Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Malam Pertama Leo Dan Zara


__ADS_3

Leo dan Zara pulang ke rumah mereka setelah beberapa minggu tinggal dirumah orangtua Leo.


Mereka mandi dan berganti pakaian. Sore ini mereka mau menginap di hotel. Muka Leo terlihat bersinar dan ceria karena hari yang ditunggu selama ini tiba juga. Zara memperhatikan Leo yang tersenyum didepan kaca.


"Leo kok senyum mulu dari tadi memang ada apa?"tanya Zara.


"Ada yang mau dapat jatah suami malam ini" ucap Leo menggoda Zara.


"Memang belum dapat jatah ya mas"ucap Zara berbalik menggoda Leo sambil meraba dadanya.


"Zara jangan dimulai disini sayang, nanti aku gak bisa nahan lagi"ucap Leo sambil menangkap tangan Zara yang tadi meraba dadanya.


"Kalau begitu ayo kita berangkat Leo"ucap Zara.


"Ayo Zara sayang"ucap Leo sambil menggandeng tangan Zara.


Mereka berangkat ke hotel dengan naik taksi online. Diperjalanan naik taksi Leo dan Zara terus tersenyum malu-malu dan sedikit gugup. Leo dan Zara duduk dikursi belakang mobil. Tak lama ada mobil truk hendak menabrak taksi yang dinaiki Leo dan Zara.


"Leo...o...o..."ucap Zara berteriak saat mobil truk itu mendekat ke arah taksi.


Tak lama Zara melihat mobil taksi yang dinaikinya terguling. Begitupun mobil truk yang tadi mendekati taksi yang dinaikinya. Selain itu bus dibelakang taksi juga terguling. Zara melihat banyak korban berjatuhan karena kecelakaan itu. Darah dimana-mana. Banyak orang terluka bahkan meninggal. Zara menangis melihat semua itu. Dia langsung teringat Leo, Zara menuju ke taksi yang dinaikinya. Zara melihat Leo penuh luka dan darah. Zara berusaha mengeluarkan Leo dari taksi yang terguling itu.


Zara membawa Leo ke tepi jalan dan membaringkan Leo dipangkuannya.


"Leo....Leo....Leo bangunlah, jangan tinggalkan aku Leo kumohon hik....hik...."ucap Zara menangis sambil menepuk pipi Leo.


"Leo bangun...bangun.....hik....hik..."ucap Zara sambil menangis tersedu-sedu.


Kepala Leo penuh darah dan tubuhnya penuh luka. Tak lama ambulan datang membawa Leo dan korban lain ke rumah sakit. Zara terus mendamping Leo diambulan itu, sepanjang perjalanan Zara tak henti memegang tangan Leo sambil menangis.


Sampai dirumah sakit Leo langsung dibawa ke ruang operasi. Zara hanya bisa menunggu Leo diluar ruangan operasi. Zara terus menangis dan cemas. Setelah dua jam operasi selesai, Dokter keluar dan memberi tahu pada Zara kalau Leo tak bisa tertolong. Terdapat cidera berat dikepala Leo dan juga Leo sudah banyak kehabisan darah. Zara tak percaya dan langsung berlari menemui Leo.Dia melihat tubuh Leo yang sudah ditutup kain putih. Zara ketakutan dan tubuhnya terasa lemas sekali, seperti tak ada tenaga lagi ditubuhnya. Dunia seakan terhenti menyaksikan belahan jiwanya tiada. Air mata Zara jatuh tak terhenti dan menetes terus menerus. Dia menguatkan diri membuka kain putih itu. Leo berbaring dalam keadaan tak bernyawa lagi. Zara langsung berteriak memanggil Leo.


"Tidak, Leo....o....o....o....."ucap Zara berteriak kencang.


Hidupnya terasa hampa dan dunia seperti kiamat. Zara tak bisa kehilangan Leo secepat itu tanpa sebuah kata apapun.


"Zara sayang.....Zara sayang...."ucap Leo.


Leo berusaha membangunkan Zara yang tadi pingsan didalam taksi. Zara belum sadar dan terus mengigau sambil menangis dan memanggil nama Leo.


"Zara sayang ini aku, bangunlah"ucap Leo sambil membelai wajah Zara.


Zara terbangun dari pingsannya dan melihat Leo didepannya baik-baik saja. Seketika Zara bangun dan memeluk Leo dengan erat.


