Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Sehat itu Mahal Harganya


__ADS_3

Leo dan Zara masuk ke kantor yang sudah berdiri kokoh itu. Mereka membersihkan semua ruangan dikantor itu, setelah semuanya sudah bersih, Zara mempercantik ruangan itu dengan vas bunga, lukisan, dan berbagai kata-kata mutiara.Zara senang bisa mendampingi Leo dari dulu sampai sekarang.


"Zara, bagaimana kalau kita mengadakan syukuran bersama anak-anak yatim piatu biar rejeki kita berkah. Kita undang juga sahabat-sahabat kita Zara, Leo baru saja ditranfer oleh perusahaan komik asing itu, rejeki yang tak pernah Leo bayangkan sebelumnya. Ini benar-benar rejeki dari Allah Zara"ucap Leo.


"Kau benar Leo, Zara ikut bahagia kini Leo sudah punya usaha sendiri bahkan Leo sudah punya tiga patner. Zara berharap Leo tetap jadi Leo yang Zara kenal dan takkan berubah"ucap Zara.


"Selama matahari ☀️☀️☀️ Leo selalu disamping Leo, tidak akan pernah hidup Leo gelap gulita.


Aku sayang padamu Zara, terimakasih kau mau berjalan setiap langkah menelusuri panas dan hujan demi tetap bersama Leo, kau tak pernah menyerah dan selalu ada untuk Leo. Kita tertawa bersama, menangis bersama dan terluka bersama. Aku selalu jadi orang yang paling beruntung karena memilikimu"ucap Leo sambil meneteskan air matanya.



Zara memeluk Leo dalam dekapannya, dia tahu untuk sampai ditahap ini mereka sudah banyak menghabiskan air mata dan keringat.


"Leo, Zara ingin jadi orang yang pertama menyaksikan Leo jadi orang yang sukses nantinya. Pasti Leo gagak dan keren memakan jas dan berdasi. Zara akan ada disana mendukung dan menyemangati Leo"ucap Zara.


"Zara.....terimakasih sayang, kau surga dunia yang Leo miliki sehingga hidupku selalu merasa bahagia dan tenang"ucap Leo.


Leo dan Zara menangis bersama diruangan kantor itu, bukan karena mereka cengeng dan bersedih tapi karena mereka bahagia bisa ditakdirkan hidup bersama melewati banyak hal bersama.


***********


Zara kembali ke kelasnya di kelas 3 IPA 1. Disana sudah berkumpul teman-temannya yang sedang membicarakan liburan sekolah kemarin. King dan Niken sedang berebut oleh-oleh dari temannya Joko yang mudik ke kampung halamannya.


"Anak mami, ini buat gue tahu oleh-olehnya"ucap Niken sambil menarik bungkus plastik itu.


"Joko bilang tadi buat gue"ucap King menarik bungkus plastik itu.


"Joko juga bilang ini buat gue kok"ucap Niken sambil menarik bungkus plastik itu.


Joko akhirnya menghampiri mereka dan menjelaskan oleh-oleh yang dibawanya.


"Kak Niken dan Kak King itu oleh-oleh ekstrim apa kalian yakin memakannya, kalau tak terbiasa pasti aneh memakannya"ucap Joko.


"Memang apa Joko isinya?"tanya Niken.


"Sate bekicot buatan nenekku"ucap Joko.


King tidak tahu bekicot itu siput, dia cuma tahu pasti makanan yang belum pernah dimakan.


"Wah enak dong kalau gitu, hal yang belum pernah dimakan pasti seru memakannya"ucap King.


"Nih buat kamu aja anak mami, enak loh,tau sendiri sate dimana-mana rasanya udah terkenal enak"ucap Niken.


"Dia belum tahu aja sate bekicot itu apaan, biarin dia merasakannya"ucap Niken dalam hatinya.


King langsung membuka plastik itu dan memakan satu tusuk sate itu.


"Kok rasanya aneh, kenyal tapi gimana gitu bentuknya juga aneh"ucap King.


