Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 93


__ADS_3

Rehan sampai di Perusahaan Sun Leo Group. Dia turun dari mobilnya berjalan menuju ke dalam perusahaan. Leo sudah menunggu Rehan diruangan kerjanya. Rehan duduk disofa bersama Leo membicarakan bisnis mereka.


"Pa untuk klien membatalkan kerjasama dan customer yang membatalkan menggunakan jasa perusahaan ini, aku akan membantu mengembalikan kepercayaan mereka seperti semula"ucap Rehan.


"Papa tidak terlalu memikirkan itu Rehan, rejeki sudah ada yang mengatur, apa yang sekarang Papa miliki sudah lebih dari cukup yang diberikan Allah SWT"ucap Leo.


"Tapi aku akan tetap membantu perusahaan Papa agar kembali ke posisi semula"ucap Rehan.


"Baiklah, kalau kau memang ingin membantu" ucap Leo.


"Aku ingin menanam saham diperusahaan ini sebagai bentuk kerjasama Perusahaan Galaxy Lion Group dengan Perusahaan Sun Leo Group" ucap Rehan.


"Jika itu sebuah kerjasama hitam diatas putih Papa setuju"ucap Leo.


"Oya nanti sore Cinta ingin makan malam bersama dirumah Papa, katanya ada kejutan untuk Papa dan Mama"ucap Rehan.


"Oke, nanti biar Papa memberitahu Mama untuk menyiapkan makanan yang enak untuk menjamu kalian"ucap Leo.


"Pa, aku mewakili Papaku minta maaf atas semua kesalahan Papaku pada Papa, apalagi sabotase pada proyek yang sedang dikerjakan perusahaan Papa"ucap Rehan.


"Tanpa kau meminta maaf, Papa juga sudah memaafkan semua itu"ucap Leo.


"Terimakasih Pa"ucap Rehan.


"Ya sama-sama nak"ucap Leo.


************


Bel berbunyi semua siswa keluar dari kelas mereka. Raka melihat ke meja Azkia yang sudah kosong. Dia tahu Azkia sudah menjauhinya sejak kemarin. Ketika Raka hendak keluar dari kelas, Dara menubruknya hingga Dara terjatuh.


"Aw..........sakit"ucap Dara.


"Setahuku kau yang salah, jadi bangunlah"ucap Raka.


"Kau tadi menubrukku, lihat kakiku sakit hik....hik...."ucap Dara pura-pura menangis supaya Raka perhatian padanya.


"Oh....Dara kau jatuh, sakit ya. Sini ku bantu ke UKS"ucap Azkia yang baru masuk ke kelas itu.


"Gak mau, aku mau Raka yang mengantar ke UKS"ucap Dara.


"Karena kamu gak mau yasudah, ayo Raka kita jajan aja"ucap Azkia menggandeng tangan Raka keluar dari kelas itu meninggalkan Dara.


"Hei.....kakiku sakit....."teriak Dara.


"Sialan, Raka itu cuek banget. Gimana caranya aku mendekatinya"ucap Dara.


Azkia menggandeng tangan Raka sampai dibelakang sekolah. Lalu dia melepas tangannya dari tangan Raka.


"Ayam jago jangan Gr ya, aku cuma ingin mengerjai Dara centil itu saja"ucap Azkia.


"Kura-kura kenapa kau menghindar dariku dari tadi, kau marah karena kejadian yang kemarin ya"ucap Raka.


"Pikir aja sendiri, menurutmu gimana?"ucap Azkia.


Azkia mendekati pohon jambu didekatnya, dia menaiki pohon jambu itu.


"Hei kura-kura, habitatmu diair, jangan memanjat pohon kau akan jatuh"ucap Raka.


"Ayam jago, kemarilah, asyik loh"ucap Azkia.


"Lihat saja aku bisa memanjat lebih tinggi darimu kura-kura"ucap Raka.

__ADS_1


"Bawel, buktikan"ucap Azkia.


Raka memanjat pohon jambu itu menyusul Azkia yang sudah ada diatas.


Pluk....pluk......pluk.....


"Hei....kura-kura kau membuang biji jambu seenaknya"ucap Raka kejatuhan biji-biji jambu.


"Anggap itu rintanganmu sampai ke puncak"ucap Azkia.


"Lihat saja saat aku disampingmu, akan ku gigit kau"ucap Raka.


"Ayam jago gak punya gigi mana mungkin bisa gigit"ucap Azkia.


"Kura-kura......"ucap Raka semakin marah.


Raka memanjat semakin ke atas, Azkia melemparinya dengan jambu yang masih kecil.


Pluk.....pluk.....pluk......


"Hei kura-kura, kau mengibarkan bendera peperangan ya"ucap Raka.


