Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Musim 3 : Haura Dijual Part 9


__ADS_3

Haura keluar dari gorong-gorong. Bajunya kotor semua dan basah. Dia naik ke tepi jalan tapi kakinya malah tergesek paku yang menonjol. Celananya sampai robek dan kakinya berdarah.


"Aw............sakit"ucap Haura.


Haura duduk di tepi jalan itu melihat luka dikakinya.


"Aduh, perih"ucap Haura.


Haura berdiri lalu berjalan menelurusuri jalan. Perutnya lapar tapi dia tak punya uang. Haura terus menelusuri jalan hingga larut malam. Hujan turun begitu deras, Haura berteduh dikolong jembatan layang.


"Lapar, diiingiiin"ucap Haura.


Haura kelaparan dan kedinginan, dia merasa nasibnya sial semenjak meninggalkan rumah orangtuanya.


"Papa, Mama, Haura kangen"ucap Haura.


Haura teringat saat-saat bersama dengan orangtuanya. Saat itu dia sedang duduk di ranjang kamarnya, tiba-tiba Rehan masuk ke kamarnya.


"Haura Papa bawa sesuatu untukmu"ucap Rehan menghampiri Haura.


"Apa Pa?"tanya Haura.


"Coba tebak? Haura maunya apa sekarang?"tanya Rehan.


"Haura mau liburan ke luar negeri Pa"ucap Haura.


"Nih"ucap Rehan menyodorkan tiket pesawat pada Haura.


"Pa, beneran kita keluar negeri nih?"tanya Haura.


"Iya dong, Papa sudah mengambil cuti khusus untuk menemani kalian semua jalan-jalan keluar negeri"ucap Rehan.


"Asyik....makasih Pa"ucap Haura memeluk Rehan.


"Iya sayang"ucap Rehan membalas pelukan Rehan.


Ketika mereka sedang berpelukan, Cinta membawa segelas susu untuk diminum Haura sebelum tidur. Rehan melepas pelukannya dari Haura.


"Haura minum susunya dulu sebelum tidur sayang"ucap Cinta.


"Iya Ma"ucap Haura.


Haura meminum susu yang diberikan Cinta padanya sampai habis.


"Sekarang tidur besok kita keluar negeri"ucap Rehan.


Haura berbaring di ranjang kamarnya. Rehan menyelimuti Haura sementara Cinta mencium kening Haura.


Cup


"Cepat tidur ya sayang, mimpi yang indah"ucap Cinta.


"Jangan lupa berdoa sebelum tidur, Papa dan Mama sayang padamu"ucap Rehan.


"Iya Pa, Ma, Haura juga sayang kalian"ucap Haura.


Saat itu jadi salah satu kebahagiaannya bersama kedua orangtuanya.


"Pa, Ma, Haura kangen, Haura mau pulang hik....hik....hik...."ucap Haura sambil menangis.


Setan Red : udah Haura ini namanya kemandirian, dimana tingkat kedewasaanmu sedang dipertaruhkan he...he.....


Setan Bul : Haura kau harus bisa menunjukkan kalau kau hebat, ingat buktikan kau bisa sukses tanpa orangtuamu, jangan cengeng.


"Aku kangen Papa, Mama hik...hik......."ucap Haura.


Ketika Haura sedang menangis dua orang preman menghampirinya. Mereka hendak memperkosa Haura.


"Ayo sayang mumpung hujan kita bersenang-senang"ucap Diki sambil memegang tangan kanan Haura.


"Lepas...."ucap Haura.


"Om akan menghangatkanmu biar kau tidak kedinginan lagi"ucap Rudi sambil memegang tangan kiri Haura.


"Gak mau, lepas"ucap Haura berusaha melepaskan diri.


Saat kedua preman itu hendak membawa Haura dari tempat itu, tiba-tiba ada seorang ibu yang menolongnya. Kedua preman itu langsung pergi meninggalkan Haura saat melihat ibu itu. Dia menghampiri Haura yang berdiri melihat ke arahnya.


"Apa kau tidak apa-apa?"tanya Tante Risa.


"Gak apa-apa kok tante"ucap Haura.


"Malam-malam begini kenapa kau ada diluaran?" tanya Tante Risa.


"Aku....aku......"ucap Haura ragu menjawab semuanya yang telah terjadi padanya.