"Anak mami itukan siput🐌🐌🐌 kamu doyan?"tanya Niken.

__ADS_1


"Siput?......"ucap King lalu pingsan.


"Anak mami....bangun......bangun......"ucap Niken.


"Niken King kenapa?"tanya Zara.


"Itu makan sate bekicot terus pingsan"ucap Niken.


"Setahuku dulu King pernah cerita punya peliharaan siput 🐌🐌🐌 yang dia pelihara dari kecil sampai besar. Eh siputnya dimasak sama pembantu rumah tangganya dan dijadiin rendang siput terus King makan dengan lahap. Saat sudah habis barulah dia tanya itu rendang itu dari daging apa kok enak, pembantunya jawab kalau itu dari siput 🐌🐌🐌 besar yang ditemukannya ditaman. King sampai pingsan dan nangis berminggu-minggu inget peliharaan kesayangannya dimakan sendiri"ucap Zara.


"Ooo.....pantas saja dia sampai pingsan saat makan sate bekicot itu"ucap Niken.


Joko dan Acong membopong King ke UKS.


Zara, Niken, dan Nafiza mengantar menemui King di UKS. King sedang menangis mengingat peliharaannya.


"Cucun maafkan aku memakanmu sampai lahap bahkan berpiring-piring, ternyata dagingmu enak dan kenyal apalagi bumbu rendangnya meresap tapi aku tak tahu kalau itu kamu Cucun"ucap King.


Zara, Niken, dan Nafiza kasihan melihat King sedih memikirkan siputnya 🐌🐌🐌 yang bernama Cucun.


"Niken kasihan King sedih mengingat Cucun"ucap Zara.


"Gue gak nyangka Si anak mami yang terlihat gagah dan keren punya peliharaan bernama Cucun, siput 🐌🐌🐌 lagi. Orang mah melihara


kucing 🐱🐱, kelinci 🐰🐰, burung 🐦🐦 gitu eh ini melihara siput 🐌🐌🐌, udah gitu dimakan sendiri lagi siputnya, gak tanya kek ke pembantunya itu rendang apaan, gak taunya rendang Si Cucun"ucap Niken.


"Aku baru lihat King nangis mikirin Cucun siput 🐌🐌🐌 yang lambat kalau ngerayap. Udah gitu dah dirawat dari kecil sabar banget ngadepinnya,


apa lucunya ngerawat siput 🐌🐌🐌"ucap Nafiza.


King bahkan sudah memiliki Dokter hewan pribadi untuk merawat Cucun, dia juga menyekolahkan Cucun ke sekolah khusus hewan.


Ikut lomba bersama komunitas hewan peliharaan eh Cucun gak sengaja hampir dimakan sama ayam 🐔🐔🐔 diinjek sama anjing 🐕🐕🐕, King sampai sakit berhari-hari gara-gara Cucun diopname"ucap Zara.


"Siput 🐌🐌🐌 biasa aja dah lambat apalagi Cucun, kapan nyampe padahal cuma merayap


5 cm doang"ucap Niken.


"Udah yuk kita hibur King, kasihan dia inget Cucun"ucap Zara.


Zara, Niken, dan Nafiza menyemangati King dan mengajaknya bercanda agar dia tertawa. Mereka tahu walaupun itu siput 🐌🐌🐌 tapi berarti untuk King.


***********


Sepulang sekolah Leo dan Zara begitu bahagia senyuman itu berbunga-bunga sepanjang jalan.


Mereka begitu merasa hidup ini indah, menyenangkan dan juga penuh tantangan tapi mereka selalu bersama melewatinya. Ada seorang laki-laki seusia Leo dan Zara sedang terjatuh dijalan. Leo menghentikan sepedanya dan menghampiri laki-laki itu. Mukanya pucat, bibirnya pecah-pecah, dia terlihat kurus dan lemas. Leo memapahnya ke tepi jalan dan mengajaknya berbicara sambil duduk dibawah pohon.


