Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 82


__ADS_3

Azkia malam itu mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Dia terus melaju diantara jalanan yang sepi itu. Tak sengaja motornya menyerempet motor didepannya. Motornya dan motor didepannya hilang kendali dan terjatuh. Azkia turun dari motor dan menghampiri orang yang menaiki motor didepannya.


"Hei kau bangun tidak usah sok lemah"ucap Azkia.


Lelaki itu bangun dan berdiri menatap Azkia didepannya.


"Nona, kau menyerempetku tapi kau lebih galak dariku yang seharusnya marah padamu"ucap Raka.


"Ha...ha...suka-suka aku"ucap Azkia.


"Gadis muka tembok"ucap Raka.


"Pria lemah"ucap Azkia.


"Gak tahu diri"ucap Raka.


"Bawel"ucap Azkia.


"Keras kepala"ucap Raka.


"Sok tahu"ucap Azkia.


Ketika Raka sedang bertengkar dengan Azkia. Tiba-tiba sekumpulan begal bersenjata mengepung mereka.


"Wah santapan empuk"ucap Jon.


"Dua motor gede lagi"ucap Seno.


"Ceweknya juga cantik untuk bersenang-senang malam ini"ucap Viki.


Raka dan Azkia saling membelakangi dan bersiap melawan para begal bersenjata itu.


"Gadis muka tembok kau bisa bela diri?"tanya Raka.


"Bisa, apa perlu aku memukulmu dulu"ucap Azkia.


"Dengarkan aku, hitungan ketiga serang"ucap Raka.


"Aku tidak ingin mengikutimu, aku bisa menyerang mereka dalam satu pukulan"ucap Azkia.


"Terserah"ucap Raka.


"Tangkap mereka"ucap Jon pemimpin para begal itu.


Raka dan Azkia menyerang para begal itu. Azkia mengeluarkan pedangnya untuk menyerang para begal itu. Satu dua tiga kali serangan begal itu mulai kesulitan menyerang Raka dan Azkia. Tapi para begal itu curang. Salah satu temannya yang bersembunyi disemak-semak keluar dan hendak menembak Raka, melihat itu Azkia mendorong Raka.


Dooor..................


Tangan Azkia tertembak setelah dia mendorong Raka.


"Aw..............."ucap Azkia kesakitan.


"Bodoh, kau melukai dirimu sendiri"ucap Raka.


"Aku tidak ingin orang lemah sepertimu mati" ucap Azkia.


"Ayo"ucap Raka.


Raka menarik tangan Azkia untuk lari dari tempat itu. Para begal itu menembaki mereka selama berlari meninggalkan tempat itu.


Dooooor.........dooooor................


"Pria lemah kenapa kita mesti lari"ucap Azkia.


"Gadis muka tembok, kau mau mati sia-sia"ucap Raka.


"Aku bisa melawan mereka dengan pedangku" ucap Azkia.


"Mereka membawa senjata api, percuma melawan kita hanya akan mati"ucap Raka.


"Ini namanya penakut"ucap Azkia.


"Itu namanya bodoh"ucap Raka.


"Dari pada kau lemah"ucap Azkia.


Raka dan Azkia lari sambil terus berdebat hingga akhirnya mereka terpaksa melompat ke sungai.


Byuuuuuur...............


Para begal itu berhenti mengejar mereka. Sementara Raka dan Azkia berenang ke tepi sungai. Mereka berbaring ditepi sungai karena kelelahan.


"Benar-benar lelah"ucap Azkia.


"............."Raka hanya diam mengatur nafasnya yang masih belum teratur.


"Aw.......sial pelurunya masih ada ditanganku" ucap Azkia.


Raka bangun dan menarik lengan Azkia pergi dari tepi sungai itu. Dia naik bus bersama Azkia.


"Hei pria lemah kita mau kemana?"tanya Azkia.


"..........."Raka hanya diam.


"Selain lemah kau budek ya"ucap Azkia.


