
Raka membaringkan Azkia diranjang. Kemudian dia memberikan minyak kayu putih dibawah hidungnya. Tak lama Azkia sadar, dia melihat Raka ada didepan matanya. Azkia tersenyum melihat Raka.
"Sudah pagi ya?"tanya Azkia.
"Malam masih panjang sayang, kau tidak boleh tidur atau pingsan lagi"ucap Raka.
"Apa?"ucap Azkia.
"Aku tidak akan membiarkanmu kabur ke alam mimpi, jadi tetaplah sadar kita akan merayakan malam pertama kita"ucap Raka.
"Sayang bisakah aku menjernihkan pikiranku dulu?"tanya Azkia.
"Tidak bisa, kau sudah mau menikah denganku jadi tanggung semua konsekuensinya"ucap Raka.
"Kalau begitu aku berolahraga dulu biar sehat" ucap Azkia.
"Kita akan berolahraga yang lebih dari olahraga biasa"ucap Raka.
"Aku buatkan kau susu dulu gimana?"tanya Azkia.
"Aku mau kamu, gak butuh yang lainnya"ucap Raka.
"Aku bu......."ucap Azkia langsung terhenti saat Raka menciumnya.
Raka mulai melakukan tahapan demi tahapan.
"Sayang aku boleh berdiri dulu?"tanya Azkia.
"Malam ini kau milikku, jadi jangan harap kau bisa kabur"ucap Raka.
Azkia menelan ludah melihat Raka sudah mendominasi bahkan mencengramnya. Dia hanya bisa pasrah. Bagai menonton film romantis, Azkia ketakutan saat Raka memberinya cinta. Tahap demi tahap berlanjut, Azkia terus menutup matanya.
"Sayang buka matamu, ini bukan film romantis tapi cinta diantara kita"ucap Raka.
"Aku takut dan malu"ucap Azkia.
Raka tersenyum dengan sikap Azkia yang lucu. Dia mencium kening Azkia memberinya kenyamanan.
"Kalau kau belum siap aku....."ucap Raka.
Azkia langsung membuka mata.
"Makasih sayang kau memahami ketakutanku, aku memang harus mempersiapkan diri"ucap Azkia.
"Maksudku aku akan tetap memaksamu"ucap Raka.
"Kirain? dia mau menunda"batin Azkia.
"Sayang bersiaplah"ucap Raka.
"Tunggu....aku membersihkan make up takut panuan, kudisan dan kapalan"ucap Azkia.
"Kau tidak bisa beralasan lagi"ucap Raka.
"Sabar sayang, masih sore, tidak bisakah kita menunggu malam, suara serigala sepertinya enak didengar saat kita bersatu nanti"ucap Azkia.
"Lebih cepat lebih baik"ucap Raka.
__ADS_1
"Mau ku dongengin sejarah pedang samurai?" tanya Azkia.
"Boleh disambil aja"ucap Raka.
"Aduh takut........kenapa malam pertama lebih menakutkan dari setan"batin Azkia.
"Sayang aku punya cerita lucu, mau denger?" tanya Azkia.
Raka membelai rambut panjang Azkia. Dia tersenyum sambil menatap wajah cantik Azkia.
"Sayang aku ingin memilikimu, jangan takut aku tidak akan menyakitimu"ucap Raka.
Raka meraba pipi Azkia dengan tangannya.
"Jadilah bidadariku, Azkia. Kura-kura cantik yang selalu ku rindukan"ucap Raka.
"Aku selalu senang saat bersamamu, kau selalu membuatku tertawa meski kita berdebat tiada habisnya"ucap Raka.
Raka berusaha memberi sugesti pada Azkia biar dia nyaman dan tidak takut lagi.
"Raka......"ucap Azkia memeluk Raka.
Setelah Azkia mulai nyaman barulah Raka memulai kembali tahapan demi tahapan hingga pada intinya.
"Sakit.......ik....ik.....Raka hik...hik....."ucap Azkia sambil menangis.
"Sayang jangan menangis, I Love You"ucap Raka.
"Tidak bisakah kita iklan dulu atau makan coklat dulu"ucap Azkia.
"Sayang mati dong, kena lahar panas"ucap Azkia.
"Ha.....ha....ha......"Raka tertawa.
"Kalau gitu aku bayangin latihan pedangnya diatas pohon kelapa eh kesamber petir"ucap Azkia.
"Ha.....ha...ha...."Raka tertawa lagi.
Azkia terus bercerita, Raka memanfaat situasi saat Azkia sibuk bercerita. Perlahan tapi pasti sambil mendengarkan Azkia bercerita, dia meraih sesuatu yang berharga yang dimiliki Azkia.