"Mas mau minum?"tanya Leo.


"Tidak perlu, aku hanya lemas saja"ucap Abi.

__ADS_1


"Namaku Leo"ucap Leo memperkenalkan diri padanya.


"Aku Abi"ucap Abi.


"Mukamu sangat pucat, apa kau sakit?tanya Leo.


"............"Zara hanya mendengarkan.


"Aku menderita kanker darah"ucap Abi.


"Kanker darah?...apa kau sudah berobat?"tanya Leo.


"Bukan sudah lagi. Tapi sangat kenyang dengan jarum suntik, obat dan rumah sakit. Aku berobat dari aku masih kecil, waktu itu usiaku baru 5 tahun, ayah dan ibuku membawaku ke luar negeri untuk berobat, dari yang alternatif sampai ke rumah sakit terbaik di dunia, ayah dan ibu tak pernah menyerah selalu dan selalu berusaha agar aku bisa sembuh, tapi takdir berkata lain. Aku tetap sakit dan malah semakin parah"ucap Abi.


"Lalu kalau kau sakit bagaimana kau bisa jalan sejauh ini?"tanya Leo.


"Aku bosan dirumah, aku ingin menikmati indahnya dunia" ucap Abi.


"..........."Leo dan Zara berusaha memahami semua ini.


"Kalian beruntung diberi kesehatan dan dapat pergi kemanapun, jalan-jalannya kemanapun dan melakukan apapun "ucap Abi.


"..........."Leo dan Zara hanya mendengarkan Abi.


"Kalian tahu aku, betapa ingin seorang yang penyakitan sepertiku memiliki seseorang menjadi temannya tapi tetap saja aku sendirian dan kesepian. Hanya kematian yang selalu membuatku paham bahwa hidup ini sangat singkat dan berarti"ucap Abi.


"Apa orangtuamu tidak cemas, anaknya belum pulang atau pergi jauh darinya?"tanya Leo.


"Mereka memang selalu mencemaskan aku, apalagi kalau mereka tahu, aku selalu pergi dari rumah dan ingin merasakan hidup normal seperti orang sehat pada umumnya"ucap Abi.


"Apa kau sudah berobat dirumah sakit dalam negeri?"tanya Leo.


"Jangankan hanya untuk berobat dirumah sakit dalam negeri, jika ada yang menjual kata sehat orangtuaku akan membelinya demi sehatnya aku lagi"ucap Abi.


Leo dan Zara langsung berpikir bahwa sehat itu mahal harganya, meskipun hidup susah tapi selalu diberi kesehatan,mereka sangat bersyukur atas karunia sehat yang diberikan padanya.


"Kalian yang sehat, jangan sia-siakan hidup kalian


gunakan setiap hari yang indah dengan baik"ucap Lara.


"Kau benar, nikmat yang tak ada tandingannya adalah nikmat sehat. Dengan sehat kita bisa melalukan apapun"ucap Leo.


"Ya, makanya selagi masih punya waktu, jagalah kesehatan jangan menyesal kemudian jika nanti kalian menjadi sakit"ucap Abi.


"Aku juga berpikir sehat itu sangat penting, apapun tidak mungkin bisa dilakukan jika kita sakit"ucap Abi.


"Umurku tidak lama lagi, Dokter bilang umurku tinggal 2 bulan lagi. Aku ingin melakukan hal yang aku suka itu sebabnya aku selalu pergi keluar dan berjalan-jalan." ucap Abi dalam hatinya.


"Semoga kau bisa sehat kembali Abi"ucap Leo.


"Terimakasih Leo"ucap Abi.

__ADS_1


"Sama-sama"ucap Leo.


Leo dan Zara terharu bahwa dengan sehat kita dapat melakukan apapun dan dapat meraih cita-cita kita.Sehat memang mahal harganya kalau ada yang jual tentu banyak yang akan mengantri membeli sehat itu.


__ADS_2