"Leo, Zara pikir takkan bertemu Leo lagi. Zara takut terjadi sesuatu pada Leo. Jangan tinggalkan Zara hik...hik...hik...."ucap Zara sambil menangis.

__ADS_1


"Zara pasti tadi bermimpi buruk ya, soalnya dari tadi Zara mengigau memanggil Leo terus"ucap Leo.


"Untung tadi cuma mimpi, jika tidak apa Zara mampu tanpa Leo, Zara takut berpisah dengan Leo hik...hik....hik...."ucap Zara.


"Zara sayang aku ada disini, kau pasti tadi ketakutan saat bermimpi ya"ucap Leo.


Zara melepas pelukannya pada Leo dan mulai melihat sekelilingnya.


"Leo kita ada dimana?"tanya Zara.


"Kita dikamar hotel Zara sayang, tadi saat kau pingsan ditaksi, setelah sampai hotel Leo menggendong Zara sampai ke kamar hotel"ucap Leo.


"Benarkah? apa Leo kecapean tidak tadi sudah menggendong Zara?"tanya Zara.


"Iya Leo kecapean, jadi harus minta upah menggendongnya"ucap Leo.


Zara tersenyum tahu maksud ucapan Leo. Dia malu-malu dan menatap Leo dengan senyuman cantik dibibirnya.


"Zara aku mandi dulu ya, tadi keringetan sampai basah kuyup gini habis menggendong Zara"ucap Leo.


Zara hanya mengangguk saat Leo mengucapkan keinginannya untuk mandi. Leo akhirnya masuk ke toilet dan mandi. Selesai mandi dia keluar dari toilet dan melihat Zara diranjang mengenakan baju seksi dan berdandan. Leo langsung melongo dan tak percaya yang dilihatnya. Zara sangat cantik dan seksi membuat keinginannya semakin bertambah. Zara menghampiri Leo yang masih melongo didepan pintu toilet.


"Leo sayang bukannya ini malam pertama kita"ucap Zara berbisik ditelinga Leo lalu mencium pipinya.


Leo langsung menarik Zara dan membopongnya ke ranjang.


"Leo sayang aku sudah siap"ucap Zara menggoda.


Leo langsung mencium bibir cantik Zara yang berwarna merah merona mencolok karena memakai lipstik. Zara menerima ciuman itu dan ikut membalasnya sehingga mereka saling menikmati ciuman itu satu sama lain. Leo mulai melakukan pemanasan demi pemanasan dari tahap ke tahap. Dia tak menahan diri lagi. Tak peduli seliar itu saat ini, Leo mengikuti insting laki-lakinya.


Zara berkali-kali mengeluarkan suara indahnya yang begitu menikmati setiap kehangatan dan sentuhan dari Leo. Semua kenikmatan yang tak pernah dirasakan kini Leo dan Zara bisa sepenuhnya menikmati itu. Mereka mengeluarkan semua hasrat dan keinginannya sampai mengeluarkan suara indah itu bersamaan.


Leo mencapai titik dimana kebanggaannya siap diposisi tertinggi. Kini dia memberi aba-aba pada Zara yang sedang terbuai dengan kehangatan dan sentuhan Leo dari tadi. Leo mulai membuktikan keperkasaannya pada Zara.


"Leo sakit"ucap Zara merenget kesakitan.


"Zara sakit ya, Leo akan berusaha lebih pelan"


ucap Leo.


Zara hanya mengangguk dan yakin Leo bisa melakukannya walaupun dia sedikit takut karena ini pertama kalinya. Leo kembali melakukan gerakan-gerakan cinta itu. Dia berusaha melakukannya dengan memperhatikan kenyamanan Zara. Hampir tiga jam Leo masih kesulitan meraih selaput kehormatan itu. Zara juga terlihat kelelahan dan menahan sakit. Leo menghentikan sementara kegiatan itu dan berbaring disamping Zara sambil memeluknya.


"Zara sayang sakit ya?"tanya Leo.


"Tadinya sakit, tapi sudah berkurang, Leo kok berhenti"ucap Zara.

__ADS_1


"Istirahat sebentar, ternyata gak mudah buat itu"ucap Leo malu mengatakannya.


"Buat apa Leo, apa ada yang salah atau ada yang aneh?"tanya Zara.


"Leo belum bisa meraih sesuatu yang berharga milik Zara"ucap Leo berbisik pelan ditelinga Zara.


Zara malu dan menyembunyikan mukanya didada Leo.