__ADS_1


"Yasudah, ikutlah bersamaku, bajumu kotor dan basah nanti sakit loh"ucap Tante Risa.


"Memangnya gak papa aku merepotkan tante?" tanya Haura.


"Gak papa, justru aku senang ada temennya"ucap Tante Risa.


"Baiklah aku ikut dengan tante"ucap Haura.


Haura berjalan mengikuti Tante Risa. Dia masuk ke dalam mobil milik Tante Risa. Kemudian mobil itu melaju ke sebuah rumah besar. Rumah itu gemerlap dihiasi lampu-lampu malam. Didalam rumah itu dipenuhi wanita-wanita berbaju seksi dan para lelaki hidung belang. Dirumah besar itu hampir mirip hotel. Banyak ruangan kamar di lantai atasnya. Bisa check in atau mau keluar juga bisa.


"Tante ini tempat apaan?"tanya Haura.


"Ini rumah tante"ucap Tante Risa.


"Ini rumah tante? kok ramai sekali ya"ucap Haura.


"Tante sedang mengadakan sebuah acara jadi ramai"ucap Tante Risa.


"Oh gitu"ucap Haura.


Tante Risa membawa Haura ke lantai atas. Dia mengajak Haura ke sebuah kamar. Haura memperhatikan kamar untuknya itu. Kamar yang cukup luas dan bagus.


"Haura apa kau lapar?"tanya Tante Risa.


"Iya tante"ucap Haura.


"Aku ambilkan makan dulu ya, kamu gantilah bajumu, di lemari itu ada pakaian untukmu ya"ucap Tante Risa.


"Iya tante makasih"ucap Haura.


Tante Risa keluar dari kamar itu. Kemudian Haura langsung mandi dan berganti pakaian yang diambilnya di lemari itu.


"Tante Risa baik banget"ucap Haura.


Haura berbaring diranjang karena dia kelelahan dan lapar. Lama-lama dia tertidur diranjang kamar itu. Satu jam kemudian dia terbangun melihat sesosok lelaki gempal memeluknya.


"Eh....kok gajah tampak seperti manusia ya"ucap Haura dengan mata yang masih samar-samar.


Ketika matanya sudah terbuka lebar dia terkejut dipeluk lelaki gempal yang berbaring diranjang bersamanya.


"Wah ini bukan gajah tapi paus terdampar, aku harus mengembalikanmu ke habitatmu"ucap Haura.


"Sayang aku sudah membelimu dengan harga yang sangat mahal jadi puaskan aku"ucap Eko.


"Iya sayang aku padamu"ucap Haura.


Tak lama dengan proses panjang Haura berhasil mengikat lelaki gempal itu sambil memplaster mulut lelaki itu bersama kecoak dimulutnya.


"Eee....eee.....eee...."ucap Eko.


"Bersenang-senanglah dengan kecoak itu, kalau lapar ya cemil aja, tinggi protein loh"ucap Haura.


"Sial, aku dijual"ucap Haura.


Haura keluar dari kamar itu, disepanjang lorong kamar-kamar itu dia melihat para wanita malam menjajakan diri. Mereka memasuki kamar-kamar yang sudah dipesan kliennya.


"Gue punya ide, ini pasti bikin heboh"batin Haura.


"Kebakaran......kebakaran......kebakaran......." teriak Haura sekencang mungkin.


Semua orang yang mendengarnya heboh dan berlarian kesana kemari.


"Ha.......ha........ha........asyik juga"ucap Haura.


Setan Red : udah Haura jangan bikin ulah ditempat seperti ini, kamukan anak baik, ingat kata Pak Ustad.


Setan Bul : kasihan tuh orang-orang pada panik, padahal merekakan tidak mengganggumu, biarkan sajalah itu urusan mereka dengan Allah.


"Bikin lebih heboh lagi"ucap Haura.


Haura pergi ke dapur ditempat itu, dia menyalakan api lalu membakar dapur ditempat itu. Asap tebal mulai keluar, peringatan kebakarang berbunyi, semua orang berlari menyelamatkan diri keluar dari rumah besar itu.


"Ha....ha......ha......ini baru yang namanya iseng"ucap Haura.


Karena api mulai membesar, Haura keluar dari dapur, dia berjalan ke ruang depan. Tak sengaja dia bertubrukkan dengan seorang lelaki.


"Ma....."ucap Haura terhenti saat melihat dengan jelas lelaki didepannya.


