
Zara,Niken,King,dan Nafiza sedang berkumpul dikelas mereka setelah bel pulang sekolah berbunyi.Mereka sedang membahas praktek biologi yang akan kerjakan besok.Ada beberapa insecta yang harus mereka cari untuk praktek besok.Mereka sepakat untuk mencarinya bersama-sama.
"Berarti kita nyari belalang,jangkrik,kepik,capung,
lebah,kecoak dan kupu-kupu ya?"tanya Niken.
"Kalau jangkrik mah gak nyari,Lo aja yang jadi jangkriknya sama-sama berisik"ucap King.
"Heh King kamu bisa gak sih serius,gue keluarin dari kelompok gak akan ada yang mau nyomot Lo,secara otak Lo itu didengkul gak bisa buat mikir ya"ucap Niken.
"Stop,berdamai.Kita pikirkan sama-sama nyari insectanya dimana?"tanya Zara.
"Di Mall ada gak?"tanya Nafiza.
"Di Mall mah adanya emak-emak belanja diskonan mana ada serangga"ucap Niken.
"Ada,cewek galak bawel satu-satunya serangga di Mall"ucap King.
Niken malas membalas ledekan King kali ini tapi dia hanya melotot tajam ke arah King.
"Ampun Mak Lampir gak lagi deh ke gunung Merapi,takut aktif,gue turun gunung nih"ucap King menggoda Niken.
"Udah-udah,gimana kalau kita nyarinya dikebun kosong dijalan Permai?"ucap Zara.
"Boleh juga tuh,biasanya dikebun-kebun banyak"
ucap Niken.
"Yaudah gimana baiknya"ucap Nafiza.
"Oke sepakat kita pergi kesana"ucap King.
Akhirnya mereka berempat pergi ke kebun dijalan Permai.Sambil jalan mereka sambil mengobrol dan bercanda.
"Nafiza dan cewek galak bawel sini apit gue biar serasa punya istri dua biar seru"ucap King.
"Nih makan istri dua King,biar enak ya"ucap Niken nyubit tangan King.
"Aw.......sakit nih,kamu udah divaksin belum tar tangan gue rabies nih"ucap King.
"Apa kamu bilang rabies?"ucap Niken.
"Udah-udah,lagi dijalan jangan berantem"ucap Zara.
Nafiza hanya geleng-geleng melihat King dan Niken kaya anjing dan kucing.
"Itu cewek kasihan banget bawa bawaan banyak tolongin yuk"ucap King.
"Kamu aja sendiri,sana tolong kamukan baik" ucap Niken.
"Mana tahu cewek cantik bisa minta no telponnya sekalian"ucap King.
"Yaudah sana King kasihan juga keberatan bawa barangnya,sesama manusia kita harus saling tolong menolong"ucap Zara.
__ADS_1
King semangat berjalan menghampiri cewek didepannya yang keberatan bawa barang yang banyak.
"Cewek,....mau dibantuin bawanya gak?"tanya King.
"Boleh yang cus,eke udah pegal maning nih bawanya dari tadi sampai tangan pegel"ucap Prita.
"Alamak,ini mah cewek jadi-jadian,setengah mateng.Hidup didua alam.Nyesel deh gue udah inisiatif mau nolong"ucap King dalam hatinya.
"Ayo yang,bantu bawain sampai halte,cus"ucap Prita.
"Oke-oke"ucap King terpaksa bantu cewek jadi-jadian itu.
Zara,Nafiza dan Niken tertawa terpingkal-pingkal
melihat King membantu cewek jadi-jadian itu.
Setelah setengah jam mereka berjalan sampai juga dikebun kosong dijalan Permai.Mereka masuk ke dalam kebun kosong itu.Terdengar seseorang yang sedang dihajar.
"King Lo denger gak sih kaya ada orang lagi digebukin gitu"ucap Niken.
"Bener kata Niken suara orang yang lagi dipukuli"
ucap Zara.
"Iya ini mah suara orang digebukin"ucap King.
"Takut Zara"ucap Nafiza.
Akhirnya mereka berempat mendekati suara itu dan melihat Gerald sedang dihajar seorang lelaki paru baya berbaju hitam,berperawakan kurus tapi tinggi dan memakai kaca mata.Dia terlihat menyeramkan saat menatap dan tidak berkata apapun langsung meninggalkan Gerald begitu saja yang sudah babak belur ditanah.Mereka mendekati Gerald untuk membantunya bangun.Tapi Gerald malah marah pada mereka.
