
Setelah pulang sekolah Leo dan Zara berjalan menuju panti asuhan. Mereka sepakat menyumbangkan uang hasil balap liar Leo pada panti asuhan. Leo dan Zara tiba di Panti Asuhan Bintang. Dari luar terlihat banyak anak-anak kecil sedang bermain dihalaman panti asuhan itu.
Leo dan Zara memasuki panti asuhan itu dan bertemu pengurus panti asuhan. Leo berbicara pada pada pemilik panti asuhan bahwa dia ingin menyumbangkan uangnya untuk panti asuhan. Pengurus panti asuhan itu bernama Ibu Dewi.
"Bu Dewi kami ingin menyumbangkan sedikit uang kami untuk panti asuhan ini"ucap Leo.
"Terimakasih nak, jarang sekali ada anak muda yang mau menyumbangkan uangnya pada panti asuhan"ucap Ibu Dewi.
"Sama-sama Bu"ucap Leo.
"Mari saya ajak kalian berkeliling dipanti asuhan ini"ucap Ibu Dewi.
"Baik"ucap Leo dan Zara bersamaan.
Ibu Dewi mengajak Leo dan Zara berkeliling panti asuhan. Disana banyak ruangan-ruangan yang ditujukan untuk kamar-kamar anak-anak yatim piatu. Kamar-kamar itu dibagi sesuai umur dan jenis kelamin anak-anak yatim piatu itu. Disana juga ada tempat ibadah, aula, ruang bermain, kantin,
perpustakaan, kolam ikan, kebun sayuran dan buah, dan play ground di taman panti asuhan itu. Leo dan Zara memasuki kamar khusus bayi. Mereka melihat banyak bayi-bayi sedang tertidur. Leo dan Zara menanyakan pada Ibu Dewi mengenai latar belakang bayi itu.
"Ibu Dewi, bayi-bayi ini dari mana saja?"tanya Leo yang ingin tahu.
"Banyak, ada bayi yang ditemukan oleh warga sekitar di tempat sampah, selokan, kebun dan lainnya. Ada juga yang dititipkan oleh keluarganya karena kemiskinan. Ada beberapa dititipkan disini oleh pihak yang berwajib serta ada yang dititipkan karena yatim piatu"ucap Ibu Dewi.
"Kasihan ya bayi-bayi ini harusnya mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya"ucap Zara.
"Iya, makanya beruntunglah yang masih memiliki orangtua yang menyayangi kita"ucap Ibu Dewi.
"..........."Leo terdiam memikirkan orangtuanya.
Leo yang memiliki orangtua yang sangat menyayanginya dan kehidupan yang sempurna tapi malah menyia-nyiakannya. Leo merasa malu melihat anak-anak yatim piatu yang harus hidup tanpa orangtua yang menyayanginya.
"Saya sebagai pengurus panti sering sedih melihat nasib anak-anak ini, kalau bukan kita yang peduli lalu siapa lagi. Bagaimana nasib mereka kalau tidak ada orang yang mau peduli dan merawat mereka"ucap Ibu Dewi.
"Melihat anak-anak ini, saya jadi lebih bersyukur lagi dan berusaha untuk bisa berbagi dengan sesama"ucap Zara.
"Semakin tahun semakin banyak anak-anak yang dititipkan di panti asuhan, khususnya dibuang orang tuanya"ucap Ibu Dewi.
"Mereka kejam, tega membuang anaknya sendiri"ucap Leo.
"Itulah hidup, terkadang untuk menutupi aib mereka, terpaksa membuang bayi tak berdosa ini"ucap Ibu Dewi.
__ADS_1
"Yang berdosa perbuatan orangtuanya, bayi ini tidak bersalah dan masih suci"ucap Zara.
Mereka terus berbincang-bincang mengenai anak-anak panti asuhan. Leo dan Zara seperti mendapatkan nasihat secara tidak langsung. Mereka juga belajar lebih bersyukur lagi. Diluar sana masih banyak yang lebih kekurangan dan lebih tidak beruntung dari mereka.
*********
Leo dan Zara kembali ke kosan mereka. Ibu kosan sudah menunggu di depan pintu kosan mereka. Ibu kosan menagih uang sewa bulan depan.
"Kalian sudah pulang"ucap Ibu Kosan.