"............."Raka tetap diam.


Sampai dihalte bus, Raka menarik lengan Azkia turun dari bus. Kemudian Raka mengajak Azkia pulang ke rumahnya.


"Hei kau mau menyekapku karena tadi menghinamu terus"ucap Azkia.


"Diamlah, gadis muka tembok"ucap Raka.


"Jangan-jangan kau mau menjualku pada pemilik rumah besar ini, jangan harap pedangku ini masih tajam, sekali tebas tubuhmu terpotong berkeping-keping"ucap Azkia.


Raka langsung membawa Azkia masuk ke rumahnya. Karena semua orang sudah tidur. Raka langsung membawa Azkia ke kamarnya.


"Hei, aku tahu kau pasti mau melakukan itu padaku, jangan macam-macam, pedangku...."ucap Azkia mengulurkan pedangnya sampai didada Raka.


"Aku akan mengobati tanganmu"ucap Raka.


Raka mengambil semua peralatan yang dia punya dan kotak P3K. Melihat itu Azkia menurunkan pedangnya.


"Duduklah disofa"ucap Raka.

__ADS_1


"Tidak, bisa saja ini trikmu, aku tidak bodoh"ucap Azkia.


Raka memegang kedua lengan Azkia dan mendudukkannya disofa.


"Diamlah"ucap Raka.


Raka mengambil lengan Azkia yang terkena peluru lalu mengeluarkan peluru itu dari lengannya.


"Aw......aw.....aw......sakit...."ucap Azkia.


Raka berhasil mengambil peluru itu, lalu mengobati bekas lukanya dengan obat luka.


"Perih......"ucap Azkia.


".........."Raka hanya diam dan mengoleskan obat luka itu.


"Aw.......sadis kau memang membalasku, kau lihat lukaku dalam pasti sakit, bisakah kau pelan mengoleskannya"ucap Azkia.


Raka kembali mengoles obat luka itu dengan perlahan sampai selesai mengobati dan memerban luka bekas peluru itu.


"Tidurlah disini, aku akan tidur dikamar lain" ucap Raka.


"Aku mau pulang saja, bisa sajakan nanti malam kau melakukan sesuatu padaku"ucap Azkia.


"Terserah kau gadis muka tembok, pulang malam beresiko, mungkin kau akan bertemu lagi dengan para begal itu"ucap Raka.


"Benar juga"batin Azkia.


Akhirnya Azkia tidur dikamar Raka sementara Raka tidur dikamar tamu.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Rehan dan Cinta bangun dari tidur. Mereka mandi, ganti pakaian kemudian sholat. Dalam setiap doanya Cinta dan Rehan berharap supaya diberi kemudahan dalam menghadapi masalahnya dan selalu bersama.


"Ya Allah berikan kemudahan untuk kami dalam menghadapi ujian ini, berilah kami kesabaran dan ketabahan dalam menghadapinya. Dan semoga permasalahan ini cepat selesai dengan baik."ucap Rehan dan Cinta berdoa.


Setelah sholat Cinta mencium tangan Rehan.


"Gadis kecil, aku harus pergi dulu, nanti kita bertemu didepan gerbang sekolah"ucap Rehan.


"Iya Kak Rehan"ucap Cinta.


Rehan keluar dari kamar Cinta meninggalkan rumah besar itu.


Pagi harinya Raka masuk ke kamarnya. Dia membawa susu hangat untuk Azkia. Tapi Azkia sudah tidak ada dikamar itu. Sepucuk memo terdapat diatas meja dekat ranjang.


Dear Pria Lemah


Makasih ya udah mau mengobati lenganku


Aku harus segera pulang


Jangan lupa saat kita bertemu lagi kau mungkin musuhku


Raka merasa gadis itu memang aneh dan menyebalkan. Dia tidak perlu repot-repot memikirkan gadis aneh yang baru saja dikenalnya itu.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sebelum pergi ke sekolah Raka pergi menemui Zhafira. Raka menghampiri Zhafira yang sedang berjualan roti hangat pagi hari itu.