"Kalian gak usah peduli sama aku dan ikut campur urusanku jika kalian masih ingin hidup"
ucap Gerald.
"Lo ya udah dua kali gue mau tolongin masih aja belagu,kaya Lo paling jago aja,udah babak belur masih aja sombong"ucap King.
Gerald tidak menghiraukan ucapan King dan pergi meninggalkan mereka.
"Itu Si Gerald kita tolongin malah ngomelin kita sih"ucap Niken.
"Udah gak usah diurus manusia kaya dia.Mau idup dibumi ini sendiri dia"ucap King.
"Tapi kasihan Gerald,siapa ya laki-laki paruh baya itu?"tanya Zara.
"Udah ah gak usah diurusin mendingan kita nyari serangganya keburu sore"ucap King.
"Iya,aku gak boleh pulang kesorean"ucap Nafiza.
Akhirnya mereka memutuskan mencari serangga dikebun itu.King mengusulkan untuk mengambil sarang lebah 🐝🐝🐝 supaya dapat serangga dengan mudah dan banyak.
"Lo yakin anak mami,itu sarang lebah Lo?"tanya Niken.
"Gampang tinggal disodok pakai kayu jatuh tuh sarang lebahnya"ucap King.
__ADS_1
"Kita tanya Zara dulu"usul Niken.
"Gak usah gampang gini"ucap King.
"Gak ah,gue tanya Zara dulu.Tunggu disini anak mami jangan disodok dulu"ucap Niken.
Niken meninggalkan King dibawah pohon yang ada sarang lebahnya menuju ke tempat Zara dan Nafiza berada.Niken berbicara pada Zara rencana King.Tapi Zara mengusulkan jangan,bahaya mengganggu sarang lebah.Baru mereka berbincang beberapa saat,King kembali dengan baju berantakan,kotor dan mukanya pada bentol merah disana sini.
"Anak mami kamu kenapa?"tanya Niken.
"Dicium sama lebah yang agresif"ucap King.
"Itu bukannya disengat lebah ya"ucap Nafiza.
"King kamu gak papa?"tanya Zara.
"Makanya tadi juga gue bilangin tunggu dulu,gue tanyain sama Zara dulu.Kamu malah gak sabaran jadi dikeroyok tuh sama lebah 🐝🐝🐝"ucap Niken.
"Gimana nih mana besok praktek biologi"ucap King.
"Kita ke obati aja ya"ucap Zara.
"Aku bawa kotak obat"ucap Nafiza sambil mengeluarkan kotak obat itu dari ranselnya.
"Sini biar aku yang obatin anak mami ini"ucap Niken mengambil kotak obat yang diberikan Nafiza.
King duduk dibawah pohon diobati sama Niken.
Dia melihat Niken ternyata baik juga gak galak dan bawel saat membantu mengobatinya.
"Manis juga dia kalau lagi begini,tapi kalau lagi kumat,aduh galak dan bawelnya gak ketulungan"
ucap King dalam hatinya.
Setelah selesai mendapatkan serangga-serangga itu,mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing.
**********
Leo memeluk Zara sambil berbaring diranjang mereka.Sesekali tak lupa Leo mencium bibir cantik Zara.Mereka bercerita tentang aktifitas mereka seharian.Zara menceritakan apa yang terjadi dengan Gerald pada Leo.
"Leo tadi sewaktu aku pergi ke kebun kosong dijalan Permai bersama King,Niken dan Nafiza,kita bertemu Gerald yang sedang dipukuli oleh lelaki paruh baya,kalau dilihat dari tatapan matanya serem banget"ucap Zara.
"Zara sayang kau harus hati-hati dengan Gerald ataupun lelaki paruh baya itu.Leo merasa ada sesuatu yang disembunyikan Gerald tapi tak tahu itu apa?"ucap Leo.
"Tapi kasihan Gerald Leo,dia sampai babak belur tapi gak mau ditolongin malah marah dan meninggalkan kita begitu saja"ucap Zara.
"Yaudah,nanti Leo cari tahu kenapa Gerald bersikap seperti itu.Sekarang kita tidur ya sayang,besok sekolah"ucap Leo.
"Iya Leo sayang"ucap Zara.
Leo mencium bibir Zara sampai ke tengkuknya bermain sedikit diarea dada Zara,seketika Zara kegeliaan dan menikmati sentuhan dari Leo,suaminya.Tak lama Leo menghentikannya lalu tidur memeluk Zara.Leo masih bersabar menunggu sampai mereka lulus sekolah nanti.
__ADS_1