"Zara sayang kenapa?"tanya Leo.


"Gak kenapa-kenapa"ucap Zara.


Mereka beristirahat sejenak sampai tertidur. Pukul tiga malam Leo membangunkan Zara dengan pemanasan-pemanasan ringan. Sentuhan itu membuat Zara terbangun dan melihat Leo sudah siap kembali memulai kegiatan yang terhenti semalam. Zara menyambutnya dengan senyuman. Leo melakukan pemanasan lebih lama pada Zara dan berusaha membuat Zara nyaman terlebih dahulu. Sampai Zara mulai mengeluarkan suara indahnya, Leo mulai melakukan ke tahap yang lebih dalam. Leo berusaha melakukannya dengan penuh kelembutan. Perlahan tapi pasti Leo akhirnya mencapai selaput kehormatan itu dan berhasil meraihnya. Darah dari selaput kehormatan itu keluar. Leo berhasil mengambil kehormatan milik Zara sebagai suaminya yang memang berhak atas itu.


"Zara apa sakit?"tanya Leo memastikan saat melihat darah itu keluar.


Zara menggeleng dan tersenyum pada Leo. Spontan Leo mencium kening Zara dan berbicara padanya.


"Makasih ya Zara sayang"ucap Leo.


Malam itu begitu indah untuk mereka berdua, seakan dunia milik berdua. Penyatuan cinta diantara keduanya membuat cinta mereka semakin tumbuh.


Seperti malam pertama pada umumnya, mereka ingin terus mengulangnya. Mereka baru merasakan manisnya sebuah cinta yang dilakukan setelah mereka menikah dan jatuh cinta. Kini mereka tak perlu malu-malu dan menutupi keinginan mereka, mulai malam ini akan terus berlanjut ke malam selanjutnya sebagai pasangan yang halal, mereka berhak melakukan penyatuan cinta itu tanpa ragu lagi.


Leo dan Zara kelelahan setelah berkali-kali melakukannya. Leo mengendong Zara ke toilet, mereka mandi bersama. Selesai mandi mereka beribadah dan berdoa bersama. Leo dan Zara memanjatkan syukur pada Allah yang sudah menjadikan mereka berjodoh dan bisa melakukan hubungan suami istri sebagai kewajiban mereka. Leo dan Zara juga berdoa untuk segala hal dalam hidup mereka dan untuk orangtua beserta saudara mereka. Leo dan Zara sampai menangis karena bisa tetap bersama dan melewati semua ujian demi ujian. Selesai berdoa Zara mencium tangan Leo dan Leo mencium kening Zara. Mereka tersenyum bahagia bisa melakukan kewajiban yang sudah tertunda selama dua tahun.


Leo dan Zara beristirahat setelah selesai beribadah. Mereka tidur dengan pulas karena kelelahan melakukan hal romantis itu. Pukul sembilan pagi mereka bangun dan sarapan. Selesai sarapan mereka kembali berbaring diranjang sampai siang hari.


************


Siang hari Leo mengajak Zara jalan-jalan di Mall. Mereka main eskating, ini pertama kali untuk Zara. Dia sedikit ketakutan tapi Leo berusaha memegang tangan Zara dan mengajarinya secara perlahan-lahan. Zara mulai menikmati permainan eskating itu. Dia berjalan dan meluncur diatas es itu, dengan bergandengan tangan bersama Leo. sesekali mereka saling kejar mengejar dan bercanda.


"Gimana Zara menyenangkan bukan main eskating?"tanya Leo.


"Seru dan menyenangkan Leo"ucap Zara.


"Suatu saat nanti Leo akan mengajak Zara keluar negeri biar kita bisa menyaksikan salju beneran dan bermain esketing bersama disana"ucap Leo.


"Amin, semoga mimpi Leo terwujud kita bisa bersama-sama keluar negeri"ucap Zara.


Leo memegang kedua tangan Zara sambil menatap wajahnya.


"I Love You Zara"ucap Leo.


"I Love You Too Leo"ucap Zara.

__ADS_1


Leo melepas tangannya dan menantang Zara balapan. Mereka akhirnya balapan bersama saling kejar mengejar. Hal kecil yang cukup membuat mereka bahagia dan menikmati kebersamaan itu. Rasanya seperti pengantin baru yang menikmati indahnya cinta. Leo dan Zara baru merasakan indahnya menjadi pengantin baru.


__ADS_2