
Tiga Bulan Kemudian
Rehan pulang ke rumah besar miliknya. Dia membawa banyak makanan maklum Cinta sedang menyusui ketiga bayi perempuannya. Rehan meletakkan semua makanan yang dibelinya di meja makan. Lalu dia naik ke lantai atas. Dia langsung masuk ke kamarnya Cinta sedang bermain dengan ketiga bayinya dan juga Aksa.
"Assalamu'alaikum"ucap Rehan.
"Wa'alaikumsallam"ucap Cinta dan Aksa.
"Papa"ucap Aksa.
Rehan menghampiri Cinta dan Aksa. Dia langsung memeluk Cinta dan Aksa sekaligus.
Lelahnya hilang berganti rasa bahagia. Apalagi kini dia memiliki tiga bayi perempuan yang lucu.
Rehan melepas pelukannya dari Cinta dan Aksa.
"Ma, Alea, Haura, dan Deena seharian ini gimana?"tanya Rehan.
"Mereka anteng, undah gak rewel lagi, mungkin udah tahu bedanya antara siang dan malam"ucap Cinta.
"Alhamdulillah, gak bergadang lali"ucap Rehan.
"Pa bawa makanan yang ku pesen gak?"tanya Cinta.
"Iya dong Ma, banyak"ucap Rehan.
"Papa tahu aja"ucap Cinta.
"Iya dong, Mamakan lagi menyusui"ucap Rehan.
"Papa mau gendong gak?"tanya Cinta.
"Boleh, kangen sama tiga princess Papa"ucap Rehan.
Rehan menggendong bergantian ketiga bayi perempuannya. Dia menciumi pipi bayi mungilnya itu. Cinta juga menggendong bayi lainnya. Mereka begitu bahagia dengan keluarga kecilnya itu.
"Alea ini Papa sayang, kau harus jadi wanita yang mempertahankan kebenaran dan kesucian nak"ucap Rehan pada bayi Alea.
Setelah menggendong Alea, Rehan menggendong Haura.
"Haura kesayangan Papa, kau harus jadi wanita yang membuat orang disisimu tersenyum bahagia dan merubah kegelapan jadi cahaya yang terang"ucap Rehan pada bayi Haura.
Rehan meletakkan Haura kemudian menggendong Deena.
"Deena putri pemberani Papa, kau harus jadi wanita yang kuat dan melindungi orang-orang yang lemah"ucap Rehan pada bayi Deena.
Rehan meletakkan Denna diranjang bersama kedua bayi perempuan lainnya.
"Papa, Aksa juga mau digendong"ucap Aksa.
"Oya, Aksa belum digendong, ayo naik ke punggung Papa, kita main kuda-kudaan"ucap Rehan.
"Asyik.......naik kuda"ucap Aksa.
__ADS_1
Aksa naik ke punggung Rehan, dia main kuda-kudaan bersama Rehan. Sore itu jadi sore yang paling membahagiakan untuk Rehan bisa berkumpul dengan istri dan keempat anaknya.
Malam harinya Rehan dan Cinta berdiri di balkon kamar mereka untuk melihat bulan dan bintang.
Kebetulan malam itu begitu terang karena musim kemarau. Banyak kunang-kunang berterbangan di taman samping rumah mereka. Mereka berdua menikmati indahnya malam mumpung keempat anak mereka sudah tidur.
"Gadis kecil kau ingat saat pertama kita melihat bulan dan bintang?"tanya Rehan.
"Iya, aku ingat"ucap Cinta.
"Saat itu aku mulai mencintaimu dan cinta itu tumbuh tanpa ku sadari"ucap Rehan.
"Kak Rehan"ucap Cinta menyandarkan kepalanya dibahu Rehan.
Rehan merangkul cinta dari samping sambil menatap ke langit.
"Semua bintang-bintang itu menyaksikan cinta kita berdua yang selalu tumbuh dan semakin kuat"ucap Rehan.
Cinta mengangguk, Rehan mencium kepala Cinta.
Lalu Cinta berdiri menatap mata Rehan, dia melihat lelaki yang begitu dia cintai bahkan mereka sudah pernah terpisahkan berkali-kali tapi cinta mereka tetap utuh meski maut memisah.
"I Love You"ucap Cinta.
"I Love You Too gadis kecil"ucap Rehan.
Rehan mendekati wajah Cinta lalu mencium bibirnya. Mereka berciuman di malam yang begitu indah itu sambil disaksikan bulan dan bintang.