"Raka"ucap Zhafira.


"Apa roti hangatnya masih ada?"tanya Raka.


"Masih, kau mau?"tanya Zhafira.


"Mau, aku juga mau membelinya untuk ku jual lagi disekolah"ucap Raka.


"Benarkah? kau ingin berdagang?"tanya Zhafira.


"Iya, aku ingin sepertimu, bekerja keras untuk mendapatkan selembar uang yang halal"ucap Raka.


"Bagus, laki-laki memang harus seperti itu"ucap Zhafira.


"Masih sisa berapa roti hangatnya?"tanya Raka.


"15 biji lagi"ucap Zhafira.


"Aku beli semuanya"ucap Raka.


"Terimakasih"ucap Zhafira.


"Mulai hari ini kita berbisnis ya, setiap pagi aku akan mengambil roti, ini uang untuk hari ini dan besok"ucap Raka sambil memberikan uang pada Zhafira.


"Oke, sepakat"ucap Zhafira.


"Apa kau sudah sarapan?"tanya Raka.


"Belum"ucap Zhafira.


Raka mengeluarkan kotak makan dari ransel miliknya.


"Nih bekal untukmu, aku sengaja membawanya untukmu dari rumahku, ini masakan Mamaku, enak banget"ucap Raka sambil memberi kotak bekal pada Zhafira.


"Makasih Raka"ucap Zhafira menerima kotak bekal yang diberikan Raka.


"Aku berangkat sekolah dulu ya"ucap Raka.


"Iya, hati-hati dijalan Raka"ucap Zhafira.


"Oke"ucap Raka.


Raka pergi meninggalkan tempat itu, dia pergi menuju ke sekolahnya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Cinta menunggu Rehan didepan gerbang sekolah.


Dia berdiri dibawah pohon depan gerbang sambil terus melihat jam. Ada sedikit rasa cemas pada Rehan. Cinta berusaha tenang dan terus menunggu Rehan. Dari belakang tubuhnya ada yang menutup matanya.


"Kak Rehan"ucap Cinta.


"Gadis kecil kenapa kau tahu ini aku?"tanya Rehan.


"Aroma tubuhmu"ucap Cinta.

__ADS_1


"Gadis kecil bikin aku berpikir liar"ucap Rehan.


"Kak Rehan jangan jorok, kita mau sekolah"ucap Cinta.


"Iya sayangku"ucap Rehan sambil melepas tangannya dari mata Cinta.


Cinta berbalik kemudian memeluk Rehan dengan mesra. Beberapa orang dijalan memperhatikan Cinta dan Rehan yang sedang berpelukan.


"Lihat telor makan telor"ucap Tara.


"Zaman sudah mau khiamat kali ya, semoga Allah segera memberi mereka hidayah"ucap Sisi.


"Semoga turun Pak Ustad menceramahi mereka sehari semalam non stop"ucap Dika.


"Emang Pak Ustad hantu kagak makan dan tidur, ceramah terus"ucap Tara.


"Ya kali, siapa tahu dihujani ceramah yang bermanfaat mereka langsung tobat"ucap Dika.


"Sering melihat pemandangan seperti ini, tapi biasanya gak live action kaya gini"ucap Sisi.


"Anggap saja ini sample aslinya, original film loh"ucap Tara.


Rehan yang menyadari jadi tontonan trio kepo, langsung mengajak Cinta masuk ke dalam sekolah.


Kelas 3 IPA 1


Raka dan Cinta duduk satu bangku kembali. Mereka sekarang saudara kembar. Pak guru mempersilahkan Raka untuk memperkenalkan Cinta ke depan kelas. Raka maju ke depan kelas dan berdiri tepat didepan papan tulis.


"Asssalamu'alaikum"ucap Raka.


