
"Kau wanita yang dipemakaman itukan?"tanya Pak Theo.
"Alhamdulillah bisa bertemu Anda lagi"ucap Ibu Kartika.
"Kau jualan nasi bungkus?"tanya Pak Theo.
"Tidak, aku punya rumah makan ditepi jalan sini, hanya saja setiap hari jumat aku membagikan nasi bungkus untuk siapa saja yang membutuhkan"ucap Ibu Kartika.
Pak Theo berdiri sejajar dengan Ibu Kartika.
"Anda mau nasi bungkusnya untuk sarapan?" tanya Ibu Kartika.
"Biasanya kalau aku sarapan, minumnya harus teh hangat"ucap Pak Theo.
"Kalau begitu mari ikut aku"ucap Ibu Kartika.
"Untuk apa?"tanya Pak Theo.
"Anda ingin teh hangatkan"ucap Ibu Kartika.
Pak Theo mengikuti Ibu Kartika ke rumah makan miliknya. Rumah makan itu sedehana, kebanyakan yang makan dirumah makan itu orang menengah ke bawah. Pak Theo duduk disudut rumah makan itu. Ibu Kartika punya satu pegawai yang membantunya. Di rumah makan itu selalu ramai pembeli saat pagi hari, jam istirahat dan sore hari.
Ibu Kartika membawa segelas teh hangat dan nasi bungkus itu ke meja tempat Pak Theo duduk.
"Silahkan dimakan, jangan lupa cuci tangan dan membaca doa"ucap Ibu Kartika.
"Kau ini sedang ceramah"ucap Pak Theo.
Ibu Kartika hanya tersenyum ramah pada Pak Theo. Setelah itu dia meninggalkan Pak Theo untuk melayani pembeli yang makan ditempat.
Ibu Kartika selalu mengingatkan pembelinya yang makan ditempat untuk mencuci tangan dan berdoa.
"Ternyata dia tidak hanya mengingatkan aku"ucap Pak Theo.
Pak Theo melihat ke televisi kecil yang terpajang diatas didinding rumah makan itu, sebuah tayangan yang membuat hatinya sedikit tersentuh.
Tayangan ditelevisi itu
Seorang laki-laki sedang duduk direstoran, dia hendak makan makanan diatas meja yang sudah dipesannya.
Setan 😈: Ayo buruan makan laperkan, mumpung panas, nanti keburu dilaletin loh.
Laki-laki itu langsung makan dengan lahap tanpa berdoa terlebih dahulu.
Setan 😈: Gak usah dikunyah kelamaan, pesen lagi kalau perlu, gak abis ya buang aja toh duit banyak ini.
"Enak...., sampai kekenyangan tapi belum teler, makan lagi ah"ucap Lelaki itu sambil memegangi perut buncitnya.
Setan 😈: Bagus lanjutkan makan yang banyak belum sakit ini.
"Sh.....hu...hah....sh...hu....ha...pedes banget, minum ah"ucap Lelaki itu.
Setan 😈: Sh....hu....hah....sh....hu....ha...pedes, ayo minum cepetan pedes nih.
Lelaki itu mengambil gelas dimeja yang berisi air putih.
"Tadi lupa ya gak baca doa sebelum makan, bismillahirrahmanirrahim"ucap Lelaki itu.
Setan 😈: Yah dia baca doa, aku kepedasan jadi gak bisa ikut minum deh, sh....hu....hah..... sh....hu....hah......pedes......
Leg...leg....leg......
"Alhamdulillah"ucap Lelaki itu.
Setan 😈: Nasib ikut makan pedes gak ikut
minum......
Pak Theo tersenyum dengan tayangan ditelevisi itu. Dia mencuci tangan dan berdoa kemudian memakan makanan dinasi bungkus itu.
"Ternyata enak juga masakannya, jadi ingat istriku Rahanti"batin Pak Theo.
Pak Theo menghabiskan semua makanan itu.
Setelah selesai melayani pembeli Ibu Kartika menghampiri Pak Theo.
"Gimana makanannya? Anda suka?"tanya Ibu Kartika.
"Lumayan, kalau bisa lebih enak lagi, biar besok-besok aku bisa sarapan disini"ucap Pak Theo.
"Baiklah, terimakasih atas masukannya"ucap Ibu Kartika.
