Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Penghargaan Untuk Leo dan Suprise Untuk Zara


__ADS_3

Leo segera menyelesaikan pekerjaannya, dia ingin segera menjemput Zara disalon. Dia tak sabar ingin melihat istri tercintanya mengenakan gaun yang indah dan berdandan secantik mungkin. Leo terus tersenyum sambil menyelesaikan pekerjaannya. Setelah pekerjaannya selesai, Leo bergegas keluar dari perusahaan miliknya. Dia mengendarai mobilnya menuju ke salon tempat Zara berada. Sampai disalon itu, Leo takjub melihat Zara begitu cantik bak bidadari dari langit. Leo sampai tak berkedip melihat istrinya.


"Leo"ucap Zara.


"Kau cantik sekali Zara"ucap Leo.


"Benarkah?"tanya Zara kembali.


Leo mendekati Zara dan mencium keningnya.


Cup


Ciuman itu mendarat di kening Zara, seakan tanda kepemilikan Leo untuk Zara.


"Kalau kaya gini Leo jadi ragu pergi ke acara itu" ucap Leo.


"Memangnya kenapa?"tanya Zara.


"Pengennya cepet-cepet pulang ke rumah terus itu"ucap Leo menggoda Zara.


"Leo...., masih sore nih"ucap Zara.


"Habis Zara terlihat menggoda"ucap Leo.


"Ayo berangkat Leo nanti keburu acaranya dimulai"ucap Zara.


"Ayo Tuan Putri, Pangeran siap menggandengmu" ucap Leo menggandeng tangan Zara.


"Mari Pangeran kita hadiri acara itu"ucap Zara.


Leo dan Zara saling memandang dan tersenyum bahagia. Merekapun berangkat ke acara bergengsi itu. Acara itu diadakan dihotel berbintang lima. Leo dan Zara sampai dihotel itu. Saat dilobi hotel, Leo dan Zara bertemu dengan Bos Dodi.


"Anak ingusan ngapain disini?"tanya Bos Dodi.


"Apa saya harus menjawab pertanyaan Bapak" ucap Leo.


"Kau selalu sombong seperti dulu, anak kemarin sore kok mau nyaingin yang sudah senior"ucap Bos Dodi.


"Kalau begitu biarlah anak ingusan ini pergi dengan tenang tanpa mendengar celotehan yang tidak baik"ucap Leo.


"Aku suka gayamu berbicara anak ingusan, paling kau kesini bukan untuk menghadiri acara bergengsi itu. Mana mungkin anak ingusan sepertimu bisa dapat penghargaan. Paling banter juga cuma tamu undangan, itupun karena pihak penyelenggara kasihan padamu"ucap Bos Dodi.

__ADS_1


"Terimakasih atas pujian Bapak secara pribadi pada saya, apa ada hal yang lain lagi, saya sangat siap mendengar pujian dari Anda"ucap Leo.


"Bosan bicara dengan anak ingusan sepertimu lebih baik aku masuk ke dalam"ucap Pak Dodi.


Pak Dodi pergi meninggalkan Leo dan Zara.


"Leo, itu bukannya pemilik perusahaan yang bersaing denganmu dua tahun lalu ya?"tanya Zara.


"Iya, mungkin dia masih kesal karena banyak projek yang jatuh ke tangan Leo"ucap Leo.


"Padahal rejeki sudah ada yang mengatur, tak kusangka dia masih menyimpan kekesalannya pada Leo"ucap Zara.


"Sudahlah Zara sayang, jangan dipikirkan, ayo masuk"ucap Leo.


Leo dan Zara masuk ke ruangan acara itu berlangsung. Banyak para pebisnis yang hadir di acara itu. Leo dan Zara duduk dimeja bagian depan.


Event Penghargaan Wirausaha Muda dimulai.


Beberapa sambutan disampaikan dari moderator, pihak penyelenggara, dan pebisnis senior. Acara hiburanpun juga mengisi acara tersebut. Puncak acarapun dimulai, moderator mulai membacakan pemenang Penghargaan Wirausaha Muda tahun ini. Nama Leo disebut oleh moderator itu. Leo naik ke podium menerima penghargaan berupa piala dan sertifikat. Dia berdiri di podium untuk berbicara sepatah dua kata.


"Assalamu'allaikum"ucap Leo.


