Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Leo Tak Gentar


__ADS_3

Leo sedang menyelesaikan desain gambar taman bunga milik Tuan Musa diruangan kerjanya. Disela-sela kesibukannya mengurus perusahaan dan kuliah, Leo harus membagi waktunya untuk desain gambar yang dipesan Tuan Musa. Sekretaris Beti masuk ke ruang Leo seperti orang ketakutan.


"Bos, ada yang ingin bertemu dengan Bos, semuanya mukanya sangar, berbaju hitam, dan bertato. Satu orang yang mungkin Bosnya memakai topeng menutupi setengah wajahnya" ucap Beti.


Leo langsung teringat cerita Zara semalam.


"Suruh mereka masuk ke ruanganku"ucap Leo.


"Bos, apa perlu saya panggil Harun atau Gerald untuk menemani Bos?"tanya Beti mengkhawatirkan Leo.


"Tidak perlu, kita belum tahu apa maksud dan tujuannya datang kesini, tak perlu cemas. Bawa mereka masuk ke ruanganku"ucap Leo.


"Baik Bos"ucap Sekretaris Beti.


Sekretaris Beti keluar dari ruangan kerja Leo lalu membawa tamu itu masuk ke dalam ruangan kerja Leo. Lelaki bertopeng itu membawa enam anak buahnya. Dia duduk dikursi depan meja kerja Leo tanpa dipersilahkan terlebih dahulu oleh Leo. Dia duduk dengan percaya diri dan keenam anak buahnya dibelakangnya. Sementara itu Sekretaris Beti berada didepan pintu mengkhawatirkan Bosnya.


"Sekretaris Beti kau boleh kembali ke ruanganmu" ucap Leo.


"Baik Bos"ucap Sekretaris Beti.


Leo menatap dingin lelaki itu. Dia belum tahu maksud dan tujuan lelaki bertopeng itu datang ke kantornya.


"Perusahaanmu cukup besar, masih muda, dan pintar. Jarang ada anak muda seusiamu sudah sukses seperti ini. Aku jadi iri, apa lagi kau memiliki seorang istri yang berharga untukku"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Saya tidak ingin membuang waktu, masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Lebih baik Anda segera menyampaikan maksud dan tujuan Anda datang kemari"ucap Leo.


"Orang yang simple dan gak bertele-tele, aku suka. Oke,.....maksud dan tujuanku kesini ingin memberikanmu sebuah penawaran yang sangat besar. Ku harap kau tertarik, karena aku tak akan memberikan penawaran ini dua kali"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Katakanlah!"ucap Leo.


Lelaki bertopeng itu menyodorkan Cek kosong dimeja Leo.


"Itu Cek, kau bisa isi berapapun yang kau mau, asal kau ceraikan Zara"ucap Lelaki bertopeng itu.


Leo tersenyum dan berbalik menyodorkan Cek itu pada Lelaki bertopeng itu.


"Cek itu saya kembalikan, silahkan diisi berapapun yang Anda mau asalkan jangan ganggu pernikahan kami"ucap Leo.


"Heh.....,sombong sekali kau"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Aku takkan sombong apabila Anda lebih sopan dalam berucap, dan tolong jangan sekali-kali lagi mengganggu istriku. Karena aku tidak akan berdiam diri jika ada orang yang berani mengusik ketenangan keluarga kecilku"ucap Leo.


"Lihat saja nanti, siapa yang akan pergi dari hidup Zara, kau atau aku?"ucap Lelaki bertopeng itu.


"Urasannya sudah selesaikan, silahkan keluar! pintunya disana"ucap Leo sambil mengulurkan tangan kanannya menunjuk ke arah pintu ruangan itu.

__ADS_1


Lelaki bertopeng itu berdiri lalu keluar dari ruangan Leo berserta anak buahnya. Leo hanya diam dikursi kerjanya sambil memandang foto Zara yang ada dimeja kerjanya. Harun masuk ke ruangan kerja Leo setelah orang-orang itu pergi.