__ADS_1
"Apa kau punya seorang anak dari suamimu yang sudah meninggal itu?"tanya Pak Theo.
"Tidak, tapi aku punya seorang anak perempuan dari seorang lelaki yang aku tidak tahu siapa"ucap Ibu Kartika.
"Lelaki? maksudnya?"tanya Pak Theo.
"Saat itu usiaku sekitar 20an, aku baru pulang bekerja jam 1 malam, ada sebuah mobil terparkir ditepi jalan. Aku ditarik ke dalam mobil itu oleh seorang laki-laki yang sedang mabuk, dan dia memperkosaku"ucap Ibu Kartika.
"Kau tahu siapa orangnya?"tanya Pak Theo.
"Karena sudah malam dan didalam mobil itu gelap, wajahnya samar. Setelah dia memperkosaku, dia langsung tertidur. Aku meninggalkan mobil itu sebelum lelaki itu sadar ucap Ibu Kartika.
"Lalu kau hamil?"tanya Pak Theo.
"Satu bulan setelahnya aku hamil"ucap Ibu Kartika.
"Apa kau minta pertanggungjawaban lelaki itu?"tanya Pak Theo.
"Tidak, aku tidak tahu harus mencarinya kemana, bahkan aku sendiri tidak tahu wajahnya, siapa dia pun aku tidak tahu"ucap Ibu Kartika.
"Karena usiaku saat itu masih sangat muda, dan aku tak punya tempat tinggal, aku terpaksa menitipkan bayiku dipanti asuhan, saat aku sudah memiliki uang dan tempat tinggal, bayi ku sudah tidak ada dipanti asuhan, aku sangat menyesal kenapa saat itu aku menitipkannya dipanti asuhan. Sampai sekarang aku terus merasa bersalah hik....hik...."ucap Ibu Kartika.
"Kau tidak salah, lelaki itulah yang bersalah telah memperkosamu dan tidak bertanggungjawab" ucap Pak Theo.
"Yang ku ingat dari lelaki itu saat memperkosaku, dia menyebut nama seorang perempuan"ucap Ibu Kartika.
"Siapa?"tanya Pak Theo.
"Rahanti"ucap Ibu Kartika.
Pak Theo langsung terdiam seketika. Lelaki yang telah memperkosa Ibu Kartika adalah dirinya sendiri.
"Aku.....aku pergi dulu, terimakasih"ucap Pak Theo.
Pak Theo berdiri meninggalkan Ibu Kartika yang masih meneteskan air matanya. Dia berjalan ditepi jalan tanpa arah dan tujuan.
"Jadi aku telah memperkosa seorang wanita hingga dia mengandung anakku"ucap Pak Theo.
Pak Theo berlutut ditepi jalan menundukkan kepalanya.
"Aku membuat Leo Ariendra kehilangan putrinya, tapi ternyata aku sendiri juga kehilangan putriku dari seorang wanita yang ku perkosa. Apa ini balasan atas kesalahanku"ucap Pak Theo.
"Bagaimana aku memberitahu wanita itu kalau akulah yang telah memperkosanya"ucap Pak Theo.
***********
Kini Rehan tak perlu takut lagi pada ayahnya. Dia sudah berdiri dikakinya sendiri. Perusahaan yang dibangunnya secara diam-diam selama dua tahun ini sudah menjadi perusahaan yang besar.
Cinta bersandar didada Rehan sambil melihat film ditelevisi dikamar mereka.
"Kak Rehan bagaimana nanti hubunganmu dengan Papamu?"tanya Cinta.
"Gadis kecil Papaku itu keras kepala, dia sulit menerima pendapat orang lain, biarkan saja toh aku sekarang bisa hidup tanpa dia"ucap Rehan.
"Kak Rehan biar bagaimanapun beliau Papamu, sebagai anak kita harus tetap menghormati dan berbakti padanya"ucap Cinta.
"Iya sayangku"ucap Rehan.
"Seneng deh bisa bersama lagi sama Kak Rehan" ucap Cinta.
"Aku juga seneng bisa berduaan gini denganmu" ucap Rehan.
"Kak Rehan aku ngantuk"ucap Cinta.
"Tidurlah, nanti ku bopong ke ranjang"ucap Rehan.
Cinta langsung tidur bersandar didada Rehan.