"Aw..........katak jatuh ke kubangan, sakit sayang" ucap Azkia.
"Tadi apa? katak jatuh ke kubangan ya"ucap Raka mengalihkan Azkia kembali pada cerita.
Azkia asyik kembali bercerita, Raka memulai kembali. Hingga Azkia melupakan ceritanya dan fokus pada Raka. Dia mulai mengikuti keinginannya. Kini mereka berdua memadu cinta dalam satu irama. Azkia sudah mulai nyaman dan masuk dalam buaian cinta Raka. Entah berapa kali mereka mengulangnya setelah itu Raka berbaring bersama Azkia. Dia memeluk Azkia dalam dekapannya.
"Kura-kura cantik, sekarang kau tidak takut lagikan?"tanya Raka.
"Tidak, asalkan ayam jagoku sayang mau dengerin aku bercerita"ucap Azkia.
"Sayang kau unik juga, tapi aku suka"ucap Raka.
"Benarkah?"tanya Azkia.
"Iya, dan sekarang kau sudah jadi milikku"ucap Raka.
"Aku lelah"ucap Azkia.
__ADS_1
"Sekarang tidurlah, nanti malam kita lanjutkan lagi"ucap Raka.
"Lagi?"batin Azkia kaget.
Azkia tak menyangka Raka begitu bersemangat setiap kali melakukan perpaduan cinta itu. Berbeda sekali dengan Raka yang dulu dikenalnya. Bahkan dia dan Raka sering bertengkar tiada habisnya. Azkia tidur dipelukan Raka, rasanya nyaman sekali. Dia seperti menemukan tempat yang selama ini dirindukannya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Zhafira Bread & Cake
Setelah menghadiri resepsi pernikahan Raka dan Azkia, Zhafira kembali ke toko kue dan roti miliknya. Dia membantu para karyawannya melayani pembeli. Kebetulan sore itu banyak sekali pembeli. Zhafira melayani seorang ibu pelanggan setianya.
"Wah Zhafira sendiri yang melayani"ucap Ibu Indah.
"Iya Bu, kebetulan sedang santai"ucap Zhafira.
"Kue dan roti disini juara, Ibu paling suka. Bisa untuk sarapan, acara dan untuk camilan"ucap Ibu Indah.
"Terimakasih Bu sudah membeli kue dan roti disini"ucap Zhafira.
"Anak saya paling suka makan kue dan roti yang dibeli disini, enak banget katanya"ucap Ibu Indah.
"Saya senang kue dan roti saya banyak yang suka"ucap Zhafira.
"Besok ada acara ulang tahun kecil-kecilan untuk anak saya. Saya mau pesan kue disini"ucap Ibu Indah.
"Boleh"ucap Zhafira.
Bu Indah memilih model kue yang ingin dibelinya. Zhafira menemani Ibu Indah memilih model kue yang ingin dipesannya.
"Nak apa kau sudah punya pacar?"tanya Ibu Indah.
"Saya tidak ingin berpacaran Bu, kalau ada jodoh inginnya langsung menikah saja"ucap Zhafira.
"Kriteria lelaki yang diidamkan Zhafira seperti apa?"tanya Ibu Indah.
"Yang penting dia takut pada Allah SWT"ucap Zhafira.
"Kenapa dia harus takut pada Allah SWT?"tanya Ibu Indah.
"Jika dia takut pada Allah SWT berarti dia taat dan patuh pada segala perintah dan laranganNya"ucap Zhafira.
"Masya Allah, sudah jarang ada wanita yang memiliki kriteria lelaki idaman seperti Zhafira. Kebanyakan mereka memilih laki-laki yang memiliki harta dan kekuasaan"ucap Ibu Indah.
Zhafira hanya tersenyum dengan ucapan Ibu Indah.
"Zhafira, bisakah kau menghadiri acara ulang tahun anakku?"tanya Ibu Indah.
"Insya Allah Bu"ucap Zhafira.
"Berarti kue ini sekalian diantar Zhafira saja ya" ucap Ibu Indah.
"Boleh Bu, Insya Allah besok saya akan bersilaturrahmi ke rumah Ibu sekalian mengantar kue ulang tahunnya"ucap Zhafira.
"Ditunggu ya nak"ucap Ibu Indah.
Ibu Indah keluar dari toko kue dan roti milik Zhafira. Didepan toko itu ada mobil yang menjemputnya. Seorang pemuda tampan turun dari mobilnya lalu mengajak Ibu Indah masuk ke mobil itu.
__ADS_1