
Leo dan Zara kembali ke rumah Kemal. Leo mengantarkan Zara ke kamarnya. Zara begitu malu, dari tadi dipasar malam Leo terus-menerus romantis. Zara belum pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya. Jadi Leo adalah cinta pertamanya sekaligus suaminya. Suka duka yang dilewati bersama Leo membuatnya ingin selalu bersama Leo.
"Zara boleh gak aku tidur sama kamu malam ini?"tanya Leo.
".........."Zara hanya diam dan mengangguk.
"Tenang,aku gak akan macam-macam, cuma ingin tidur aja disamping Zara" ucap Leo.
"Iya"ucap Zara.
Leo masuk ke kamar yang ditempati Zara.Leo mengunci pintu kamar itu. Zara digendong Leo menuju ke ranjang.
"Leo turunkan aku, malu"ucap Zara.
"Kenapa harus malu, kitakan suami istri Zara"ucap Leo.
Leo membaringkan Zara diranjang itu, lalu mencium kening dan bibir Zara. Sepertinya Leo mulai ketagihan mencium bibir cantik Zara. Dia juga mencium pipi Zara. Kemudian Leo tidur disamping Zara. Leo mengajak Zara mengobrol sebelum tidur.
"Zara nanti kalau kita dewasa, kamu mau punya anak berapa?"tanya Leo.
"Tiga, kalau Leo mau punya anak berapa?"tanya Zara.
"Yang penting ibu anak Leo, Zara. Berapapun anak kita, Leo akan senang"ucap Leo.
"Leo padahal dulu kita tidak saling mengenal dan bertemupun belum pernah walau satu sekolah"ucap Zara.
"Ya, aku senang karena kejadian malam itu aku bertemu bidadariku, kamu Zara"ucap Leo pada Zara.
"Aku juga senang bisa terus bersama Leo" ucap Zara.
"Zara malam itu aku tidak melakukan apapun padamu, sumpah. Seingatku, waktu itu aku masuk ke kamar hotel, melepas baju lalu tidur"ucap Leo.
__ADS_1
"Aku juga berpikir yang sama, aku haid setelah kita menikah satu minggu, berarti aku tidak hamil"ucap Zara.
"Tidak masalah, yang penting kita bisa bersama sekarang. Kalau bukan karena kejadian itu mungkin aku masih mabuk-mabukan dan keluar malam setiap hari"ucap Leo.
"Iya sekarang Leo udah berubah lebih baik,Zara senang melihatnya"ucap Zara.
"Zara aku mencintaimu"ucap Leo.
"Aku juga mencintai Leo"ucap Zara.
Leo senang Zara ternyata juga mencintai Leo.Leo langsung memeluk Zara dan mencium bibirnya. Mereka bahagia walaupun penuh kesulitan yang telah mereka hadapi dan yang akan dihadapi kedepannya. Setelah itu mereka tidur. Zara tidur dipelukan Leo sampai pagi.
Pagi hari sekali Leo dan Zara sudah mengemasi barangnya untuk keluar dari rumah Kemal. Leo dan Zara menemui Kemal diruang tamu.
"Kemal terimakasih sudah menampung kami beberapa hari ini"ucap Leo.
"Sama-sama Leo, jaga Zara dan berhati-hatilah"ucap Kemal.
"Ya"ucap Kemal.
Leo dan Zara keluar dari rumah Kemal.Mereka berjalan menelusuri jalan tak tahu harus tinggal dimana. Mereka istirahat makan siang dulu di warteg dekat jalan. Leo dan Zara makan sepiring berdua seperti biasa. Ini jadi kebahagiaan kecil untuk mereka.
Setelah makan siang mereka berjalan lagi menelusuri jalan. Zara sudah kelelahan dari tadi berjalan tanpa tujuan.
"Zara kamu capek ya, mau digendong Leo"ucap Leo.
"Gak usah, Leo pasti juga capekkan"ucap Zara.
"Yasudah, kita duduk disini dulu"ucap Leo.
Leo menyandarkan kepala Zara ke pundaknya sambil mengelus kepala Zara.
__ADS_1
"Kamu haus gak Zara?"tanya Leo.
"Gak, Leo hari ini gak kerja ya?"tanya Zara.
"Ya, nanti kalau kita dah dapat tempat tinggal baru Leo kerja lagi"ucap Leo.
Setelah istirahat beberapa saat mereka berjalan lagi. Sampai disebuah Rumah Singgah Tuna Wisma. Mereka masuk ke tempat itu dan bertanya pada securiti ditempat itu.
"Pak maaf mau tanya, Rumah Singgah Tuna Wisma ini untuk apa ya?"tanya Leo.
"Ini untuk para tuna wisma, dari pada tidur dijalanan, pemerintah menyediakan tempat ini untuk mereka singgah dan tinggal sementara waktu"ucap Securiti itu.
"Oh begitu, apa kami boleh tinggal juga disini untuk sementara waktu"ucap Leo.
"..........."Zara hanya mendengarkan.
"Boleh, adik berdua tuna wisma juga ya?"tanya Securiti itu.
"Ya"ucap Leo.
"Kalau begitu, silahkan masuk. Didalam ada ruang pendaftaran. Nah adik berdua daftar dulu disana nanti baru dapat ranjang"ucap Securiti.
"Ya, terimakasih pak"ucap Leo.
"Ya, sama-sama"ucap Securiti itu.
Setelah itu Leo dan Zara daftar dan mendapatkan ranjang. Leo dan Zara masuk ke ke dalam tempat itu. Tempat itu seperti aula yang dipenuhi ranjang darurat. Tidak ada pembatas jadi tidur ramai-ramai. Hanya dipinggir aula itu penuh loker untuk menyimpan barang. Leo dan Zara menuju ke loker itu untuk menyimpan barang mereka. Lalu mereka istirahat diranjang darurat itu.
"Zara gak papakan kita tinggal disini sementara waktu?"tanya Leo.
"Gak papa, yang penting ada Leo"ucap Zara.
__ADS_1
Mereka akhirnya bisa istirahat setelah berjalan hampir seharian penuh. Sementara waktu mereka harus tinggal di Rumah Singgah Tuna Wisma.