"Leo, mereka itu Gengster Bulan Sabit Merah, kau punya urusan apa dengan mereka?"tanya Harun.


"Urusan pribadi, aku tidak bisa cerita ini padamu" ucap Leo.


"Dulu aku, Beni dan Andi pernah ditangkap gengster itu saat kita pulang mabuk dari sebuah club malam. Mereka itu salah satu gengster tersadis, untung saja kita dibebaskan saat itu. Kalau tidak, entah seperti apa nasib kita saat itu"ucap Harun.


"............."Leo hanya diam.


"Yasudah, gue kerja lagi"ucap Harun.


Harun keluar dari ruangan kerja Leo. Dia tidak tahu ada permasalahan apa yang sedang dihadapi Leo bersama Gengster Bulan Sabit Merah itu.


***********


Sepulang bekerja Leo mengendari mobilnya. Dia turun disebuah tempat berjualan para pedagang kaki lima. Leo memesan makanan disemua pedagang kaki lima itu dan membaginya pada anak-anak jalanan, pemulung, pengamen dan tukang ojeg. Leo ingin berbagi sedikit rejeki miliknya. Saat dia hendak memberikan makanan pada seorang pemulung ternyata Leo mengenal pemulung itu.


"Pak Baron"ucap Leo.


"Leo"ucap Pak Barun.


Leo langsung mencium tangan Pak Baron.


"Mari Pak kita duduk disana sambil makan"ajak Leo.


"Oke"ucap Pak Baron singkat.


Leo dan Pak Baron makan sambil duduk dikursi yang disediakan para pedagang kaki lima itu.


Selesai makan mereka mulai berbincang.


"Lama tak bertemu denganmu, setelah kau dipecat dari kantor. Aku tak pernah bertemu denganmu lagi, tapi aku selalu berdoa agar kau jadi orang yang sukses nantinya"ucap Pak Baron.


"Setelah Tuan Indrawan resign dari kantor, tak lama saya dipecat. Lalu saya sempat bekerja jadi securiti. Beberapa bulan kemudian Tuan Indrawan menelpon, dia meminta saya memimpin perusahaan cabang miliknya yang disini. Dari situlah awal mula karir saya dan sampai sekarang"ucap Leo.


"Kau memang hebat, dimanapun kau berada kemampuanmu menunjukkan hasilnya" ucap Pak Baron.


"Pak Baron sendiri tidak bekerja lagi diproyek sekarang?"tanya Leo.


"Tidak, proyek itu sudah selesai, ganti mandor para kuli yang sudah tua diganti termasuk bapak"ucap Pak Baron.


"Bagaimana kalau bapak bekerja diperusahaan saya?"tanya Leo.


"Aku ini mencari uang hanya untuk makan sendiri, hasil memulung saja sudah lebih dari cukup. Aku tak ingin haus akan dunia lagi nak. Terlalu banyak dosa dimasa lalu, entah berapa banyak orang yang ku bunuh, kurampok, begal, menipu, narkoba, perdagangan manusia dan segudang dosa yang kulakukan. Aku ingin lebih banyak mendekatkan diri pada Allah SWT. Mungkin besok waktuku akan datang. Saat itu datang, aku ingin mati dengan Husnul khatimah"ucap Pak Baron.

__ADS_1


"Allah melihat keseriusan kita untuk bertobat, semoga segala dosa yang telah bapak perbuat diampuni Allah SWT, amin"ucap Leo.


"Amin"ucap Pak Baron.


"Oya gimana kabar istrimu Zara?"tanya Pak Baron.


"Kabarnya baik"ucap Leo.


"Syukurlah kalau begitu, kau harus jaga istrimu, jangan sepertiku. Aku kehilangannya semuanya karena kesalahanku. Istri dan anakku telah pergi meninggalkanku untuk selamanya, aku berharap kelak akan berkumpul dengan mereka kembali. Mereka orang baik, tidak seperti yang berlumur dosa"ucap Pak Baron.