"Alhamdulillah atas nikmat yang Allah SWT berikan hari ini untuk saya dan keluarga. Terimakasih atas penghargaan yang diberikan pada saya. Ini jadi motivasi dan amanah untuk saya agar bisa lebih baik lagi ke depannya. Penghargaan ini saya berikan untuk istri tercinta saya yang sedang duduk diantara hadirin semua. Wanita cantik yang sederhana itu adalah wanita yang menemani saya dari titik terendah, bahkan dia selalu sabar dan menyemangati saya untuk tetap berusaha. Doa-doanya telah mengantarkan saya hingga diatas panggung ini. Entah berapa banyak air mata yang sudah dia teteskan untuk keberhasilan saya sekarang. Dia tak hanya seorang istri tapi patner dalam segala hal. Bahkan suatu masa saat saya hampir mati terbakar, dia rela menemani saya mati bersama. Istriku terimakasih atas semuanya, ini untukmu. Terimakasih atas waktunya hadirin semua"ucap Leo.


Para hadirin bertepuk tangan setelah mendengar sepatah dua kata dari Leo.


Leo langsung berjalan menghampiri Zara yang berdiri saat Leo turun dari podium dan memeluknya tak peduli saat itu banyak orang. Dia hanya ingin memeluk Zara saat itu sebagai ungkapan kebahagiaannya.


"Pak so sweet banget"ucap Ibu Karin.


"Berasa nonton drama Korea 3D dibioskop ya Bu"ucap Pak Darman.


"Coba ditambah bunga dan ciuman pasti lebih greget lagi, terus pakai acara tangis menangis pasti lebih baper lagi"ucap Bu Aya.


"Kalau aku mau ada adegan hujan-hujanan kaya film India pasti tambah romantis"ucap Pak Rio.


Acara itu selesai Leo dan Zara keluar dari hotel itu. Leo mengendarai mobilnya ke suatu tempat yang sudah disiapkannya. Ketika mobilnya berhenti, Leo menutup mata Zara dan membawanya ke sebuah bukit. Dibukit itu sudah dihiasi lampu-lampu hias dan bunga-bunga. Ada kursi juga yang sengaja disiapkan untuk Leo dan Zara duduk berdua. Sampai dibukit itu, Leo membuka mata Zara.


"Surprise"ucap Leo.


"Leo....,ini bukit saat kita jalan santai waktu SMA dulu"ucap Zara.

__ADS_1


"Masih ingat saat dibukit ini kita menerbangkan pesawat kertas ya"ucap Leo.


"Iya, masih ingat. Tapi saat itu siang hari, sekarang malam hari"ucap Zara.


"Zara ayo duduk disitu"ucap Leo.


Zara mengangguk, mereka duduk dikursi itu sambil memandangi keindahan kota dimalam hari dari bukit itu.


"Zara coba lihat, bintangnya begitu banyak dilangit, mereka tahu kalau hari ini Pangeran Leo ingin membawa Putri Zara melihat bintang-bintang dilangit"ucap Leo.


"Kau benar Leo, bintangnya banyak, indah sekali" ucap Zara.


Leo memeluk Zara dari samping dan menyandarkan kepala Zara dibahunya. Mereka menikmati indahnya malam yang disinari rembulan.


"Zara, aku mencintaimu dan terus bertambah setiap harinya. Aku ingin selalu bersamamu seperti ini"ucap Leo sambil mengelus kepala Zara.


"Aku juga merasakan hal yang sama denganmu Leo, tapi Zara laper Leo. Dede bayinya minta makan" ucap Zara.


"Tenang Zara sayang"ucap Leo.


Leo bangun dari duduknya dan bertepuk tangan.


Prooook.....prooook......proooook......


Beberapa orang datang membawa alat barberque. Mereka masak untuk Leo dan Zara. Daging, jagung, sosis, lobster dan ikan semuanya dipanggang. Aroma makanan itu membuat perut Zara tak sabar ingin menyantapnya. Leo dan Zara duduk ditikar yang sudah disiapkan. Mereka mulai menyantap hidangan itu. Zara yang memang sedang suka makan begitu lahap menyantap hidangan itu. Apalagi ditambah suasana malam yang dipenuhi bintang. Malam itu terasa indah dan menyenangkan. Beberapa saat setelah makan, mereka berbaring ditikar itu sambil melihat bulan dan bintang.


"Leo terimakasih atas surprisenya, Zara seneng banget"ucap Zara.


"Ini gak gratis Zara sayang"ucap Leo.


"Jadi Zara harus bayar ya"ucap Zara.


"Iya, bayar pakai cinta malam ini dirumah ya"ucap Leo.


"Leo...., aku pikir beneran bayar"ucap Zara.


"Zara cantik deh pakai gaun itu"ucap Leo.


Leo mendekati bibir Zara dan menciumnya.


Mereka berciuman satu sama lain, indahnya malam membuat ciuman itu semakin bertambah romantis.

__ADS_1


__ADS_2