diantar Zara naik ke lantai atas sambil memapah Leo masuk ke kamarnya. Rehan membantu Leo berbaring diranjang kamarnya.


"Nak Rehan makasih ya sudah mengantar suami saya pulang"ucap Zara.


"Tidak masalah tante, saya senang bisa membantu Bos Leo"ucap Rehan.


Rehan melihat ke sekeliling kamar itu dan tak sengaja melihat foto bayi kembar dikamar Leo.


"Kok sedikit mirip foto Cinta masih bayi ya"batin Rehan.


"Oya tante, itu foto bayi kembar, anaknya Bos Leo dan tante?"tanya Rehan.


"Iya, itu foto anak kami saat masih bayi"ucap Zara.


Leo tidur diranjang itu jadi tidak mendengarkan Rehan dan Zara sedang berbincang.


"Siapa nama bayi perempuan itu?"tanya Rehan.


"Clara Aurellia"ucap Zara.


"Apa bayi perempuan tante hilang?"tanya Rehan.

__ADS_1


"Iya, dia pernah hilang selama 17 tahun yang lalu, tapi sekarang sudah ketemu"ucap Zara.


"Sudah ketemu, bagaimana ceritanya tante?" tanya Rehan.


"Mari kita mengobrolnya diluar"ucap Zara.


"Iya tante"ucap Rehan.


Rehan mengikuti Zara keluar dari kamar itu. Mereka mengobrol diruang keluarga dilantai atas.


"Clara anak kami hilang dibawa Mirna, kami sudah mencarinya selama 17 tahun. Tapi ternyata Mirna mengalami gangguan jiwa. Awalnya kami berpikir kecil harapan kami akan bertemu putri kami, tapi sepupu Mirna, Ibu Meta dan Pak Irwan mengantarkan anak kami yang dibawa Mirna bertemu kami kembali"ucap Zara.


"Jadi putri Bos Leo dan tante sudah ketemu?" tanya Rehan kembali.


"Iya, namanya Kirana"ucap Zara.


"Kirana?"ucap Rehan kaget.


Saat Zara dan Rehan berbincang, Kirana keluar dari kamarnya. Dia melihat Rehan sedang duduk disofa ruang keluarga berbincang dengan Zara.


"Rehan kok ada disini, apa dia mencariku"batin Kirana.


Kirana menghampiri Zara dan Rehan diruang keluarga itu.


"Rehan"ucap Kirana.


"Kirana"ucap Rehan.


"Oya nak Rehan, ini putri kami yang saya ceritakan tadi"ucap Zara.


"Ma, aku kenal sama Rehan"ucap Kirana.


"Oo....kamu kenal nak Rehan?"tanya Zara.


"Iya Ma, Rehan biasanya datang ke lokasi syutingku"ucap Kirana.


"Apa benar nak Rehan?"tanya Zara.


"Benar tante, dulu saya sering main ke lokasi syutingnya Kirana"ucap Rehan.


"Mama tinggal dulu melihat Papa ya"ucap Zara.


"Iya Ma"ucap Kirana.


"Nak Rehan saya mau melihat kondisi suami saya dulu"ucap Zara.


"Iya tante"ucap Rehan.


Zara meninggalkan ruangan itu, tinggal Rehan dan Kirana yang ada diruangan itu.


"Rehan mau minum?"tanya Kirana.


"Tidak usah Kirana"ucap Rehan.


"Kenapa sikap Rehan jadi dingin begini padaku" batin Kirana.


"Kirana aku pamit pulang dulu, tolong sampaikan salamku pada Papa dan Mamamu"ucap Rehan.

__ADS_1


Rehan berdiri dari duduknya hendak meninggalkan ruangan itu tapi Kirana langsung mengajaknya berbicara kembali.


"Rehan kenapa sikapmu berubah padaku, aku salah apa?"tanya Kirana.


"Kirana kau tidak salah, aku hanya bersikap biasa saja, apa ada masalah untukmu?"tanya Rehan.


"Biasanya kau datang ke lokasi syuting membawakanku hadiah dan bunga"ucap Kirana.


"Itu dulu Kirana saat aku masih mencintaimu" ucap Rehan.


"Lalu sekarang apa kau masih mencintaiku?" tanya Kirana.


"Kirana, sekarang aku sudah memiliki seseorang yang sangat ku cintai"ucap Rehan.


"Apa seseorang yang kau maksud itu Cinta?" tanya Kirana.


"Apa aku harus memberitahumu?"tanya Rehan balik.


"Oh....Cintakan"ucap Kirana.


"Kau benar, aku memang sangat mencintai Cinta" ucap Rehan.


"Kenapa harus Cinta, Rehan?"tanya Kirana.


"Karena dia gadis baik hati dan pekerja keras, aku bahkan masih merasa tak pantas untuknya"ucap Rehan.


"Rehan, dulu aku berpikir kau sangat menggangguku tapi ternyata sekarang aku merasa kehilanganmu, maafkan sikapku yang dulu"ucap Kirana.


"Kirana aku sudah memaafkanmu, bagiku kau adalah cinta pertamaku dan akan menjadi kenangan dalam hidupku"ucap Rehan.


"Apa semua bisa kembali seperti dulu?"tanya Kirana.


"Maaf Kirana, semuanya sudah berubah, begitupun dengan hatiku"ucap Rehan.


"............"Kirana terdiam.


"Aku pulang dulu Kirana, assalamu'alaikum"ucap Rehan.


"Wa'alaikumsallam"ucap Kirana.


Rehan keluar dari ruangan itu turun ke lantai bawah. Dia naik mobilnya keluar dari rumah besar Leo.


Kirana langsung masuk ke kamarnya dan menangis diranjang.


"Hik...hik...hik....kenapa aku baru merasa kehilangan Rehan hik....hik.....hik....."ucap Kirana.


"Kenapa dulu aku tidak memberinya kesempatan dan malah mengacuhkannya hik...hik.....hik...." ucap Kirana.


"Sekarang Rehan memilih Cinta daripada aku, kenapa rasanya sakit seperti ini hik....hik.....hik...."


ucap Kirana.


Kirana terus menangis menyesali sikapnya dulu pada Rehan. Padahal dulu Rehan mengejar-ngejarnya sampai setiap hari datang ke lokasi syuting Kirana. Meskipun Kirana selalu menolaknya, tapi Rehan terus berusaha memberi perhatian pada Kirana.


Didalam mobil Rehan terus memikirkan ucapan Zara tentang putrinya yang hilang. Rehan merasa ada yang janggal, dia merasa ada puzzle yang harus dirangkai ulang menjadi satu kesatuan yang utuh.


"Anak Leo Ariendra hilang 17 tahun lalu sama dengan usia Cinta, foto didinding kamar itu sedikit mirip dengan foto bayi Cinta. Tapi kenapa tiba-tiba Kirana menjadi anak Leo Ariendra? tante Zara tadi bilang anaknya dibawa Mirna kabur dan ternyata Mirna sepupu Ibu Meta dan Pak Irwan yang membawa Kirana bertemu Bos Leo dan tante Zara. Masih banyak misteri yang belum terpecahkan"ucap Rehan.

__ADS_1


__ADS_2