Pagi hari itu, Rehan mengantar Cinta ke sekolah.
Mobilnya masuk ke area parkir disekolah. Cinta dan Rehan turun dari mobil.
"Gadis kecil aku akan mengantarkanmu ke kelas ya"ucap Rehan.
"Tapi bukannya Kak Rehan ada meeting dengan Papaku ya"ucap Cinta.
"Setelah mengantarkanmu ke kelas baru aku berangkat kerja"ucap Rehan.
"Suamiku baik banget deh"ucap Cinta.
Rehan langsung menggenggam tangan Cinta dan mengantarkannya ke dalam kelasnya.
__ADS_1
"Gadis kecilku belajar yang rajin ya"ucap Rehan.
"Siap Bos"ucap Cinta.
Rehan mencium kening Cinta berkali-kali.
"Kak Rehan nanti terlambat meetingnya"ucap Cinta.
"Biarin, toh meeting sama Papa mertua"ucap Rehan.
"Presdir Rehan Darien Anda harus profesional" ucap Cinta.
"Iya gadis kecil, aku berangkat dulu ya, assalamu'alaikum"ucap Rehan.
"Wa'alaikumsallam"ucap Cinta.
Rehan keluar dari kelas Cinta. Dia menuju ke parkiran sekolah lalu mengendarai mobilnya ke Perusahaan Sun Leo Group.
**************
Dokter Daniel mengantarkan Kirana berangkat sekolah setelah 3 bulan penuh Kirana menenangkan diri didesa. Kini dia sudah bisa kembali ke sekolah.
"Cantik beneran sampai sini aja diantarnya?" tanya Dokter Daniel.
"Iya Kak Daniel, nanti kalau temen-temenku melihat kakak pasti mereka naksir"ucap Kirana.
"Kamu cemburu ya"ucap Dokter Daniel.
"Iya, aku gak mau calon suamiku yang baik hati ini digoda mereka"ucap Kirana.
"Yaudah, nanti kalau sempat aku jemput ya pulangnya"ucap Dokter Daniel.
"Oke"ucap Kirana.
Kirana turun dari mobil Dokter Daniel, dia berjalan masuk ke kelasnya. Tak sengaja melewati kelas 3 IPA 1, didepan kelas itu ada Cinta yang duduk diteras.
"Kirana"ucap Cinta.
"Cinta"ucap Kirana.
"Apa kita bisa bicara?"tanya Cinta.
"Bisa"ucap Kirana.
Kirana duduk disamping Cinta diteras kelas 3 IPA 1.
"Kirana aku minta maaf, mungkin kehadiranku dikeluargaku membuatmu tidak nyaman"ucap Cinta.
"Tidak apa-apa kok Cinta, sudah seharusnya kau berkumpul kembali dengan keluargamu"ucap Kirana.
"Terus sekarang kau tinggal dimana?"tanya Cinta.
"Aku tinggal diapartemen"ucap Kirana.
"Papa dan Mama selalu mengkhawatirkanmu, mereka ingin kau pulang dan berkumpul bersama kami lagi"ucap Cinta.
"Tapi aku bukan anak mereka"ucap Kirana.
"Papa dan Mama sudah menganggapmu anak mereka juga, jadi ku mohon pulanglah ke rumah" ucap Cinta.
"Baiklah, terimakasih Cinta"ucap Kirana.
"Iya, mulai sekarang kita bersaudara ya"ucap Cinta.
Kirana mengangguk dengan ucapan Cinta.
Bel berbunyi semua siswa masuk ke kelas mereka. Hari itu dikelas 3 IPA 1 ada siswa baru.
"Anak-anak ini Dara Kinara murid baru dikelas ini"ucap Pak Henry.
"Silahkan Dara perkenalkan dirimu pada teman-temanmu"ucap Pak Henry.
"Hallo semuanya selamat pagi"ucap Dara.
"Pagi"ucap Semua siswa.
Dara memperkenalkan identitasnya didepan kelas kemudian berjalan menuju tempat duduknya satu meja dengan Azkia. Dia terus memandangi Raka diseberang mejanya.
"Hei matamu sakit?"tanya Azkia.
"Enggak"ucap Dara.
__ADS_1
"Kalau matamu sehat seharusnya kau melihat materi yang ditulis didepan"ucap Azkia.
"Iya"ucap Dara.