Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Musim 3 : Terkena Panah Part 28


__ADS_3

"Wa'alaikumsallam" ucap Leo.


"Rehan kemarilah" ucap Leo meminta Rehan duduk bersamanya.


Rehan duduk disamping Leo. Dia melihat lelaki muda yang duduk bersamanya.


"Rehan, ini nak Rafael" ucap Leo memperkenalkan Rafael pada Rehan.


"Rehan Darien, senang bertemu denganmu nak" ucap Rehan pada Rafael.


"Saya juga senang bertemu dengan Anda" ucap Rafael.


Rafael begitu senang bisa bertemu Rehan Darien, seorang pengusaha sukses seperti Leo. Dia beruntung bisa bertemu dua pengusaha besar dikota A.


"Rehan, Papa memanggilmu kesini untuk mengantar Nak Rafael pulang ke rumahnya" ucap Leo.


"Iya Pa" ucap Rehan.


"Tidak perlu repot-repot kek, saya bisa pulang naik bus" ucap Rafael.


"Nak Rafael, kebetulan saya juga ada bisnis di kota B jadi kita satu tujuan" ucap Rehan.


"Begitu ya, terimakasih sebelumnya Om" ucap Rafael.


"Sama-sama" ucap Rehan.


Setelah perbincangan itu, Leo memberikan Cek pada Rafael. Kemudian Rafael pamit pulang pada Leo dan Zara. Dia naik mobil bersama Rehan meninggalkan rumah besar Leo. Dua hari yang penuh pengalaman untuk Rafael bisa bertemu banyak orang baik.


*************


Deena mendengar kabar gadis-gadis muda jadi mawar hitam untuk Gengster Harimau di kota C. Meskipun lukanya belum pulih tapi kabar itu cukup membuat telinganya panas. Dia memakai kostum dan mulai beraksi di malam hari. Deena mengintai Markas Harimau diatas tugu dari markas itu. Di markas itu dipenuhi penjagaan yang ketat.


"Gimana aku masuk?" ucap Deena.


"Jika aku melawan sekarang, aku belum tahu pasti kekuatan mereka dan berapa banyak anak buahnya" ucap Deena.


Deena melihat para gadis dibawa masuk ke dalam markas. Dia masuk ke dalam markas dengan memanjat pagar dengan alat panjat khusus miliknya.


Bluuuug......


Deena berhasil masuk markas itu meskipun lewat belakang. Dia masuk ke dalam bangunan markas itu dari belakang. Deena mengendap-endap masuk ke setiap ruangan di markas itu. Dia mencari dimana gadis-gadis itu disekap. Tak sengaja dia memasuki sebuah ruangan yang penuhi anggota genster itu. Mereka sedang berkumpul. Seorang lelaki terlihat terluka dikeroyok anggota gengster itu.


"Kasihan sekali lelaki itu, aku harus membantunya" ucap Deena.


Deena masuk ke ruangan itu dengan percaya diri. Dia hanya berniat membantu lelaki muda yang mungkin sesusia dengannya itu.


"Ada pesta tapi aku tak diundang" ucap Deena.


"Raynor" ucap anggota gengster itu.

__ADS_1


"Untuk apa kau datang kesini, mengantarkan nyawamu?" tanya Gandi ketua Gengster harimau.


"Bermain nyawa dengan kalian semua" ucap Deena.


"Hajar dia"ucap Gandi.


Semua anggota Gengster Harimau menyerang Deena. Mereka bertarung satu sama lain. Deena hampir tersudut, lelaki muda itu membantunya bertarung. Mereka menumbangkan semua anak buah Gengster Harimau. Kemudian dia dan lelaki yang muda itu keluar dari markas itu. Dia mengantar lelaki itu sampai naik ke dalam taksi.


"Kau pulanglah, aku masih ada urusan lain" ucap Deena.


"Siapa namamu?" tanya Alvan.


"Raynor"ucap Deena.


"Terimakasih" ucap Alvan.


Deena hanya mengangguk. Dia kembali ke markas Gengster Harimau. Dia mencari gadis-gadis yang ditawan mereka. Sampai di sebuah kamar, dia membebaskan gadis-gadis yang disekap hingga mereka hendak keluar tapi para penjaga menyerangnya. Deena melawan para penjaga markas itu hingga mereka tumbang.


"Pergilah kalian semua" ucap Deena.


"Baik" ucap semua gadis itu.


Semua gadis itu keluar dari markas itu. Tapi Deena di kepung anggota Gengster Harimau. Ternyata anggota gengster itu sudah bersiap. Deena harus melawan anggota Gengster Harimau yang bersenjata. Mereka membawa pistol, pedang dan tongkat.