"Iya Bu"ucap Leo dan Zara bersamaan.
"Mau melanjutkan sewanya atau tidak. Sudah ada yang mau ngekos disini soalnya"ucap Ibu Kosan.
"Kami belum punya uangnya, bisa tidak beri waktu satu atau dua Minggu lagi"ucap Leo.
"Aduh maaf, sudah ada yang mau ngekos disini soalnya, jadi kalau hari ini gak bayar lebih baik keluar"ucap Ibu Kosan.
"......."Zara terdiam.
"Baik"ucap Leo.
Ibu Kosan pergi meninggalkan Leo dan Zara. Leo dan Zara memasuki kosannya untuk membereskan pakaian mereka.
"Belum tahu Zara, sekarang kita bereskan dulu baju kita lalu segera keluar dari kosan ini"ucap Leo.
"Baik"ucap Zara.
Mereka membereskan semua bajunya. Leo dan Zara keluar dari kosan itu. Mereka terus berjalan tanpa arah tujuan. Zara terlihat sudah kelelahan berjalan dari tadi. Leo mengajak Zara membeli minuman dan makanan dulu. Mereka membeli makanan dan minuman dan duduk disebuah taman milik pemerintah.
"Ayo Zara kita makan dan minum dulu, untung masih ada sedikit uang sisa aku bekerja di agen sembako kemarin"ucap Leo.
"Iya"ucap Zara.
Mereka makan makanan yang mereka beli. Sudah sangat sore mereka masih duduk di taman itu untuk memikirkan kemana mereka pergi. Di taman itu cukup luas dan nyaman. Leo dan Zara berpikir untuk tidur di taman itu malam ini.
"Zara ayo tidur, biar aku yang jaga,kamu pasti lelah dari tadi berjalan bersamaku"ucap Leo.
"Lalu Leo bagaimana?"tanya Zara.
__ADS_1
"Jangan pikirkan aku, kamu tidur dulu ya"ucap Leo.
Zara tidur dipangkuan Leo. Leo berusaha tetap terjaga untuk memastikan tempat itu aman untuk mereka beristirahat. Saat Zara tertidur Leo melihat wajah Zara begitu tenang saat tidur. Leo sedih harus membawa Zara bersamanya dalam keadaan seperti ini.
"Zara maafkan aku mengajakmu dalam masalahku, terimakasih atas semua yang sudah kau berikan untukku"ucap Leo bersuara pelan sambil membelai rambut Zara.
Setelah setengah malam Leo akhirnya tertidur juga, menyandarkan kepalanya ke kursi di taman itu. Saat mereka sedang tidur, muncul empat orang preman mendekati mereka.
"Bro cantik banget nih cewek"ucap preman 1.
"Barang bagus nih"ucap preman 2.
"Masih disegel kayanya"ucap preman 3.
"Wah, seru dong kalau begitu"ucap preman 4.
Preman-preman itu meraih tangan Zara dan menarik tubuhnya dari pangkuan Leo. Salah satu preman memegang Zara dan mendekapnya. Zara kaget dan berteriak. Leo terbangun mendengar teriakan Zara.
"Siapa kalian, lepaskan Zara"ucap Leo.
"Dasar bocah bau kencur, berani lawan kita"ucap preman 1.
"Siapa takut"ucap Leo.
Leo dan ketiga preman itu berkelahi. Awalnya Leo hampir menang melawan mereka. Tapi salah satu preman memukul pundak Leo dengan kayu. Leo langsung terjatuh dan dipukuli ketiga preman itu. Zara berteriak-teriak melihat Leo dihajar mereka.
"Hentikan, jangan...hik....hik...hik..."ucap Zara sambil menangis.
"Zara cepat lari...."ucap Leo sambil menahan sakit.
"Tidak...., aku tidak mau meninggalkanmu Leo"ucap Zara.
"Ha...ha....ha...."preman-preman itu tertawa.
"Lari....lari Zara ...."ucap Leo yang hampir akan tak sadarkan diri.
Zara terus berteriak dan menangis. Preman itu terus-terusan menghajar Leo. Mata Leo mulai gelap hal terakhir yang dia lihat adalah Zara sedang dikepung oleh preman-preman itu. Leo akhirnya tak sadarkan diri.
__ADS_1