"Dari tadi ayam jago tak mampu sampai atas, habitat ayam jago ya ditanah"ucap Azkia meledek Raka.


Raka memanjat dengan cepat dan duduk disamping Azkia. Dia memegang kedua tangan Azkia.


"Ayam jago kau mau membalasku ya"ucap Azkia.


Raka mendekati wajah Azkia, mulutnya yang masih mencengkram jambu berukuran sedang itu didekati mulut Raka.


"Aduh apa dia mau menciumku"batin Azkia.


"Yam...yam....manis"ucap Raka.


"Huh....huh....."Nafas Azkia ngos-ngosan karena tegang, dia mengira Raka hendak menciumnya.


"Hei kura-kura kau kenapa, nafasmu seperti orang mau mati"ucap Raka setelah melepas tangannya dari tangan Azkia.


"Ayam jago kau curang, ambil sendiri jambumu, jangan mengambil jambu yang mau ku makan" ucap Azkia.


"Jambu yang mau kau makan pasti sudah matangkan, aku tidak tahu jambu yang seperti apa yang matang"ucap Raka.


"Bilang dong, dasar ayam jago yang bodoh, bagaimana kau bisa hidup dialam liar"ucap Azkia.


"Aku akan hidup dengan kura-kura sepertimu jika berada dialam liar"ucap Raka.


"Huh....parasit"ucap Azkia.


"Sudah, jangan bawel. Pilihkan aku jambu yang matang"ucap Raka.


"Oke, kali ini aku baik padamu ayam jago"ucap Azkia.


Azkia memilih jambu yang matang dipohon jambu itu untuk Raka.


"Nih"ucap Azkia memberikan Raka jambu biji yang matang.


"Makasih kura-kura cantik"ucap Raka menerima jambu yang diberikan Raka.


"Kau bilang apa tadi ayam jago?"tanya Azkia.


"Kura-kura cantik"ucap Raka.

__ADS_1


"Benarkah aku cantik?"tanya Azkia.


Raka malah asyik memakan jambu biji itu.


"Ayam jago kau dengar aku ngomong gak sih?" tanya Azkia.


"Dengar, kau cantik"ucap Raka.


Azkia langsung tersenyum mendengar ucapan Raka.


"Pipimu merah, kau pakai blush on ya"ucap Raka.


"Enggak, aku sedang sakit"ucap Azkia.


"Kura-kura sepertimu sakit, tidak cocok"ucap Raka.


"Raka....."ucap Azkia menepuk lengan Raka.


"Aw......aw......kura-kura aku bercanda"ucap Raka.


"Ayam jago enak ya duduk diatas pohon, sejuk" ucap Azkia.


"Aku sudah lama tak memanjat pohon, terakhir saat SD"ucap Raka.


"Aku sering, saat aku masih sekolah diluar negeri, hampir setiap hari aku memanjat pohon mengusir kebosananku"ucap Azkia.


"Dulu kau sekolah diluar negeri?"tanya Raka.


"Iya, setelah lulus SMP, aku sekolah diluar negeri. Disana aku tak hanya sekolah tapi berlatih pedang juga"ucap Azkia.


"Pantas kau suka dengan pedang"ucap Raka.


"Sepertinya keren kalau perempuan berpedang dan bisa bela diri"ucap Azkia.


"Kau memang hebat untuk ukuran seorang perempuan"ucap Raka.


"Benarkah?"tanya Azkia.


"Sudah ah, memujimu terus nanti kura-kura sepertimu akan semena-mena padaku"ucap Raka.


Ting.......ting.......ting...........


"Bel tuh, ayo masuk kelas kura-kura"ucap Raka.


"Oke"ucap Azkia.


Raka dan Azkia kembali ke kelas mereka.


************


Eden pulang ke rumah besarnya. Dia mencari ibunya ke dapur tapi dia tidak menemukannya. Eden mencari Ibu Riana ke kamarnya. Saat dia membuka pintu kamar itu, dia melihat Ibu Riana sudah berbaring dalam kondisi tangannya tersayat penuh darah. Eden langsung berlari menghampirinya. Dia mememeluk ibunya dalam dekapannya.


"Ibu....kau kenapa?"tanya Eden.


"Ibu....ibu....."ucap Eden.


Ibu Riana sudah tidak bernafas lagi saat Eden memeriksa nafas dihidungnnya.


"Tidak....tidak mungkin....ibu......."ucap Eden berteriak setelah mengetahui ibunya meninggal.


Eden menangis memeluk Ibunya, kini dia sendirian. Biasanya ada ibunya yang selalu memanggilnya dan menyemangatinya.

__ADS_1


__ADS_2