Mereka menembaki Deena tapi dia berhasil bertahan. Lalu dia mengeluarkan pedang untuk melawan anggota gengster itu yang memegang berpedang dan tongkat. Deena hampir bisa mengalahkan mereka tapi Gandi curang dia menyuruh anak buahnya memanah Deena dengan panah khusus.


Cetek......


"Aw....ini bukan panah biasa"ucap Deena.


Deena kembali dihujani busur panah khusus itu. Hingga kembali mengenai punggungnya. Deena tak mungkin melawan mereka lagi. Dia harus keluar tapi kesadarannya mulai berkurang. Dia terjatuh ke lantai dengan posisi tengkurep. Matanya mulai buram, ada seseorang lelaki bertopeng bertarung melawan anggota genster itu. Dia juga membawa Deena pergi meninggalkan tempat itu.


Deena dibawa ke sebuah rumah besar. Dia terluka, beberapa panah masih bersarang di punggungnya. Lelaki bertopeng itu membaringkan Deena dengan posisi tengkurep. Lelaki itu mencabut semua panah yang ada di punggung Deena, untungnya panah itu tidak dalam karena kostum Deena masih melindunginya.


"Aku harus membuka kostumnya untuk mengobati lukanya" ucap Lelaki bertopeng itu.


Lelaki bertopeng itu membuka kostum Deena. Dia terkejut saat mendapati tubuh Deena. Dia menatap tubuh indah Deena yang masih mengenakan pakaian inti.


"Dia seorang perempuan, habis kau, aku akan benar-benar menjadikanmu pelayan ranjangku" ucap Lelaki bertopeng itu.


Lelaki itu membuka topeng Deena, dia melihat wajah cantiknya.


"Cantik dan masih muda, tidak masalah aku mendapatkan sesuatu diawal" ucap Lelaki bertopeng itu.


Lelaki bertopeng itu melepas topeng yang dikenakannya lalu mencium Deena.


"Manis, padahal aku baru menciumnya" ucap Lelaki bertopeng itu.


"Saat kau sembuh nanti, kau harus melayaniku" ucap Lelaki bertopeng itu.

__ADS_1


Lelaki bertopeng itu mengobati luka Deena yang berada di punggungnya. Dia memerban punggung Deena setelah lukanya diobati. Lalu membaringkan Deena terlentang. Dia juga menyelimuti tubuh Deena.


"Sekarang beristirahatlah, kau harus sehat lagi" ucap Lelaki bertopeng itu.


Lelaki bertopeng itu duduk disofa menunggu Deena bangun. Deena beristirahat cukup lama. Saat dia terbangun, dia melihat ke sekeliling kamar itu.


"Aku dimana?" tanya Deena pada dirinya sendiri.


Dia melihat pada tubuhnya yang polos tanpa kostum yang dikenakannya.


"Siapa yang melepas kostumku?" ucap Deena


"Kau sudah bangun?" tanya Lelaki yang kini tak bertopeng lagi.


"Kau siapa?" tanya Deena.


Lelaki itu mendekati Deena, secepat mungkin Deena menutup erat tubuhnya dengan selimut.


"Aku sudah melihatnya jadi tak perlu kau tutupi lagi" ucap Barra.


"Aku akan menghajarmu sampai kau habis" ucap Deena marah.


Barra langsung memeluk Deena dengan erat sampai dia susah bergerak.


"Diamlah, lukamu masih sakit. Seharusnya kau berterima kasih padaku karena aku menyelamatkanmu tadi" ucap Barra.


"Aku tidak butuh pertolonganmu" ucap Deena.


Lelaki bertopeng itu memandang wajah cantik Deena.


"Kau ingat saat kita bertemu malam itu, jika kau perempuan kau harus jadi pelayan ranjangku" ucap Barra.


"Aku tak sudi jadi pelayan ranjangmu" ucap Deena.


Barra memegang kedua tangan Deena dengan tangan kirinya dan tangan satunya berusaha membuka selimut yang menutup tubuh Deena.


"Lepas" ucap Deena.


"Tidak akan, dan nikmatilah" ucap Barra.


Deena menendang bagian terpenting Barra hingga dia melepas Deena dan beranjak dari ranjang karena kesakitan.


"Kau cabul, aku masih dibawah umur" ucap Deena.


Deena beranjak dari tempat tidur dengan tetap menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia mengambil pedangnya dan mengarahkan pada Barra.


"Kalau kau berani menyentuhku, pedang ini akan berbicara" ucap Deena.


Deena menatap lelaki yang ada didepannya. Dia tidak takut sama sekali padanya. Justru dia ingin memberi pelajaran lelaki itu. Dia sudah berani melihat tubuh polosnya tadi. Deena benar-benar kesal padanya.

__ADS_1


"Cantik, asal kau tahu tadi aku bahkan sudah menciummu" ucap Barra.


"Kau..." ucap Deena marah.


__ADS_2