Cinta sejati akan tetap ada saat suka dan duka bahkan terpisah jarak dan waktu tidak pernah bisa menghapus cinta mereka tapi justru membuat mereka menyadari arti satu sama lain.
************
"Assalamu'alaikum sayang"ucap Raka.
"Wa'alaikumsallam sayang"ucap Azkia.
Raka menghampiri Azkia dan duduk disampingnya Raka memeluk perut buncit Azkia dan mendekatkan kepalanya di perut buncit Azkia.
"Dede bayi sayang, ini Papa. Kamu gerak terus ya? aktif kaya Mamamu"ucap Raka.
"Sayang, sekarang aku tidak aktif lagi"ucap Azkia.
Raka bangun dan mencium Azkia dengan penuh kelembutan.
"Itu karena perutmu sudah buncit sayang"ucap Raka seusai mencium Azkia.
"Apa aku kelihatan gendut?"tanya Azkia.
"Wah.....repot jawab jujur atau gak ya? wanita hamilkan sensitif"batin Raka.
"Gak kok sayang, seksi walaupun gen...."ucap Raka.
"Apa sayang kau tadi mau bilang aku gendut?" tanya Azkia.
__ADS_1
"Gaklah sayang, itu hanya perasaanmu saja. Kau seksi sampai aku tak bisa jauh darimu"ucap Raka.
"Makasih sayang"ucap Azkia.
"Iya sayang"ucap Raka.
Raka memeluk Azkia dalam dekapannya. Dia begitu bahagia memiliki Azkia dalam hidupnya. Gadis samurai itu selalu jadi patnernya dalam segala hal. Baik jadi istri maupun jadi teman bertarung melawan musuh-musuh yang mengganggu keluarga besarnya. Itulah yang membuat Raka semakin mencintai Azkia, dia paket lengkap, cantik, baik dan jagoan. Raka dan Azkia membina keluarga mereka dan melindungi keluarga besar mereka bersama Rehan dan Leo.
************
Andra dan Zhafira berdiri didepan masjid milik mereka. Masjid itu sengaja dibangun di tempat umum agar siapa saja bisa sholat disana. Kini Zhafira sedang hamil delapan bulan, perutnya membuncit. Andra terus mengelus perut Zhafira sambil merangkulnya dari samping.
"Sayang, kelak buah hati kita akan jadi imam masjid besar ini"ucap Andra.
"Amin"ucap Zhafira.
"Aku ingin anak kita jadi seorang yang selalu mencintai Allah SWT"ucap Andra.
"Amin"ucap Zhafira.
"Kau lapar sayang?"tanya Andra.
Zhafira mengangguk dengan ucapan Andra.
"Ayo kita beli makanan lalu membesuk Papamu di penjara. Kita makan bersama dan sholat berjamaah bersama"ucap Andra.
"Iya sayang"ucap Zhafira.
Andra dan Zhafira begitu bahagia dengan keluarga kecil mereka. Meskipun Alex di penjara, Andra selalu ada disininya menghiburnya agar Zhafira tidak merasa kesepian tanpa Papanya.
Andra suami yang baik dan sholeh membuat Zhafira selalu nyaman dan aman disampingnya.
*************
Semenjak kematian ibunya, Dokter Daniel mengajak Kirana hijrah ke luar negeri. Mereka menetap di luar negeri. Dokter Daniel bekerja di sebuah rumah sakit swasta diluar negeri. Kini Kirana hamil tujuh bulan. Ketika libur dia menemani Kirana jalan-jalan. Kebetulan saat itu musim semi. Dokter Daniel mengajak Kirana jalan-jalan di taman bunga.
"Sayang, nanti kalau kau sudah melahirkan, kita berkunjung ke rumah Papa dan Mama ya"ucap Dokter Daniel.
"Iya sayang"ucap Kirana.
"Aku akan mengambil cuti saat kita pulang kesana"ucap Dokter Daniel.
"Sekalian kita berkunjung ke rumah Papa Leo dan Mama Zara, mereka juga kedua orangtuaku"ucap Kirana.
"Iya sayang"ucap Dokter Daniel.
"Sayang lapar"ucap Kirana.
"Kita beli makan di cafe favoritku, gimana?"tanya Dokter Daniel.
"Boleh"ucap Kirana.
Dokter Daniel dan Kirana juga bahagia dengan keluarga kecilnya yang baru dibangunnya. Mereka bahagia dengan segala kesederhaan mereka. Sesungguhnya bahagia itu sederhana asal kita selalu bersyukur dan ikhlas dengan semua yang kita miliki.
__ADS_1
Ending