"Wa'alaikumsallam"ucap Semua teman sekelas.


"Mulai hari ini kalian semua harus tahu kalau Cinta Mutiara adalah saudara kembarku. Dulu sewaktu masih bayi Cinta hilang dan kini kami bisa berkumpul lagi. Terimakasih atas perhatiannya" ucap Raka.


Setelah memperkenalkan Cinta, Raka kembali duduk dibangku bersama Cinta. Siska dan geng kepanasan saat tahu Cinta saudara kembar Raka.


"Sialan Si gembel ternyata orkay"ucap Siska.


"Iya, gak nyangka dia anak Leo Ariendra"ucap Resa.


"Apa kita masih bisa mengerjainya?"tanya Disa.


"Harus, aku masih kesal padanya"ucap Siska.


Tak lama masuk seorang gadis membawa pedang ke kelas itu. Semua siswa kaget melihat penampilan pendekarnya meski tetap memakai seragam sekolah.


"Murid-murid ini siswa baru dikelas ini, namanya Azkia Cornelia"ucap Pak Henry.


"Iya Pak guru"ucap Semua siswa itu


Raka langsung menatap gadis didepan papan tulis itu. Dia mengenalnya, semalam lari bersama dikejar begal.


"Dia gadis muka tembok"batin Raka.


"Selamat pagi semuanya"ucap Azkia.


"Pagi"ucap Semua siswa itu.


"Perkenalkan aku Azkia Cornelia. Hobiku berpedang. Aku paling suka berkelahi apalagi kalau lawanku kuat. Hal yang paling tidak ku sukai lelaki tampan yang lemah, terimakasih"ucap Azkia.


"Pak guru ini disekolah tapi dia membawa pedang, itu bahaya"ucap Siska.


"Betul, Azkia tolong berikan pedangmu pada Pak guru, jangan dibawa ke sekolah. Ini namanya melanggar peraturan. Kau tidak inginkan dihari pertamamu sudah melanggar aturan"ucap Pak Henry.


"Baik Pak guru"ucap Azkia.


"Sial, lihat aja cewek lemes"batin Azkia pada Siska.


Azkia memberi pedangnya pada Pak Henry dengan berat hati.


"Azkia duduklah dibangku yang kosong ya"ucap Pak Henry.


"Iya Pak"ucap Azkia.


Azkia berjalan menuju ke kursi paling belakang, tak sengaja dia melihat Raka.


"Pria lemah"ucap Azkia.


"Gadis muka tembok"ucap Raka.


"Musuh"ucap Azkia.


"Siapa takut"ucap Raka.


Azkia duduk dimeja samping Raka. Mukanya langsung asem saat harus duduk didekat Raka.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Leo hendak keluar dari restoran setelah bertemu klien. Dia berjalan dikoridor restoran itu, tak sengaja dia berpapasan dengan Theo Rayan. Leo langsung menyapanya.


"Selamat pagi besan"ucap Leo.


Pak Theo langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya ke samping menatap Leo.


"Besan? sejak kapan kita seakrab itu"ucap Pak Theo.


"Semenjak kedua anak kita menikah"ucap Leo.


"Aku tak pernah menganggap pernikahan itu ada" ucap Pak Theo.


"Tapi pernikahan itu sah"ucap Leo.


"Bahkan aku berniat memisahkan mereka"ucap Pak Theo.


"Besan sebaiknya jangan, mari kita bicara baik-baik"ucap Leo.


"Bicara baik-baik? terdengar manis"ucap Pak Theo.


"Ada yang ingin ku luruskan mengenai kejadian 25 tahun yang lalu"ucap Leo.


"Temui aku di Markas Api sendirian"ucap Pak Theo.


"Oke"ucap Leo.


Pak Theo langsung berjalan meninggalkan Leo begitu saja. Dia tidak ingin berlama-lama bermanis-manis dengan musuhnya itu.

__ADS_1


__ADS_2