"Kau....."ucap seorang lelaki tampan yang kemarin terkena permen karet miliknya.


"Sabar Om, orang sabar kuburannya lega, banyak yang ngasih bunga, ka...buuuur....."ucap Haura langsung berlari.


"Ampun kenapa ketemu dia lagi, apes"batin Haura.


"Tangkap dia sampai dapat"ucap Lelaki itu.

__ADS_1


"Baik Bos"ucap Anak buah lelaki itu.


Haura berlari dikejar anak buah lelaki itu.


"Kenapa dikejar lagi, dikejar lagi, siapa lelaki itu?" ucap Haura.


Haura belok ke tepi jalan lalu secepatnya naik ke atas pohon untuk bersembunyi.


"Disini aman"ucap Haura.


"Tapi ini sarang tawon, aw............sakit"ucap Haura.


Haura tersengat tawon mukanya, dia langsung loncat ke bawah pohon.


Bluuuuuuug..............


"Aw.............bokongku sakit juga"ucap Haura.


Nguuung......nguuuung..........nguuuung.......


"Ya ampun tuh tawon masih ada diatas kepala gue"ucap Haura.


Haura berlari kali ini bukan hanya dikejar anak buah lelaki itu tapi dikejar tawon juga.


"Papa, Mama......."teriak Haura dikejar tawon sedangkan dibelakangnya anak buah lelaki itu masih mengejarnya.


Haura akhirnya memutuskan nyemplung ke rawa tepi jalan yang menurutnya itu paling terdekat dari jalan.


Byuuuuur..................


Haura langsung menyembunyikan kepalanya ke dalam air, tawon-tawon itu tidak mengejarnya.


Tak lama Haura keluar dari air tapi anak buah lelaki itu malah menangkapnya.


"Semua ini salahfaham, damai saja ya"ucap Haura pada anak buah lelaki itu.


"Gak bisa, kami harus membawamu pada Bos"ucap Anak buah lelaki itu.


Haura dibawa anak buah lelaki itu. Dia dimasukkan ke dalam kursi belakang mobil mewah. Di dalam mobil itu sudah ada lelaki tampan itu.


"Malam Om, tenang jangan sensi apalagi menuntut ganti rugi"ucap Haura.


Lelaki itu hanya diam, dia tidak berkata apapun. Haura duduk ditepi sebelah kanan kursi belakang mobil itu.


"Dia serem amet, aku mau diapain yah"batin Haura.


Setan Red : udah Haura goda aja, lelaki tak tahan godaan manis mematikan. Apalagi kamu cantik, cium aja, dijamin klepek-klepek.


Setan Bul : Lelaki dingin biasanya romantis, udah unboxsing aja, dijamin hot didalam mobil, ganteng loh.


"Astagfirullah, Ya Allah lindungilah hambamu, amin"batin Haura berdoa pada Allah SWT.


Setan Red dan Bul : Yah dia kok malah berdoa, gak asyik nih.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Geng Kelabang Merah


Para begal itu menghadap Bos tertinggi dari Geng Kelabang Merah yang bernama Jaxson. Mereka biasa memberi laporan setiap satu minggu sekali pada Bos mereka. Kali ini Colis, Renat, Diki dan Tedi sebagai kelompok 1 menghadap Bos Jaxson.


"Bagaimana perkembangan usaha kalian minggu ini?"tanya Jaxson.


"Kurang memuaskan Bos"ucap Colis.


"Banyak gagalnya"ucap Renat.


"Susah beraksi di malam hari"ucap Diki.


"Beraksi siang hari kena hajar massa"ucap Tedi.


"Loh kenapa bisa seperti itu?"tanya Jaxson.


"Raynor Bos"ucap Colis.


"Raynor? siapa dia?"tanya Jaxson.


Jaxson terkejut dengan penuturan anak buahnya mengenai Raynor, dia baru mendengar nama Raynor disebut anak buahnya.


"Pahlawan malam yang selalu menumpas kejahatan dimalam hari Bos"ucap Renat.


"Pahlawan? zaman manusia masa bodoh kaya gini masih ada pahlawan yang peduli urusan orang lain?"ucap Jaxson.


"Kami tidak bohong Bos, dia bahkan tidak bisa di tembak dengan pistol biasa"ucap Colis.


"

__ADS_1


__ADS_2