"Semoga mereka ditempatkan ditempat yang terbaik Pak Baron, amin"ucap Leo.


Pak Baron dulunya seorang teman yang dikenal Leo saat jadi kuli bangunan. Saat itu Leo sering dikerjai seniornya, Pak Baron adalah orang yang menolong Leo dan membuat semua orang takut dan tidak lagi mengerjai Leo. Walaupun awalnya terkesan sangar dan menakutkan karena ditubuhnya dipenuhi tato serta bekas luka sayatan di pipi, tangan, dan kakinya, sebenarnya Pak Baron orang yang baik. Dia dulunya seorang gengster tapi Pak Baron sudah bertobat sejak dipenjara dan meninggalnya istri beserta anaknya. Sejak keluar dari penjara, Pak Baron bekerja jadi kuli bangunan. Semua teman sejawatnya segan dan takut padanya meski Pak Baron tidak berbuat apapun. Dia bahkan selalu menyendiri. Lebih banyak beribadah dan mengaji.


Leo berhasil berteman dengan Pak Baron hingga sekarang.


**********


Pagi itu Zara dan Bi Surti joging pagi bersama. Mereka mengelilingi jalan di perumahan tempat tinggalnya. Sekalian joging santai sekalian menghirup udara segar. Karena faktor umur Bi Surti ngos-ngosan.


"Ayo Bi Surti semangat"ucap Zara.


"Non, gambar artis koreanya jangan yang itu apa yang Non Zara pakai, Bi Surti kurang semangat nih" ucap Bi Surti sambil melihat gambar artis Korea dipunggung belakang kaos yang dipakai Zara.


"Memang kenapa kalau yang ini Bi Surti?"tanya Zara.


"Pengen yang group band gitu lho Non cowoknya banyak, seger ngeliatnya. Berasa sambil lari sambil bayangin kencan sama mereka terus Bi Surti bingung tuh milihnya. Selingkuh deh sana sini, selama belum ketahuan. Bahasa gaulnya harem gitu Non"ucap Bi Surti.


"Aduh....., jadi selama ini Bi Surti minta Zara pakai kaos gambar artis Korea cuma buat bayangin pas lari"ucap Zara.


"Non tahu sendiri, Bi Surti gak suka lari pagi. Non, semalam Bi Surti nonton sinetron Suamiku Selingkuh Lagi dan Lagi Sampai Capek"ucap Bi Surti.


"Ceritanya tentang apa Bi, judulnya kok seru kedengerannya?"tanya Zara.


"Itu Non, Bininya udah tepar ngeliat kelakuan suaminya selingkuh dimana mana. Tetangga jadi selingkuhannya, temennya jadi selingkuhannya, adik istrinya jadi selingkuhannya, kakak iparnya jadi selingkuhannya, sampai tukang sayur lewat jadi selingkuhannya Non"ucap Bi Surti.


"Parah banget Bi"ucap Zara.


"Bininya nyerah sampai mengibarkan bendera kuning tanda kematian hati dan perasaannya yang udah terluka parah Non"ucap Bi Surti.


"Wanita mana yang mau diselingkuhin Bi, jangankan sampai banyak gitu, satu aja udah sakit hati banget"ucap Zara.


"Kalau Bi Surti udah disunatin aja lagi tuh suaminya biar tobat, atau cemplungin ke comberan biar tahu rasa"ucap Bi Surti.


Zara hanya tersenyum mendengar cerita Bi Surti. Dia senang sesekali mengobrol dengan Bi Surti. Tingkah laku Bi Surti tak jarang membuat Zara tersenyum-senyum sendiri. Itu membuatnya bahagia dan melupakan sejenak pekerjaan dan tugas kuliah.

__ADS_1


__ADS_2